ITC itu Benar Terjadi

Artikel yang memuat ITC adalah artikel Bakar Diri : Cara Lain Bunuh Diri posting May 3, 2008 4:44 pm, yang kemudian terbukti terus menerus dengan di ulanginya arti ITC itu Carrefour Pingsan Lagi, Siswa IPDN mati Lagi posting May 5, 2008 2:45 am yang kemdian benar terjadi di ITC Jakarta lewat artikel Bocah di ITC Jatuh, BBM pasti Naik

Semua urutan artikel Bakar Diri : Cara Lain Bunuh Diri posting May 3, 2008 4:44 pm) tsb dengan jelas dari pertanyaan di bawah ini

Sebagaimana di sebutkan di awal, bahwa Bunuh diri dan Bakar diri di Surabaya dan Jakarta dalam waktu yang hampir bersamaan kemudian mengingatkan tahun 2007 dengan kejadian yang sama yakni Bakar Diri di Yogya si Ibu dengan Anaknya pula yang pada akhirnya menuju pada jatuh berurutan di ITC Surabaya, lalu seharusnya ada di ITC Jakarta kasus yang mirip, betulkah ada peristiwa di ITC Jakarta ?

Dan benar terjadi kejatuhan di ITC Jakarta yakni Bocah di ITC Jatuh, BBM pasti Naik, cukupkah ITC itu ? lihat dan buktikan sekali lagi tulisan arti ITC itu dan bandingkan dengan arti IPDN (Ini Peringatan dariNya) yang terlah terbukti (baca artikel Carrefour Pingsan Lagi, Siswa IPDN mati Lagi)

Kemudian apakah arti ITC itu ? sekali lagi perhatikan di artikel Adakah Arti Dari “ITC yang di posting Jun 5, 2007 3:48 am, atau setahun lalu yang kini telah di munculkan pada tgl 3-05 - 2008 kemarin, sekali lagi apakah arti ITC ini ?

“ITC” itu merupakan “Ingatkan Tentang Cuaca”,dimana kita harus mewaspadai cuaca yang bisa berubah seketika dan memungkinkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti banjir besar yang bisa diakibatkan oleh hujan yang lebat di musim yang seharusnya musim kemarau,panas yang akan berkepanjangan yang bisa membuat semua ladang jadi kering dan bisa mengakibatkan kelaparan dan membuat seseorang bisa lupa daratan hanya demi mendapatkan sesuap nasi.Dan jika benar ITC tersebut merupakan sebuah pertanda agar kita selalu ingat kepadaNya meskipun segala kesusahan sedang menghinggap dalam kehidupan kita,semoga kita sekalian bisa lebih sabar dan tabah untuk menerima semua cobaan yang diberikannya.

Semua yang mengatur dan mengerti akan kehidupan di dunia Ini hanyalah ALLAH SWT,sehingga jika saya salah dalam bertutur kata saya minta maaf dan jika benar pertanda yang diberikan ALLAH Tentang “Ingatkan Tentang Cuaca” terjadi banjir besar kita semua bisa mewaspadainya dan setidaknya bisa mengurangi korban jiwa yang ada.

Sekali lagi benarkah ITC itu muncul setelah di posting tgl 3-mei-2008 kemarin ? sebelum menjawab hal tsb lihat setahun lalu yakni berita Jumat, 18/05/2007 07:43 WIB Gelombang 7 Meter di Pantai Pelabuhan ratu Buat BMG Bingung
Chazizah Gusnita - detikcom

Jakarta - Gelombang pasang setinggi 7 meter dari dasar laut di Pantai Pelabuhanratu terjadi tadi malam. Gelombang pasang tersebut terjadi tanpa adanya angin kencang seperti biasanya.

Keadaan ini masih membingungkan Badan Meteorologi Geofisika (BMG) karena naiknya gelombang seharusnya disertai dengan angin, namun kali ini tidak ada angin sama sekali.

“Kita masih bingung. Saya sudah menghubungi pihak Pelabuhan Ratu, katanya tidak ada angin saat itu. Ini kejadian aneh,” ujar Kepala Sub Bidang Informasi Publik BMG Ahmad Zakir kepada detikcom, Jumat (18/5/2007).

Zakir mengatakan dirinya masih akan mempelajari fenomena gelombang pasang tanpa angin itu kepada ahli gelombang untuk mengetahui jawaban pasti kejadian aneh tersebut.

“Kita belum bisa banyak bicara karena masih mau saya tanyakan lagi itu sebenarnya apa,” ujarnya.

Sejak kemarin, beberapa daerah telah mengalami gelombang pasang diantaranya Garut, Bima, dan di Sumatera Barat. ( ziz / gah )

Lalu apakah yang terjadi setelah ITC di posting tgl 3-mei-2008 kemarin ? benarkah artikel Adakah Arti Dari “ITC tsb memuat “Ingatkan Tentang Cuaca” ? Lihat sehari setelah masalah ITC itu termuat di artikel yang memuat ITC itu (Bakar Diri : Cara Lain Bunuh Diri posting May 3, 2008 4:44 pm)

Di luar negeri yakni miyanmar dengan jelas masalah cuaca ini menjadi pencabut nyawa yang dramastis, baca di bawah ini :

Lebih Ngeri daripada Laporannya


Rezim Militer Myanmar Terkesan Tutupi Dampak Badai
YANGON - Dampak badai tropis Nargis yang menyerang Myanmar Minggu (4/5) lebih dahsyat dari yang diperkirakan. Tertutupnya rezim militer yang mengendalikan negeri itu membuat fakta yang sebenarnya tidak terekspos dengan akurat.

Jumlah korban yang semula dilaporkan hanya ratusan jiwa berkembang menjadi puluhan ribu. Yang dilaporkan hilang juga tidak kalah banyak, mencapai puluhan ribu orang.

Berbagai media menyebutkan versi berbeda tentang korban tewas. Dalam salah satu laporannya, CNN menyebutkan lebih dari 22.000 orang. Sebuah siaran berita media lokal menyebut 22.464 orang.

Banyaknya korban tersebut terjadi karena badai itu, ternyata, diikuti gelombang pasang setinggi 3,5 meter yang sebelumnya tidak terungkap. “Lebih banyak kematian yang disebabkan gelombang pasang dibandingkan karena badai,” ujar Menteri Pembebasan dan Transmigrasi Maung Maung Swe dalam konferensi pers di Yangon.

Dilaporkan, kini persediaan pangan dan pasokan air di ibu kota yang luluh lantak akibat badai tersebut semakin menipis. Penduduk kota itu harus hidup di tempat-tempat terbuka setelah banyak bangunan dan rumah yang tersapu badai.

Kerusakan terparah terjadi di Bogalay, yang berjarak sekitar 90 kilometer barat daya Yangon. Hampir 95 persen wilayah itu porak-poranda. Dari kota tersebut saja, tercatat 10.000 orang tewas.

Hasil foto satelit PBB menunjukkan, pusat badai berada di Laut Andamn yang bergerak ke pesisir Teluk Martaban. Area tersebut didiami hampir seperempat di antara jumlah penduduk Myanmar yang mencapai 57 juta jiwa.

Kyi Minn dari badan pembangunan internasional World Vision menuturkan kepada CNN bahwa situasi cukup suram. “Bisa jadi, kejadian ini lebih parah dibandingkan dengan tsunami,” kata Minn, yang membandingkan dengan bencana tsunami yang dialami Myanmar pada 2004.

Ketika itu, tsunami dipicu gempa bumi di pesisir Indonesia yang kemudian menewaskan lebih dari 150 ribu jiwa. CNN melansir bahwa kini jumlah warga yang kehilangan rumah bisa mencapai satu juta orang.

Meski begitu, pemerintah masih bersikap tertutup. Media-media yang dikendalikan pemerintah lebih banyak menyajikan upaya yang sudah dilakukan.

Mereka menampilkan gambar para serdadu yang bekerja mengatasi bencana. Juga para jenderal yang memberikan salam kepada para korban di dalam kuil. Menurut Menteri Informasi Kyaw Hsan, satuan militer telah melakukan yang terbaik.

Analis memprediksikan bahwa kondisi itu potensial mengakibatkan jatuhnya dewan militer yang berkuasa. Apalagi, mereka (junta) telah lama membanggakan diri bisa mengatasi tantangan apa pun yang terjadi. “Mitos bahwa mereka telah memperkirakan segala sesuatunya dengan sangat baik hilang tak berbekas,” kata analis politik Aung Naing Oo.

Badai tersebut juga memaksa junta militer menelan kata-katanya sendiri. Empat tahun lalu - ketika tsunami menyerang - mereka menolak mentah-mentah bantuan lembaga asing.

Dewan militer yang mengendalikan negeri itu sesumbar tidak akan pernah membutuhkan bantuan dunia internasional. Saat itu, mereka juga mengatakan tetap bisa mengatasi ribuan rakyat terlantar yang kehilangan rumah tanpa bantuan asing. Selama ini, Myanmar memang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Asia.

Namun situasi yang terjadi saat ini berbeda. Shantha Bloemen, juru bicara Unicef di Bangkok menggambarkan situasi yang ada di Myanmar, yang disebutnya sebagai “sangat darurat.” “Skala dari bencana ini, seperti yang kami ketahui dalam 48 jam terakhir, sangat luar biasa,” kata dia.

Meski begitu, Myanmar masih setengah hati mau menerima bantuan asing. Para pejabatnya berbeda pendapat soal bantuan asing. “Kami sangat berterima kasih terhadap negara-negara sahabat yang memberikan bantuan kepada kami,” kata Menteri Informasi Kyaw Hsan dalam konferensi pers di Yangon.

Sementara Menteri Kesejahteraan Sosial Maung Maung Swe Swe mengatakan bahwa lembaga asing masih harus melakukan negosiasi dengan pejabat Kementerian untuk mendapatkan akses masuk. Sepertinya, sinyal positif baru bisa didapatkan beberapa hari lagi, apakah mereka akan benar-benar diperbolehkan “menjalankan tugas” mereka. (AFP/CNN/Reuters/dia/ruk)

Bagaimana dengan di Indonesia khususnya sidoarjo tempat lafal Allah muncul (Tiba-tiba saja muncul … ) ? Lihat dan sebuah kebetulan yang terjadi tentang arti ITC itu di Sidoarjo

Hujan Deras, Reklame Roboh

SIDOARJO - Hujan lebat dan angin kencang Sabtu (3/5) mengakibatkan sedikitnya tiga papan reklame di seputar bundaran GOR Delta roboh. Reklame yang roboh itu rata-rata hanya berdiri di atas satu tiang.

Reklame yang diterjang angin tersebut ialah papan reklame milik McDonald. Papan reklame berukuran besar itu sampai nyantol di atas kabel telepon. Petugas dari PT Telkom pun akhirnya turun tangan untuk menurunkan reklame tersebut dari kabel.

Reklame lain yang roboh terletak di trotoar. Satu papan reklame lagi di sisi timur bundaran GOR Delta. Menurut Wakil Ketua Komisi C (pembangunan) DPRD Sidoarjo Emir Firdaus, sudah saatnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengevaluasi berbagai titik reklame yang hanya menggunakan satu tiang. “Ini demi keamanan. Bagaimana kalau tiba-tiba reklame roboh dan menimpa pengguna jalan,” ujar Emir.

Kasubdin Pertamanan DKP Sidoarjo Ali Mahmudi menyatakan sudah mendapat laporan tentang papan reklame dan baliho yang roboh. Dia juga sudah mengecek dan membersihkan reklame dan baliho tersebut. “Jadi, sudah diperbaiki,” jelasnya.

Ali menambahkan, jika reklame berbentuk baliho, itu akan dibersihkan. Sebab, baliho bersifat sementara. Namun jika masih bisa diperbaiki, reklame tetap dibiarkan. “Bergantung kondisinya. Selama tempatnya diizinkan, bisa dipasang lagi,” tegasnya.

Dijelaskan, robohnya papan reklame di McDonald bukan tanggung jawab DKP. Sebab, papan tersebut milik swasta, bukan umum. Jika terjadi kerusakan, itu tanggung jawab perusahaan. DKP menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik lahan reklame atau perusahaan tersebut. “Itu kesepakatannya,” ujar dia.

Manajemen McDonald Sidoarjo membantah, papan reklamenya roboh. Menurut Arif Wahyudi, manajer McDonald area Sidoarjo, dua papan reklame itu sengaja dirobohkan. Alasannya, reklame akan dipindahkan ke belakang. “Jadi, sengaja kami robohkan,” ucapnya.

Pemindahan itu dilakukan menindaklanjuti rencana pelebaran jalan di kawasan tersebut. Berdasar peta pelebaran itu, Arif mengatakan, papan reklame harus mundur beberapa meter dari tempat semula. “Dalam waktu dekat, di belakang papan reklame itu akan dibangun pijakan reklame yang baru,” kata Arif. (nuq/riq/roz)

Cukupkah hanya di sidoarjo ? ITC ini berlanjut lagi dan sebagai pencabut nyawa yang efektif yakni antara lain :

07/05/2008 00:49 WIB
Tiga Orang Tewas Disambar Petir di Medan
Khairul Ikhwan - detikcom

Medan - Tiga orang tewas dan seorang lainnya mengalami luka bakar serius akibat disambar petir di Medan, Selasa (6/5/200 8) malam. Korban yang kritis saat ini dirawat di RS Haji Medan. Sedangkan korban tewas sudah dibawa ke rumah duka.

Peristiwa tragis ini bermula ketika keempat orang itu berteduh saat hujan deras mengguyur. Mereka berteduh di kios jagung bakar yang berada di jembatan jalan tol di kawasan Universitas Negeri Medan (Unimed), Jl Willem Iskandar, Medan. Ketika jam menunjukkan pukul 21.00 WIB, petir menggelegar dan menyambar keempat orang itu.

Ketiga korban tewas adalah Junaidi (36) yang merupakan warga Jalan Terusan Gang Musyawarah, M Ika (30) perempuan warga Jalan AR Hakim yang juga pemilik warung, dan korban lainnya Ewina Siagian (5 8) warga Jalan Pratun yang bekerja pada M Ika. Para korban umumnya tersambar petir di bagian kepala dan dada.

Sedangkan Ayu (26) yang menderita luka bakar, merupakan istri Junaidi. Dia saat ini dirawat secara intensif di Instalasi Gawat Darurat RS Haji, Jalan RS Haji, Medan.

“Ayu menderita luka bakar sekitar 60 persen di bagian dada dan paha,” kata salah seorang dokter jaga rumah sakit tersebut pada wartawan.

Sudar, tukang becak yang berada di sekitar lokasi saat kejadian menyatakan, setidaknya ada empat kali petir terdengar. Pada gelegar petir yang terakhir dan yang paling kuat, kilatannya langsung menyambar para korban.
( rul / nvt )

Ditambah akibat curah hujan tinggi, maka nun jauh di timika terjadilah longsor

Selasa, 06 Mei 2008 21:05 WIB

<!–
()–>

Metrotvnews.com, Timika: Korban longsor di Timika, Papua, dipastikan menelan korban tewas sebanyak 15 penambang tembaga di kawasan itu. Mereka tewa tertimbun longsor. Longsor terjadi Senin (5/5) malam di mil 72 kamp 55 Tembagapura, Timika. Material longsoran menimbun camp penambang tembaga. Akibatnya, seluruh penghuni camp yang sedang beristirahat tertimbun.

Kapolres Timika Ajun Komisaris Besar Polisi Godhelp Mashendra mengatakan, 15 penambang liar sudah ditemukan dalam kondisi tewas, enam perempuan dan sembilan laki-laki. Sedangkan sembilan penambang lainnya hingga kini masih tertimbun longsor. Warga yang menjadi korban tanah longsor ini sehari-hari bekerja sebagai pendulang di Kali Kabur, dekat lokasi longsoran.

Pencarian korban untuk sementara dihentikan pukul 15.30 WIT karena cuaca buruk dan berkabut. Pencarian rencananya akan dilanjutkan Rabu (7/5) besok pagi. Longsor di Tembagapura ini bukan yang pertama kali terjadi. Menurut warga setempat, jika curah hujan tinggi bencana longsor sering menimpa para pekerja tambang di wilayah ini. Tahun 2006 bencana tanah longsor juga merenggut korban jiwa.(DOR)

Bagaimana dengan kota-kota besar di Indonesia ? Jakarta, Surabaya, Bandung dsb ?

Jakarta :

lasa, 06 Mei 2008 22:09 WIB

Banjir merendam kawasan Jakarta Selatan<!–
()–>

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah diguyur hujan selama kurang lebih satu jam, sejumlah kawasan di Jakarta Selatan, Selasa (6/5) malam terendam banjir. Daerah terlanda banjir antara lain di Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Genangan air di kawasan ini mencapai 60 hingga 90 centimeter, sehingga merendam puluhan rumah di sekitarnya.

Warga tidak mengungsi. Meski rumah terendam banjir, mereka tetap bertahan. Bahkan, beberapa warga dan anak sekolah yang pulang ke rumah nekat menerobos banjir yang cukup tinggi. Banjir kali ini masih dianggap hal biasa bagi sebagian warga karena kawasan padat penduduk ini kerap menjadi daerah langganan banjir di Jakarta Selatan. Banjir terjadi karena anak Sungai Pesanggrahan meluap.(DOR)

Rabu, 07 Mei 2008 01:04 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu mengakibatkan ketinggian air Kali Pesanggrahan di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/5), sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Barat mencapai 200 centimeter, dan dinyatakan dalam status siaga tiga.

Menurut informasi dari Posko Banjir Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta, permukaan air Kali Pesanggrahan terus meningkat, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan hulu. Menurut staf Posko Banjir Dinas PU, hujan deras sudah turun sejak Selasa sore.

Untuk itu warga yang tinggal di sepanjang aliran Kali Pesanggrahan, khususnya di kawasan Cirendeu, Pondok Pinang, Kompleks Departemen Luar Negeri Cileduk, Cipulir, Sukabumi Selatan dan Kedoya diminta mewaspadai kemungkinan datangnya banjir.(RIZ)

Bandung :

Rabu, 07 Mei 2008 02:11 WIB

Warga berupaya memperbaiki atap rumahnya yang hancur akibat puting beliung.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Bandung: Puting beliung disertai hujan merusak 149 rumah warga di Desa Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/5) kemarin. Ratusan warga hingga tadi malam, secara bergotong-royong memperbaiki rumah mereka. Warga berharap, dengan cara ini mereka tidak harus mengungsi dan bisa tetap tinggal di rumah masing-masing.

Tapi upaya ini terhalang oleh keterbatasan penerangan, karena aliran listrik terputus. Akibatnya sebagian warga, terutama kaum perempuan dan anak-anak diungsikan ke rumah kerabat masing-masing atau ke kantor kelurahan setempat.

Menurut warga, angin kencang disertai hujan deras menerjang desanya kemarin sore, sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat. Selain memporak-porandakan 149 unit rumah, puting beliung yang menerjang kawasan Sukagalih ini juga mengakibatkan puluhan pohon tumbang.(RIZ)

Surabaya :

Puncak Pasang Air Laut Hajar Rumah Nelayan Kenjeran

suarasurabaya.net| Puncak pasang air laut yang terjadi Rabu (07/05) pagi sampai menjelang pukul 09.00 wib, menghajar rumah dikawasan perkampungan nelayan Kenjeran. Sekurangnya, 4 rumah jebol tembok bagian belakangnya diterjang ombak pasang. Ketinggian ombak yang menerjang tembok rumah warga dilaporkan setinggi hampir 2 meter.

Diceritakan M. SAPUAN warga Cumpat, Kenjeran, ombak yang menghempaskan tembok rumah warga bergulung-gulung datangnya. dan pada bagian terakhir langsung merontokkan tembok rumah warga. Sebagian besar rumah warga yang diterjang ombak memang berada paling dekat dengan laut pesisir Kenjeran.

“Ombaknya bergulung-gulung tingginya sekitar 2 meter. Terus melaju masuk keperkampungan warga. Beberapa kali terjadi. Yang paling besar ombak yang terakhir, dan langsung menjebol tembok rumah warga sini. Kalau dibandingkan beberapa waktu lalu, ini ombak yang paling tinggi,” terang M. SAPUAN, 51 tahun, warga Cumpat, Kenjeran.

Saat ombak bergulung-gulung datang, lanjut M. SAPUAN, sebagian besar warga tidak sedang berada dibelakang rumah. “Kalau waktu itu dibelakang rumah, dan lihat gelombang tinggi datang mungkin masih bisa memberitahu kawan-kawan atau tetangga. Warga sedang didepan, dan tahu-tahu orang-orang berteriak: pasang!!! pasang!!!” kata M. SAPUAN pada suarasurabaya.net.

Pantauan suarasurabaya.net dilokasi perkampungan warga Cumpat, Kenjeran, Rabu (07/05) siang, air laut yang diceritakan warga sebelumnya menggenangi rumah sampai lebih dari 50 cm, sudah surut. Hanya menyisahkan kotoran yang sedang dibersihkan warga. Meski kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi, tetapi tetap saja membuat warga khawatir.

“Kita memang tinggal dekat laut, dan kejadian seperti ini bukan sekali dua kali. Tapi tetap saja kita khawatir kalau ada pasang laut susulan. Pasang laut disertai angin kencang seperti tadi itu memang sudah sering terjadi, tetap kita khawatir,” ujar H. SAMSURI MISJIL, 64 tahun, warga Cumpat Kenjeran, pada suarasurabaya.net.(tok)

Puncak air pasang …. begitu BMG surabaya menyatakan fenomena banjir di surabaya, sekali lagi perhatikan puncak air pasang tgl 7/5/2008, benarkah karena puncak air pasang saja ?, baca berita di bawah ini yang menyatakan ombak datang tiba-tiba dan terjadi 2 hari sebelum puncak air pasang

Selasa, 06 Mei 2008 02:03 WIB

Salah satu rumah yang hancur diterjang air pasang.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Batu Bara: Puluhan rumah di Dusun Kuala Sipare, Desa Medang, Kecamatan Medang Deras, Batu Bara, Sumatra Utara, hancur diterjang pasang perbani, Senin (5/5). Air pasang juga menggenangi ratusan rumah lainnya di kawasan itu.

Air pasang perbani disertai ombak datang tiba-tiba. Lima dan 27 rumah warga yang rusak langsung ambruk tertimbun pasir. Seorang warga menuturkan, kebanyakan warga tak bisa menyelamatkan harta benda mereka. Mereka kini terpaksa mengungsi.(***)

Dengan demikian benarlah ITC itu sudah terjadi yang merupakan artikel termuat tgl 3-mei-2008 atau beberapa saat kejadian yang berulang terjadi …. kebetulan yang luar biasa setelah IPDN, ITC yang semuanya telah dapat dibaca dan di buktikan

Selesaikah ITC tsb … ? Setelah itu yang disebut di atas, maka esokmya giliran bandara udara soekarnao hatta terkena banjir

Jl Sedyatmo menuju Bandara Udara Soekarno Hatta saat tergenang air.

Kamis, 8 Mei 2008 | 05:52 WIB

JAKARTA, KAMIS - Lalu lintas Jakarta - Bandara Cengkareng sejak Kamis (8/5) sekitar pukul 00..00 malam WIB terputus akibat jebolnya bagian tanggul antara Pluit - Kamal Jalan Tol Sedyatmo, Jakarta. Akibatnya, perhubungan melalui lintas tersebut terpaksa dibelokkan melalui Tangerang.

Apa penyebab jebolnya tanggul bangunan jalan tersebut belum diketahui. Namun lintasan sementara ditutup total. Kalangan pengemudi taksi terutama yang biasa bgeroperasi di sana, mengetahui gangguan tanggul jebol itu. “Kami mengetahuinya dari radio, namun tidak tahu apa penyebabnya,” tutur Ferry Irman, pengemudi taksi Blue Bird saat mengantarkan peumpangnya dari Hotel Santika Jakarta menuju Bandara Cengkareng, Kamis dinihari.

Informasi dari situs Traffic Management Center (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis, menyebutkan, genangan air terjadi di KM 26 dan KM 27 Tol Sedyatmo Bandara arah Pluit maupun sebaliknya, penyebab genangan air ini adalah air pasang yang menjebol tanggul di KM 26.600.

Akibat dari jebolnya tanggul tersebut Ruas jalan di KM 26 dan KM 27 Tol Sedyatmo tergenang air setinggi 70 hingga 90 cm dan tidak bisa dilintasi kendaran truk maupun minibus .

Bahkan gub Jakarta-pun mengaku dengan berita di bawah ini :

08/05/08 13:36

Gubernur DKI: Air Pasang

Bandara di Luar Perkiraan

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui air pasang yang menggenangi jalan tol Bandara Soekarno-Hatta adalah di luar perkiraan sehingga untuk mengatasi hal itu akan dilakukan tindakan darurat.

Berbicara di sela-sela peresmian gedung rawat inap terpadu RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta, Kamis, Fauzi Bowo mengatakan, saat ini tindakan yang dilakukan adalah memasang karung sebagai tanggul sementara.

“Pemasangan dilakukan untuk menahan luberan air, dan setelah itu air yang masuk akan disedot keluar, “kata Gubernur.

Ia menjelaskan, satu-satunya langkah agar transportasi menuju bandara tidak terganggu oleh genangan air adalah dengan meninggikan atau membuat jalan layang tol bandara tersebut.

“Satu-satunya jalan adalah meninggikan jalan itu,” ujarnya.

Jalan Tol Prof Sedyatmo yang merupakan ruas tol akses menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta kembali tergenang oleh banjir setinggi 70 - 90 cm sehingga banyak kendaraan yang terpaksa melewati jalur alternatif.

Menurut informasi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Kamis, genangan mencapai tinggi hingga sekitar satu meter di kilometer 26 hingga 27 pada sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun, kini genangan yang disebabkan oleh air pasang yang menjebol tanggul di sekitar jalan tol itu sudah mulai berangsur surut hingga sekitar 70 cm tetapi tetap tak bisa dilewati oleh kendaraan.

Untuk itu, para pengguna kendaraan yang akan menuju ke Bandara mesti menggunakan jalur alternatif antara lain melalui Jalan Arteri Tomang-Grogol menuju ke Jalan Daan Mogot dan Jalan Sintala Benda untuk mencapai Pintu Belakang Bandara.

Selain itu, pengendara bisa juga melalui Tol Dalam Kota dari Tomang ke Tangerang dan keluar di Gerbang Tol Kebon Nanas untuk menuju ke Jalan Sintala Benda dan mencapai Pintu Belakang Bendara.

Sementara itu, saat ini pihak Jasa Marga juga telah mengerahkan sebanyak 10 mobil pompa penyedot yang digunakan untuk mengatasi genangan air di Tol Bandara. (*)

Kliping berita :

7 Mei 2008, 18:19:17, Laporan Kholied Mawardi

Akibat Laut Pasang
Tambak Ikan Air Tawar Dijarah, Rugi 15 Juta

suarasurabaya.net| Air laut pasang yang menimpa warga jalan raya Cumpat Kenjeran menyisakan derita. Sebagian rumah yang dekat dengan pantai diterjang ombak setinggi dua meter tadi pagi mulai jam 09.00 hingga 11.00 WIB, Rabu (07/05).

Serta akibat gelombang pasang, tambak yang bulan depan dipanen harus rela dijarah warga. Tambak yang dijarah warga adalah milik ABDUL HAMID (50) warga Jalan Raya Cumpat nomor 30 Kenjeran.

Sebelum ada gempuran ombak datang menerjang, sambung HAMID, terlebih dulu angin berhembus kencang. Angin berhembus kencang di tengah bulan penanggalan Jawa, diyakini warga dipinggir pantai sebagai tanda akan bahaya ombak besar.

Bila tak ada aral melintang, sebenarnya HAMID akan mendapatkan keuntungan Rp15 juta dari hasil penjualan ikan. Sayang, air pasang membuyarkan mimpinya. Walau dia mengetahui warga menjarah tambaknya, tidak ada niatan untuk mencegah.

“Biarlah warga mengambil ikan setelah ombak pasang, saya tidak akan melarang mereka,” ucapnya kepada suarasurabaya.net. HAMID menambahkan, rejeki sudah ada yang mengatur. Sehingga tidak perlu panik dan sedih berlebihan.

Tambak yang dimiliki HAMID seluas 13 ribu meter persegi. Didalamnya ada ikan tombro, lele, mujair nila, pating, dan bader. Ikan pating satu ekornya memiliki berat tiga kg. Sedangkan lima ekor ikan bader setara dengan satu kg.

Total ikan yang dimiliki oleh HAMID adalah satu ton. Hasil panen dari tambak yang berada di samping lapangan bola ini, langsung dikirimkan ke Pasar Pabean. HAMID tidak pernah menjual langsung ke restoran sea food yang banyak bertebaran di penjuru Kota Surabaya.

Pria usia paruh baya ini menekuni usaha budidaya tambak air tawar ini sejak 1992. HAMID mengaku lebih senang mengelola tambak air tawar daripada air payau. Alasannya ikan yang dibudidayakan tergolong mudah dirawat. Serta tiga bulan ikan yang dibudidayakan di air tawar sudah bisa dipanen karena cepat besar.

Setelah ombak pasang menghancurkan usaha tambaknya, HAMID tidak akan langsung kembali membudidayakan ikan. Penyebabnya air laut memasuki kawasan tambak. Padahal air yang dijadikan media budidaya ikan adalah air tawar.

Sehingga, HAMID harus rela menunggu enam bulan untuk perbaikan kualitas tanah dan terbebas dari air laut. Serta merenovasi tanggul yang jebol diterjang gempuran ombak yang tingginya lebih dari dua meter. (kho/ipg)

Teks Foto:
- Massa sedang menjarah di tambak ikan milik ABDUL HAMID di Raya Cumpat Kenjeran.
Foto: KHOLIED suarasurabaya.net

Komentar telah ditutup