Vihara Terbakar, ITC Jatuh Lagi : Jawaban Hari Penentuan

Apakah yang terjadi sesuai dengan penantian artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 dimana dengan jelas bagian dari doa yakni :

…maka kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain….

Apakah yang terjadi dengan tgl 11-mei-2008 sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain …. PATUNG-PATUNG TERBAKAR yang menunjukkan pada iktibar n. Ibrahiim sebagaimana kisah terdahulu

Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. (al-ambiyaa’:63)

Lho masih adakah patung - patung yang di sembah di era modern ini ? Inilah iktibar yang sesuai dan relevan dengan artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 dimana dengan jelas termuat tentang artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan yang terinspirasi dengan kisah ibrahiim mencari tuhan

Perhatikan isi artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 yang memuat tentang artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan dimana salah satu kisah n. Ibrahiim mencari tuhan, yang pada akhrinya menghancurkan patung-patung tsb :

Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali kepadanya. al-ambiyaa’:3 8)

Bandingkan dengan kejadian Vihara yang terbakar tepat dari saat yang dinantikan yakni tgl 11-mei-2008 sebagai jawaban atas doa di artikel tsb :

11/05/2008 11:28 WIB
Tujuh Orang Tewas dalam Kebakaran Vihara di Siantar
Khairul Ikhwan - detikcom

Medan - Tujuh orang dinyatakan tewas dalam sebuah kebakaran melanda sebuah viahara di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, Minggu (11/5/200 8) dinihari. Kebakaran ini juga menyebabkan delapan lainnya menderita luka-luka.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, vihara Avalokitesvara yang berada di Jl Jalan Pematang Siantar, Kota Pematang Siantar, sekitar 128 kilometer dari Medan itu itu terbakar saat kegiatan ibadah sedang berlangsung. Itu sebabnya korban cukup banyak.

Sejauh ini tidak diketahui pasti sumber api, namun dengan cepat merambat ke lantai dua dan tiga yang merupakan lokasi ibadah. Kepala Satuan Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Bustami menyatakan, para korban tewas yang berhasil diidentifikasi sejauh ini baru empat orang, Suhu Yu Sen, Guru Budha Widodo, Dian dan Nizar yang merupakan petugas kebersihan.

“Sementara tiga lainnya yang berjenis kelamin perempuan, masih belum bisa diidentifikasi,” katanya kepada wartawan, Minggu pagi di Siantar.

Dalam kasus ini, delapan orang berhasil meyelamatkan diri dengan cara melompat dari vihara.

Dikatakan Bustami, para korban ini berhasil ditemukan setelah dilakukan penyisiran di lokasi kejadian, pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB. Penyisiran baru dilakukan pagi sebab api terus berkobar. Dugaan sementara kebakaran ini bersumber dari konsleting listrik, namun pemeriksaan masih berlangsung.

Vihara yang terbakar ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) karena patung Avalokitesvara Bodhisattva (Dewi Kwan Im) Terbesar. Beratnya 1.500 ton, lebar 8,4 meter dan total tinggi 22,8 meter.

Lho mana patung-patungnya ?, baca di bawah ini

Minggu, 11 Mei 2008 12:10 WIB
DUA VIHARA DI PEMATANG SIANTAR TERBAKAR, 7 TEWAS

Kebakaran melanda dua vihara di Pematang Siantar, Sumatra Utara.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Sebanyak tujuh orang tewas dalam kebakaran dua bangunan vihara terbesar di Pematang Siantar, Sumatra Utara, Ahad (11/5) dini hari tadi. Petugas vihara dan aparat kepolisian sekitar pukul 10.00 WIB telah berhasil mengevakuasi tujuh korban dari lantai tiga vihara. Dari tujuh korban, empat orang laki-laki dan tiga perempuan, salah satu di antaranya adalah bhiksu. Tiga laki-laki merupakan pekerja vihara dan tiga wanita adalah tamu yang datang dari Binjai untuk beribadah.

Api pertama kali berkobar di bagian belakang vihara. Namun, api merambat dengan cepat hingga mengakibatkan dua bangunan utama vihara ludes. Bangunan utama merupakan tempat sembahyang dan kantor Yayasan Vihara Avalokitesvara. Kebakaran ini terjadi setelah acara sembahyang menjelang Hari Raya Waisak.

Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah Dinas Kebakaran setempat mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam. Namun, dua gedung utama, termasuk patung-patung Budha di dalamnya, hangus terbakar. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari ledakan tabung gas di dapur bangunan utama. Sejauh ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.(DOR)

Lho terlalu di hubung-hubungkan namanya jika kebakaran tsb adalah jawaban dari doa di artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 , begitu sebagian besar para pembaca mengira, sebagaimana kasus kebakaran tsb di duga dari tabung elpiji.

Kisah n. Ibrahiim tentang pencarian Tuhan dan di tunjukkan jalan yang pada akhirnya n. ibrahiim sendiri yang menghancurkan patung-patung yang di sembah, namun di Vihara itu patung tsb terbakar … sangat berbeda, sehingga tidak cocok dengan jawaban doa Hari Penentuan : 11 Mei 2008 (begitu pikir banyak orang)

Sekali lagi periksa dengan seksama artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 yakni memuat tiga pokok point antara lain

  1. Tentang ITC
  2. Tentang Visi yang jelas pencarian Tuhan
  3. Pernikahan Pak Nur Wahid

Dari itu semua di tutup dengan jelas sebagai peringatan sebagai doa tsb yakni “ …. kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain …”

Artinya pertanda dari Allah untuk memberikan pertandaNya dari peristiwa yang mengingatkan pd tgl 11-mei-2008, sehingga apakah yang terjawab dengan tiga pokok point artikel tsb

Kasus ITC:

11/05/2008 22:34 WIB
Jatuh di ITC Mangga Dua
Sulastri Selamat Berkat Mulyadi
Ari Saputra - detikcom

Jakarta - Dua orang dikabarkan terjatuh dari ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Namun, kemungkinan bukan kedua-duanya yang jatuh.

Informasi yang dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber di tempat keduanya dirawat di RS Husada, Jl Raya Mangga Besar, Jakarta, Minggu (11/5/2008), hanya Sulastri yang jatuh.

Sulastri jatuh dari lantai 3 ke lantai dasar ITC Mangga Dua. Beruntung ada Mulyadi yang letaknya persis di bawah lokasi jatuhnya Sulastri.

Entah mimpi apa tadi malam, tubuh Mulyadi tertimpa Sulastri. Alhasil Sulastri selamat dari ancaman maut, dan tubuh Mulyadi ’sang penyelamat’ remuk seketika.

Kini keduanya tidak sadarkan diri di ruang UGD RS Husada. Di wajah keduanya terpasang alat bantu pernapasan. ( gah / gah )

Kasus Pencarian Tuhan sebagaimana inspirasi kisah n. Ibrahiim yang tertuang di artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008

Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut
Budi Sugiharto - detikcom

Jilatan api pipa Pertamina di Lapindo membentuk lafal Allah dan kuda laut

Surabaya - Allah Maha Besar! Ledakan pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo, jalan Tol Porong-Gempol KM 38 22 November 2006 lalu yang menewaskan 13 orang masih menyimpan misteri. Ada yang mengejutkan sesaat api melumat tanggul di sekitar pusat semburan lumpur tersebut.

Maka tepat tgl 11-mei-2008 yang dinantikan tiba, sebagaimana terbakarnya Vihara yang telah termuat di artikel penantian tsb untuk menunjukkan kepada semua pihak tentang ketuhahan yang benar

Minggu, 11 Mei 2008 23:02 WIB

Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumut menggelar olah TKP di Vihara Avolokitesvara<!–
()–>

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Sumatra Utara menggelar olah tempat kejadian perkara di Vihara Avolokitesvara, Pematang Siantar, Ahad (11/5). Namun tim labfor belum bisa menyimpulkan sumber api yang melalap vihara terbesar di Pamatang Siantar itu.

Tim labfor masih menyelidiki penyebab kebakaran lewat pengumpulan sejumlah barang bukti. Tim sempat dihadang kendala karena beberapa titik api masih ada di sekitar vihara. Sementara beberapa petugas pemadam kebakaran juga masih berusaha memadamkan api di bagian belakang vihara.

Kebakaran yang terjadi Ahad dini hari itu melumatkan dua bangunan utama vihara. Kebakaran menewaskan tujuh orang, termasuk majelis yang mengikuti ritual sembahyang menyambut Hari Waisak.(***)

Dua dari pokok point sudah terjawab yakni ITC dan masalah ketuhanan, bagaimana dengan Pak Nur wahid yang menikah lagi ?

Ketua MPR Menikah, SBY–Kalla Jadi Saksi

Monday, 12 May 2008
ImageSAKSI PERNIKAHAN, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi saksi akad nikah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (tengah) dengan Diana Abbas Thalib (ketiga kanan) di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, kemarin.

JAKARTA (SINDO) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid melangsungkan pernikahan kali kedua dengan dr Diana Abbas Thalib di Sasono Langen Budoyo,Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, kemarin.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla bertindak sebagai saksi pada akad nikah yang dilangsungkan tepat pukul 08.00 WIB itu. Presiden SBY yang menjadi saksi dari pihak laki-laki berada di sisi kanan mempelai.

Sementara Wapres Jusuf Kalla yang jadi saksi dari mempelai wanita berada di sisi kiri.Persis di depan Hidayat adalah penghulu Mulyadi dan calon mertuanya,Abbas Thalib. Saat ijab kabul,Hidayat mengenakan busana melayu dengan jas model beskap warna krem berhiaskan manikmanik warna emas.

Dia duduk di sebuah panggung kecil menghadap ke arah tamu. Di tengah, meja ukir warna emas dengan karangan bunga di empat sudutnya. ”Saya terima nikahnya dr. Diana Abbas Thalib binti Abbas Thalib dengan mas kawin 90 gram emas murni dibayar tunai,” kata Hidayat mantap yang sontak disambut teriakan ”Allahu Akbar !”dari para tamu yang menyaksikan prosesi ijab kabul itu.

Presiden dan Wapres tampak tersenyum seusai Hidayat mengucapkan ijab kabul itu. Dengan didampingi ibundanya, Diana yang mengenakan kebaya lalu dipersilakan masuk ke ruangan ijab kabul. Duduk di samping Hidayat, keduanya lantas menandatangani surat nikah di hadapan penghulu dan para saksi. Presiden dan Wapres bergantian memberikan ucapan selamat untuk kemudian saling mengabadikan diri di depan kamera dengan pasangan pengantin baru itu.

Saat memberikan sambutan seusai pencatatan pernikahan, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin sempat menggoda Hidayat. ”Sebagai sahabat Hidayat, saya ingin bertanya, bagaimana caranya beliau bisa memperoleh Lady Diana Indonesia,” katanya yang disambut tawa para tamu.

”Tadi juga saya perhatikan, akad itu berjalan lancar, ijab kabul lancar mungkin karena sudah pengalaman dan nyaris tanpa interupsi seperti di ruangan DPR sana,” sambungnya. Din tidak banyak memberikan nasihat, sebab dia menilai pasangan ini sudah punya banyak pengalaman. Resepsi pernikahan langsung digelar seusai akad nikah.

Para tamu yang hendak menyambut pasangan baru itu di depan pintu utama Sasono Langen Budoyo sempat salah mengira.Ternyata, Hidayat dan Diana memilih masuk lewat pintu belakang di bagian kanan gedung. Pada resepsi itu, tampak hadir hampir seluruh pejabat penting di negeri ini.

Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono ikut hadir. Demikian juga Ketua DPR Agung Laksono dan beberapa anggota Dewan serta duta besar negara sahabat.

Tamu pada pesta pernikahan yang didominasi warna putih,ungu,dan merah jambu itu ternyata bukan para pejabat penting saja. Menurut Hartono, ketua panitia pernikahan, terdapat 350 anak yatim piatu yang diundang dari berbagai panti asuhan di Jakarta dan sekitarnya.

Para mantan presiden seperti Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri tidak terlihat hadir meski menurut panitia, keduanya telah dikirimi undangan. Karangan bunga juga mengular sampai pintu masuk Sasono Langen Budoyo sebagaimana para tamu yang terus berdatangan memberikan ucapan selamat. Hidayat dan Diana sampai kecapaian karena harus terus berdiri.

”Para tamu, mempelai meminta maaf karena harus menerima ucapan sambil duduk di pelaminan,” ujarpembawa acara. Seusai melangsungkan pesta pernikahan, setiap pasangan umumnya tak sabar untuk berbulan madu. Namun, tidak demikian dengan Hidayat. ”Kita tidak ingin bulan madu, setiap hari adalah madu yang disyukuri,” ujar Hidayat berseri-seri.

Hidayat mengaku, setelah pesta pernikahan ini, dirinya lebih memilih untuk menyatukan keluarga terlebih dahulu. ”Kami akan konsolidasi ke keluarga dulu,”sambungnya. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, banyaknya tamu dari hampir semua golongan di pernikahan ini adalah indikasi bahwa Hidayat telah menjadi milik bersama.

Sebelum menjadi Ketua MPR, Hidayat pernah menjabat sebagai Presiden PKS.”Pak Hidayat itu bukan hanya milik PKS,tetapi milik kita semua,”kata Tifatul. Hanya saja, Tifatul yang memang terkenal humoris itu segera menambahkan, ”Pernikahan ini koalisi permanen PKS dan Golkar, Golongan Kaum Arab,” sembari tersenyum. Istri Hidayat memang keturunan Arab dan keluarganya aktif di organisasi Islam Al-Irsyad. (helmi firdaus)

Sekali lagi tiga jawaban sudah terjawab, tingallah peringatan tsb, apakah orang yang berbahagia dan berada di atas (kepopuleran, kekuasaan) peduli dengan yang di bawah ? sebaimana lanjutan dari doa di artikel Hari Penentuan : 11 Mei 2008 di bawah ini

…bahwa jangan sampai setelah di puncak (menjadi tokoh penting) bagai menara gading yang tiada mau mendengarkan orang di bawah (simpatisan PKS) …. semoga Allah memperkenan doa hambanya…

Kita tunggu saja sebagaimana penantian ingatan tentang hari yaumil akhir

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? (muhammad:1 8)

Kliping berita :

Terjebak Maut di Lantai Tiga

Vihara Terbakar, Tujuh Tewas
MEDAN - Umat Buddha berduka. Vihara Avalokitesra di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pukul 00.30 dini hari kemarin terbakar. Musibah itu mengakibatkan tujuh orang tewas dan sembilan lainnya luka berat. Mereka yang cedera itu meloloskan diri dengan cara meloncat dari lantai dua dan tiga.

Dari pantauan Pos Metro Siantar (Grup Jawa Pos), titik api berasal dari lantai II, yang merupakan tempat sembahyang teduh para biksu dan umat dari berbagai daerah. Ada dugaan terjadi arus pendek. Api yang meluluhlantakkan bangunan berlantai tiga itu baru bisa dikendalikan setelah empat setengah jam.

Di tengah kobaran si jago merah, beberapa kali terdengar dentaman sangat keras. Situasi itu menimbulkan kepanikan. Ribuan warga tumpah ruah di sekitar vihara terbesar di Pematang Siantar itu. Massa beberapa kali menghindar dari puing-puing yang beterbangan.

Api dengan cepat menyebar ke seluruh ruang vihara. Satu per satu ruang itu dilahap si jago merah. Mulai ruang tempat tinggal pegawai dan perpustakaan. Api juga menjilat lantai III dan pagoda vihara. Di tengah kobaran api, beberapa penghuni di lantai II dan lantai III melompat ke sebelah kiri gedung vihara, yang merupakan permukiman warga. Akibat melompat itulah, ada yang patah dan luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke RS Vita Insani.

Hanafi, petugas malam vihara, menceritakan, saat itu dia duduk di pos penjagaan. Dia kaget ketika mendengar suara teriakan minta tolong. Dia lantas menuju ruang induk, Phon In Tha. Dari situ dia melihat api sudah membesar di lantai II. Para biksu dan pekerja lain berhamburan menyelamatkan diri.

Salah seorang warga Pematang, Br Damanik, menuturkan, kebakaran itu membuat warga yang tinggal di sekitar vihara panik dan berteriak minta tolong. Karena api semakin berkobar, warga segera menyelamatkan harta benda dengan mengeluarkan hampir seluruh isi rumah. Mereka khawatir api menjalar ke permukiman.

Sejumlah ibu yang tempat tinggalnya berdekatan dengan vihara menangis. Mereka mengangkut apa saja yang bisa dibawa. Barang-barang seperti TV, tape, dan berbagai peralatan elektronika milik warga berserakan di jalan.

Petugas kebakaran kesulitan menemukan titik api. Ini karena lantai II yang diduga menjadi sumbu api penuh dengan kamar. Api baru dikendalikan setelah empat jam. Pemadaman ini dilakukan enam mobil pemadam kebakaran yang menghabiskan 80 tangki air. Untungnya, api tidak menjalar ke permukiman.

Kebakaran tersebut meluluhlantakkan lantai II dan III vihara. Di antara ruang yang tinggal puing itu adalah ruang sembahyang teduh, ruang makan, rumah tempat tinggal pegawai, ruang perpustakaan, ruang perabuan, serta pagoda vihara.

Pukul 05.00 WIB, setelah kobaran api dijinakkan, salah satu korban yang masih hidup mengetuk-ngetuk pintu dari salah satu ruang di lantai III. Korban bernama Ahong, 65, warga Binjai itu terperangkap di salah satu kamar tempat tinggal karyawan.

Petugas pemadam kebakaran dan polisi langsung mengevakuasi wanita itu. Karena hawa panas begitu menyengat, petugas terpaksa beberapa kali menunda masuk ke lantai III.

Setelah dilakukan penyiraman, petugas baru bisa menembus lantai III dan menemukan Ahong yang sudah kesesakan asap.

Dari Ahong inilah petugas mengetahui beberapa orang yang sudah tewas hangus di lantai III. Setelah api benar-benar padam, baru dilakukan evakuasi yang dipimpin Kasatreskrim AKP Bustami. Mereka memasuki satu per satu ruang di lantai II dan III.

Korban yang pertama ditemukan adalah Suhu Yuncen, 60, di ruang belakang lantai III yang merupakan ruang makan para suhu. Tubuhnya tergeletak di sebelah meja makan.

Korban kedua ditemukan di lorong kamar tempat tinggal pegawai, yakni Widodo, 50, guru agama Buddha. Seluruh tubuhnya gosong. Korban berikutnya adalah Dian, 23, dan Nijar, 18, warga Sei Rapuh yang merupakan karyawan vihara. Keduanya ditemukan di kamar paling sudut lantai III. Lalu tiga wanita warga Binjai, yakni Ong Aini alias Sumarniah, 42, Ong Aicin, 44, dan Chuchu Hong, 65, ditemukan berdempetan di kamar nomor dua lantai III.

Dirjen Bimas Buddha Departemen Agama Budi Setiawan kemarin langsung berkunjung ke Vihara Avalokitesvara.

Menurut dia, semua itu cobaan dari Tuhan yang tidak bisa dielakkan. Dia menyebut korban jiwa bisa dinobatkan sebagai pahlawan karena mereka adalah terkena musibah dalam gedung Tuhan. (jpnn/tof)

Minggu, 11 Mei 2008 18:05 WIB

Kebakaran Vihara Avalokitesvara di Pematang Siantar, Sumatra Utara<!–
()–>

Metrotvnews.com, Pematang Siantar: Tujuh korban tewas dalam kebakaran Vihara Avalokitesvara di Pematang Siantar, Sumatra Utara, berhasil dievakuasi, Ahad (11/5) sore. Sementara empat biksu yang menderita luka bakar kini sudah dirawat di Rumah Sakit Vita Insani.

Korban tewas terbakar setelah terjebak di lantai tiga vihara terbesar di Pematang Siantar, itu. Tujuh korban tewas masing-masing biksu Yuchense dan dua pekerja di Yayasan Avalokitesvara: Widodo dan Nizar. Sedangkan tiga korban lainnya tamu asal Kota Binjai, Nei, Ai Cia, dan Cici Hong.

Sementara empat biksu yang menderita luka bakar adalah suhu Sicang, Sekwat, biksu Surina, dan Suilang. Pihak yayasan berjanji menanggung semua biaya pemakaman dan perawatan para korban.

Sejauh ini belum jelas penyebab kebakaran. Kepala Satuan Reskrim Polresta Pematang Siantar Ajun Komisaris Polisi Bustami mengatakan, masih menyelidiki kasus ini. Besok, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara.(***)

Ahmed Baydowi Akhirnya Meninggal


Bayi Korban Bakar Diri Ibunya
SURABAYA - Setelah tujuh hari dirawat di RSU dr Soetomo, Ahmed Baydowi akhirnya meninggal Sabtu (10/5) pukul 21.30. Selama dirawat, Bayi berusia setahun yang sepekan lalu diajak ibunya membakar diri itu tidak sadar.

Menurut Kepala IRD RSU dr Soetomo dr Urip Murtedjo SpB KL, luka bakar yang dialami Baydowi sudah merusak organ vital. Bahkan, banyak organ yang rusak. “Ini sudah multiorgan failure. Dia sudah tidak bisa diselamatkan,” katanya.

Sejak dirawat di Neonatus Intensive Care Unit (NICU), Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo, Baydowi tak bisa lepas dari respirator. Alat bantu napas itu harus selalu membantu dia. “Kondisinya memang kritis,” tegas wakil direktur pendidikan dan penelitian RSU dr Soetomo itu.

Berbeda dari kondisi Nunung Kholifah, 27, ibu bayi tersebut saat ini mulai membaik. Perawatannya pun dipindahkan ke ruang rawat luka bakar. “Setelah sadar, dia dipindah dari ICU. Ada kemungkinan sembuh,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa ibu bakar diri yang mengajak bayinya terjadi di Jl Kapas Madya 22 F, Sabtu (3/5), sekitar pukul 20.00. Aksi nekat itu diduga dilatarbelakangi masalah ekonomi. Nunung membakar diri di kamar mandi rumahnya. (bak/aga)

Komentar telah ditutup