Beranda > Fenomena, Islam > Fenomena Guru Porno, Selingkuh dan Bunuh Diri

Fenomena Guru Porno, Selingkuh dan Bunuh Diri

April 22, 2008 thephenomena

Lanjutan dari artikel “[Gila] Setelah Guru kencing, Kini Ibu Bunuh Anaknya …” , maka memang “Dunia Gila atau Gila Dunia ?”. Setelah artikel orang biasa bunuh diri (baca Bunuh diri berkelanjutan …), maka muncul lagi kaum terdidik yang parno (maaf). Baca di bawah ini :

22/04/2008 09:54 WIB
Guru dan Siswi SMU di Makassar Kepergok Mesum di Penginapan
Gunawan Mashar – detikcom

Makassar – Ulah guru dan murid wanita sebuah SMU di Makassar ini sungguh keterlaluan. Di saat murid dan guru lainnya sibuk menyongsong ujian nasional, keduanya malah tertangkap basah berbuat mesum di sebuah penginapan. Duh!

Perbuatan tidak bermoral itu dilakukan oleh Pk (48) dan Sp (15). Keduanya adalah guru dan murid dari sebuah SMA yang sama di Makassar.
Mereka tertangkap basah oleh polisi di Wisma Latanete, Jl Sungai Saddang, Makassar, sekitar pukul 08.00 wita Senin kemarin (21/04/2008). Saat kepergok keduanya hanya mengenakan celana dalam. Kini, sang guru masih mendekam di tahanan Polresta Makassar Barat.

Kasus ini berawal dari kecurigaan polisi yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Seorang polisi curiga melihat seorang lelaki setengah baya masuk ke wisma bersama siswi yang masih memakai pakaian seragam.

Setelah diperiksa oleh polisi di Polresta Makassar Barat, Pk yang ternyata telah mempunyai istri dan dua orang anak ini mengaku jika telah menjalin hubungan mesra dengan muridnya sejak beberapa bulan ini. Namun, dia menolak jika telah berhubungan badan dengan muridnya. Untuk membuktikan perkataan Sp, polisi pun akan melakukan visum terhadap Sp.

“Kami akan melakukan visum untuk membuktikan itu. Ini juga untuk kepentingan berkasnya,” tutur AKP Ronald Sumigar, Kasatreskrim Polresta Makassar Barat ketika ditemui wartawan di Polresta Makassar Barat, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (22/4/2008).
Polisi kini juga telah menetapkan Pk sebagai tersangka. Ia disangkakan melanggar Pasal 82 Undang-Undang No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 10 tahun. ( gun / djo )

Seakan tidak ketinggalan, maka pimpinan para guru-pun ikut-ikutan perbuatan yang tidak boleh ditiru, baca di bawah ini :

Dipaksa Mengelus `Burungnya`
SAMPANG-SURYA-Sekitar 80 warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kab. Sampang, unjuk rasa ke SDN Pangongsean 3 di desa setempat, Senin (21/4) pagi.
Warga menuntut Kepala Sekolah (Kasek) SDN Pangongsean 3, Sukrisno Utomo, 50, hengkang dan berhenti mengajar lantaran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Ft, 39, guru kelas I di sekolah itu.

Menurut keterangan Abdul Muis, seorang warga, pelecehan seksual itu terjadi Sabtu (19/4), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Kasek Sukrisno menjemput Ft ke rumahnya. Alasan Sukrisno, Ft akan diajak rapat ke Kantor Cabang Pendidikan Kecamatan (Dikcam) Torjun.

Ft yang sudah punya suami dan dua anak lalu dibonceng naik sepeda motor. Tapi, sebelum sampai ke kantor Dikcam Torjun, Kasek Sukrisno membelokkan sepeda motornya ke rumahnya dengan dalih ada keperluan sebentar.

Selanjutnya Ft disuruh masuk dan pintu rumah dikunci rapat-rapat. Kebetulan suasana di rumah sepi. Istri dan anak-anak Sukrisno sedang keluar rumah. Ft lantas diseret ke dalam kamar Sukrisno. Di kamar itu, di bawah ancaman, Ft tak kuasa membendung permintaan Sukrisno agar memegang kemaluan si Kasek. Ft dipaksa mengelus dan meng-onani kemaluan Sukrisno.

Menerima perlakuan seperti itu, saat pulang ke rumahnya Ft mengadu kepada suaminya dan pengurus desa Pangongsean. Keesokan harinya, beberapa warga setempat mengadukan perbuatan itu ke Pjs Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Drs Abu Said MPd. Karena hari Minggu, warga pun menuju ke rumah Abu Said.

Beberapa guru sempat dipanggil dan dimintai keterangan oleh Abu Said terkait laporan warga. Namun, tak satupun guru tahu masalah itu.
“Kami sebagai warga Pangongsean merasa malu memiliki seorang pendidik yang tindakannya melecehkan martabat wanita. Apalagi dilakukan terhadap anak buah sendiri, yang seharusnya dilindungi,” kata Abdul Muis, tokoh warga yang ikut dalam unjuk rasa kemarin.

Anggota Komite Sekolah SDN Pengongsean 3, H Umar Nawawi mengatakan perlakuan tidak senonoh oleh Kasek Sukrisno terhadap anak buahnya itu sudah melanggar kesusilaan dan agama. Karena itu, Sukrisno pantas diusir dari sekolah.

Warga dan para wali murid berjanji memerintahkan murid-murid untuk memboikot kegiatan belajar-mengajar jika belum ada sanksi tegas terhadap Sukrisno.
Sayangnya, unjuk rasa kemarin tak bisa menemui sasarannya karena Sukrisno tidak ada di sekolah. Puluhan warga itu lantas meluapkan emosinya dengan mengeluarkan paksa 120 murid kelas I hingga kelas VI, yang sedang belajar di dalam kelas.

Akibatnya seluruh murid ketakutan dan memilih pulang. Sementara empat guru yang menerima kedatangan warga, tak bisa melakukan dialog. Mereka hanya berdiam diri di ruang guru, sambil menunggu kedatangan tim Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan (Dikcam) Torjun, Sampang, ke sekolah.

“Para guru memang tak mengetahui kejadian itu,” kata Umar.
Mendengar aksi demo kemarin, Kepala Dinas Dikcam Torjun, Mohammad Rosian bersama stafnya mendatangi SDN Pengongsean III dan menemui para pengunjuk rasa.
Di hadapan pengunjuk rasa, Rosian berjanji akan membawa kasus tersebut untuk diproses lebih lanjut di Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Mendapat penjelasan Rosian, warga pun membubarkan diri dengan tertib.

Pjs Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Drs Abu Said MPd, mengakui dirinya memang sudah menerima pengaduan masyarakat terkait ulah Sukrisno. Untuk menyelesaikan kasus itu, ia akan menelusuri sejauh mana kebenarannya. Selain minta keterangan warga dan guru, Dinas Pendidikan juga akan memanggil Kasek Sukrisno dan Ft.

“Bagaimanapun kita harus menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah. Jika perbuatan itu terbukti, tentu akan ada sanksi tegas secara kedinasan,” kata Abu Said kepada wartawan di kantornya.

Namun, sambung dia, untuk sementara sanksi yang akan diterapkan adalah dengan memindahtugaskan Sukrisno ke sekolah atau tempat tugas lain guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini ditulis, Kasek Sukrisno belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan pelecehan seksual itu. Saat warga unjuk rasa di sekolah dan di depan rumahnya, Sukrisno memang tidak ada. Ia pergi tidak jelas ke mana.

Sedangkan Ft bersama suami dan anaknya merasa malu dengan kejadian tersebut. Mereka kini pergi mengungsi ke rumah familinya untuk memenangkan diri.

“Kami tidak tahu di mana keberadaan guru wanita itu. Saya dengar, dia menghindar dari warga sini yang ingin menemuinya. Tampaknya dia masih trauma,” kata Munadi, warga Pengongsean.

Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Heri Mulyanto SH, kepada Surya mengatakan belum menerima laporan tentang pelecehan seksual itu. “Sampai sekarang kami belum menerima pengaduan kasus itu,” kata AKP Heri.st30

Begitulah ‘penyakit’ yang menular kemana saja, tidak hanya kepada kalangan remaja dan para terdidik, yang sudah tua-pun asik ber hoho hihe …, namun ketahuan suaminya hingga di bunuh (… ah ngeri lho) baca di bawah ini

Kamis, 17 Apr 2008,
Kasir Rumah Bordil Tewas Dibantai


Gegerkan Dukuh Pakis, Pelaku Serahkan Diri
SURABAYA –Belum genap sebulan pembunuhan Veronica Maria dan Devi Puspita Sutedja di perumahan Babadan Pratama terungkap, kemarin (16/4) peristiwa tak kalah sadis terjadi lagi di wilayah hukum Polres Surabaya Selatan. Seorang kasir di rumah bordil di Gang Dolly tewas mengenaskan setelah dipergoki mengencani istri orang lain.

Korban bernama Ahmad Kholik, 31, kasir di Wisma 29, lokalisasi Dolly. Dia tewas di rumah Sutiknan, Jalan Dukuh Pakis VD no 19, sekitar pukul 08.30. Di tubuh laki-laki yang beralamat di Dusun Kaliwaten Timur RT 2 RW 5, Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kediri, itu didapati 17 luka bacokan di pipi kiri, bawah telinga kanan, bahu kiri, dada kiri, pangkal leher depan, telunjuk kiri, lengan kanan dan kiri, perut kanan, serta pinggang kanan dan kiri.

Jasad korban ditemukan terlentang di atas matras, di ruang tengah rumah Sutiknan. Darah berceceran di mana-mana. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus putih dan celana jeans selutut, tanpa celana dalam.

Di samping jasad Kholik, tergeletak tubuh Amenah, 45, istri Sutiknan, yang hanya mengenakan daster. Dia mengalami luka lebam di bagian wajah dan luka gores di leher bagian belakang. “Dia (Amenah, Red) masih hidup dan sudah kita larikan ke RKZ,” ujar petugas yang mengevakuasi korban. Sedangkan jenazah Kholik dikirim ke kamar mayat RSU dr Soetomo untuk diotopsi.

Sutiknan, 50, pelaku pembunuhan itu, akhirnya menyerahkan diri setelah kabur ke Gresik. Sutiknan kalap setelah memergoki Kholik mengencani Amenah, istrinya. Padahal, bagi Sutiknan, Kholik sudah dianggap saudara sendiri.

Pembunuhan di pagi hari itu memang menggemparkan warga sekitar Jalan Dukuh Pakis VD. Menurut warga, kejadiannya berlangsung cepat, sekitar pukul 08.00-08.30. Diawali dengan kedatangan Kholik ke rumah Sutiknan dengan mengendarai motor Suzuki Smash bernopol AG 6291 DG, sekitar pukul 07.00.

“Saat itu, Pak Tiknan (Sutiknan, Red) nggak ada di rumah. Yang ada cuma istrinya, Bu Amenah,” tutur Riaman, tetangga depan rumah yang menjadi TKP (tempat kejadian perkara).

Tak berapa lama kemudian, Sutiknan pulang ke rumahnya naik motor sekitar pukul 08.00. Tapi, sesaat setelah Sutiknan masuk ke dalam rumah, para tetangga kaget mendengar keributan di dalam rumah sederhana itu. Warga belum menyadari bahwa keributan itu telah berujung pada kematian Kholik, sang tamu. Warga yang berkerumun di depan TKP baru bisa mengira-kira setelah melihat Sutiknan keluar rumah sambil menenteng celurit bersimbah darah.

Warga langsung mencegat Sutiknan yang berusaha melarikan diri. Namun, Sutiknan berhasil kabur dengan mengendarai motornya. “Saya melihat Pak Tiknan naik motor dengan sangat kencang. Saya hampir tertabrak,” ungkap Agus Wiranto, tetangga tersangka.

Setelah Sutiknan pergi, warga ramai-ramai masuk ke dalam rumah nomor 19 tersebut. Warga kaget begitu melihat pemandangan yang mengerikan di ruang tengah rumah Sutiknan. Tubuh Kholik yang sudah tak bernyawa tergeletak dengan bersimbah darah. Di sampingnya, tubuh Amenah, yang tak sadarkan diri.

Warga langsung melapor ke Muhaimin, ketua RT setempat, yang meneruskan ke kantor polisi. “Kami menduga, Pak Tiknan yang melakukan pembunuhan itu,” kata Muhaimin.

Dugaan warga tidak salah. Hal itu terungkap dari keterangan Hariyadi, sudara ipar sekaligus pengacara Sutiknan. Dia mengatakan, Sutiknan telah menceritakan semuanya kepada dirinya. “Kepada saya, Cak Tik (Sutiknan, Red) mengaku baru saja melakukan penganiayaan kepada istrinya dan laki-laki yang dia duga sebagai selingkuhan istrinya (Kholik, Red),” ungkap pengacara yang beralamat di Jalan Raya Kedamaean 25, Gresik, itu.

Menurut Hariyadi, sekitar pukul 09.30 Sutiknan datang ke rumahnya di Gresik dan menceritakan penganiyaan yang berbuntut pada tewasnya Kholik tersebut. Dia juga menuturkan mengapa dirinya melakukan perbuatan keji itu. “Tapi, waktu bercerita ke saya Cak Tik belum tahu kalau korban (Kholik, Red) akhirnya tewas,” kata Hariyadi yang ditemui saat mendampingi Sutiknan di Polres Surabaya Selatan.

Usai bercerita dan menenangkan diri, Sutiknan menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan diri ke polisi. Hariyadi pun langsung mengontak petugas Polres Surabaya Selatan untuk berkordinasi tentang penyerahan diri pria yang sehari-hari berjualan jamu di kawasan Lokalisasi Dolly itu. Sekitar pukul 11.00, Sutiknan bersama Hariyadi tiba di Polres Surabaya Selatan.

“Saat diperiksa penyidik, Cak Tik baru tahu kalau Kholik sudah tewas. Cak Tik langsung menangis dan menyesali perbuatannya,” kata Hariyadi.

Selaku pengacara sekaligus saudara ipar Sutiknan, Hariyadi menegaskan bahwa dia tidak akan menutup-nutupi apa yang telah dilakukan Sutiknan. Namun, dia akan berusaha agar Sutiknan mendapat hukuman seringan-ringannya. “Toh, Cak Tik sudah mengakui dan menyesali perbuatannya,” ujarnya.

Sutiknan kini mendekam di tahanan Polres Surabaya Selatan. Polisi masih mengembangkan kasus cinta segitiga itu. Di antaranya dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri pelaku, Amenah. “Namun, karena kondisinya belum memungkinkan, kami belum bisa meminta keterangan dari dia,” ujar Kasatreskrim Polres Surabaya Selatan AKP Yimmy Kurniawan, tadi malam. (sat/ari)

Fenomena selingkuh, bagai asam dan garam kehidupan, saat di temukan, maka siap-siap nyawa taruhannya berikut ini daftar setor nyawa karena selingkuh (:

Rabu, 02 April 2008

Ketahuan selingkuh bunuh diri

CILACAP – Diduga malu karena perselingkuhannya dengan wanita satu desa diketahui sang istri, seorang warga Dusun Sumberreja RT 2 RW 3 Desa Bringkeng, Kecamatan Kawunganten (Cilacap Barat) memilih bunuh diri. Darmungi (27) yang melakukan perbuatan nekat itu, diketahui telah selingkuh oleh istrinya yang pulang dari merantau di luar negeri. Perselingkuhan itu dilakukan sejak istri berada di luar negeri.

Berdasarkan data yang ada di Satreskrim Polres Cilacap, korban menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13.00 Senin (31/3) lalu. Dari pihak keluarga didapat keterangan, sebelumnya Minggu sekitar pukul 19.00 korban mengaku merasakan pusing kepala dan saat itu meminum obat jenis serbuk. Tetapi tanpa sepengetahuan anggota keluarga yang lain, korban mencampur obat tersebut dengan racun serangga di dapur. Sejak itulah korban muntah-muntah dan kondisinya terus memburuk. Pihak keluarga segera membawanya ke Puskemas setempat dan diketahui korban meminum racun serangga.

Kondisi Darmungi semakin memburuk, hingga Senin siang ia menghembuskan nafas terakhir. ady-Tj

MAsih ada lagi setor nyawa dari perselingkuhan ? baca di bawah ini :

23/03/2008 05:54 Kasus Bunuh Diri
Istri Selingkuh, Suami Gantung Diri

Liputan6.com, Kendari: Fadli, warga Kelurahan Kasilampe, Kendari, Sulawesi Tenggara, belum lama ini nekat mengakhiri hidupnya. Suami malang ini diduga nekat gantung diri karena tak kuasa meredam amarahnya, setelah mengetahui istrinya berselingkuh.

Menurut saksi, Fadli sempat melihat istrinya bersama pria lain di sebuah hotel. Lantas, Fadli menyuruh sang istri pulang. Setelah menenggak minuman keras, Fadli akhirnya menggantung diri hingga tewas.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Ada lagi ? … baca di bawah ini :

Rabu, 12 Maret 2003

Istri Mengaku Selingkuh, Suami Bunuh Diri

Jakarta — Seorang warga Teluk Gong, Jakarta Utara, Rohdiyanto, 36 tahun, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Selasa (11/3). Dia tewas meninggalkan sepucuk surat untuk istrinya, Saidah, 26 tahun. Surat itu berisi suara hatinya yang pedih karena sang istri mengaku telah berselingkuh. “Kamu sudah bebas dari saya,” begitu salah satu petikan surat itu. Saidah mengaku berselingkuh dengan seorang sales bernama Hendra.

Jenazah Rohdiyanto ditemukan ibunya, Tjo Yoen Siaw, 71 tahun, di dalam kamarnya pukul 00.00 WIB. Saidah yang ditemui Tempo News Room saat melaporkan peristiwa tersebut di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, mengatakan, suaminya sering meninggalkan rumah dalam setahun ini. Ibu satu anak ini mengatakan bahwa pengakuan selingkuh hanyalah membalas dendam karena suaminya juga dianggap telah berselingkuh. “Suami saya selingkuh, ia malah menanggung uang kos selingkuhannya itu di Jelambar Fajar,” katanya. yandi mr

Panen selingkuhan dan bunuh diri tiada habisnya, baca di bawah ini :

Ketahuan Selingkuh, Sadiyono Gantung Diri
BANTUL – Warga Dusun Kweden, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta (Sabtu, 16/2/2008) sekitar pukul 11.30 WIB dikejutkan dengan aksi nekat Sadiyono (35) dengan cara gantung diri dirumahnya sendiri yang saat itu rumah dalam kondisi sepi karena istri sedang bekerja. Aksi gantung diri korban diketahui pertama kali oleh kakak ipar korban Jumanto (37) yang akan menjenguk adiknya.

Pada awalnya saksi mengetuk pintu rumah korban, namun setelah beberapa kali diketuk tidak ada jawaban dari dalam rumah. Saksipun langsung membuka pintu rumah adiknya yang dalam kondisi tidak terkunci. Namun saat akan masuk rumah saksi dikejutkan dengan sesosok tubuh yang tergantung pada salah satu kayu. Setelah didekati ternyata tubuh yang tergantung tersebut adalah adik iparnya sendiri dalam kondisi tak bernyawa.

Melihat tubuh yang tergantung dan sudah tak bernyawa lagi tak lain adik iparnya, saksi langsung berteriak minta tolong kepada tetangga. Dalam waktu yang tidak lama beberapa tetangga berdatangan untuk melihat kejadian. Beberapa saat kemudian petugas dari Polsek Bantul dan team identifikasi Polres Bantul bersama petugas medis dari Puskesmas Bantul datang kelokasi.

Petugas bersama warga menurunkan korban dan langsung dilakukan identifikasi terhadap tubuh korban. Dalam identifikasi oleh petugas medis, dari alat kemaluan korban keluar air mani, lidah menjulur keluar dan mengeluarkan cairan serta ditemukan kotoran dari anus korban.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari beberapa warga sekitar korban menyatakan bahwa korban nekat gantung diri karena aksi selingkuh yang dilakukan oleh korban diketahui oleh istrinya dan beberapa tetangga.

“Mungkin karena malu dan tidak tahan lagi, korban nekat gantung diri” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga lain juga menyatakan sebelum aksi bunuh diri ini dilakukan, kehidupan keluarga korban juga kurang harmonis. Sering terdengar suara percecokan antara dan korban saat mereka berada di rumah.

Kapolsek Bantul AKP Setyo Budi Raharjo yang langsung datang kelokasi menyatakan berdasarkan hasil identifikasi petugas, korban meninggal karena bunuh diri dan tidak ditemukan adanya indikasi pembunuhan.

“Ciri-ciri korban meningal seperti orang gantung diri. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya air mani, veses (kotoran dalam celana korban), lidah menjulur, sehingga korban kita serahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya singkat. (Daru Waskita/Trijaya/uky)

Dimanakah titik putus kasus bunuh diri, pornografi dan perselingkuhan diatas ? …. Harus ada yang peduli dengan nasib bangsa ini, dimana tidak hanya sekedar rutinitas keagamaan saja, namun lebih pada suri tauladan hidup sederhana, tidak pamer istri maupun calon istri sehingga di tiru oleh kalangan masayarakat akan arti kemapanan

Sekali lagi dimana titik persoalan di tahun 2008 ini ? Jawabannya mudah saja, coba buka artikel Bunuh diri berkelanjutan …, disitu dengan jelas tertulis :

Lihat alinea terakhir dari artikel Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat Apakah itu ?

Jadi mengapa Ibu Ketua MPR meninggal tepat tgl 22-01-2008 ? hal itu adalah perulangan walau dalam bentuk yang lain sebagai ganti wanita pada kasus India.

Lho apa hubungannya dengan tgl 22-01-2008 lalu ? Lihatlah Bunuh diri terjadi :

Putus Cinta, Gadis SMA Bunuh Diri?

Lompat dari Jembatan Kali Gandong Magetan
MAGETAN – Diduga putus cinta, Desy Rosiyanti nekat bunuh diri. Siswa kelas 10 SMA Bonaventura Kota Madiun itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di bawah jembatan Kali Gandong depan Pasar Baru Magetan, kemarin (22/1).

PErhatikan dengan benar saat yang sama ibu Ketua MPR meninggal, hal ini berbarengan dengan seorang gadis yang bunuh diri karena cinta, cukupkah ? TIDAK …. sekali lagi bunuh diri terjadi lagi tepat tgl 22.01.2008 tsb yang kali ini karena masalah SELINGKUH :

Rabu, 22 Jan 2008,
Pasangan Selingkuhan Bunuh Diri Tabrak KA

Cinta segitiga membuat Jumadi, 28, Desa Ngajum, Kabupaten Malang, nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri di rel kereta api bersama pasangan selingkuhannya, Marfuah, 25. Kejadian yang berlangsung di daerah Pagesangan ini, membuat Jumadi meninggal dunia seketika. Sementara, Marfuah dalam kondisi kritis di IRD RSU dr Soetomo.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 08.00, Jumadi dan Marfuah datang berboncengan dengan Suzuki Satria warna silver nopol L 2333 DM. Jumadi menitipkan sepeda motornya ke seorang kenalannya bernama Surip, 50.

“Saya nitip (sepeda motor,Red) sampai sore, ini ongkosnya 50 ribu,” ujar Jumadi seperti ditirukan Surip. Karena teman sendiri, Surip menolak uang itu.

Setelah itu, keduanya sempat mampir ke sebuah warung. Usai minum, sejoli tersebut lantas berjalan di atas rel. “Keduanya tampak berjalan bergandengan,” ujar Supinah, seorang saksi mata. Sekitar pukul 09.00, Supinah melihat Kereta Api melintas, sementara kedunya tetap berdiri di atas rel. “Minggir, onok sepur lewat,” teriak Supinah mengingatkan. Keduanya lantas minggir. Setelah kereta lewat, keduanya kembali berjalan di atas rel.

Sekitar pukul 10.00, melintas KA Prapi Dhoho jurusan Blitar-Surabaya bernomor BB 30134. Kereta berlalu, warga dikagetkan sejoli tersebut sudah terkapar dalam kondisi mengenaskan. Jumadi tewas seketika dan Marfuah luka parah. Mendapat laporan kejadian itu, petugas Polsek Jambangan segera meluncur untuk evakuasi.

Ketika dievakuasi, sejumlah saksi mengatakan, tubuh pasangan Jumadi dan Marfuah dalam kondisi berpelukan. Namun, saksi lain menyebutkan, keduanya ditemukan tergeletak berdarah-darah dalam posisi terpisah.

Jenazah Jumadi dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo. Sementara, Marfuah dirawat di IRD RSU dr Soetomo. Kondisinya sangat kritis. Bagian kanan kepalanya terlihat remuk. Sementara, tubuhnya penuh darah.

Menurut dr Urip Murtedjo SpB KL, kepala IRD RSU dr Soetomo, Marfuah dalam kondisi kritis dan kesadarannya terus memburuk. “Masih dalam perawatan intensif,” katanya. Itu karena Marfuah mengalami trauma di sekujur tubuhnya.

Kejadian tersebut membuat hati Juwari, istri Jumadi, terpukul. Saat berada di kamar mayat, dia mengaku sama sekali tak menyangka bila suaminya nekat bunuh diri bersama Marfuah. Mereka bertiga, Jumadi, Juwari, dan Marfuah tinggal serumah di Jalan Sukodami. Juwari dan Marfuah bekerja sebagai baby sitter dan pembantu rumah tangga di rumah tersebut.

“Tadi pagi pukul 06.00, dia pamit pergi kerja,” jelas wanita berusia 27 tahun ini. Jumadi merupakan tenaga honorer yang sehari-hari bekerja sebagai pesuruh di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya.

Saat pamit mau pergi kerja, Jumadi sempat minta maaf ke Juwari. Bapak satu anak ini minta maaf karena telah mengecewakan dan menyakiti hati Juwari. “Suami saya juga bilang kalau tak perlu mencarinya,” ungkapnya, dengan nada sedih.

Ketika ditanya apa mengetahui bila suaminya dan Marfuah selingkuh, Juwari menganggukkan kepalanya. “Dia juga minta maaf ke saya karena hal tersebut,” imbuhnya.

Beberapa saat setelah Jumadi pergi, Marfuah juga keluar rumah untuk mengantar sekolah anak majikannya. Baru kemarin siang, dia mendapat kabar bila suaminya meninggal akibat bunuh diri di Pagesangan. “Terus terang saya kaget. Tak menyangka bila dia (Jumadi, Red) benar-benar pergi jauh,” imbuh ibu satu anak ini.

Kapolsekta Jambangan AKP Heriyanto saat dikonfirmasi memastikan jika kematian pasangan Jumadi dan Marfuah bermotif bunuh diri. “Jika melihat posisi dan keterangan saksi-saksi, motifnya memang bunuh diri,” katanya.

Dia juga tak menampik Jumadi dan Marfuah adalah pasangan selingkuh. “Keterangan istri korban Jumadi memang begitu. Dia bilang suaminya selingkuh. Namun, belum diketahui secara pasti mengapa korban sampai nekat bunuh diri. Sebab, Marfuah belum bisa diperiksa karena kondisinya kritis,” katanya. (bak/ai/fid/nw)

Artinya pesan yang jelas bagi penguasa negeri ini agar memperhatikan dengan serius pornografi, bunuh diri dan selingkuhan sebagaimana kutipan artikel Bunuh diri berkelanjutan …,

Artinya dibalik pembahasan mengapa orang nekat bunuh diri, maka diperlukan perhatian lebih terhadap masalah ini utamanya tokoh yang memiliki pandangan islam yang luas sebagaimana pak Nur Wahid, harus berbicara ttg bunuh diri, presiden dan wapres harus pula bicara …. bagaimana lagi peradaban di bangun jika bunuh diri ini terabaikan ?

Rakyat kecil tiada membutuhkan pameran kemapanan yang banyak di pertontonkan di media baik sinetron bergambar atau sinetron sungguhan (live), namun lebih dari itu , rakyat kecil membutuhkan sentuhan empati terhadap persoalan yang membelenggu dirinya

Semua lapisan masyarakat ‘rajin’ bunuh diri, namun para elit tiada sadar akan persoalan ini, mereka sibuk dengan kekuasaan PILKADA, PILPAHIT dan PILJAMU. Sekali lagi lihatlah bunuh diri di bulan april yang marak utamanya lihat-lah wahai engkau Bp Nur Wahid (baca “PKS di bom Molotov dan Pak Hidayat Nur Wahid Kawin Lagi”) dimana istri Bapak meninggal bersamaan hari dengan 2 kasus bunuh diri terjadi yang satu putus cinta, yang lain karena selingkuhan

Tidak percaya bahwa setelah 3 bulan dari kematian bu nur wahid saat hari yang sama 2 kasus bunuh diri terjadi, maka bulan akhir-akhir ini panen bunuh diri ? (baca Ganasnya alam dan manusia, saat Ayat Ayat Cinta menjadi tren …)

Berikut daftar bunuh diri :

Pamit Menyapu, Panca Gantung Diri
Kamis, 10 April 2008 – 19:09 wib
KEDIRI – Nasib malang dialami Prapanca (16) warga Dusun Boro, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kediri. Pemuda tamatan SD tersebut ditemukan tewas dengan cara gantung diri di pekarangan rumahnya di kawasan Gunung Klotok.

Ironisnya, kematian itu diketahui sendiri oleh ibunya saat mencari korban di pekarangan. Sebelumnya korban berpamitan kepada ibunya untuk membersihkan pekarangan. Karena tak kunjung kembali,Mak Ti, panggilan akarab ibunya berinisiatif menyusul.

Saat itulah ia melihat tubuh anaknya telah tergantung di sebuah dahan pohon dengan leher terikat tali.

“Saya mendengar Mak Ti berteriak-teriak minta tolong. Saat saya lihat, ternyata Prapanca sudah tergantung,” ujar Endang, pemilik warung di kawasan Gunung Klotok, Kamis (10/4/2008).

Saat itu pula, sejumlah warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Kediri. Berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban selain bekas jeratan di leher.

Selanjutnya, pihak keluarga memutuskan segera memakamkan korban di pemakaman desa setempat.

“Perkiraan korban mati belum lama karena tubuhnya masih hangat. Kita masih menyelidiki motifnya karena tidak ada tanda penganiayaan,” jelas Wakapolsek Mojoroto, Iptu Priono yang memimpin olah TKP.

Mau bunuh diri versi mahasiswa ? baca di bawah

Pria Loncat dari Lantai VII Seorang Mahasiswa
Selasa, 8 April 2008 – 17:00 wib
Yuni Herlina Sinambela – Okezone
JAKARTA – Seorang pemuda diduga bunuh diri meloncat dari lantai VII Gedung Plaza Gadjah Mada Plaza, Jakarta Pusat. Korban mengalami luka parah dan tewas ditempat. Diketahui, korban merupakan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

“Korban adalah mahasiswa kelahiran ‘78,” kata petugas TMC Polda Metro Jaya, saat dikonfirmasi okezone, Selasa (8/4/2008).

Korban diketahui bernama Joko Halim Suwardi warga Jelambar, Jakarta Barat. Belum diketahui motif yang membuat dia nekat meloncat dari gedung.

Saat ini petugas masih di lokasi kejadian. Dan dilaporkan kejadian terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Petugas juga masih melakukan olah TKP.(ahm)

Mau yang versi pengangguran ? baca di bawah ini :

Tak Punya Pekerjaan, Pemuda Tewas Minum Racun
Minggu, 6 April 2008 – 16:52 wib
JEMBRANA – Diduga akibat frustasi karena karena tidak memiliki pekerjaan tetap, I Komang Anom Parwata (25), warga asal Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk nekat minum racun jenis portas.

Nyawa Anom tidak tertolong lagi setelah terlambat dibawa ke Puskesmas Gilimanuk. Sebab, keluarga korban terlambat mengetahui kejadian tersebut.

Kepala KP3 Laut Gilimanuk, AKP I Nyoman Suparta mengatakan, dari keterangan orang tua korban sebelumnya anaknya itu meminta uang Rp2.000 kepada ibunya, Ni Ketut Adnyani (55).

“Setelah meminta uang dia langsung masuk ke kamar dan tidak keluar-keluar lagi,” ungkap Suparta, Minggu (6/4/2008).

Kecurigaan ibu korban muncul, setelah anaknya tidak keluar dari kamarnya. Lalu dia berusaha mengintip dari jendela. Begitu melihat anaknya sudah sekarat, dia langsung teriak-teriak.

Dari kesimpulan yang dilakukan oleh polisi, lanjut Suparta, tidak ada kekerasan dalam tubuh korban dan korban murni meninggal karena bunuh diri dengan minum portas. Sisa portas yang dicampur air es kini sudah diamankan di KP3 Gilimanuk. Kemudian korban di pulangkan ke rumah duka untuk segera di ngaben. “Perbuatan korban ini murni bunuh diri,” kata Suparta.
(Hendrik Indra Dwi Yulianto/Sindo/kem)sa (8/4/2008).

Korban diketahui bernama Joko Halim Suwardi warga Jelambar, Jakarta Barat. Belum diketahui motif yang membuat dia nekat meloncat dari gedung.

Saat ini petugas masih di lokasi kejadian. Dan dilaporkan kejadian terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Petugas juga masih melakukan olah TKP.(ahm)

Pria Lampung Bakar Diri dalam Bus di Serang

Selasa, 4 Maret 2008 – 14:26 wib
SERANG – Karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan setelah merantau lama di Pulau Jawa, seorang pria asal lampung nekat membakar diri dengan bensin di dalam bus angkutan umum yang sarat penumpang.

Dalam aksi nekat itu, hanya pelaku yang menjadi korban. Sedangkan puluhan penumpang bus lainnya selamat.

Puji alias Yanto, nama pria nekat itu, melakukan aksi itu saat bus berada di wilayah Cikande, Serang, Banten, Selasa (4/3/2008).

70% tubuh Puji dipenuhi luka bakar. Dia pun terpaksa dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Serang.

Pria berusia 35 tahun ini nekat lantaran frustasi selalu gagal mencari kerja. Padahal, dia sudah berusaha mencarinya hingga menyeberangi lautan.

“Saya bakar pakai dua liter bensin. Saya bawa pakai kaleng,” kata dia saat ditemui.

Sementara itu, bus tempat Puji melakukan aksinya telah diamankan petugas dengan kondisi ludes terbakar.(Bayu Adi Wicaksono/Global/jri)

MAu yang versi nekad ?

Diduga Stres, Wanita Nekat Terjang Kereta
Rabu, 19 Maret 2008 – 15:44 wib
TULUNGAGUNG – Jalur kereta api (KA) wilayah Kabupaten Tulungagung kembali memakan korban. Diduga mengalami kelainan jiwa, seorang ibu warga Desa Jimbe Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar tiba-tiba melompat kearah bantalan rel kereta api di sekitar stasiun KA Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Rabu (19/3/2008).

Tak ayal roda besi KA Dhoho jurusan Blitar-Malang No Log CC20118 yang dimasinisi Maspan menggilas bagian kaki dan tubuh wanita yang bernama Ny Suratmi (50). Darahpun pun bersimbah kemana-mana. Sebab bagian kakinya putus. Korban menemui ajalnya saat perjalanan menuju RSUD dr Iskak Tulungagung.

Menurut keterangan saksi Sutrisno pegawai PJKA Rejotangan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Para petugas stasiun KA Rejotangan tidak mengira bakal ada insiden yang menelan korban jiwa seperti itu.

Wanita itu tiba-tiba menyeruak dari tengah kerumunan calon penumpang yang menunggu di peron. Dan tanpa pikir panjang wanita yang bernampilan seperti penumpang itu melompat ke arah kereta yang melaju cukup kencang.

“Kereta pun langsung menabraknya. Tapi pada saat itu, korban masih bernafas. Ditengah perjalanan menuju rumah sakit dr Iskak korban meninggal dunia, “paparnya.

Menurut keterangan Kabag Bina Mitra Polres Tulungagung Kompol Suparno hasil pemeriksaan sementara peristiwa kecelakaan itu merupakan murni musibah. Dari informasi yang berkembang diduga wanita yang melakukan aksi bunuh diri itu mengalami gangguan jiwa atau stress.

“Dugaan sementara ini murni kecelakaan. Korban diduga sengaja bunuh diri menabrakan dirinya ke tengah kereta yang melaju, “paparnya. (Solichan Arif/Sindo/fit)

Mau bunuh diri nyeleneh ? baca di bawah ini :

Putus Cinta, Tenggak Racun Saat Ulang Tahun
Selasa, 18 Maret 2008 – 01:42 wib
DENPASAR – Nyeleneh! Kata ini tepat ditujukan pada Yohanes Darmawan (28). Pria yang keseharian mengelola toko selular ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar 112 Hotel Yani Jalan By Pass Ngurah Rai, Pesanggaran tempatnya menginap, Senin (17/3/2008) pukul 12.00 Wita.

Yohanes yang mulai check in sejak Jumat (14/3) pukul 12.00 Wita ini, diduga memang telah mempersiapkan segala sesuatunya. Di kamarnya ditemukan dua botol racun serangga berukuran masing-masing 700 ml. Setelah dicek polisi, keduanya sudah kosong dari cairan yang seharusnya untuk membunuh nyamuk itu.

Aksi nekat yang dilakukan sulung tiga bersaudara ini diduga karena stres akibat putus cinta. Dia memilih hari jadinya ke 28 yang jatuh 15 Maret lalu sebagai hari akhir hidupnya di dunia. Saat ditemukan, tubuhnya kaku dan dari mulut mengeluarkan busa.

Pihak hotel sempat curiga lantaran sejak masuk kamar, dia tak pernah keluar hotel bahkan untuk makan sekalipun. Sabtu (15/3/2008), housekeeping mengetok pintu kamarnya untuk membersihkan kamar sekaligus memberikan kupon breakfast (makan pagi). Namun tak ada jawaban, dan diduga penghuni kamar tengah keluar kamar. Yohanes berencana akan check out saat hari ultahnya.

Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) AKP Putu Gunawan menjelaskan sementara kematian Yohanes karena bunuh diri. “Dari tubuhnya tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Sementara ayah Yohanes, Dede Darmawan (55), mengaku kalau sehari sebelum hari ulang tahun, anaknya ini mencari dirinya untuk merencanakan pesta ulang tahunnya. “Sejak kecil setiap kali ultah selalu dirayakan dan didampingi mamanya,” jelas Dede yang mengaku sangat terpukul dengan kematian putra kesayangannya ini.(Dewi Umaryati/Sindo/ism)

Semua berujung pada fenomena 22 tsb dimana istri tokoh meninggal di barengi saat hari yang sama dengan kejadian 2 kasus bunuh diri. Sekali lagi Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat, dimana itulah salah cara untuk menarik perhatian terhadap persoalan riil di masyarakat bawah

Categories: Fenomena, Islam