Beranda > Fenomena, Islam > Aneh, Para Turis Banyak Sial Di Bali

Aneh, Para Turis Banyak Sial Di Bali

April 25, 2008 thephenomena

Entahlah kebetulan atau tidak pada bulan april 2008 ini tercatat kejadian beruntun yang menimpa para turis asing di bali dalam sebuah kecelakaan, ambil berita terbaru :

Rabu, 23 April 2008 22:01 WIB

Helikopter Bell-206 Jet Ranger yang mandarat darurat di kawasan Pantai Gianyar, Bali, belum dievakuasi.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Gianyar: Badan helikopter Bell-206 Jet Ranger yang mendarat darurat di kawasan Pantai Lebih Gianyar, Bali, belum dievakuasi. Polisi juga belum mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

Pantauan Metro TV, Rabu (23/4) petang, polisi hanya memasang garis polisi di sekitar lokasi pendaratan helikopter. Beberapa bagian capung besi itu tampak ditutupi terpal, terutama di bagian belakang dan depan. Heli kini jadi tontonan warga.

Helikopter Bell-206 Jet Rangger yang mengangkut empat wisatawan asing dan seorang pilot ini mendarat darurat siang tadi akibat kerusakan mesin. Heli dalam perjalanan kembali ke Bandar Udara Ngurah Rai dari obyek wisata Candi, Dase Karang Asem.(***)

Dan sebelumnya-pun terjadi kecelekaan pula yang menimpa turis asal korea :

Selasa, 15 April 2008 02:04 WIB

Jenazah Uka Yomi<!–
()–>

Metrotvnews.com, Nusa Dua: Seorang wisatawan asal Korea tewas di Pantai Nusa Dua, Bali, Senin (14/4). Uka Yomi, 40 tahun, terluka serius di kepala. Jenazah Yomi kini disemayamkan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar.

Saksi mata menuturkan korban sebelumnya tengah bermain parasaling. Sekejap, angin kencang datang. Korban pun terhempas ratusan meter. Dia membentur bebatuan dan pepohonan di pantai hingga akhirnya tewas.(**)

Dimana pada bulan April-2008 di susul turis asal jepang

Flying Fish Terbalik, Turis Jepang Tewas
Sabtu, 19 April 2008 – 19:17 wib

NUSA DUA – Permainan wisata bahari di Tanjung Benoa, Bali, kembali makan korban. Seorang turis asal Jepang, Fushida Aki (21) tewas setelah flying fish yang ditumpanginya terbalik.

Naas bermula saat Fushida Aki dan suaminya, Fushida Osamu, asik bermain flying fish di perairan Tanjung Benoa, Sabtu (19/4/2008).

Setelah melakukan transaksi dengan pemilik flying fish dari PT Bali Cipta Arum, sejoli itu lantas siap menikmati permainan.

Pihak pengelola lantas menyiapkan dua orang, yakni Edi Yusman sebagai instruktur dan Komang Wirata selaku driver flying fish. Begitu siap, flying fish lantas ditarik oleh speed boat berkecepatan tinggi melawan arah angin. Flying fish pun melayang setinggi dua meter di atas permukaan air.

Namun, tanpa diduga saat itu muncul angin dengan kecepatan tinggi dan membuat flying fish terpental dan terbalik menghujam laut. Semua penumpang pun terlempar hingga membuat Fushida Aki tewas di tempat kejadian. Sedangkan suaminya mengalami patah pada lengan kirinya.

Oleh polisi, korban akhirnya dibawa ke sebuah rumah sakit di Denpasar. Sedangkan pengemudi yang selamat masih diperikasa secara intensif di markas PolAir Polda Bali. “Ada indikasi kecelakaan tersebut terjadi karena human error,” kata Direktur PolAir Polda Bali AKBP Oka C Eswara.

Dengan demikian sudah tiga kejadian turis sial di bali pada bulan April-2008 ini yaitu Turis AS : 23-April-2008, Turis Jepang : 19-April-2008 dan Turis Korea 14-April-2008, Ada apakah ini ?

Secara keseluruhan hal ini adalah fenomena cukup unik dimana di barengi dengan Ikon Ibu Kota Terbakar yang terjadi tgl 17-April-2008

Kamis, 17 April 2008 19:04 WIB

Hotel Grand Indonesia Terbakar.<!–
()–>

Api yang membakar Hotel Grand Indonesia di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, sekitar pukul 17.20 WIB sudah padam. Aparat keamanan kini telah memasang garis polisi. Lokasi ini tertutup untuk umum. Meskipun api sudah bisa dijinakkan, di lokasi masih disiagakan dua mobil pemadam berikut 20 petugas pemadam.Polisi, sekuriti hotel dan petugas pemadam kebakaran masih berjaga-jaga di lokasi kebakaran untuk menjaga segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Untuk memastikan api sudah benar-benar padam, petugas pemadam kebakaran akan mengecek kembali lokasi grand floor, asal mula api.

Lalu-lintas di lokasi kebakaran, terutama di Bundara HI, sudah kembali normal. Saat kebakaran terjadi, sempat terjadi kemacetan panjang. Kerumunan massa yang melihat kebakaran juga tidak ada lagi. Dari lokasi kejadian juga dilaporkan, dua korban luka sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keduanya adalah pekerja hotel. Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. Akibat kebakaran, kaca-kaca bangunan hancur akibat panas yang tinggi.

Hotel ini, Kamis (17/4) sore, terbakar. Hotel ini masih dalam proses pembangunan. Asap terlihat membubung di atas bangunan 37 lantai. Sumber kebakaran berlokasi di lantai dasar, yang menurut desain perencanaan, akan menjadi lobi utama. Kebakaran menimbulkan asap tebal. Akibatnya, pekerja di lantai atas panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan cara turun melalui besi penyangga konstruksi.

Api sempat merambat ke lantai satu dan tiga. Sebanyak 15 truk pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi berhasil memadamkan api dalam waktu relatif singkat. Hotel Grand Indonesia dibangun di atas lahan bekas Hotel Indonesia. Hotel Indonesia yang pernah menjadi land-mark Jakarta diresmikan pada 1962 berbarengan dengan penyelenggaraan Asian Games di Jakarta.(DOR)

Ooooh ada apa di bali yaaa ? baca artikel spiritual ini Di Bali, Anak SD bunuh diri (Cerita Spiritual Bali & Hantu) Bagaimana dengan keanehan di lokal ? cukup baca di bawah ini dimana saat yang sama di kira gempa bumi, maka para ‘gunung mulai berbicara’ (baca Gunung Gunung Mulai Berbicara Lagi)

Ini berita aneh-aneh di lokal :

Jumat, 25 Apr 2008,
Angkot Tembus Atap Rumah
Kondisi angkot jurusan Johar-Banyumanik, Semarang Selatan, yang disopiri Maryadi saat menimpa atap rumah Emi Wongsosudiro, warga Karanganyar Ledok, Candisari, Semarang.

SEMARANG – Mobil angkot yang nangkring di atap rumah di Semarang kemarin bukan iklan sebuah bank yang populer beberapa waktu lalu. Juga bukan atraksi sirkus. Itu peristiwa kecelakaan yang nyaris membawa celaka enam penumpang dan dua pemilik rumah.

Angkot jenis Toyota Kijang dengan rute Johar-Banyumanik tersebut meluncur tanpa kendali di Jalan Karanganyar Ledok pada Kamis kemarin (24/4). Kecelakaan itu diduga disebabkan keteledoran sang sopir.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 itu berawal ketika sopir angkot bernama Maryadi, 47, berhenti di jalan menurun. Salah seorang penumpang minta turun. Maryadi menghentikan kendaraannya di jalan pada kemiringan (kondisi jalan menurun) sekitar 30 derajat.

Begitu berhenti, Maryadi membantu menurunkan barang belanjaan penumpang bernama Ny Didik, 45. Sial, sopir warga Kampung Sleko RT 1 RW 11 itu lupa menarik tuas rem tangan angkotnya. Akibatnya, kendaraan itu meluncur deras di jalan menurun itu.

Bisa dibayangkan betapa paniknya enam penumpang angkot tersebut. Mereka menjerit dalam angkot yang meluncur tanpa sopir. Sisi kiri jalan memang lebih rendah ketimbang jalan raya. Bahkan, atap rumah warga di situ lebih rendah daripada bahu jalan.

Setelah meluncur lebih dari seratus meter, angkot oranye itu lompat ke atap rumah Emi Wongsosudiro, 76, di Karanganyar Ledok no 586 RT 4 RW 4, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari. Posisi rumah tersebut memang lebih rendah dan berjarak hanya sekitar 1,5 meter dari sisi tebing jalan.

Bodi mobil nahas tersebut menjebol atap rumah dan bagian depan menerobos dapur. Reruntuhan kayu dan genting rumah yang ambrol sempat menimpa dua penghuni rumah. Selain itu, enam penumpang dewasa dan seorang anak mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Menurut saksi mata bernama Jubaedah, 50, putri Emi, saat kejadian, dirinya sedang mencuci piring di dapur. Tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh di luar.

“Saya kira gempa. Karena penasaran, saya lari keluar, tahu-tahu di dapur terdengar suara lebih keras lagi,” kisahnya.

Setelah dilihat, ternyata sebuah mobil angkot menerobos masuk ke dapur melalui atap rumahnya. Jubaedah pun bersyukur karena saat itu langsung lari keluar rumah.

“Kalau saya tetap di dapur, entah bagaimana jadinya. Lihat saja, ruangan dapur rusak semua,” katanya, sambil menunjuk angkot yang nangkring di atap rumahnya dengan moncong menembus atap.

Dia lebih kaget lagi karena di angkot tersebut penuh penumpang. “Ada sekitar lima orang dan seorang anak kecil. Mereka berteriak histeris dan segera keluar,” ungkapnya.

Dia mengaku tak sempat menolong penumpang karena sibuk mengurusi ayah dan ibunya, Emi dan Sadiyah. Pasangan suami istri itu mengalami luka di tangan dan pungung akibat terkena reruntuhan tembok.

“Saya saat itu sedang duduk di ruang tamu. Saat atap dan tembok ambrol, saya tak sempat menghindar,” tutur Emi.

Maryadi pun menuturkan bahwa angkotnya berhenti karena dirinya membantu menurunkan barang belanjaan penumpang. “Saya ikut turun membantu membawakan belanjaan. Penumpang yang lain berada di dalam,” kata pria yang masih terlihat shock tersebut. Saat itu, mesin angkot dalam keadaan hidup. “Saya kaget dan mencoba naik untuk mengerem. Namun, mobil terus ngelondor. Apalagi, jalanan menurun,” imbuhnya.

Enam penumpang yang terluka adalah Ivana W. Arisokha, 26, warga Gombel Lama; Ny Triyono, 60, dan Djunaedi, 50, keduanya warga Karanganyar Ledok; Ny Suratmin, 60, warga Jangli; Elvianingsih, 34, warga Jatingaleh; serta Ny Nawarti, 24, warga Jalan Durian, yang mengalami luka paling parah di bagian kepala.

Kapolres Semarang Selatan AKBP Imran Yunus melalui Kanitlaka Iptu Agni Wisnu Brata mengatakan, pihaknya menduga kecelakaan terjadi akibat pengemudi lalai. “Dari keterangan para penumpang, sebelum kejadian mesin dibiarkan dalam keadaan hidup,” ungkapnya. (ric/jpnn/tof)

Kliping berita :

Jumat, 25 Apr 2008
Gantung Diri saat Anak Tidur

NEGARA – Kasus ulahpati dengan cara gantung diri kembali terjadi di Jembrana. Setelah Ni Komang Evi Rahayu, 15, warga Dusun Warna Sari, Desa Warna Sari, Melaya Minggu (20/4), kemarin Ni Gusti Putu Jaya Utari, 47, warga Sumbersari, Melaya, gantung diri di ventilasi kamarnya. Aksi ini kali kedua. Desember lalu gagal minuma racun serangga.

Informasi koran ini menyebutkan, aksi ulahpati yang dilakukan ibu satu anak tersebut kali pertama dilihat suaminya I Gusti Nyoman Suranata Arnaya, 50. Arnaya yang baru pulang dari sembahayng di Merajan Dadia sekitar pukul 02.50, mengira istri dan anaknya tidur di kamar. Setelah pintu digedor tidak ada yang membuka, dia curiga dan masuk kamar melalui pintu jendela dapur. Alangkah kagetnya Aryana yang karyawan hotel melihat istri yang alumnus IKIP Singaraja jurusan Biologi itu tergantung di ventilasi pintu kamarnya. Arnaya lalu membangunkan anak dan keluarganya. “Saya melihat istri sudah tergantung dengan tali nilon,” ungkap Arnaya kepada polisi saat dimintai keterangan.

Saat ditinggal sembahyang, Utari dan anaknya I Gusti Putu Budayana, 8, tidur. “Saat saya sembahyang istri dan anak saya tidur berdua di kamar. Mungkin anak saya terlalu lelap tidur sehingga tidak tahu ibunya gantung diri,” akunya sambil menyebutkan istrinya sering mengeluh tidak kunjung diangkat sebagai guru PNS.

Kapolsek Melaya AKP I Nengah Mandi seizin Kapolres menyebutkan korban menjerata lehernya dengan tali nilon hijau sepanjang dua meter lebih.(nom)


Jumat, 25 Apr 2008
PAUS TERDAMPAR

Dikembalikan ke Laut, Polisi Tunggui di Pantai
GIANYAR- Setelah geger helikopter jatuh, kemarin siang warga pesisir Pantai Keramas, Blahbatuh, Gianyar, kembali dikejutkan oleh ikan paus yang terdampar di pantai dekat Pura Cenibang. Ikan sepanjang dua setengah meter itu masih hidup dan menggelepar-gelepar ke tepian.

Ikan paus itu kali pertama dilihat seorang pemancing. Orang itu kaget karena ada ikan besar bergerak dari laut menuju pantai. Bahkan ikan itu terus bergerak hingga ke pasir pantai.

Menurut salah satu nelayan setempat, ikan tersebut sebelumnya sempat terdampar di wilayah Pantai Purnama. Oleh warga ikan tersebut kembali dibawa ke tengah laut. Namun kemarin ikan yang sama terbnyata sudah ditemukan di bibir pantai. “Kami sebelumnya sudah mengembalikannya ke laut,” kata Sale, salah seorang warga.

Kapolsek Sukawati AKP Dewa Adnyana saat dikonfirmasi Koran ini kemarin mengaku sudah memerintahkan anak buahnya menunggu di pantai untuk memastikan apakah paus itu bakal balik ke pantai atau tidak. “Kita mau selamatkan paus itu,” tandasnya. (sur)

Categories: Fenomena, Islam