Gempa adalah sesuatu keadaan yang biasa terjadi di bumi ini untuk menuju ke arah atau bentuk stabil. Sejak jaman dahulu gempa itu ada, di quran di jelaskan bahwa selain karena faktor bumi yang bergerak, maka gempa ini pula di jadikan sebagai iktibar kisah-kisah jaman terdahulu terhadap manusia yang ingkar terhadap tanda-tanda kebesaran Allah
Kisah n. Shaleh :
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: “Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang diutus, Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. (al-a’raaf:77-7
![]()
Kisah n. Syu’aib
Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata : “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian orang-orang yang merugi”.Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,orang-orang yang mendustakan Syu’aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu’aib mereka itulah orang-orang yang merugi.(al-a’raaf:90-91)
Kisah N. Musa
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: “Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki . Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya”. (al-a’raaf:155)
Kisah-kisah terdahulu merupakan kisah yang wajar terjadi, namun pada saat ini dimana semua sudah dapat di ketahui penyebabnya sehingga peristiwa alam atau fenomena alam tidak dapat di ambil hikmah sebagai kasus atau iktibar tentang ketuhanan …. benarkah ?
Mari kita baca gempa di Cina ini yang terjadi sehari setelah hari penentuan (baca Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan)
Sekali lagi perhatikan tgl 11-05-2008 sehari sebelum gempa di Cina yakni Vihara terbakar dimana para korban kebanyakan adalah etnis tionghoa (Cina)
… Korban yang pertama ditemukan adalah Suhu Yuncen, 60, di ruang belakang lantai III yang merupakan ruang makan para suhu. Tubuhnya tergeletak di sebelah meja makan.
Korban kedua ditemukan di lorong kamar tempat tinggal pegawai, yakni Widodo, 50, guru agama Buddha. Seluruh tubuhnya gosong. Korban berikutnya adalah Dian, 23, dan Nijar, 18, warga Sei Rapuh yang merupakan karyawan vihara. Keduanya ditemukan di kamar paling sudut lantai III. Lalu tiga wanita warga Binjai, yakni Ong Aini alias Sumarniah, 42, Ong Aicin, 44, dan Chuchu Hong, 65, ditemukan berdempetan di kamar nomor dua lantai III.
Dan fenomena tsb di ikuti dengan jatuh lagi orang dari ITC yang berkali-kali di bahas (ITC itu Benar Terjadi), artinya adalah kebetulan yang luar biasa kecuali kalau boleh dianggap sebagai penguat ttg benarnya artikel (Hari Penentuan : 11 Mei 2008)
Dari ITC inilah kita akan coba tembus ke perulangan tahun lalu yang di tulis oleh the_untold_stories yakni tertuang di artikel Maut yang menjadi-jadi posting Jun 4, 2007 6:56 am, Ada apakah artikel tsb ?
Tahun 2007
Perhatikan kejadian urut ttg ITC ini (saat itu banyak anak yang menjadi korban) Hari minggu terjadilah bocah jatuh di ITC, dan besoknya ada lagi yang di ITC Jatuh
- Minggu, 03/06/2007 13:51 WIB Bocah Terjatuh dari Lantai 3 ITC,
HeadLine JP : Jatuh 13 Meter, Bocah Tewas SURABAYA - Seorang bocah terjatuh dari lantai satu ITC Mega Grosir dan tewas kemarin siang. Livya Mudita Dewi, 6, bocah itu, terjun dari ketinggian s
- Senin, 04/06/2007 11:29 WIB ITC Mega Grosir Kembali Geger, Wanita Jatuh dari Lantai 4
Fenomena apakah yang tepat saat itu terjadi ? Gempa di Cina , dari artikel tsb
Paling tidak berita ini bisa menjadi titik ilmiah Minggu, 03/06/2007 10:48 WIB Gempa Guncang Cina, 2 Tewas dimana Asia tidak stabil biasanya menimbulkan ketidakstabilan pada area lain (teori plateau)
Tahun 2008
Perhatikan Gempa di Cina yang terjadi saat ini
Gempa Kubur Hidup-Hidup 900 Pelajar
BEIJING - Gempa dahsyat mengguncang Tiongkok bagian tengah pukul 14.28 waktu setempat atau 13.28 WIB kemarin (12/5). Media pemerintah melaporkan, setidaknya 5.000 orang tewas, termasuk sekitar 900 siswa yang terkubur hidup-hidup oleh bangunan tiga lantai sekolah mereka.Berdasarkan catatan US Geological Survey, gempa di siang hari itu berkekuatan 7,8 skala Richter dan berpusat di 92 km barat daya ibu kota Provinsi Sichuan, Chengdu. Sumber gempa yang hanya berjarak 10 km dari permukaan tanah dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan parah dan banyak korban di berbagai tempat.
Kantor berita resmi Xinhua News Agency melaporkan, 80 persen bangunan di Kota Beichuan, Provinsi Sichuan, runtuh dan rusak parah. Diperkirakan 3.000 sampai 5.000 warga tewas dan 10.000 terluka di kota berpenduduk 160.000 jiwa itu. Karena upaya penyelamatan dan evakuasi korban belum mencapai semua area yang terdampak paling parah, dikhawatirkan jumlah korban bertambah dua sampai tiga kali lipat.
Dalam laporan Xinhua, ratusan siswa SMP sedang belajar di kelas saat gempa meruntuhkan bangunan tiga lantai sekolah di Kota Dujiangyan, Sichuan. Pemerintah daerah setempat mengerahkan puluhan alat berat untuk menyisihkan reruntuhan tembok dan besi tiang sekolah.
Reporter Xinhua menceritakan, para pelajar remaja sebetulnya sudah berusaha ke luar sekolah saat gempa. Dua siswa mengatakan, dirinya selamat karena lari lebih cepat dari teman-temannya……….
Dan apa yang terjadi sebelumnya, apakah sama dengan tahun 2007 lalu di mana Gempa di Cina sebelumnya ada peristiwa di ITC ? Tentu dan pasti anda heran dengan perulangan ini yakni sehari sebelum gempa di Cina, maka tepat nyaris sama dengan perulangan tahun lalu yakni ada orang yang jatuh di ITC
11/05/2008 22:34 WIB
Jatuh di ITC Mangga Dua
Sulastri Selamat Berkat Mulyadi
Ari Saputra - detikcomJakarta - Dua orang dikabarkan terjatuh dari ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Namun, kemungkinan bukan kedua-duanya yang jatuh.
Informasi yang dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber di tempat keduanya dirawat di RS Husada, Jl Raya Mangga Besar, Jakarta, Minggu (11/5/2008), hanya Sulastri yang jatuh.
Sulastri jatuh dari lantai 3 ke lantai dasar ITC Mangga Dua. Beruntung ada Mulyadi yang letaknya persis di bawah lokasi jatuhnya Sulastri.
Entah mimpi apa tadi malam, tubuh Mulyadi tertimpa Sulastri. Alhasil Sulastri selamat dari ancaman maut, dan tubuh Mulyadi ’sang penyelamat’ remuk seketika.
Kini keduanya tidak sadarkan diri di ruang UGD RS Husada. Di wajah keduanya terpasang alat bantu pernapasan. ( gah / gah )
Dengan demikian telah jelas perulangan itu terjadi dan merupakan sesuatu yang mengingatkan dalam arti luas tentang arti ketuhanan lewat artikel Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan yang berlanjut sehari setelah itu kepada Gempa di Cina, dan penantian dari Hari Penentuan : 11 Mei 2008 pun menyebutkan tidak hanya tepat tgl 11-05-2008, namun … kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain
Gempa di China Tewaskan 9.000 Orang
CHONGQING, SELASA - Gempa terparah dalam tiga dasawarsa terakhir di China, Senin (12/5), telah menewaskan hampir 9.000 orang. Kemungkinan jumlah korban masih terus bertambah. Kantor Berita Xinhua, mengutip keterangan dari pemerintah setempat, menyebutkan 8.533 orang tewas di Provinsi Sichuan.
Pusat gempa berkekuatan 7,8 skala Richter itu terletak di kawasan pegunungan yang jaraknya sekitar 100 kilometer dari kota berpenduduk 10 juta jiwa, yaitu Cengdu, ibu kota Sichuan. “Jalan mulai bergoyang ketika saya menyetir. Batu berjatuhan dari gunung dan debu menggelapkan langit di sekitar lembah,” kata sopir biro seismologi Sichuan yang berkendara di dekat titik pusat gempa, sebagaimana dikutip Xinhua.
Bencana itu terjadi saat jam sekolah dan menyebabkan delapan sekolah runtuh di wilayah itu. Sekitar 900 remaja terkubur di reruntuhan bangunan bertingkat tiga di kota Dujiangyan, Sichuan. Sejumlah 3.000 hingga 5.000 orang diperkirakan tewas di Wilayah Otonomi Beichuan Qiang, tulis media pemerintah tersebut. Sementara itu, 10.000 jiwa di Beichuan dikhawatirkan cedera dan 80 persen bangunan di wilayah itu hancur, tulis Xinhua. Televisi pemerintah menyebutkan, terjadi lebih dari 300 kali gempa susulan. Jumlah penduduk Beichuan 161.000 orang, artinya sepersepuluh warganya tewas atau cedera. Wilayah itu adalah bagian dari Kota Mianyang dan terletak 160 km dari Cengdu.
Ratusan orang terkubur di dua pabrik kimia yang runtuh di Shifang, Sichuan, tulis edisi online Xinhua. Disebutkan juga lebih dari 80 ton amoniak cair yang sangat korosif tumpah. Ratusan orang terkubur di reruntuhan sekolah, pabrik, dan asrama di wilayah tersebut. Korban yang banyak juga terkubur di rumah sakit yang rubuh di kota Dujiangyan, Sichuan. Pusat gempat berada tidak jauh dari Wenchuan, wilayah pegunungan yang dihuni sekitar 100.000 jiwa, dan getarannya terasa hingga ke seluruh China dan Bangkok, ibu kota Thailand.(ANT/RTR)
Mengapa terjadi di Cina koq bukan di Indonesia saja ? dan koq enak mengklaim bahwa bencana masal tsb akibat dari doa tsb ?
MAri kita berpikir jernih dari apa yang di minta doa tsb adalah “pertandaNya” dan “hal yang mengingatkan”, benarkah hal (gempa) tsb sebagai pertandaNya ? anda bisa ulangi baca di awal artikel ttg kisah terdahulu terhadap orang - orang yang mengabaikan tanda-tanda kebesaran Allah.
Satu tentang pertandaNya hal telah terjawab dari yang menimpan adalah negeri Cina yang tirani dalam hal penumpasan negeri tibet, yang lain yakni tentang “hal yang mengingatkan”, apakah hal yang mengingat itu ?
Lihat dan buktikan kebetulan gempa Cina tahun 2007 dan 2008, semuanya di iringi oleh kejatuhan orang dari ITC yang pada akhirnya gempa di cina 2008 ini mengingatkan sesuatu yang nyaris mirip dengan tahun 2007 lalu sehingga judul artikel ITC itu Benar Terjadi memang benar terjadi perulangan itu
Sekali lagi siapakah yang menulis tentang ITC sebelum benar ada kejatuhan ITC itu ? koq ya … kurang kerjaan nulis-nulis tentang ITC tsb, lihat artikel Carrefour Pingsan Lagi, Siswa IPDN mati Lagi posting Tue May 6, 2008 5:28 am, dimana di temukan hubungan dan rangkaian perulangan jauh sebelum kejadian ITC terjadi, cuplikan artikel tsb tgl 6-mei-2008 dimana belum ada orang yang jatuh di ITC, namun artikel tsb sudah menuliskannya
Tidak ada yang aneh dengan berita tsb, namun jika di telaah lebih jauh setelah artikel Bakar Diri : Cara Lain Bunuh Diri yang menyatakan adanya perulangan terus menerus sehingga terbahas pada kasus ITC di Jakarta dan Surabaya seperti di tuliskan sbb :
Sebagaimana di sebutkan di awal, bahwa Bunuh diri dan Bakar diri di Surabaya dan Jakarta dalam waktu yang hampir bersamaan kemudian mengingatkan tahun 2007 dengan kejadian yang sama yakni Bakar Diri di Yogya si Ibu dengan Anaknya pula yang pada akhirnya menuju pada jatuh berurutan di ITC Surabaya, lalu seharusnya ada di ITC Jakarta kasus yang mirip, betulkah ada peristiwa di ITC Jakarta ?
Akhirnya ITC itu jatuh Bocah di ITC Jatuh, BBM pasti Naik , tepat sorenya setelah artikel tsb di posting … ah kebetulan … atau sengaja di ubah tgl & jamnya biar tepat. Coba periksa artikel kutipan sebelumnya justru itu ditulis tgl 3-mei-2008 Bakar Diri : Cara Lain Bunuh Diri
Artinya tidak ada yang menyangka bahwa ITC itu berulang terjadi dan sekali lagi terjadi jatuh di ITC
Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan yang akhirnya berulang dengan tahun 2007 lalu yakni Gempa di Cina … kebetulankah ? …. baca doa-doa di atas tentang sesuatu pertandaNya atau hal yang mengingatkan … jika anda belum percaya bahwa hal tsb adalah yang mengingatkan tentang tahun 2007 lalu, maka lihat dengan seksama artikel tahun 2007 lalu yakni artikel Maut yang menjadi-jadi Jun 4, 2007
6:56 am
Benarkan sebelum tragedi gempa cina 12-mei-2008 yang merupakan perulangan tahun 2007 lalu di ikuti dengan sebelumnya maut menjadi-jadi ?
Lihat berita aneh bin kocak di bawah ini tentang Tewas, KERACUNAN, para Pemabuk
Raja Jemblung Terus Makan Korban
Pesta di Tiga Tempat, Sembilan Orang Tewas
SURABAYA - Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) terus bertambah. Kamis (8/5), tiga orang dijemput ajal dalam pesta di Manyar Sabrangan. Kemarin (9/5), jumlahnya diketahui bertambah enam menjadi sembilan orang. Para korban miras itu mengonsumsi produk yang sama, yakni miras merek Raja Jemblung.Mereka meninggal setelah berpesta miras di tiga tempat berbeda. Selain di Manyar Sabrangan, pesta berujung kematian terjadi Jalan Arif Rahman Hakim dan Pasar Manyar.
Di Jl Arif Rahman Hakim, pesta miras terjadi pada Rabu (7/5) pukul 10.00 hingga 14.00. Minum-minuman keras bersama itu diikuti delapan orang. “Pestanya sudah Rabu. Tapi, peristiwa itu memang baru diketahui hari ini (kemarin, Red) setelah ada korban meninggal,” jelas Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Syaifudin.
Empat orang tewas dalam pesta itu adalah Hardi M. Samroni, 42, warga Klampis Semalang; Karmuji, 42, warga Wonorejo; Cak Man, 50, asal Mojoagung, Jombang; dan Supardi, warga Klampis Ngasem. “Dua orang tidak diketahui nasibnya. Sebab, saat ini, mereka belum diketahui keberadaannya. Mereka adalah Cak To dan Pak To. Kami masih mencari,” jelasnya.
Dua peserta pesta yang kondisinya masih sehat adalah Pitono, 32, warga Klampis Ngasem, dan Jebres, warga Klampis Semalang. Keduanya sudah dimintai keterangan di Mapolsek Sukolilo. Mereka adalah saksi kunci kasus itu.
Menurut Pitono, pesta miras di Jl Arif Rahman Hakim memang hampir setiap hari digelar. Persisnya di pos polisi yang tidak terpakai di dekat traffic light sebelah barat Kampus Universitas Narotama. Pesertanya pengayuh becak yang biasa mangkal di situ. “Biasanya minum-minum sambil menunggu penumpang. Tapi, ada juga yang bukan tukang becak. Asal kenal, diajak mampir, terus diajak minum,” jelas Pitono.
Rabu siang itu, Supardi berkulakan satu kardus berisi 12 botol miras merek Raja Jemblung. “Supardi memang sering berjualan miras di tempat itu (Arif Rahman Hakim). Kalau ada yang pesan, barang langsung datang,” ungkapnya.
Di antara 12 botol yang dibawa Supardi, empat botol habis tak tersisa. Minuman beralkohol tersebut habis dalam tempo empat jam, yakni pukul 10.00 hingga 14.00.
Menurut Pitono, selama pesta, para peserta tak menunjukkan gelagat mencurigakan. Di antara delapan peserta pesta, tak ada yang mengeluh sakit. Bahkan, usai pesta, mereka masih bekerja menarik becak.
“Untungnya, saya hanya minum dua seloki, sehingga nggak terlalu fatal. Tapi, yang lain memang minum banyak. Namun, usai minum, mereka masih bisa mbecak. Tidak ada keluhan apa-apa,” tegasnya.
Efek minuman keras baru dirasakan sehari usai pesta. Hardi M. Samroni, misalnya. Keesokannya, Kamis (8/5), pria yang biasa dipanggil Roy itu masih mengantarkan kakaknya, Siti Zaenab, ke klinik di dekat rumahnya di kawasan Klampis Semalang.
Nah, usai mengantar kerabatnya tersebut, Hardi tiba-tiba ambruk. “Saya sedang sakit. Terus minta diantar ke klinik. Ternyata, setelah sampai klinik, tiba-tiba dia (Hardi) jatuh dari atas becak,” jelas Zaenab.
Kontan, wanita 42 tahun itu langsung minta pertolongan warga sekitar. Hardi lantas dilarikan ke RSU Haji Sukolilo. “Dia sempat dirawat sebentar. Kemudian, saya diberi tahu dia sudah meninggal,” ujarnya lirih.
Zaenab mengungkapkan, sebelum meninggal, Hardi memang sempat mengeluh perutnya sakit. “Rabu sore, saat pulang ke rumah, dia memang terlihat mabuk. Dia sempat mengeluh. Tapi, terus tidur,” katanya.
Hardi sempat disebut-sebut ikut dalam pesta miras di Manyar Sabrangan. “Namun, kami dapat informasi bahwa korban justru pesta miras di Arif Rahman Hakim, bukan di Manyar Sabrangan,” tegas Kapolsek Sukolilo AKP Sudarto.
Sugeng Hawi, pengayuh becak yang biasa mangkal di TKP (tempat kejadian perkara), menjelaskan, dirinya sempat beberapa kali mengingatkan kawan-kawannya tersebut. “Kamu itu bagaimana? Tiap hari kok minum. Kamu itu kerja jauh dari kampung halaman,” ujarnya.
Ketika diingatkan, para korban biasanya marah. “Mereka tidak mau diingatkan. Daripada ribut, mending saya diam saja. Mereka terus minum-minuman keras,” katanya.
Sebelum meninggal, Cak Man yang keluarganya belum diketahui sempat melayat ke rumah Hardi yang meninggal lebih dulu. Pria asal Jombang yang jenazahnya masih di rumah sakit itu kabarnya jatuh di Wisma Mukti. “Setelah jatuh, Cak Man saya bawa bersama teman-teman ke rumah sakit Sukolilo. Dia sempat dirawat. Tapi, kemudian meninggal pada Kamis pukul 20.00,” jelas Sugeng.
Supardi meninggal belakangan. Dia baru dijemput ajal tadi malam. Sebelumnya, dia dirawat RSH Sukolilo. “Dia mengalami gagal napas,” jelas dokter yang menangani.
Selain di Jalan Arif Rahman Hakim, korban pesta miras di Manyar Sabrangan juga bertambah banyak. Kemarin, dua orang tewas setelah sempat dirawat di RS Haji Sukolilo. Dia adalah Didit, warga Keputih, dan Suparno, warga Manyar Sabrangan.
Suparno adalah suami Nurhasanah yang tewas lebih dulu akibat pesta miras di rumahnya, Rabu (7/5) malam. Dia dirawat di RSU Haji sejak Kamis (8/5) siang. Lelaki 45 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada Kamis (8/5) pukul 22.00.
Nama Didit baru diketahui petugas kemarin. “Ternyata, dalam pesta di Manyar Sabrangan itu ada nama Didit. Kami baru mengetahui dia meninggal hari ini (kemarin),” kata Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Iptu GK Antara.
Selain Didit, ada nama baru yang ikut pesta di Manyar Sabrangan. Dia adalah Fauzi. “Identitas lengkapnya belum kami ketahui. Dia sedang kami cari,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pesta di Manyar Sabrangan atau di rumah pasangan Suparno-Nurhasanah dilakukan selama seminggu. Terakhir, pesta diadakan pada Rabu (7/5) malam. Dalam pesta itu, tiga orang meninggal.
Selain Nurhasanah dan Suparno, seorang korban lagi adalah Agus alias Ambon, 45, warga Manyar Sambongan. Seorang korban lainnya, Karmuji, 42, warga Wonorejo, masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan seorang peserta miras lainnya yang disebut-sebut bernama Tante Diah kini masih dicari polisi.
Kemarin, Polsek Gubeng juga mendapatkan kabar pesta miras yang memakan korban tewas. Pesta miras dilakukan di Pasar Manyar. Dalam pesta itu, seorang meninggal dan dua orang sedang dirawat di rumah sakit.
Korban meninggal adalah Nur Haji, warga Kertajaya IX. “Pesta dilakukan pada Selasa (6/5). Tapi, kami baru tahu informasinya hari ini (kemarin, Red). Itu setelah ada laporan korban meninggal,” jelas Kanitreskrim Polsek Gubeng Iptu AgungWidoyoko.
Dua korban yang sedang dirawat adalah Joko, 35, warga Jalan Pacar Kembang, dan Rustam, 45, warga Manyar Duku. “Informasinya, mereka juga pesta miras jenis Raja Jemblung. Minumnya hanya sebotol untuk tiga orang,” katanya. (bak/fid/aga)
Senin, 12 Mei 2008,
Polisi Fokus ke Raja Jemblung
Bawa Sampel ke Labfor, Perkara Diambil Alih Polres
SURABAYA - Penyelidikan kasus tewasnya 10 orang setelah menenggak minuman bermerek Raja Jemblung memasuki babak baru. Mulai hari ini (12/5), kasus yang menggegerkan metropolis itu akan diambil alih oleh penyidik Polres Surabaya Timur.“Memang kasusnya akan diambil alih polres. Saat ini, kasusnya ditangani polsek-polsek berbeda. Ini untuk memudahkan koordinasi,” kata Kasatreskrim Polres Surabaya Timur AKP Agung Marlianto.
Menurut Agung, pelimpahan perkara akan dilakukan hari ini. Kemudian, besok (13/5), polisi akan menarik berkas atau berita acara pemeriksaan (BAP) yang sudah dibuat Polsek Sukolilo, Polsek Gubeng, dan Polsek Mulyorejo yang selama ini menangani kasus tersebut. “Selasa lusa (besok, Red), kami efektif melakukan penyidikan kasus ini,” jelasnya.
Alumnus terbaik Akpol 1998 itu menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukannya adalah mencocokkan kandungan organ tubuh korban dengan minuman keras Raja Jemblung. “Diduga, penyebabnya kan Raja Jemblung. Tapi, kami masih perlu memastikan apakah benar seperti itu. Atau ada campuran lain yang membuat korban kelenger,” paparnya.
Agung menambahkan, dalam kasus ini, salah satu korban sudah dilakukan otopsi. Yakni, Nurhasanah, warga Manyar Sabrangan yang tewas Kamis (8/5) lalu. Dalam waktu dekat, beberapa organ tubuh Nurhasanah akan dikirim ke Labfor Polda Jatim. Di antaranya organ bagian lambung dan pankreas. Kandungan dalam kedua organ itu akan dicocokkan dengan kandungan di dalam minuman Raja Jemblung.
“Kalau memang cocok, berarti bisa dipastikan Raja Jemblung menjadi penyebab kematian korban,” papar mantan Kasatreskrim Polres Surabaya Selatan itu.
Kapan produsen Raja Jemblung diperiksa? “Itu masih nanti. Kalau memang penyebabnya Raja Jemblung, kami pasti melakukan pemeriksaan terhadap produsennya. Tapi, saat ini, kami masih fokus mencari penyebab kematian korban,” terang perwira asal Malang itu.
Sementara itu, keluarga Nurhasanah, berencana mengadukan produsen dan penjual miras tersebut ke YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia). “Tapi itu nanti setelah ada hasil otopsi,” kata Fadli, adik ipar Nurhasanah.
Keluarga menunggu hasil otopsi dari rumah sakit. “Kalau jelas penyebabnya akibat minuman itu ya kami akan perkarakan,” katanya.
Dari sekian tempat pesta miras yang membawa korban itu, pesta di Manyar Sabrangan yang paling memilukan. Pasalnya, akibat kematian pasangan Suparno-Nurhasanah, kini ketiga anaknya jadi yatim piatu. Aprilis Lestari, 14, anak sulung mereka tinggal bersana Pasri, neneknya (dari Suparno) di Manyar Sabrangan, sedangkan Nia Puspitasari, 13, dan Triyono Fandi, 8, tinggal bersama neneknya (dari Nurhasanah) di kawasan Ngagel Dadi.
Lia yang sering melihat kedua orang tuanya minum-minuman keras tampak tertekan. Dia jadi tertutup dan kurang percaya diri. Hingga kemarin malam, kata Pasri, neneknya, Lia masih mengigau memanggil-manggil kedua orang tuanya. “Dia bilang, pak jangan pergi, jangan pergi,” kata Pasri.
Di bagian lain, kondisi korban Raja Jemblung yang dirawat di sejumlah rumah sakit mulai membaik. Wijono, misalnya. Dia mulai bisa dijenguk kerabatnya. Namun, dia masih harus menjalani perawatan di Ruang Perawatan Intensif (RPI) RSU dr Soetomo. Tapi, pasien yang dirawat di ruangan yang sama dengan Wijono, Arisul Mas’ud, kemarin masih terlihat lemas.
Di sal interne 2, Joko Maryono, juga tampak membaik. Bahkan, hari ini dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Joko mengaku, Raja Jemblung yang dia minum memang terasa lain. “Baunya tidak seperti biasanya,” katanya.
Indro, korban Raja Jemblung yang dirawat di dalam satu ruangan yang sama dengan Joko, kemarin sudah bisa berjalan-jalan. Dia tak perlu diinfus lagi.
Sementara itu, sempat beredar kabar bahwa Tante Diah, korban yang berpesta bersama pasangan Suparno-Nurhasanah, dirawat di RSI Jemursari. Namun, sudah membaik dan diperbolehkan pulang. “Tapi hari ini (kemarin, Red) sudah pulang,” kata seorang perawat.
Sampai tadi malam, belum ada tambahan korban Raja Jemblung yang meninggal atau menjalani perawatan di RS lagi. Dengan demikian, hingga kemarin ada 10 orang meninggal dan 7 yang masih dirawat di RS. (bak/aga/fid/ari)
Wah … kalau pemabuk tewas sih … biasa saja dan wajar (begitu banyak orang berpikir) ngak ada kaitannya dengan artikel Maut yang menjadi-jadi
Jika anda berpikiran seperti itu … anda siap kecewa, sebab kematian tidak hanya berpihak pada para pemabuk, yang alim pun pada terkena maut itu
Makan Nasi Jagung, Kiai dan 2 Santri Tewas
Tuesday, 13 May 2008 Kendal-Surya-Pondok pesantren (ponpes) Darussalam geger. Pengasuh pesantren, istrinya dan dua santrinya meninggal dunia setelah santap sahur, Minggu (12/5) tengah malam, untuk menjalankan puasa sunah Senin-Kamis. Para korban dipastikan tewas keracunan, dandugaannya akibat makan nasi jagung. Para penghuni pesantren di Desa Mojoagung, Kec. Plantungan, Kabupaten Kendal (Jawa Tengah) itu mulai kaget setelah belum lama usai santap sahur, empat orang langsung buang air besar terus-menerus. Mereka adalah santri Zaini, 15; santri Taryanto, 15; pengasuh ponpes Kiai Slamet Sayidi, 48, dan istrinya Sujinah, 30. Karena kondisinya makin parah, para korban segera dilarikan ke Puskesmas Sukorejo yang berjarak sekitar 10 kilometer dari ponpes. Namun Zaini tidak dapat tertolong nyawanya. Korban meninggal dunia saat dalam perawatan di Puskesmas Sukorejo. Sedangkan tiga korban lainnya masih bertahan hidup.
Namun karena kondisi mereka masih kritis, ketiga korban dilarikan ke RS Muhammadiyah Parakan, Temanggung. Setelah beberapa jam perawatan, ketiga korban akhirnya menyusul meninggal dunia.
Para penghuni pesantren tersebut sudah lazim makan nasi jagung untuk sarapan. Malahan, warga daerah Platungan dan sekitarnya memang sudah terbiasa makan nasi jagung sebagai makanan pokok.Kemarin, keempat jenazah dimakamkan di tempat pemakamam umum sekitar ponpes, dan mendapat perhatian dari masyarakat setempat serta para pejabat Pemkab Kendal. Sebelumnya jenazah mereka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, untuk diautopsi.
Kapolres Kendal, AKBP Nauval Yahya, mengatakan, hasil autopsi terhadap keempat korban menyebutkan bahwa mereka meninggal dunia akibat keracunan. Tetapi, lanjut dia, untuk membuktikan mereka keracunan unsur apa, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
“Kami bekerja sama Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk meneliti kasus ini. Apakah mereka keracunan natrium, mikroba, atau yang lain perlu diteliti lebih mendalam lagi. Kita akan ungkap kasus ini karena dengan empat orang yang meninggal dunia, ini merupakan kasus besar bagi kami,” katanya.
Soal jenis makanan apa yang mengandung racun, Kapolres mengatakan saat ini sedang diteliti nasi jagung, sayur kacang, dan bahan makanan lain yang dipakai para korban.
Saat masih sadar ketika menjalani perawatan, pengasuh ponpes Slamet Sayidi mengaku tidak curiga ketika menyantap makanan dari nasi jagung. Sebab hal itu sudah biasa dilakukan. Namun usai menyantap nasi jagung, 15 menit kemudian perutnya merasakan sakit yang luar biasa.
Beberapa kali dia mengaku harus buang air besar. “Karena khawatir, akhirnya saya dibawa ke Puskesmas Sukorejo,” ujar Slamet saat masih dirawat di Puskesmas Sukorejo.
Camat Plantungan, Nawali Rohmat saat dikonfirmasi membenarkan musibah itu.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pesantren untuk mengurus masalah itu. Menurut Nawali, dugaan sementara korban keracunan setelah menyantap nasi jagung.ant/SM_news
Kembali ke bahasan Gempa Di Cina
Hampir 10.000 Tewas Akibat Gempa di China
Chengdu (ANTARA News) - Hampir 10.000 orang dilaporkan tewas akibat gempa di China barat daya, kata para pejabat, Selasa.
Para petugas penolong bekerja sepanjang malam mengangkat mayat-mayat dari sekolah, rumah, pabrik, dan rumah yang hancur oleh gempa 7,6 Skala Richter (SR) pada Senin siang yang berpusat di provinsi Sichuan.
Kawasan terparah adalah Wenchuan, suatu wilayah perbukitan dengan 112.000 penduduk yang berjarak 100 km dari Chengdu, ibukota Sichuan.
Sekitar 900 orang terkubur di bangunan tiga lantai yang hancur di Dujiangyan, Sichuan.
Perdana Menteri Wen Jiabao bergegas ke lokasi dan tiga kali membungkuk sebagai tanda berduka di hadapan sekitar 50 mayat yang telah dikeluarkan dari reruntuhan, lapor kantor berita Xinhua.
“Tidak satu menitpun boleh disia-siakan,” kata Wen seperti terlihat dalam tayangan televisi.”Satu menit, satu detik, bisa berarti satu nyawa anak-anak.”
Di sekolah lainnya di Dujiangyan, dari 420 siswa, yang selamat tidak sampai 100 anak-anak, tulis Xinhua.
Gempa terparah sebelumnya terjadi tahun 1976 di Tangshan, China timurlaut, yang menewaskan 300.000 orang.
Di Chengdu, dengan 45 korban tewas dan 600 cedera, banyak penduduk tidur di dalam mobil akibat khawatir terjadi gempa susulan.
Belum ada kabar dari tiga kotapraja berpenduduk 24.000 orang yang paling dekat dengan pusat gempa. Wechuan melaporkan terdapat 15 korban jiwa namun kemungkinan angkanya bertambah terus.
Lebih dari 7.000 orang kemungkinan tewas di Kawasan Otonomi Beichuan Qiang, Sinchuan. Bangunan hancur mencapai 80 persen, ungkap televisi Sinchuan. Beichuan berpenduduk 161 ribu jiwa yang berarti satu dari setiap 10 orang di tempat itu cedera atau tewas.(*)
Lalu ada apa dengan Indonesia ? secara ilmiah baca artikel di bawah ini “Sebelas negara terkena Tsunami Aceh 2004” yang menerangkan berbagai macam kebetulan yang terjadi dengan kaitan tgl 11, sebagaimana artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008
Ada apakah kaitan ilimiah dari Gempa di Cina dengan Indonesia ?
Gempa Bumi Menjalar? JUMAT, 26 Desember 2003, pukul 5.30 waktu setempat, gempa bumi dengan besaran gempa 6,7 skala Richter mengguncang Kota Bam Iran. Gempa diperkirakan menewaskan sedikitnya 10.000 orang dan melukai sekira 3.000 penduduk. Selang beberapa hari kemudian, gempa melanda Taiwan. Pada Jumat sore, 2 Januari 2004, gempa bumi merusak mengguncang Kota Karangasem Bali dan menimbulkan sejumlah korban serta puluhan orang luka-luka. Pada hari yang sama, Kota Baru Sulawesi Tengah juga dilanda gempa yang cukup keras.
Dari serentetan bencana gempa bumi ini, timbul pertanyaan di kalangan khalayak, termasuk di antaranya dari BBC London yang mewawancarai penulis, Jumat pukul 15.30 WIB, apakah gempa bumi-gempa bumi tersebut berkaitan satu terhadap yang lain? Kalau demikian, apakah akan bertambah banyak kejadian gempa bumi dalam tahun 2004?
Batas-batas lempeng merupakan daerah interaksi dan bersifat sangat labil sehingga akan menimbulkan penumpukan-penumpukan energi seismik sehingga terjadi tegangan yang cukup tinggi. Tegangan ini kemudian dilepaskan secara tiba-tiba berupa kejutan gempa. Oleh karena itu, gempa bumi merupakan getaran pada kulit bumi yang disebabkan pelepasan energi dan dapat terjadi di darat ataupun di laut dengan besaran yang berbeda-beda.
Persoalan ini akan lebih dapat dimengerti kalau kita menyadari bahwa kerak bumi kita tidak merupakan satu kesatuan kulit bumi yang menerus. Kerak bumi kita terbagi dalam segmen-segmen yang terpecah menjadi kurang lebih 12 lempengan yang berbeda jenis — baik lempengan benua ataupun lempengan lautan –, kaku serta selalu bergerak bisa saling menjauh, mendekat juga gerakan penukikan/penekukan dari lempeng samudera terhadap lempeng benua di atas permukaan bumi.
Gempa bumi Bam merupakan menifestasi dari berbenturannya lempeng Benua Afrika dan lempengan Arabia yang bergerak ke arah utara dengan lempeng Eropa-Asia. Kejadian benturan lempengan-lempengan kerak bumi tersebut mengakibatkan penyesaran benua yang satu terhadap yang lain. Sebagai akibat pertarungan lempeng benua raksasa tersebut, di antaranya di Iran terbentuklah patahan yang bergerak mengiri dan patahan ini merupakan sumber gempa bumi di Iran. Oleh karena itu, gempa bumi Bam adalah gempa bumi tektonik dari aktivitas patahan. Gempa bumi Taiwan adalah gempa bumi penunikan/penekukan lempeng kerak bumi, yakni lempeng Filipina menukik/menekuk terhadap lempengan Benua Asia.
Gempa bumi Palu adalah gempa bumi tektonik yang berhubungan dengan patahan Palu-Koro yang melintas di Sulawesi Tengah, gempa ini sama dengan gempa bumi Bam. Gempa bumi Karangasem adalah gempa bumi penukikan/penekukan kerak Samudera Hindia-Australia ke bawah kerak bumi Eropa-Asia.
Tetapi, mengapa justru di Indonesia terjadi sekaligus pada hari yang sama terjadi dua gempa bumi penting satu di Karangasem Bali dan gempa bumi Palu yang berlainan sumber penyebabnya? Jawabannya adalah Indonesia merupakan tempat pembenturan tiga lempeng berukuran benua dan satu lempeng renik: Lempeng Eropa-Asia, lempeng Hindia-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Renik Filipina. Oleh karena itu, keadaan seperti ini jarang terjadi di muka bumi kita ini. Pada umumnya perbenturan lempeng kerak bumi hanya menyangkut dua buah lempeng. Dengan terjadi pembenturan empat lempengan kerak bumi sekaligus di kepulauan Indonesia ini, tidak mengherankan bila kejadian gempa bumi lebih sering dan banyak. Penafsiran yang salah serta berita yang dibesar-besarkan, dapat memberikan kesan seolah-olah “bumi kita itu sedang gelisah”.
Sementara itu, kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi-gempa bumi tersebut, sangat bergantung pada beberapa parameter di antaranya lama getaran/goncangan gempa, kedalaman pusat gempa, dan jarak episenter (pusat gempa di permukaan bumi), besaran gempa, kondisi tanah di mana bangunan berada serta kondisi bangunan itu sendiri. Sementara itu, jumlah korban akibat peristiwa gempa sangat bergantung pada beberapa faktor sosiologis di antaranya kepadatan penduduk, jam pada saat gempa terjadi, kesiapan penduduk, dll.
Dari uraian singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa timbul korban dan kerusakan prasarana kehidupan “lifelines” adalah akibat serentetan perbuatan manusia seperti urbanisasi, perencanaan yang salah dalam memilih lokasi gedung-gedung bertingkat, serta teknik konstruksi bangunan yang tidak memadai. Gedung-gedung di negara berkembang terkadang merupakan “corrupted building”. Artinya, pembangunan gedung tersebut tidak sesuai dengan yang seharusnya dilakukan.
Risiko akibat gempa bumi khususnya di Indonesia akan diperburuk oleh kenyataan belum adanya pedoman dan kontrol perencanaan yang baik dalam pengembangan kota, bila terjadi bencana gempa. Belum adanya pendekatan yang terorganisasi untuk memperkecil risiko “memitigasi” bencana gempa bumi baik di pemerintah pusat, daerah provinsi, daerah kabupaten, dan daerah kota. Program yang diperlukan adalah membuat rencana tindak atau “action plan” Mitigasi Bencana Gempa Bumi.
Di antaranya meningkatkan kepedulian masyarakat pada masalah-masalah yang berhubungan dengan risiko gempa bumi, meningkatkan kinerja sistem infrastruktur, dan utilitas dalam menghadapi gempa, meningkatkan ketahanan terhadap gempa pada bangunan perumahan dan fasilitas umum, kawasan industri, dan infrastruktur, meningkatkan keamanan anak-anak sekolah dan gedung sekolah dalam menghadapi gempa.
Akhirnya, bersedia payunglah sebelum hujan meskipun sering hujan tidak kunjung datang. Amin. (Penulis peneliti pada Kelompok Penelitian dan Pengembangan Mitigasi Bencana/KPPMB-ITB Bandung).*
Lalu bagaimana dengan the untold stories menyikapi gempa tsb dimana anak-anak sekolah terkubur hidup-hidup … jauh hari kita tuliskan Selamatkan Anak-Anak Kita Apr 8, 2008 5:44 am dan apa yang terjadi dengan sebulan berikutnya yakni 8-mei-2008 ? baca Soeharto dan Banjir Bandara Soekarno Hatta posting May 8, 2008 9:22 am
Kliping Berita:
Selasa, 13 Mei 2008,
Gempa Kubur Hidup-Hidup 900 Pelajar
BEIJING - Gempa dahsyat mengguncang Tiongkok bagian tengah pukul 14.28 waktu setempat atau 13.28 WIB kemarin (12/5). Media pemerintah melaporkan, setidaknya 5.000 orang tewas, termasuk sekitar 900 siswa yang terkubur hidup-hidup oleh bangunan tiga lantai sekolah mereka.Berdasarkan catatan US Geological Survey, gempa di siang hari itu berkekuatan 7,8 skala Richter dan berpusat di 92 km barat daya ibu kota Provinsi Sichuan, Chengdu. Sumber gempa yang hanya berjarak 10 km dari permukaan tanah dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan parah dan banyak korban di berbagai tempat.
Kantor berita resmi Xinhua News Agency melaporkan, 80 persen bangunan di Kota Beichuan, Provinsi Sichuan, runtuh dan rusak parah. Diperkirakan 3.000 sampai 5.000 warga tewas dan 10.000 terluka di kota berpenduduk 160.000 jiwa itu. Karena upaya penyelamatan dan evakuasi korban belum mencapai semua area yang terdampak paling parah, dikhawatirkan jumlah korban bertambah dua sampai tiga kali lipat.
Dalam laporan Xinhua, ratusan siswa SMP sedang belajar di kelas saat gempa meruntuhkan bangunan tiga lantai sekolah di Kota Dujiangyan, Sichuan. Pemerintah daerah setempat mengerahkan puluhan alat berat untuk menyisihkan reruntuhan tembok dan besi tiang sekolah.
Reporter Xinhua menceritakan, para pelajar remaja sebetulnya sudah berusaha ke luar sekolah saat gempa. Dua siswa mengatakan, dirinya selamat karena lari lebih cepat dari teman-temannya.
Dahsyatnya gempa di Sichuan kemarin juga dirasakan getarannya sampai ibu kota Tiongkok, Beijing, dan kota terbesar Shanghai. Getaran gempa juga menyeberang sampai ke negeri tetangga seperti India, Pakistan, Thailand, dan Vietnam.
Di Beijing yang berjarak 1.500 km dari pusat gempa, getaran tanah dirasakan sampai sekitar dua menit. Kepanikan terjadi. Namun, belum dilaporkan adanya korban jiwa. “Saya pernah tinggal di Taipei dan California, dan mengalami gempa di sana. Namun, kekuatan gempa kali ini belum pernah saya rasakan di dua tempat itu,” kata James McGregor, konsultan bisnis yang berkantor di sebuah gedung tinggi di Beijing. “Lantai gedung bergerak kuat,” katanya.
Bencana alam dahsyat di sekitar Beijing yang hanya tiga bulan sebelum Olimpide dibuka membuat pemerintah waswas. Ambisi besar untuk menjadikan Olimpiade Musim Panas Beijing sebagai momen unjuk kebesaran Tiongkok ke seluruh dunia kini terancam. Target kunjungan ribuan turis asing saat satu bulan pelaksanaan Olimpiade pada Agustus nanti juga terancam buyar.
Dalam pernyataan sesaat setelah gempa terjadi, panitia Olimpiade memastikan tidak ada satu pun lokasi pertandingan (venue) Olimpiade yang rusak akibat gempa. Tapi, gempa tersebut juga sempat membuat seluruh penghuni gedung panitia Olimpiade berebut keluar ke jalan dan tanah lapang.
Di Shanghai, indeks bursa saham justru meningkat saat transaksi ditutup empat jam setelah gempa. Namun, pengamat pasar modal di kota bisnis itu meyakini setelah seluruh kabar kerusakan tersebar luas, akan terjadi aksi penjualan besar-besaran saham perusahaan yang berlokasi di Sichuan besok.
Kerusakan meluas terlihat di Chengdu. Sha Yuejia, wakil chief executive officer China Mobile, perusahaan operator seluler, mengatakan, telekomunikasi, listrik, dan suplai air bersih terputus total usai gempa mengguncang. “Saluran seluler tidak berfungsi karena server tidak mampu menampung permintaan ribuan telepon secara serentak,” ujarnya.
Seorang mahasiswa asal Israel, Ronen Medzini, melalui SMS menceritakan saluran listrik dan air putus usai guncangan gempa. “Macet di mana-mana, air dan listrik terhenti. Semua orang memilih duduk-duduk di jalan. Pasien keluar dari rumah sakit dan menunggu layanan pulih,” ungkapnya dalam SMS.
Sejumlah wisatawan asing dalam mantel mandi putih berjalan di sebuah jalan di Chengdu. Tampaknya mereka telah melarikan diri dari hotel mereka. Di beberapa bagian kota itu, air dan lisrik terputus, kata radio pemerintah.
Xinhua melaporkan, tidak ada dampak segera pada proyek dam Three Georges, waduk raksasa yang berjarak ratusan kilometer dari Chengdu. Para pakar Barat sebelumnya mengatakan, pembangunan dam itu dapat menambah risiko gempa.
Di Fuyang, kota berjarak 720 kilometer di timur pusat gempa, lobi hotel terbesar, Buckingham Palace, bergoyang keras saat gempa berlangsung. “Seumur hidup kami tidak pernah mengalami ini,” ujar staf hotel bernama Zhu. Hampir separo pasien di Rumah Sakit Rakyat Fuyang dikeluarkan sampai satu jam setelah gempa terjadi. Dengan memakai piyama dan jarum infus masih melekat di tangan, para pasien mengamankan diri di tempat parkir.Perdana Menteri (PM) Wen Jiabao langsung bergegas ke Sichuan dan Presiden Hu Jintao telah memerintahkan upaya pertolongan “habis-habisan”.(AP/CNN/Rtr/kim)
13/05/2008 06:01 WIB
Gempa China Tewaskan Lebih Dari 8.700 Orang
Ken Yunita - detikcom
Jakarta - Gempa dasyat yang mengguncang China telah menewaskan lebih dari 8.700 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah hingga lebih dari 10 ribu orang.
Gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter itu telah merobohkan berbagai bangunan di kawasan China seperti sekolah, pabrik dan pemukiman penduduk. Provinsi yang paling parah terkena dampak gempa adalah Sichuan.
Media Massa China melaporkan, lebih dari 8.533 orang tewas di provinsi tersebut. Tak cuma itu, ratusan orang juga terluka dan kehilangan tempat tinggal.
Demikian dilansir APF, Selasa (13/5/208).
Pemerintah Cina telah melancarkan operasi pertolongan besar-besaran di Provinsi Sichuan menyusul gempa yang dicatat sebagai salah satu yang paling kuat di Cina Barat Daya dalam rentang 30 tahun terakhir. ( ken / ken )


