Taruhan terbesar bagi wapres ketika opsi kenaikan BBM mulai di luncurkan, dimana sebelumnya wapres selalu berbicara dan berjanji tidak akan menaikkan BBM sampai 2009. Lagi-lagi pak Wapres yang selalu di peringatkan dengan fenomena-fenomena alam yakni betapa banyaknya kasus bunuh diri dan bahkan tiada yang peduli (baca Bunuh Diri, Siapa Peduli ?)
Lihat janji yang terucap tahun lalu :
Rabu, 28 Maret 2007 08:36Kapanlagi.com – Pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) paling tidak sampai 2009. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Selasa mengatakan, pemerintah memutuskan tetap memberikan subsidi pada kedua komoditas pokok tersebut.”Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM dan listrik dalam dua tahun ke depan,” katanya.
Menurut dia, sebagai upaya mengurangi subsidi BBM dan listrik, pemerintah akan mengganti pemakaiannya dengan energi alternatif yang murah.
Namun, Purnomo juga mengatakan, pemerintah akan terus mengurangi subsidi keduanya.
Pada 2007, subsidi BBM dan listrik telah dialokasikan sebesar Rp87,6 triliun yang terdiri dari BBM Rp61,8 triliun dan listrik Rp25,8 triliun.
Sedang, tahun 2008, pemerintah mengasumsikan subsidi BBM dan listrik akan mengalami penurunan cukup signifikan menjadi Rp61,2 triliun yang terdiri dari BBM Rp35,2 triliun dan listrik Rp26 triliun.
“Asumsi harga minyak yang dipakai 2007 adalah 63 dolar AS per barel, sedangkan 2008 sebesar 54 dolar AS per barel,” katanya.
Purnomo juga mengatakan, subsidi BBM khususnya minyak tanah masih akan sangat besar dalam dua tahun mendatang.
“Sebab, dengan harga Rp2.000 per liter, maka subsidi yang diperlukan mencapai Rp4.000 per liter. Setiap tahun, subsidi buat 10 juta kiloliter minyak tanah mencapai Rp35-40 triliun,” katanya.
Sementara, di sisi lain, lanjut Purnomo, pemakaian bahan bakar nabati sebagai pengganti minyak tanah juga sulit dilakukan mengingat harga minyak tanah hanya Rp2.000 per liter.
“Persoalan minyak tanah ini menjadi masalah yang sensitif dan politis,” ujarnya. (*/rsd)
Belum cukup pak Mentri berjanji kepada publik, maka giliran pak Wapres yang berjanji :
Wapres: Pemerintah Berjanji tidak Naikkan BBM Sampai 2009 KESRA–8 MEI: Pemerintah menjanjikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 2009 seiring pengurangan penggunaan BBM karena program konversi minyak tanah ke elpiji dan program pembangkit listrik non BBM 10 ribu MW.“Pokoknya sampai akhir masa tugas kita (2009) tidak ada kenaikan harga BBM lagi,” tegas Wapres Jusuf Kalla saat Peluncuram Pelaksanaan Konversi Penggunaan Minyak Tanah ke Elpiji 3 Kg di Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur, Selasa (8/5).
Pernyataan Kalla tersebut langsung disambut tepuk tangan masyarakat Kampung Makassar dalam acara yang juga dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Pemberdayaan Perananan Wanita Meutia Hatta dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Wapres mengatakan beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat berdiskusi dengannya. Presiden menanyakan apakah harga BBM bisa tidak dinaikkan karena subsidi sudah tinggi. “Sudah tidak mungkin lagi,” jawab Wapres menceritakan mengenang saat diskusi dengan Presiden.
Wapres mengaku mencari solusi harga BBM tidak dinaikkan lagi menjadi tantangan tersendiri. “Ini menantang, bagaimana tidak menaikkan harga BBM, sekaligus menurunkan subsidi dan memperbaiki keadaan,” cetusnya.
Menurut Wapres, satu-satunya solusi adalah mengurangi penggunaan BBM termasuk minyak tanah untuk keperluan rumah tangga dan solar untuk pembangkit listrik.
Guna pengurangan pemakaian minyak tanah, tutur Kalla, ide pertama yang muncul adalah konversi ke briket batu bara. Pemanfaatan briket batu bara mampu menjawab tantangan bagi penurunan subsidi BBM. Selain itu harga yang harus dikeluarkan rumah tangga untuk membeli briket batu bara sebagai pengganti minyak tanah juga lebih murah.
Namun briket batu bara menyisakan sejumlah kelemahan. Briket batu bara tidak praktis dalam penggunaan dan sulit diangkut. Potensi pencemaran briket batu bara juga lebih tinggi sehingga membahayakan kesehatan penduduk.
“Akhirnya ide penggunaan briket batu bara didrop, karena tidak memenuhi syarat untuk rumah tangga,” cetusnya.
Pemerintah kemudian beralih ke alternatif penggunaan elpiji. Setelah dikaji, penggunaan elpiji sanggup mendukung skema pemerintah untuk menurunkan subsidi BBM, tidak membebani rakyat dan ramah lingkungan.
Wapres menyatakan jika dibandingkan minyak tanah, penggunaan elpiji memiliki sejumlah keunggulan. Minyak tanah meski terkesan murah karena satu liternya Rp2.500 tetapi secara keseluruhan boros. Pemerintah juga harus memberikan subsidi Rp4.000 per liter karena harga sebenarnya Rp6.500.
“Sedangkan elpiji terkesan mahal tetapi sebenarnya hemat. Dengan beralih ke elpiji, pengeluaran keluarga sederhana berkurang Rp25 ribu per bulan. Ongkos kesehatan karena tercemar asap minyak tanah juga akan berkurang,” jelasnya.
Lebih lanjut Wapres menyatakan pemerintah juga akan menghemat subsidi BBM sampai Rp60 triliun dari program pembangkit listrik non bbm berkapasitas 10 ribu MWatt.
“Dengan penghematan subsdidi seperti itu, tahun 2010, kita akan memiliki kemampuan anggaran yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan dalam program konversi minyak tanah ke elpiji, pemerintah menunjuk Pertamina dan Menteri Koperasi dan UKM. Pertamina ditunjuk untuk pegadaan tabung elpiji 3 kg dan gas elpiji. Sedangkan pengadaan kompor diserahkan kepada Menteri Koperasi dan UKM.
Purnomo menyatakan konversi minyak tanah ke elpiji sudah di ujicoba Agustus-Desember 2006 yang melibatkan 25.500 kepala keluarga di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat dan Karawaci, Tangerang. Dalam uji coba ini Pertamina memberikan gratis 1 set kompor, slang, regulator dan 1 tabung elpiji 3 kg.
“Responnya sangat baik, karena 99% responden menyatakan tetap akan menggunakan elpiji 3 kg,” jelas Purnomo. (miol/broto)
Namun bagai syair lagu, maka “Janji janji tinggal janji …”, muncul berita yang akan mementahkan janji tsb sebagaimana di bawah ini :
Jumat, 02 Mei 2008,
Opsi BBM Naik 28,7 Persen Sudah di DPR
JAKARTA – Kenaikan harga BBM semakin mendekati kenyataan. Untuk menghindari jebolnya anggaran negara akibat lonjakan harga minyak dunia, pemerintah sudah mengajukan opsi menaikkan harga BBM sampai di kisaran 30 persen.Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengungkapkan, pihaknya telah menerima simulasi kenaikan harga BBM rata-rata 28,7 persen dari pemerintah. Pada simulasi itu, kenaikan harga akan berlaku mulai 1 Juni mendatang. “Kami sudah terima, tapi itu baru simulasi, belum tentu nanti keputusannya seperti itu,” kata legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut saat dihubungi kemarin.
Pada simulasi yang diajukan pemerintah, harga premium dinaikkan dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Lalu, solar dari Rp 4.300 menjadi Rp 5.500, dan minyak tanah dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.500.
Menurut Harry Azhar, presiden memang sebaiknya segera mengambil langkah tegas dalam menghadapi makin melejitnya harga minyak mentah internasional. Jika pemerintah tidak melakukan tindakan apa pun seperti saat ini, angka kemiskinan malah makin tinggi. Inflasi juga makin melambung jika pemerintah tak segera menaikkan harga BBM bersubsidi. “Sekarang bola di tangan presiden,” katanya.
Jika pemerintah tidak melakukan tindakan apa pun, lanjutnya, inflasi tahun ini akan melonjak menjadi 13,2 persen. “Kalau BBM dinaikkan, inflasi memang masih tinggi, yakni 11,1 persen. Namun, itu masih lebih rendah dibandingkan jika tidak melakukan apa-apa,” tutur Harry yang juga anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR tersebut. Dalam APBN Perubahan (APBNP) 2008, inflasi ditargetkan 6,5 persen.
Sedangkan angka kemiskinan akan bertambah menjadi 19,1 persen. Jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, tingkat kemiskinan bisa ditekan hingga 14,2 persen melalui program-program kompensasi di APBN.
Harry menjelaskan, jika harga BBM dinaikkan 28,7 persen, akan diperoleh penghematan anggaran hingga Rp 25 triliun. “Sebagian akan dialokasikan untuk bantuan langsung tunai (BLT) Rp 11,5 triliun, dan Rp 8,4 triliun untuk mengurangi defisit dari 2,1 persen PDB (Produk Domestik Bruto), menjadi 1,9 persen,” bebernya.
Namun, Harry menyarankan agar defisit tetap berada di posisi 2,1 persen PDB. Dengan demikian, dana Rp 8,4 triliun bisa digunakan untuk program-program padat karya. “Dana tersebut -kalau digunakan untuk membayar tenaga kerja- akan membuka lapangan kerja baru hingga 700 ribu orang,” terang Harry.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah saat ini memiliki tiga pilihan menghadapi krisis ekonomi akibat lonjakan harga minyak. Pilihan itu bisa menaikkan harga BBM bersubsidi, membatasi konsumsi BBM, atau melakukan kebijakan fiskal pada saat bersamaan. “Tiga-tiganya bisa dilakukan sama-sama. Atau, mana yang dilakukan lebih dulu karena lebih memungkinkan,” jelas Menkeu dalam temu investor Surat Berharga Negara (SBN) di Kantor Depkeu, Rabu (30/4).
Dia menegaskan, pemerintah akan mencari konsekuensi paling minimal bagi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, atas kebijakan kenaikan harga dan pembatasan konsumsi. Ditanya apakah pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi mulai 1 Juni, Menkeu enggan menjawab.
Namun, dalam wawancara di situs berita ekonomi Financial Times, Menkeu menyatakan, jika tren kenaikan harga minyak terus berlanjut, pemerintah akan menaikkan harga BBM di kisaran 30 persen. Selain itu, program smart card juga akan diberlakukan dengan membatasi konsumsi BBM bersubdisi sampai maksimal 60 liter per kendaraan. “Keputusan ini akan menghemat anggaran sampai Rp 25 triliun. Kami mengalokasikan 45 persen dari dana itu untuk 19,1 juta keluarga miskin,” jelasnya kepada situs yang berbasis di Inggris itu.
Men PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta saat dikonfirmasi tentang rencana kenaikan harga BBM tersebut menegaskan, pemerintah masih akan melihat realisasi APBNP 2008 hingga triwulan kedua nanti. “Ini belum sampai pada skenario menaikkan harga minyak, enggak ada skenario itu. Kita tetap membuat skenario itu setelah kita hitung realisasi APBNP 2008. Sebab, tidak ada dasar hukumnya kalau sekarang menaikkan harga minyak, tanpa melihat realisasi APBNP,” kata Paskah usai rakor di Kantor Menko Perekonomian Rabu (30/4).
Paskah mengakui, harga minyak memang terus melambung tinggi. Namun, dia mengingatkan bahwa pemerintah menghitung rata-rata harga tahunan. “Kenaikan harga minyak belum month to month, baru week to week. Enggak bisa jadi ukuran,” jelas menteri dari Partai Golkar itu.
Rencana kenaikan harga BBM rata-rata 28,7 persen mulai Juni mendatang langsung mendapat penolakan dari sektor transportasi. Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) menilai kenaikan hingga 30 persen itu tidak masuk akal karena akan memicu angkutan umum menaikkan tarif angkutan yang tinggi.
“Komponen biaya hidup dari transportasi sekarang sudah 30 persen. Kalau naik lagi, seberapa kuat masyarakat menanggungnya? Di negara-negara maju saja, komponen biaya transportasi hanya 10 persen,” kata Ketua Organda Murphy Hutagalung di Jakarta, Rabu (30/4).
Sedangkan menteri teknis di sektor energi, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, malah mengaku belum tahu soal kenaikan BBM. “Hah, memang siapa yang menyampaikan itu?” ujarnya di sela acara Seminar Sehari Sektor ESDM. (sof/noe/owi)
Lupakah pak Mentri atau pak Wapres dengan janji itu ? jawabannya adalah mudah, karena beliau-beliau tsb adalah manusia biasa dan salah satu sifat manusia adalah gampang lupa, maka tak heran usul tsb akan terus menjadi satu keputusan
Masih ingat di bulan maret 2007 lalu dimana musibah beruntun terjadi yakni 3:3:2007 Banjir besar NTT, 6:3:2007 Gempa Sumbar dan 7:3:2007 Garuda terbakar yang setelah itu para pemimpin melakukan pertaubatan nasional ?
Senin, 12 Mar 2007, Menag Serukan Zikir Nasional
Nonmuslim juga Diminta Introspeksi secara Rutin
JAKARTA – Menteri Agama (Menag) M Maftuh Basyuni menyerukan masyarakat menggelar pertaubatan melalui zikir nasional secara berkala. Ini dilaksanakan, agar musibah atau bencana tidak terjadi secara beruntun di beberapa wilayah di tanah air.Maftuh mengatakan, zikir nasional dilaksanakan setiap Jumat dan minimal tiga kali perbulannya. “Saya telah menyerukan, agar kakanwil (kepala kantor wilayah) Depag untuk menggelar zikir nasional, minimal tiga kali setiap Jumat,” kata Maftuh saat jumpa pers menutup rapat kerja nasional (rakernas) Depag di Hotel Sheraton Media, kemarin.Menurut Maftuh, himbauan zikir nasional tak hanya diperuntukkan para pejabat pemerintahan, tetapi pada masyarakat. “Ini untuk kepentingan bersama,” kata menteri kelahiran Rembang ini.Maftuh mengakui, beberapa tokoh masyarakat telah lama menyerukan, agar para pejabat, termasuk presiden, melaksanakan aktivitas zikir nasional.
Setelah taubat apakah yang di lakukan setahun lalu dengan tahun 2008, masih ingatkah beliau-beliau ini dengan pertaubatan tsb ? Apakah yang dilakukan para pejabat ? baca Film Ayat Ayat Cinta (AAC) dan Chapter Sebelas yang Mengingatkan dimana dengan jelas beliau-beliau nonton Film dimana setahun lalu dilakukan pertaubatan, baca di bawah ini
Bahkan dalam artikel Sekedar Mengingatkan …. posting Mar 9, 2007 10:56 am disebutkan betapa indahnya seorang pemimpin berdoa, bersama di Masjid Istiqlal Presiden dan Wakil Presiden Menitikkan Air Mata
Apa yang terjadi dengan bulan maret-2008 saat ini ? bagai bumi dan langit, maka kedua pemimpin kita ramai-ramai mengikuti arus eforia AAC, apakah itu ?
Jumat, 28/03/2008 23:21 WIB Air Mata SBY Menitik Saat Menonton Ayat Ayat CintaSetahun lalu tepat 9/03/2007 Wapres kita, menitikkan air mata untuk bertaubat kepada Allah, maka tahun ini di tgl yang sama, maka beliau memiliki agenda lain yakni Minggu, 09/03/2008 20:21 WIB Ditemani Cucu-cucu, Kalla Nikmati Musik Jazz
Apakah beliau tidak ingat dengan pertaubatan setahun lalu di tgl yang nyaris sama ? entahlah … siklus sebelas hanya sekedar mengingatkan bahwa ingatlah dengan apa yang pernah di kerjakan, jangan sampai terkena eforia hanya sebatas pandangan mata saja, sebagaimana kegantengan yusuf yang diterjemahkan salah oleh zulaika
Terlebih lagi beliau setelah musik Jazz, maka beliau di bulan yang sama saat taubat, ikut larut dalam AAC, Sabtu, 22/03/2008 17:11 WIB Kalla Nonton Ayat-ayat Cinta
Fenomena yang mengiringi saat itu adalah banyaknya bunuh diri terjadi dan bahkan semakin sering bunuh diri terjadi bagai merebut piala bergilir saja kota-kota yang bunuh diri tsb (baca Bunuh Diri, Siapa Peduli ?)
Sebagai manusia biasa yang mudah lupa, maka janji tidak menaikkan BBM-pun bagai buah simalakama, tidak naik …. bangkrut, dinaikkan pun bikin rakyat susah ….
Dengan demikian benarlah tesis ayat al-a’raaf:96 dimana dengan jelas menyatakan :
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
atau di surat an-naml:62 menyatakan
Atau siapakah yang memperkenankan orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan ? Amat sedikitlah kamu mengingati.
Betapa pentingnya doa kepada Allah yang menghilangkan segala kesusahan sebagaimana buah simalakama BBM naik atau tidak di masa ini, namun karena para pemimpin tiada ingat dengan apa yang dilakukan setahun lalu (pertaubatan) dan nonton Film ramai-ramai, maka benarlah akhir ayat tsb Amat sedikitlah kamu mengingati.
Dalam kasus BBM naik atau tidak seperti saat ini dimana kadung janji tidak naik, sebenarnya itulah ibarat ludah tertelan lagi, karena pilihan tsb adalah sangat sulit, apalagi dalam fenomena ini selalu di barengi dengan banyaknya kasus bunuh diri yang tiada mampu menarik perhatian para pemimpin akan apa yang terjadi di masyarakat
Jika teguran halus lewat fenomena tiada berarti, maka di hadapkanlah pada satu yang tiada terbantah yakni perulangan yang terjadi, apakah itu ? BBM : naik naik ke puncak Gunung tinggi-tinggi sekali (baca
Gunung Gunung Mulai Berbicara Lagi)
Kamis, 01 Mei 2008 22:24 WIBJAKARTA – MI : –>SERANG–MI: Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK), di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung, Kamis (1/5) malam kembali keluarkan bola api selama tiga menit disertai bunyi ledakan hingga hingga terdengar di sekitar pesisir pantai Anyer.“Diperkirakan ketinggian bola api Anak Gunung Krakatau mencapai 450 meter karena terlihat jelas di sekitar Pantai Anyer,” kata Yasa, petugas pos pemantauan di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Menurut dia, bola api yang dimuntahkan Anak Krakatau akibat letusan dan kegempaan vulkanik terbesar, selain disertai ledakan keras juga menyemburkan bebatuan pijar.
Sebab, menurut dia, selama tiga menit bola api itu terlihat jelas di kantor pos pemantauan yang jaraknya sekitar 42 kilometer dari Gunung anak Krakatau.
“Hari ini (Kamis) sebanyak sembilan kali terdengar bunyi dentuman keras dari letusan Anak Krakatau, sedangkan Rabu (30/4) hanya 13 kali ledakan,” katanya.
Ia mengatakan, dentuman keras itu tidak menimbulkan getaran di daratan juga kepanikan warga karena sejak ditetapkan siaga level III, Senin (21/4) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung,
seringkali terdengar bunyi ledakan dari letusan Anak Krakatau.
Saat ini, kata dia, letusan dan kegempaan Anak Krakatau sedang terjadi
pembesaran lubang kawah baru di lokasi kawasan bukit selatan gunung.
Oleh karena itu, kerapkali Anak Gunung Krakatau mengeluarkan bola api disertai dentuman keras tersebut. Bahkan, lanjut Yasa, selama ini frekuensi letusan dan kegempaan vulkanik meningkat dengan interval kemunculan tiga sampai lima menit.
Data di Pos Pemantauan Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kamis (1/5) pukul 00.00 sampai 18.00 WIB, petugas mencatat kegempaan 766 kali, yakni vulkanik A (dalam) sebanyak 56 kali, vulkanik B (dangkal) 53 kali, letusan 171 kali, tremor 33 kali dan hembusan sebanyak 453 kali.
“Saat ini frekuensi letusan dan kegempaan Anak Krakatau meningkat, dibandingkan dengan sepanjang Rabu (30/4) hanya 713 kali,” kata dia.
Ia menambahkan, meningkatnya letusan dan kegempaan Anak Krakatau pihaknya meminta kepada nelayan serta pengunjung tidak diperbolehkan untuk mendekati titik kawasan bukit selatan gunung.
Pengunjung dan nelayan hanya diperbolehkan kejauhan radius tiga kilometer dari titik letusan yang berlokasi di kawasan bukit selatan gunung. “Kami khawatir mereka akan terkena lontaran batu pijar serta bola api yang dikeluarkan dari letusan gunung,” ujar Yasa. (Ant/OL-03)
Kliping berita :
Friday, 02 May 2008 JAKARTA (SINDO) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak terhindarkan lagi setelah beban anggaran makin berat.
Pemerintah tinggal menunggu saat yang tepat untuk mengumumkan kenaikan itu.Sumber SINDO di pemerintahan mengungkapkan, pemerintah sudah mempunyai berbagai langkah dan opsi untuk menyelamatkan perekonomian nasional apabila harga BBM dinaikkan. ”Proposal (kenaikan BBM) yangadaituangkanya 10%,15%, 20% sampai 30%,” ujarnya kepada SINDO di Jakarta kemarin.
Dia menuturkan, tim ekonomi pemerintah, termasuk Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, sudah berbicara dengan DPR terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.” Menkeu juga sudah mengecek, semua sepakat (BBM dinaikkan). Tidak apa-apa naik untuk menghemat,” kata sumber itu. Pemerintah,menurutnya, saat ini masih mempertimbangkan seberapa besar efek sosial ekonomi jika harga BBM dinaikkan.
Pemerintah berharap kenaikan harga BBM tidak terlalu membebani masyarakat. ”Pemerintah akan membuka opsi-opsi itu dengan angka.Pilihan menaikkan harga BBM menjadi kepastian kuat bagi pemerintah,”tandasnya. Dia mengatakan,berdasarkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (UU APBN-P) 2008, pemerintah memang diberi sejumlah keleluasaan apabila harga minyak dunia berada di atas USD100 per barel.
Keleluasaan itu antara lain juga kemungkinan menaikkan harga BBM bersubsidi.”Kenaikan BBM tidak akan terlalu memberatkan bagi masyarakat bila range kenaikannya antara 10–15%. Angka kenaikan itu juga akan lebih baik bila dikombinasikan dengan pemotongan anggaran di lembaga dan departemen sebesar 10%,”kata sumber itu.
Seperti diketahui,Pasal 14 ayat 2 UU APBN-P 2008 menyatakan, dalam hal terjadi perubahan harga minyak yang sangat signifikan dibandingkan asumsi harga minyak yang ditetapkan (USD95 per barel), pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan pelaksanaan APBN 2008.
Berdasarkan penjelasan UU tersebut, yang dimaksud perubahan signifikan adalah apabila perkiraan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) dalam satu tahun di atas USD100 per barel. Sementara langkahlangkah kebijakan yang bisa diambil adalah pengendalian volume BBM bersubsidi, kebijakan harga BBM bersubsidi, dan/atau kebijakan fiskal terkait.
Di tempat terpisah, DPR mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM karena hal itu merupakan upaya untuk menyelamatkan APBN.Pemerintah tidak usah takut untuk segera mengumumkan kenaikan harga BBM. Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengatakan, bila harga minyak sudah berada di atas USD100 per barel dan konsumsi BBM 37 juta kiloliter per tahun,hal itu merupakan lampu merah bagi APBN.
Karena itu,pemerintah harus bisa memberlakukan kebijakan tertentu untuk menyelamatkan kredibilitas APBN. ”Kalau Presiden lambat dalam mengambil keputusan, itu akan berpengaruh pada pemerintahan nya. Semua langkah adalah risiko. Sekarang yang harus dilakukan adalah langkah mana yang risikonya terkecil untuk pemerintahan dan untuk rakyat,”ujarnya.
Segera Putuskan
Kalangan dunia usaha meminta kepastian pemerintah terkait kenaikan harga BBM bersubsidi. Kepastian sangat penting karena terkait dengan perumusan estimasi langkah-langkah bisnis ke depan. ”Kami butuh kepastian apakah itu dinaikkan atau tidak,” ujar Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto di Jakarta kemarin.
Apindo,menurutnya,mendukung sepenuhnya langkah pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga BBM diperlukan untuk mengamankan ketahanan APBN-P 2008 dari ancaman terus berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional.” Tapi kenaikannya harus bertahap, 6% paling tidak setiap bulan.
Kalau 28,7% langsung, tidak bisa bernapas kita,”tambah dia. Secara terpisah, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat mengungkapkan, pihaknya terus menantikan sinyal yang jelas dari sikap pemerintah terkait kenaikan harga BBM.Menurut dia, sinyal dari Presiden dibutuhkan dunia usaha untuk merumuskan estimasi kebijakan bisnis.
”Kita terus menunggu sinyal yang jelas dari beliau terhadap masalah ini karena ini penting bagi rumusan estimasi dunia usaha,” ujar Hidayat di Jakarta kemarin. Sementara itu, lonjakan harga minyak dunia mendorong PT Pertamina (persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi untuk industri sebesar 6,4–11,3% mulai kemarin.
Menurut Vice President Communication Pertamina Wisnuntoro, kenaikan harga BBM industri mempertimbangkan peningkatan harga patokan Mid Oil Platts Singapore (MOPS) 6,43–9,37% dan penguatan nilai tukar rupiah 0,08% dibanding perhitungan pertengahan bulan lalu. Dibandingkan 15 April 2008, harga BBM nonsubsidi periode Mei 2008, yaitu premium, naik 6,4%, minyak tanah 9,4%,minyak solar 11,3%, dan minyak bakar 7,5%.
Harga minyaksolardiwilayah4 mengalami kenaikan 9,6% dibandingkan harga bulan lalu. Selain BBM industri, Pertamina juga menaikkan harga bahan bakar khusus (BBK) di sejumlah unit operasi, berkisar Rp400–600 per liter. Harga Pertamax per 1 Mei 2008 di unit pemasaran I (Medan) naik Rp600 menjadi Rp9.100 dari sebelumnya Rp8.500.
Sementara di unit pemasaran II (Palembang), harga Pertamax naik Rp500 dari Rp8.600 menjadi Rp9.100 dan di unit pemasaran III (Jakarta) naik dari Rp8.300 menjadi Rp8.750.Untuk Pertamax Plus,di unit pemasaran I naik dari Rp8.800 menjadi Rp9.250, dan di unit pemasaran III menjadi Rp9.000 dari sebelumnya Rp8.600.
”Perubahan harga jual Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina DEX dan Bio Pertamax ini akan ditinjau kembali sesuai perkembangan harga minyak internasional,” ujar Wisnuntoro. (rarasati syarief/zaenal muttaqien/ferial thalib)
Warga Kelurahan Balla Barang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/3), antre menunggu jatah minyak tanah. Mobil tangki PT Pertamina yang menyalurkan minyak tanah bersubsidi hanya mendatangi kawasan itu dua kali dalam sepekan dan warga hanya boleh membeli maksimal tiga liter.Jumat, 2 Mei 2008 | 10:31 WIBLaporan Wartawan PersdaNetwork, Rachmat Hidayat
JAKARTA, JUMAT - Kenaikan harga bahan bakar minyak akan mengakibatkan meningkatnya penduduk miskin sebagaimana terjadi pada 2006. Kenaikan BBM mencapai 124 persen pada Maret dan Oktober 2005. “Padahal, di tengah gejolak pasar uang dan harga-harga komoditas strategis, kenaikan harga minyak nasional pasti akan meningkatkan inflasi. Itu berarti, pemangkasan daya beli dan mengurangi surplus ekonomi kelompok menengah bawah,” tegas pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, Jumat (2/5).
Bila kenaikan harga BBM benar dilaksanakan, lanjuttnya, hal itu membuktikan pemerintah menjilat ludahnya sendiri. “Tidak hanya itu, pemerintah bahkan sedang memukul inflasi 2 kali lipat kelompok-kelompok masyarakat miskin yang tinggal di daerah yang akses dan produktivitasnya terbatas. Pukulan ini pernah dibuktikan oleh penelitian BPS bersama ADB di enam kabupaten miskin,” jelasnya lagi.
Ditambahkan,kenaikan harga minyak adalah bukti kegagalan Pemerintah, DPR dan Bank Indonesia dalam menstabilkan harga-harga, termasuk harga minyak Keinginan pemerintah yang berencana menaikkan harga BBM karena gejolak harga minyak internasional, sebutnya, pada dasarnya menunjukkan rentannya ekonomi energi nasional sekarang ini. Rencana itu, tak lain juga gambaran buruknya prediksi, perencanaan dan antisipasi pemerintah sejak 16 Agustus 2007.
Noorsy mengatakan, pada Agustus 20007 dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2008, pemerintah memprediksi harga minyak tidak akan naik yang kemudian terbitlah APBN 20008 yang akhirnya gagal sebelum dilaksanakan. “Pada Februari 2008 pemerintah kembali ajukan Nota Keuangan dan RAPBNP 2008 dengan menyebutkan sebab-sebab gejolak ekonomi dan memprediksi dan menyepakati harga minyak 95 dollar AS per barrel dengan produksi 927ribu barrel per hari. Begitu APBPN P 2008, sudah dapat diduga, pemerintah akan mengubahnya lagi,” papar Noorsy.
“Artinya jelas, ini adalah gambaran buruknya kebijakan yang sudah nampak sejak perancangan, pembahasan hingga keputusan dibuat,” jelasnya lagi.
Dilihat dari aspek impor sebesar 1,2 miliar – 1,8 miliar dollar AS per bulan atau sekitar 60 persen dari kebutuhan nasional, kata Noorsy lagi,nampak bahwa ketahanan energi nasional memang rentan. Kerentan ini jelasnya,menjadi makin berlipat karena persoalan korupsi baik di sisi ekspor maupun pada sisi impor. “Tidak efektifnya kebijakan pemerintah menstabilkan harga berdampak menurunya kewibawaan pemerintah,” kata Noorsy.
Sebelumnya,terkait rencana kenaikkan harga BBM ini Departemen Keuangan (Depkeu) telah mengkaji kenaikan harga BBM bersubsidi sekitar 28,7 persen pada 1 Juni 2008 akibat kenaikan harga minyak dunia yang hampir menembus 120 dolar AS per barel. Ini mengakibatkan mulai turunnya kepercayaan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2008.
Menurut skenario Depkeu, harga BBM jenis premium akan naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter, solar naik dari Rp 4.300 menjadi Rp 5.500 per liter, dan minyak tanah naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.300 per liter.Kenaikan sebesar itu akan memberi ruang fiskal yang cukup longgar bagi APBN sebesar Rp 21,491 triliun serta menambah penghematan anggaran menjadi Rp 25,877 triliun.



