Jateng : Bunuh Diri Lagi

By thephenomena

Setelah bunuh diri berkeliling kota mulai surabaya, mojokerto, jombang, sidoarjo, jakarta, seperti di artikel yang satu karena apa ?:

maka kini muncul di kendal & tegal dimana pada hari yang nyaris sama terjadi bunuh diri 2x :

Selasa, 06 Mei 2008 15:33 WIB
Reporter : Shanty
JAKARTA – MI : –>JAKARTA–MI: Kanitresintel (kepala unut reserse intel) Polsek Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Aiptu Daryoto, Selasa (6/5) bunuh diri dengan menembak kening sebelah kanan. Diduga, dia stres berat sehingga nekat bunuh diri.

Menurut data yang diperoleh dari Polres Kendal, Daryoto beberapa hari belakangan ini memang stres. Dari pernyataan ke rekannya, dia stres karena akan disidang disiplin masalah penanganan kasus 351 KUHP. Yakni, kasus penganiayaan yang menyebabkan orang lain tewas.

“Seharusnya, pada Selasa (6/5) pagi, dia menjalani sidang disiplin. Namun, pukul 03.00, dia menembak kepalanya hingga tewas seketika, di ruang kerjanya,” ujar seorang polisi.

Menurut polisi itu, Daryoto dilaporkan keluarga korban kasus yang ditanganinya, tidak menangani kasus sesuai prosedur yang ada. Karenanya, oleh Polres Kendal, Daryoto diperiksa Propam Polres Kendal dan diajukan untuk disidang disiplin.

Kadiv Humas Polri Irjen Abu Bakar Nataprawira, yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (6/5) membenarkan adanya kasus bunuh diri yang dilakukan Aiptu Daryoto. “Dari hasil penyelidikan, diduga korban stres dan nekat bunuh diri,” ujar Abu Bakar.

Namun begitu, kata Abu Bakar, jasad polisi itu tetap diotopsi dan dilakukan pemeriksaan. “Untuk prosedur, dia tetap harus diautopsi dan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ujar Abu Bakar. (San/OL-03)

Yang lain karena ekonomi :

Laporan wartawan Kompas Siwi Nurbiajanti
TEGAL, SELASA- Diduga karena terimpit kemiskinan, seorang tukang becak, Sukirman (37), tega meracun dua anaknya sendiri, Robi Febrianto (6), dan Muhamad Adam (5) menggunakan pestisida. Sukirman sendiri akhirnya juga meracun dirinya sendiri dengan menenggak cairan yang sama.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, pada hari Selasa (6/5) dini sekitar pukul 00.30 tadi. Hingga Selasa sore ini Sukirman dan kedua anaknya masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Tegal.

Kendati ketiganya sudah mulai sadar, tetapi belum bisa diajak berkomunikasi. Dengan demikian, polisi dan keluarga belum mengetahui persis latar belakang tindakan nekat Sukirman. Ada dugaan, tindakan itu dilakukan karena Sukirman tidak lagi menarik becak sejak empat hari terakhir.

Menurut kakak ipar Sukirman, Rudin (45), yang ditemui di lokasi kejadian, peristiwa tragis itu terjadi ketika dirinya sudah tidur di kamarnya. Sedangkan isteri Sukirman, Khotijah (28), sedang ke di kamar mandi.

Rudin yang rumahnya tak jauh dari rumah ibunya, mengaku terbangun karena mendengar jeritan Robi dan Adam. Rudin pun berlari menuju rumah itu dan mendengar jeritan itu datang dari kamar Sukirman.

“Karena pintunya terkunci, saya dobrak,” kata Rudin. Betapa kagetnya Rudin ketika mendapati Robi dan Adam menggelepar-gelepar kesakitan. Sukirman juga ditemukan dalam kondisi yang sama. Tangannya masih menggenggam botol plastik berisi cairan pestisida.

Untuk pertolongan pertama, Rudin membawa kedua ponakannya dan memberi mereka minum. Kedua bocah itu pun muntah-muntah dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh warga.

Sukirman sendiri sempat dibiarkan tetap di rumah untuk beberapa lama sebelum dibawa ke puskesmas setempat. Selasa siang tadi ia baru dibawa ke rumah sakit oleh sejumlah anggota Polresta Tegal.

Menumpang mertua

Menurut Rudin, peristiwa itu sangat mengagetkan keluarganya. Sebab, ia melihat kondisi keluarga adik iparnya itu baik-baik saja. Ia juga jarang melihat keluarga Khotijah-Sukirman bertengkar.

Hanya saja, Sukirman memang masih menumpang di rumah mertuanya, Minten (62). Untuk menghidupi isteri dan kedua anaknya, ia bekerja sebagai tukang becak. Sejak empat hari terakhir, Sukirman terlihat tidak bekerja.

Saat ditemui sedang menunggu cucunya di RSUD Kardinah, Minten mengatakan, sejak sepekan lalu Sukirman tidak bekerja. “Nggak tahu kenapa,” katanya singkat ketika ditanya kenapa Sukirman tidak lagi menarik becak.

Minten juga mengakui bahwa selama ini dirinya masih membantu ekonomi anak, menantu, dan cucu-cucunya itu. Selain penghasilan Sukriman dari menarik becak, untuk makan sehari-hari, keluarga tersebut juga masih mengandalkan penghasilan Minten sebagai buruh tani.

Menurut dia, selain belum memiliki rumah, keluarga anaknya memang hidup pas-pasan. Khotijah tidak bekerja karena harus mengurus kedua anaknya. Untuk jajan sehari-hari, kedua cucunya juga lebih sering minta uang kepadanya.

Kepala Polresta Tegal Ajun Komisaris Besar MM Rachman melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Tukiran mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus itu. Saat ini, kondisi kesehatan Sukirman harus dipulihkan terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia akan dimintai keterangan.

Menurut dia, polisi juga masih mencari barang bukti berupa botol plastik cairan pestisida. Barang bukti yang sudah ada berupa muntahan korban.