Judul di atas adalah kelanjutan dari artikel Soeharto dan Banjir Bandara Soekarno Hatta yang memuat adanya kejadian jatuh di lt 8 berurut-turut sebelum pak Harto meninggal :
Dua kejadian tsb menjadi sangat berarti saat di susun sebagai rangkaian fenomena 22 dimana lafal Allah pernah muncul tepat tgl 22.11.2006 lalu di ledakan pertamina di Lumpur Lapindo :
Api Ledakan Pipa Pertamina di Lapindo Berlafal Allah & Kuda Laut
Budi Sugiharto - detikcom
Jilatan api pipa Pertamina di Lapindo membentuk lafal Allah dan kuda lautSurabaya - Allah Maha Besar! Ledakan pipa gas milik Pertamina di lokasi lumpur Lapindo, jalan Tol Porong-Gempol KM 38 22 November 2006 lalu yang menewaskan 13 orang masih menyimpan misteri. Ada yang mengejutkan sesaat api melumat tanggul di sekitar pusat semburan lumpur tersebut.
Kejadian yang tak terbantahkan ttg fenomena tsb, yang sangat relefan dengan kewahyuan al-qur’an Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari
Lho apa hubungan fenomena 22 dengan jatuh di lt 8 ? Hubungan ini dengan jelas tergambar bahwa peristiwa jatuhnya di lt 8 tepat terjadi tgl 22.01.2008, sekali lagi tepat tgl 22 :
Lalu apa hubungannya mobil jatuh tsb dengan bunuh diri di lt 8 (Bunuh Diri dari Lt 8 ) :
24/01/2008 12:45 WIB
Bunuh Diri dari Lt 8 Kampus Maranatha, Korban Tulis Surat
Baban Gandapurnama - detikcomBandung - Korban jatuh dari lantai 8 Gedung Administrasi Pusat Universitas Maranatha ternyata bukan bernama Roroy Royani. Dari sepucuk surat yang ditinggalkannya dalam dompetnya, dia bernama Yani Anggareny. Diyakini, dia berusaha bunuh diri.
Tampaknya jatuhnya Yani alias Roroy sudah dia rencanakan sebelumnya. Terbukti dengan surat yang dia simpan di dalam dompetnya. Artinya, Roroy alias Yani ini memang mencoba bunuh diri.
Surat yang ditulis dengan menggunakan spidol hitam itu bertuliskan : ‘Bapak polisi, saya mau minta tolong. Tolong kasih tahu ke A Ujang, ini nomor hp A ujang 081322855194. nama aku Yani Anggraeny, Garut. Jasadku jangan dibawa ke Garut, bawa ke Bogor biar A Ujang yang ngurus. aku mohon’.
Sementara itu hingga kini belum ada pihak universitas yang bisa dimintai keterangan. Semua tutup mulut. Wartawan masih kesulitan untuk masuk ke gedung administrasi univeritas.
Hingga pukul 12.43 WIB, jenazah korban masih berada di RSHS. Korban mengalami patah tulang paha dan tangan, serta retak kepala bagian kiri atas. Korban berkulit putih dengan badan proporsional, tinggi sekitar 158 cm. ( ern / asy )
Sekali lagi mari kita kembali pada kejadian tgl 22.01.2008 dimana mobil jatuh tsb, maka kejadian lain-pun bunuh diri terjadi 2x yakni :
Pasangan Selingkuhan Bunuh Diri Tabrak KA
Cinta segitiga membuat Jumadi, 28, Desa Ngajum, Kabupaten Malang, nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri di rel kereta api bersama pasangan selingkuhannya, Marfuah, 25. Kejadian yang berlangsung di daerah Pagesangan ini, membuat Jumadi meninggal dunia seketika. Sementara, Marfuah dalam kondisi kritis di IRD RSU dr Soetomo.Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 08.00, Jumadi dan Marfuah datang berboncengan dengan Suzuki Satria warna silver nopol L 2333 DM. Jumadi menitipkan sepeda motornya ke seorang kenalannya bernama Surip, 50.
“Saya nitip (sepeda motor,Red) sampai sore, ini ongkosnya 50 ribu,” ujar Jumadi seperti ditirukan Surip. Karena teman sendiri, Surip menolak uang itu.
Setelah itu, keduanya sempat mampir ke sebuah warung. Usai minum, sejoli tersebut lantas berjalan di atas rel. “Keduanya tampak berjalan bergandengan,” ujar Supinah, seorang saksi mata. Sekitar pukul 09.00, Supinah melihat Kereta Api melintas, sementara kedunya tetap berdiri di atas rel. “Minggir, onok sepur lewat,” teriak Supinah mengingatkan. Keduanya lantas minggir. Setelah kereta lewat, keduanya kembali berjalan di atas rel.
Sekitar pukul 10.00, melintas KA Prapi Dhoho jurusan Blitar-Surabaya bernomor BB 30134. Kereta berlalu, warga dikagetkan sejoli tersebut sudah terkapar dalam kondisi mengenaskan. Jumadi tewas seketika dan Marfuah luka parah. Mendapat laporan kejadian itu, petugas Polsek Jambangan segera meluncur untuk evakuasi.
Ketika dievakuasi, sejumlah saksi mengatakan, tubuh pasangan Jumadi dan Marfuah dalam kondisi berpelukan. Namun, saksi lain menyebutkan, keduanya ditemukan tergeletak berdarah-darah dalam posisi terpisah.
Jenazah Jumadi dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo. Sementara, Marfuah dirawat di IRD RSU dr Soetomo. Kondisinya sangat kritis. Bagian kanan kepalanya terlihat remuk. Sementara, tubuhnya penuh darah.
Menurut dr Urip Murtedjo SpB KL, kepala IRD RSU dr Soetomo, Marfuah dalam kondisi kritis dan kesadarannya terus memburuk. “Masih dalam perawatan intensif,” katanya. Itu karena Marfuah mengalami trauma di sekujur tubuhnya.
Kejadian tersebut membuat hati Juwari, istri Jumadi, terpukul. Saat berada di kamar mayat, dia mengaku sama sekali tak menyangka bila suaminya nekat bunuh diri bersama Marfuah. Mereka bertiga, Jumadi, Juwari, dan Marfuah tinggal serumah di Jalan Sukodami. Juwari dan Marfuah bekerja sebagai baby sitter dan pembantu rumah tangga di rumah tersebut.
“Tadi pagi pukul 06.00, dia pamit pergi kerja,” jelas wanita berusia 27 tahun ini. Jumadi merupakan tenaga honorer yang sehari-hari bekerja sebagai pesuruh di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya.
Saat pamit mau pergi kerja, Jumadi sempat minta maaf ke Juwari. Bapak satu anak ini minta maaf karena telah mengecewakan dan menyakiti hati Juwari. “Suami saya juga bilang kalau tak perlu mencarinya,” ungkapnya, dengan nada sedih.
Ketika ditanya apa mengetahui bila suaminya dan Marfuah selingkuh, Juwari menganggukkan kepalanya. “Dia juga minta maaf ke saya karena hal tersebut,” imbuhnya.
Beberapa saat setelah Jumadi pergi, Marfuah juga keluar rumah untuk mengantar sekolah anak majikannya. Baru kemarin siang, dia mendapat kabar bila suaminya meninggal akibat bunuh diri di Pagesangan. “Terus terang saya kaget. Tak menyangka bila dia (Jumadi, Red) benar-benar pergi jauh,” imbuh ibu satu anak ini.
Kapolsekta Jambangan AKP Heriyanto saat dikonfirmasi memastikan jika kematian pasangan Jumadi dan Marfuah bermotif bunuh diri. “Jika melihat posisi dan keterangan saksi-saksi, motifnya memang bunuh diri,” katanya.
Dia juga tak menampik Jumadi dan Marfuah adalah pasangan selingkuh. “Keterangan istri korban Jumadi memang begitu. Dia bilang suaminya selingkuh. Namun, belum diketahui secara pasti mengapa korban sampai nekat bunuh diri. Sebab, Marfuah belum bisa diperiksa karena kondisinya kritis,” katanya. (bak/ai/fid/nw)
Putus Cinta, Gadis SMA Bunuh Diri?
Lompat dari Jembatan Kali Gandong Magetan
MAGETAN - Diduga putus cinta, Desy Rosiyanti nekat bunuh diri. Siswa kelas 10 SMA Bonaventura Kota Madiun itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di bawah jembatan Kali Gandong depan Pasar Baru Magetan, kemarin (22/1).Ada dua kemungkinan penyebab meninggalnya Desi. Versi pertama, cewek 16 tahun ini murni bunuh diri dengan cara terjun atau melompat dari atas jembatan. Kemungkinan kedua, anak seorang polisi itu diduga dibunuh lantaran posisi mayatnya seperti ditata.
Namun, polisi Magetan menduga kuat Desi bunuh diri dengan memanfaatkan jembatan Kali Gandong yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter. “Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga kuat korban bunuh diri,” terang Kapolres AKBP Bambang Sunarwibowo dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Suhono.
Ketika ditemukan, tubuh Desi tergeletak di pondasi salah satu pilar penyangga jembatan. Korban mengenakan kaos warna merah dibalut jaket warna putih dan celana jeans ukuran ¾ warna biru tua. Tubuh korban tergelatak terlentang dengan posisi salah satu kaki terangkat dan bersandar dipondasi jembatan.
Selain itu, kepala dan tangan korban bergelayut pada pondasi jembatan. Di sisi tubuh Desi, juga ditemukan sepasang sendal jepit, headsheat dan telepon seluler merek Nokia seri 1600. “Dari hasil visum luar, dugaan kami korban bunuh diri. Hanya saja, kalau hasil otopsi masih menunggu tim medis rumah sakit dulu,” jelasnya.
Diduga korban bunuh diri delapan jam sebelum ditemukan warga. Hal itu tampak dari berkas darah yang mengental pada tubuhnya. Bahkan, saat dievakusi, masih ada darah yang mengalir dari hidung korban. “Kemungkinan tengah malam atau dinihari tadi,” jelas Suhono yang turun langsung memimpin evakuasi.
Yang menarik, di sekitar tubuh korban juga ditemukan selembar kertas pesan yang telah dirobek. Sayang, Suhono enggan menjelaskan tentang isi pesan dalam lembaran kertas itu. Selain itu, aparat juga menemukan seperangkat pakaian dalam wanita yang dibungkus dalam plastik warna hitam.
“Kertasnya sudah dirobek-robek dan tidak terlalu jelas, nanti akan kami tata untuk mengungkap misteri di balik kertas ini. Kalau soal pakaian dalam di TKP, kami belum bisa memastikan apakah itu milik korban atau bukan,” katanya.
Mayat Desi pertama kali ditemukan salah seorang tukang becak di kawasan Pasar Baru sekitar pukul 10. 30. Saat itu, saksi hendak buang air besar ke sungai. Hanya saja, baru hendak turun, ia dikagetkan sesosok mayat gadis yasng terlentang di bawah pondasi jembatan. Langsung saja, saksi melaporkan hal itu ke pos polisi pasar baru. “Setelah kita evakusi, korban kita bawa ke rumah sakit untuk diotopsi,” tegas Suhono.
Kejadian tersebut sempat membuat geger warga wilayah kota. Ratusan warga tumplek blek di jembatan menyaksikan proses evakuasi. Tak pelak, hal itu membuat kemacetan di jalan Pasar Baru - Alun-alun Magetan. Evakuasi berjalan cepat dan lancar. (dhy)
Artinya tepat 22.01.2008 saat mobil jatuh di lt 8, kemudian di belahan bumi lain terjadi bunuh diri 2 kejadian, dan setelah itu kembali terjadilan bunuh diri 2 hari setelah kejadian di lt 8 yakni tgl 24.01.2008.
Baru setelah itu (tiga hari) setelah tgl 24.01.2008, maka tokoh si pemilik simbol 8 itu yakni pak Harto meninggal dunia. Dari pak Harto meninggal tgl 27-01-2008 itu kemudian Jakarta kembali banjir (lumpuh) tgl 01-02-2008 lalu dan kini kembali banjir lagi tepat 08.05.2008 atau kembali kepada perulangan tsb (baca Soeharto dan Banjir Bandara Soekarno Hatta)
Lalu setelah itu rangkaian perulangan ini kemana ? itulah yang terjadi yakni tepat pula tgl 22.01.2008 lalu seorang tokoh yang di nantikan kiprahnya kehilangan istrinya Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat
Bagaimana dengan bunuh diri sebagai rangkaian dari 2 kejadian bunuh diri yang tepat tgl 22.01.2008 lalu ? jawabannya saat ini bunuh diri menjadi tren (baca Jateng : Bunuh Diri Lagi)
Dengan demikian perulangan dari bunuh diri sudah terjadi, pak Harto selaku pemilik 8 juga sudah berulang lewat banjir tgl 8.05.2008, lalu apa yang belum ? perhatikan film Film Ayat Ayat Cinta (AAC) dan Chapter Sebelas yang Mengingatkan yang dengan jelas memuat di akhir artikel yakni :
Kisah-kisah yang berurutan tentang anak-anak tsb sangat memprihatinkan dan seharusnya dapat menggugah perhatian para tokoh, terlebih kisah Chapter 11 dan SD Ambruk tentang bangunan yang ambruk tsb baru diperbaiki 3 bulan lalu. Diulanginya ambruknya bangunan SD tsb tepat tgl 11-03-2008-gedung SD yang ambruk di surabaya
Berulang-ulang kisah penarik perhatian untuk mengingatkan para tokoh dapat terlihat bangunan yang ambruk 3 bulan lalu baru diperbaiki, dimana tgl 22-03-2008 saat Wapres nonton AAC, maka 3 bulan yang lalu tepat tgl 22-01-2008 Ketua MPR lagi kesusahan (baca Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat)
Apakah itu artinya …. dengan jelas dan tegas meminta perhatian dari Pak Nur Wahid selaku tokoh yang di peringatkan oleh Allah lewat kematian istrinya lewat rangkaian di bawah ini :
Di lain sisi tepat saat pak Wapres nonton AAC, maka munculah runtutan chapter sebelas yang mengingatkan tertuang dalam artikel Gila Setelah Guru kencing, Kini Ibu Bunuh Anaknya … dan berurutan munculah Chpater 11 yang mengingatkan terus-menerus :
Lho apa hubungannya pak Nur Wahid dengan Ibu & Anak yang banyak menjadi korban, baca artikel PKS di bom Molotov dan Pak Hidayat Nur Wahid Kawin Lagi yakni :
Perhatikan calon istri pak Nur Wahid, yakni Dr Diana, menjabat apakah beliau ? “tadi malam Hidayat resmi melamar calon istri, dr Diana Abbas Thalib. Diana adalah Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Aliyah Pondok Bambu, Jakarta Timur.”
Perhatikan dengan serius dan cermat Diana beliau adalah Dir RS Ibu & Anak yang akan menggantikan alm istri pak Wahid yg meninggal tgl 22-01-2008 dan ada apakah dengan 22-03-2008 ? Ibu dan anak bunuh diri sebagaimana berita di atas dan ini adalah sebuah KEGILAAN yang harus di selesaikan
Di lain sisi orang bahagia, di sisi lain orang kecil menderita sehingga menjadi gila sebagaimana si ibu yang bunuh diri tsb, di lain sisi orang soleh di lain sisi orang tersangka. Artinya di balik kebahagiaan para tokoh yang sukses, bahagia secara duniawiyah, maka JANGAN LUPAKAN masih banyak rakyat kecil yang menderita terutama ibu dan anak yang secara beruntun menjadi korban keganasan kehidupan dan alam ini (Selamatkan Anak-Anak Kita)
Para tokoh sudah seharusnya berteriak akan penderitaan rakyat sebagaimana artikel Bayi Mati Akibat Gizi Buruk, Sebuah Pertanda jangan hanya agungkan keseniaan atas elegenisme agama dan kisah cinta (baca Film Ayat Ayat Cinta (AAC) dan Chapter Sebelas yang Mengingatkan) yang berujung pada pasangan bahagia atau pernikahan
Dan entah-lah kebetulan atau tidak seperti ada yang mengatur, maka pernikahan pak Nur Wahid ini tepat tgl 11-05- 2008 ini sesuai dengan artikel sebelas yang mengingatkan :
09/05/2008 10:59 WIB
Undangan Menikah Berinisial HD
Nurul Hidayati - detikcomJakarta - Dua hari lagi Ketua MPR Hidayat Nurwahid akan melepas status dudanya dengan menikahi dr Diana Abbas Thalib. Undangan pernikahan warna kuning emas telah disebarnya.
Undangan itu didesain seperti lazimnya undangan masa kini, dengan simbol huruf HD yaitu Hidayat-Diana.
Undangan itu diawali dengan ayat 21 surat Ar Ruum yang juga biasa terdapat di undangan perkawinan kaum Muslim yang artinya:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berfikir.”
Lalu ada juga doa Rasullah untuk mempelai, “Semoga keberkahan Allah untukmu dan atasmu dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”
Resepsi pernikahan Hidayat-Diana digelar di Pendopo Agung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pukul 10.00-14.00 WIB. Sebelumnya, digelar ijab kabul di tempat yang sama.
Sebelumnya, direncakan pernikahan ini digelar 10 Mei dan ijab kabul bertempat di Masjid Gedung MPR/DPR, Senayan.
Perhatikan sebelumnya di rencanakan 10-mei-2008, lalu mengapa mundur menjadi tgl 11-05-2008 ? Bukankah hal itu telah di tulis dalam artikel Film Ayat Ayat Cinta (AAC) dan Chapter Sebelas yang Mengingatkan
Sekali lagi dengan jelas yakni “sebelas yang mengingatkan” dan sangat-sangat kebetulan bahwa undangan HD tsb tepat tgl 11-05-2008 ini !!!! ARTINYA
“BAHWA BENAR PAK NUR WAHID INI DI PERINGATKAN OLEH ALLAH BAHWA BELIAU HARUS LEBIH KONSENTRASI PADA MASALAH UMAT DARIPADA MASALAH PERKAWINAN SEBAGAIMANA NABI MUHAMMAD YANG SELALU MEMIKIRKAN RAKYATNYA”
Semoga peringatan ini tidak diabaikan dan bahkan sebagaimana kasus sebelum gempa yogya yang dulu pernah kami kirim email kepada beliau namun tidak di tanggapi [baca [Peringatan] Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya], padahal harapan kami kepada beliau sebagai sesama manusia (muslim dan simpatisan PKS) agar lebih memperhatikan sesama, sehingga bencana gempa yogya dapat di hindarkan dari banyaknya korban, namun harapan tsb sia-sia alias tidak ditanggapi, maka kami berdoa kepada Allah agar memberikan pertandaNya lewat peristiwa yang mengingatkan pada tgl 11-mei-2008 atau dekat dengan tgl itu sehingga menjadi iktibar bagi masyarakat lain bahwa jangan sampai setelah di puncak (menjadi tokoh penting) bagai menara gading yang tiada mau mendengarkan orang di bawah (simpatisan PKS) …. semoga Allah memperkenan doa hambanya
Sekali lagi lafal Allah telah muncul tgl 22.11.2006 lalu dan istri pak Nur Wahid telah di wafatkan oleh Allah tepat tgl 22.01.2008 dan kini beliau menikah lagi tepat tgl 11.05.2008 tidak-kah ketepatan dan kebetulan tgl ini menjadi peringatan yang nyata ?
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (al-mukmin:60)
Kliping berita yang terjadi tgl 8/05/2008 dimana tepat dengan bandara soekarno-hatta lumpuh lagi [Soeharto dan Banjir Bandara Soekarno Hatta]:
Berpelukan, Ibu dan Tiga Anak Tewas Terbakar
DENPASAR - Seorang ibu dan tiga anaknya tewas terpanggang dalam kebakaran hebat yang menimpa toko sepatu Gucci di kompleks pertokoan Kertha Wijaya, Denpasar. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.40 Wita kemarin (8/5).Ibu malang tersebut bernama Erni Young, 40. Dia ditemukan sudah gosong dalam keadaan berpelukan dengan tiga anaknya: Ketrin Esalim, 13; Jenis Surya Esalim, 11; dan Juan Haster Eliminto Esalim, 6.
Dalam peristiwa itu, suami Erni bernama Hasan Rimba, 50, berhasil selamat. Hingga kemarin sore, jajaran Ditreskrim Polda Bali terus menyelidiki kasus tersebut untuk memastikan penyebab tewasnya empat korban itu.
“Penyebab kebakaran masih kami telusuri. Kami tunggu hasil Labfor,” kata Direktur Reskrim Polda Bali Kombes Pol Wilmar Marpaung.
Polisi akan melarang jenazah korban diberangkatkan ke kampung halamanya di Medan sampai hasil otopsi keluar. “Sampai hasil otopsi keluar, kami tidak izinkan membawa jenazah korban pulang ke Medan. Ini penting untuk memastikan pengungkapan kematian korban,” tandas Wilmar.
Kondisi empat korban itu ketika ditemukan sangat mengenaskan. Sekujur tubuh mereka berwarna cokelat dan menyusut. Belum diketahui, penyebab pasti kebakaran itu. Apakah korsleting listrik atau yang lain.
Namun, pelacakan Radar Bali (Grup Jawa Pos) di tempat kejadian perkara (TKP) mendapatkan informasi bahwa api yang disertai asap hitam itu tiba-tiba menyeruak dari toko yang dihuni korban dan Hasan. Toko korban berada di ujung utara di antara deretan toko lain. Tepatnya, berdekatan dengan Salon Trend, Catering Madina, Absoluve Bovigue, dan Istana Korden. Toko itu juga berbatasan langsung dengan Jalan Nusa Kambangan yang di sebelahnya terdapat Wartel Absolute.
“Saya waktu itu sembahyang di Pura yang ada di depan toko sekitar jam 06.45. Waktu itu, tidak ada jeritan apa pun. Tapi, saya melihat asap dari meteran listrik,” cerita Wayan Kasih, 49, penjual bensin eceran yang sehari-hari berjualan di depan kompleks pertokoan tersebut.
Merasa ada yang tidak beres, pria asli Jalan Nusa Kambangan Banjar Pekambingan, Denpasar, itu langsung menggedor-gedor pintu rolling door toko sepatu Gucci untuk memanggil pemiliknya. Tak beberapa lama kemudian, Hasan Rimba keluar dan membuka pintu dari dalam. Saat itu Hasan terlihat sempoyongan, sedangkan toko diselubungi asap.
Hasan kembali akan masuk ke tokonya. Tujuannya, menyelamatkan istri dan tiga anaknya. Namun, Kasih menghalangi. Sebab, kondisi di dalam ruko sudah begitu gelap karena kepulan asap dan panasnya api, yang diduga berawal dari lantai dua toko itu. “Waktu itu saya tidak melihat api dari lantai bawah,” imbuhnya.
Sayang, Kasih tidak mengetahui peristiwa selanjutnya. Sebab, dia ikut panik dan langsung berlari membangunkan pemilik toko lain supaya keluar. Hasan ditinggal terduduk di depan toko.
Upaya Kasih untuk membangunkan warga bisa menyelamatkan harta benda lain. Sebuah mobil Kijang berhasil dibawa ke pinggir Jalan Nusa Kambangan, dekat Wartel Liquid, dan berhasil selamat dari api.
Informasi lain yang didapatkan Radar Bali menyebutkan, salah satu korban, Erni, sempat menelepon Gung Alit, sopir pribadi korban yang biasa mengantar anaknya sekolah di CIS. Tujuannya meminta bantuan. (gup/pra/cas/jpnn/kum)
Bocah Jatuh dari Gedung Wali Kota Padang
Liputan6.com, Padang: Syahbilal, bocah berusia tiga tahun, tewas terjatuh dari lantai dua Gedung Kantor Wali Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (8/5) pukul 11.30 WIB. Korban jauh saat tengah bermain sendiri sementara Jasman, ibunya, sedang mengurus surat pindah di bagian kependudukan dan catatan sipil.Meninggalnya Syahbilal membuat Jasma dan Dasrul, suaminya, sangat terpukul meski Wali Kota Padang Fauzi Bahar memberikan santunan serta menanggung seluruh biaya rumah sakit. Korban rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Batusangkar.
Wali Kota Fauzi Bahar mengakui peristiwa ini akibat kelalaiannya. Jatuhnya Syahbilal karena kaca pembatas di lantai dua pecah akibat gempa beberapa waktu silam. Dan sampai sekarang pihak Pemerintah Kota Padang belum juga memperbaikinya.(BOG/Denni Risman dan Arset Kusnadi)


