Chapter 11 dan SD Ambruk

By thephenomena

Setelah tertuliskan artikel Chapter 11 dan Jatuhnya Adam Air kemudian di lanjutkan dengan tulisan Chapter 11 dan Bencana Jakarta dan rangkuman tulisan Anak SD gantung diri, Kapal Bocor dan Gedung SD Rubuh

Adalah kejadian aneh, dimana setelah terungkap dengan jelas penyebab Adam Air jatuh adalah alpa pada Chapter 11 sesuai artikel tsb

Kronologi jatuhnya Adam air telah terungkap, dimana salah satunya terungkap adanya prosedur Chapter 11 “Keduanya sempat membuka quick reference hand book yang tersedia pada chapter 11. Sayangnya mereka hanya membaca judul tanpa melakukan prosedur yang tertera dalam buku tersebut.”

Kemudian dari itulah bencana Jakarta 2-2-2007 lalu menjadi pertandaNya, tertulis di artikel Chapter 11 dan Bencana Jakarta

>Allah memberitahu kita lewat angka 11 ini bahwa sebentar lagi musibah terjadi lagi, jika kita tidak dapat mengambil pelajaranNya,….

Apakah itu ya … gempa tsb menunjukkan kekuasaan Allah untuk menegur bangsa ini dan memberitahukan sebentar lagi teguran tsb menjadi nyata. Dengan jelas tertuang pada artikel selanjutnya Terkena siklus 11 ? Jan 28, 2007 2:22 pm

Artinya mengingatkan kembali angka 11 itu adalah petunjukNya, dengan jelas dan menyakinkan makna sebelas hari tsb menjadi penting

Kemudian 22 terjadi Jumlah gempa dirasakan berjumlah 11 (baca Pesan dari Allah ? )
maka sebelas hari lagi tgl 02-02-2007 ada apa, siklus ini akan bekerja dengan pertanda khusus yakni Semarang yang tidak pernah gempa, saat ini sudah gempa terjadi tgl 22.01.2007 pkl 20 Senin, 22/01/2007 22:30 WIB Gempa 4,2 SR Mengguncang, BMG Semarang Dihujani Telepon dan kita masih menunggu ada apa dg Haji kita ?
Dengan jelas telah disebutkan dari artikel tsb Terkena siklus 11 ? adalah tgl 02-02-2007 dan bahkan dengan meyakinkan tgl tsb di ulang-ulang sebagai warning
Menyambut 2-2-2007 posting Jan 30, 2007 7:45 am
Benarkah akan terjadi 2-2-2007 posting Jan 31, 2007 7:10 am
Akhirnya yang ditunggu-pun menjadi kenyataan Jakarta Gempa ! Feb 1, 2007 7:41 am DAN Akhirnya penantian Garuda bermasalah menjadi kenyataan Garuda bermasalah lah

Tepat sehari sebelum bencana banjir besar Jakarta, maka Garuda benar bermasalah, Garuda sudah bermasalah Feb 1, 2007 8:50 am. Berulang-ulang di berikan warning sekali lagi lewat artikel [Waspada] Garuda bermasalah lagi … Feb 1, 2007 12:34 pm

Sampai 2 kali Garuda bermasalah ini berulang, DAN lebih takjub lagi hal itu terjadi di SEMARANG DAN BERSENGGOLAN DENGAN PENGANGKUT JEMAAH HAJI, hal tsb sesuai dengan penantian artikel Terkena siklus 11 ? yang mana menyatakan SEMARANG & Kabar dari Jamah haji kita

Apakah kabar dari jamaah Haji kita yang kelaparan lalu ? jawabannya adalah Garuda ternyata senggolan dengan Pesawat Saudi Air Lines pengangkut jamaah haji, Kamis, 01/02/2007 18:35 WIB Garuda Jelaskan Tentang Senggolan dengan Saudia Airlines


Dan jadilah bencana yang di tunggu JAKARTA LUMPUH 2-2-2007 ,

Bagaimana dengan saat ini dan apakah yang berulang ? lihat Chapter 11 dan Bencana Jakarta yang memuat tulisan setahun lalu Terkena siklus 11 ?

Dukungan terhadap siklus 11 ini selain dari doa 22, maka beberapa peristiwa

(1) Jumlah gempa dirasakan pada tgl 22/01/2007 berjumlah 11 (sesuai doa 22 itu, baca Pesan dari Allah ? )
(2) Siklus Adam air dimulai 11-02-2006 di tambolaka kemudian benar terjadi 1-1-2007
(3) Banyaknya simbol 11 muncul setelah 22/01/2007 antara lain :

dimana tertulis

Minggu, 28 Jan 2007,
Sekolah Ambruk, 11 Siswi Tewas

NEW DELHI – Sebuah gedung empat lantai yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar SD Adarsh Nivas, Desa Tichakpura, Distrik Surat, Negara Bagian Gujarat, India, ambrol Jumat pagi. Sebelas siswi tewas dan 14 lainnya luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan tersebut……

Perhatikan kejadian saat ini SD ambruk yang tertulis dalam artikel Anak SD gantung diri, Kapal Bocor dan Gedung SD Rubuh , maka di tarik saat tgl 11-03-2007 pun SD ada yang ambruk

Selasa, 11 Maret 2008 19:06 WIB

Bangunan Sekolah Dasar Babakan Surabaya ambruk<!–
()–>

Metrotvnews.com, Bandung: Bangunan Sekolah Dasar Negeri di Kawasan Babakan Surabaya, Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/3) pagi ambruk. Bangunan yang digunakan siswa kelas enam SD Babakan Surabaya ini ambruk akibat terpaan hujan deras.Kepala Sekolah SDN Babakan Surabaya Aji Suraji mengatakan, selain karena terpaan hujan, kondisi kayu penyangga genteng yang sudah lapuk, juga ikut menjadi penyebab ambruknya bagian atap ruang kelas VI. Menurut Aji, sebenarnya enam bulan lalu renovasi terhadap bagian atap bangunan ini sudah dilakukan. Tetapi renovasi tidak dilakukan pada kayu penyangga bangunan.Meski ambruknya bangunan sekolah terjadi saat para siswa akan masuk sekolah, namun peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Akibat peristiwa ini seluruh proses belajar dan mengajar siswa kelas enam menjadi terganggu.(RIZ)

Artinya dua kejadian SD ambruk ini harus menjadi perhatian kita, entah karena kualitas bangunan atau memang pertanda yang berulang.

Histori Kebetulan

Kejadian lain yang tidak kalah aneh adalah tulisan Ke Bali … yang tertulis Tulisan ini dikirim pada pada Maret 24, 2008 11:12 am Berikut cuplikannya

Kebetulan-kebetulan yang terjadi di bulan saat kami ke Bali, pernah pula terjadi saat ketika kami ke Bromo pasuruan yang akhirnya muncul kasus alas tlogo tertuang dalam artikel Meretas takdir : Di-ikuti maut atau baca Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan) berikut cuplikannya

Sehari setelah tulisan tsb, maka muncul berita tentang kasus Alas Tlogo :

Rabu, 26 Maret 2008 12:29 WIB

Kasus Alas Tlogo mulai disidangkan<!–
()–>

Metrotvnews.com, Surabaya: Setelah hampir satu tahun terkatung-katung, kasus penembakan warga Desa Alas Tlogo, Kecamatan Grati, Pasuruan yang melibatkan 11 tentara mulai disidangkan. Persidangan digelar di Pengadilan Militer III Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/3). Sidang berlangsung dalam penjagaan ketat.Sidang perdana ini dipimpin Hakim Ketua Letnan Kolonel CHK Yan Ahmad. Sebanyak 13 terdakwa yang hadir dalam sidang didampingi 23 penasihat hukum di bawah koordinasi pengacara Ruhut Sitompul. Dalam surat dakwaan yang dibacakan Oditur Militer Mayor Agung Iswanto, penembakan terjadi dalam bentrokan antara 13 Marinir dan warga.Dalam persidangan juga terungkap, sebagian peluru yang digunakan adalah peluru tajam. Jaksa mendakwa para terdakwa melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.Peristiwa berdarah di Desa Alas Tlago terjadi 30 Mei 2007 saat 13 tentara di bawah komando Letna Satu Marinir Budi Santoso berpatroli di sekitar desa. Tentara meminta warga yang bergerombol membubarkan diri. Tapi warga meneriaki dan mengatakan Marinir menguasai lahan desa.

Bentrokan tak terhindarkan. Situasi tambah kacau lantaran ada warga yang melempar batu. Tentara yang terdesak kemudian melepaskan tembakan. Beberapa tembakan mengenai tiga warga.(***)

PErhatikan dengan benar tulisan tsb Ke Bali … yang di berikan sebagai salah satu lanjutan kasus bunuh diri 24/03 Gila Setelah Guru kencing, Kini Ibu Bunuh Anaknya …

Dan setelah di lihat kasus alas tlogo, kapankah terjadinya ? Rabu, 30/05/2007 16:23 WIB Kronologi Bentrokan di Pasuruan Versi Warga Alas Tlogo

Adakah yang bunuh diri ibu dan anak sesuai rentetan diatas ? Rabu, 30/05/2007 09:53 WIB Ibu Muda Gantung 4 Anaknya

30/05/2007 09:53 WIB
Ibu Muda Gantung 4 Anaknya
Rita Uli Hutapea – detikcom

Texas – Karena depresi, seorang ibu muda nekat gantung diri. Namun dia tidak meninggal seorang diri. Perempuan berusia 23 tahun itu juga menggantung empat anak perempuannya yang masih kecil-kecil. Duh!

Peristiwa menghebohkan ini terjadi di Hudson Oaks, Texas, Amerika Serikat seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Rabu (30/5/2007).

Dari keempat anak yang digantung Gilberta Estrada, salah seorang berhasil selamat. Dia adalah seorang bayi perempuan berusia 8 bulan.

Kejadian ini diketahui setelah saudara wanita tersebut mendatangi trailer tempat tinggal Estrada karena wanita itu tidak masuk kerja. Kediaman Estrada dikunci dari dalam sehingga saudaranya harus menerobos masuk.

Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat Estrada dan empat anaknya tergantung di kloset trailer. Mereka gantung diri dengan ikat pinggang dan potongan kain. Namun sang bayi diketahui masih hidup sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Ini mengerikan. Cuma itu yang bisa saya katakan,” kata Sheriff Larry Fowler. “Ini sesuatu yang tidak ingin kita lihat,” imbuhnya.

Sang bayi hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Fort Worth. Kondisinya mulai membaik. Namun nyawa tiga anak lainnya yang masing-masing berusia 5 tahun, 3 tahun, dan 2 tahun tak tertolong lagi.

Kepolisian meyakini kejadian ini sebagai bunuh diri. Sebabnya, pintu trailer dikunci dari dalam. Menurut seorang kerabat, Estrada yang telah bercerai dari suaminya itu menderita depresi.

Sejumlah pembunuhan anak yang dilakukan ibu mereka telah terjadi di Texas beberapa tahun belakangan. Kurang dari 4 tahun silam, Dee Etta Perez, wanita berusia 39 tahun menembak mati tiga anaknya yang berusia 4, 9 dan 10 tahun sebelum membunuh dirinya sendiri.

Andrea Yates menenggelamkan 5 anaknya di bak mandi keluarga pada tahun 2001. Pada 2003, Deanna Laney memukuli dua putranya yang masih kecil dengan batu hingga tewas. Pada tahun 2004, Dena Schlosser membunuh bayi perempuannya yang berumur 10 bulan dengan pisau dapur. ( ita / sss )

Artinya bahwa perulangan tsb memang terjadi dan di ulangi lagi lewat kejadian saat ini Jumat, 28/03/2008 12:25 WIB Ibu Tembak Mati 2 Anaknya!

Aneh kejadian yang berulang-ulang, terlebih lagi saat tertulis bunuh diri tsb sebagai korban anak-anak Di Bali, Anak SD bunuh diri yang memuat kejadian kapal tenggelam di madura :

Dengan demikian kejadian tanggal 2-november-2006 jelasnya membawa pada jawaban misteri angka 11 dimana Kamis, 02/11/2006 14:48 WIB 11 Orang Tewas di Perairan Sumenep. Kita perlu tahu juga bahwa ledakan gas tgl 22-november-2006 di porong hasilnya adalah gas di perairan sumenep/kangean, sedangkan korbannya 11 tewas (+1 tadi pagi), dan hilang 2.

Dan akhirnya memang terjadi kapal di madura bermasalah setelah tulisan artikel tsb

Rabu, 26 Maret 2008 21:14 WIB

Keluarga dari salah satu korban meninggal.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Sampang: Dua penumpang ditemukan tewas dan 35 lainnya masih dalam pencarian tim SAR menyusul tenggelamnya kapal jenis forsin di perairan Pulau Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur. Hingga saat ini, aparat dan tim SAR baru menemukan lima penumpang dari 40 penumpang yang ikut dalam kapal itu.Dua dari lima penumpang dinyatakan tewas. Sedangkan tiga lainnya dalam perawatan di puskesmas. Kapal dengan nama Perdana tenggelam saat membawa 40 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Sampang menuju Pulau Mandangin. Selain mengangkut penumpang, kapal juga mengangkut semen dan pasir serta batu-batu. Diduga, tenggelamnya kapal ini akibat kelebihan muatan dan cuaca buruk.(DEN)

Berulang-ulang yang menunjukkan adanya keteraturan walau dalam bentuk lain, namun jelas menunjukkan banyaknya anak-anak atau orang lemah yang menjadi korban sebagaimana kasus di surabaya yang kebetulan lahir 11 Agustus 1999, Dalam perjalanan pulang tersebut, bocah kelahiran 11 Agustus 1999 itu memang berjalan di depan ibu dan kakaknya. “Tidak jauh, ya… sekitar satu meteran dengan saya dan Bayu,” kata Masrifah. “Tiba-tiba Nilam jatuh. Saya langsung menjerit minta tolong. Saya sempat telepon bapak (Slamet, Red) memberi kabar bahwa Nilam jatuh ke sungai. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” tuturnya.

Lagi-lagi angka 11, ada apakah gerangan ? anehkan serba 11 termasuk si adam air tsb Chapter 11 dan Jatuhnya Adam Air Dengan jelas jumlah pesawat adam air 22 pesawat dan hanya 11 yg beroperasi setelah kasus Adam Air Tergelincir di Bandara Terbaik

Adam Air Hanya Operasikan Lima Pesawat
Selasa, 18 Maret 2008 | 16:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan Adam Air hanya mengoperasikan 5 pesawat pada hari Selasa (18/3) ini menyusul memburuknya kondisi keuangan perusahaan. Dalam kondisi normal, Adam mengoperasikan 22 pesawat.

Catatan Direktorat Angkutan Udara Departemen Perhubungan menunjukkan, rute yang dilayani tinggal 8 tujuan dari yang seharusnya 21 tujuan domestik dan 2 tujuan luar negeri. “Hari ini terbang keluar negeri tidak ada,” kata Direktur Angkutan Udara Tri Sunoko di Jakarta, Selasa (18/3). Frekuensi terbangnya juga anjlok dari 70 penerbangan per hari menjadi 11 penerbangan per hari.

Jika Adam Air jadi setop operasi mulai 21 Maret nanti, kata Tri, maka kapasitas layanan terbang berkurang hingga 10 persen. Sebab, bakal ada 22 pesawat Adam yang tidak terbang, sementara saat ini pesawat komersial sekitar 200 unit.

Sebelumnya, Direktur Utama Adam Air, Adam Aditya Suherman, mengisyaratkan maskapainya akan berhenti operasi sementara per 21 Maret 2008 jika premi asuransi pesawat tidak terbayar saat jatuh tempo 20 Maret 2008.

Premi asuransi itu untuk 10 pesawat yang sekarang masih boleh terbang. Adapun 12 pesawat lainnya tak boleh terbang karena persero belum membayar sewanya. Negosiasi Adam untuk perpanjangan pembayaran juga buyar menyusul kemelut internal berupa hengkangnya konsorsium PT Global Transport Service yang menguasi 50 persen saham.

Kliping berita

Rabu, 26 Mar 2008,
Nilam Sari Yang Hilang Ditelan Lubang Jembatan Karang Pilang

Dalam Mimpi, Pelukan Erat Slamet Selalu Lepas
Shock berat. Itulah yang dirasakan Masrifah. Wanita 32 tahun itu tiba-tiba saja kehilangan anak gadisnya, Nilam Sari, ketika jalan bersamanya Senin malam lalu. Bocah sembilan tahun tersebut terperosok lubang di jembatan Karang Pilang dan hilang dibawa arus sungai di bawahnya. Sampai tadi malam, Nilam belum ditemukan.

ARIF MUHAMMAD IQBAL

HALAMAN rumah kos-kosan di Gang Bina, Simo Wau, Sepanjang, Sidoarjo, itu penuh tamu kemarin. Namun, suasana hening. Mereka bicara bisik-bisik. Tak sedikit yang meneteskan air mata. Di salah satu kamar kos-kosan itu, Masrifah tergeletak tak sadarkan diri. “Ibu masih pingsan. Dari tadi malam kondisinya masih lemas. Sadar sebentar, kemudian pingsan lagi,” kata Bayu Darmawan, kakak Nilam yang baru kelas 5 SD.

Kamar berukuran 3 X 3 meter itu hampir tidak menyisakan tempat duduk untuk para tamu. Selain sebuah dipan, berbagai perabot rumah tangga berjubel disitu. Mulai almari, rak dapur, hingga beberapa kotak tempat mainan. Juga ada sebuah TV, tape compo, dan kipas angin. Karena itu, para tamu yang berkunjung harus rela antre di luar.

Beberapa menit selepas pukul 11.00, Masrifah siuman. Wajahnya kuyu. “Saya belum bisa melupakan kejadian tadi malam (Senin malam, Red.),” katanya, raut mukanya sangat sedih. Dia kemudian memutar kembali memori detik-detik kehilangan anak keduanya tersebut.

Pukul 19.00 Senin itu, Masrifah bersama suaminya, Slamet, serta dua anaknya, Bayu dan Nilam berobat ke Klinik Medika, Jalan Karang Pilang. Mereka berempat naik motor. “Setelah tiba di rumah dokter Lilik (Klinik, Red), bapak langsung pulang. Dia berpesan kalau sudah selesai berobat, saya disuruh telepon,” tutur wanita asal Nganjuk itu. “Jika bapak tidak bisa menjemput, saya disuruh naik becak,” kenangnya.

Hanya sepuluh menit ibu dan anak tersebut di klinik. Mereka pun pulang tanpa memberi tahu Slamet. “Rencananya saya mau naik becak di seberang jembatan,” kata Masrifah. Jarak antara klinik dengan jembatan memang tidak jauh, hanya sekitar 100 meter.

Jembatan tersebut sebetulnya sudah tidak difungsikan lagi. Ada dua palang di kedua ujungnya. Namun, setiap hari masih ada yang lewat disitu. Selain pejalan kaki, juga kendaraan roda dua dan roda empat jenis kecil.

Sepanjang jembatan pun gelap gulita. Trotoar jembatan terbuat dari kayu berjajar berukuran sekitar 40 cm dengan panjang sekitar 60 cm. Di trotoar sisi barat jembatan itu, salah satu kayunya hilang sehingga membentuk lubang menganga. Lubang itulah yang menelan Nilam, bocah periang yang masih duduk di kelas dua SD tersebut.

“Saya tidak tahu di trotoar itu ada lubang. Sebab, kondisinya sangat gelap. Pandangan saya tidak sampai ke arah situ,” kata Masrifah sambil menghapus air matanya. “Saya tidak menyangka Nilam terperosok di lubang itu,” tambahnya.

Dalam perjalanan pulang tersebut, bocah kelahiran 11 Agustus 1999 itu memang berjalan di depan ibu dan kakaknya. “Tidak jauh, ya… sekitar satu meteran dengan saya dan Bayu,” kata Masrifah. “Tiba-tiba Nilam jatuh. Saya langsung menjerit minta tolong. Saya sempat telepon bapak (Slamet, Red) memberi kabar bahwa Nilam jatuh ke sungai. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” tuturnya.

Ketika sadar, wanita 32 tahun itu sudah berada di rumah. “Bagaimana kabar Nilam selanjutnya saya tidak tahu,” katanya. “Saya hanya bisa menangis dan berdoa sambil menenangkan pikiran. Tapi, pikiran saya tidak bisa tenang. Saya ingin Nilam bisa ditemukan,” sambungnya. Sebetulnya, dia sudah melarang kedua anaknya ikut ke dokter. “Tapi, anak-anak tidak mau ditinggal. Kalau keluar satu, pasti semuanya ikut,” katanya.

Hal serupa juga dialami Slamet. Malam sebelum tragedi, pria asal Kedung Baruk itu bermimpi mendekap Nilam erat-erat. Namun, berkali-kali dipeluk, anak gadisnya itu selalu lepas. “Saya ingat betul, mimpi itu terjadi sebelum subuh,” katanya. “Seketika saya bangun. Saya lihat Nilam tidak lagi tidur di atas dipan, tapi pindah ke lantai,” lanjutnya.

Slamet yang sehari-hari sebagai sopir itu matanya berkaca-kaca, raut wajahnya merah, sesekali dia sesenggukan. “Bagaimana pun saya ikhlas atas kepergian Nilam,” katanya. “Saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dunia ini terasa tidak lengkap tanpa dia.”

Lebih lanjut pria 38 tahun itu menuturkan, ketika menerima telepon dari istrinya, dia langsung kalut. Dia merasa sungai Karang Pilang telah menelan anaknya. “Saya belum sempat melihat ke sana (lokasi Nilam terperosok, Red), saya sudah pingsan. Saya baru sadar sekitar pukul 10.30 tadi (kemarin, Red),” katanya.

Slamet juga sempat mendatangi salah seorang sesepuh desa untuk minta petunjuk mencari anaknya. “Dia menyarankan agar saya menaburkan pakaian Nilam beserta bantal tidurnya ke dalam sungai. Itu juga saya lakukan. Ini demi anak saya agar segera ketemu,” ujarnya.

Dua hari sebelumnya, menurut Slamet, anak manjanya itu tidak seperti biasanya. Nilam tidak menunjukkan wajah riang. “Padahal, setiap hari dia selalu ramai. Entah itu di dalam rumah atau dengan teman-temannya,” katanya.

Di matanya, Nilam merupakan anak yang patuh, pintar, periang, dan suka membantu orang tua. “Meski sudah ikhlas dia pergi, pikiran saya selalu dibayang-bayangi tingkah lakunya yang lucu,” kata Slamet.

Sampai pukul 19.00 tadi malam, Nilam belum ditemukan. Puluhan petugas dari Basarnas Juanda bekerjasama dengan Batalyon Intai Para Amfibi (Taifib) TNI AL sudah menyisir sekitar lokasi.

“Petugas masih kesulitan mencari korban. Sampai saat ini belum juga ditemukan,” kata Kapolsek Karang Pilang AKP Soeryono. Dalam pencarian itu, petugas dibagi dalam dua tim. Satu tim bertugas menyisir lokasi kejadian hingga Rolak Gunung Sari. Tim yang lain menyelam di sekitar lokasi dan Rolak Gunung Sari. “Kedalaman sungai sekitar enam hingga tujuh meter,” katanya.

Penyisiran sudah dilakukan sesaat setelah kejadian. Mereka bergerak mulai pukul 19.30 hingga 00.00. “Karena belum berhasil, dilanjutkan hari ini (kemarin, Red),” ujar Soeryono.

Bupati Sidoarjo Win Hendrarso menyempatkan diri mengunjungi kos-kosan Slamet-Masrifah kemarin. Dia memberi santunan uang dan semangat kepada keduanya. “Kami hanya bisa memberi semangat. Mudah-mudahan keluarganya diberi kesabaran,” kata Win di depan Masrifah.

Sebelumnya, Win melihat kondisi jembatan yang berada di Jalan Karang Pilang tersebut. Menurut Win, jembatan tersebut dikelola Pemprov Jatim. Statusnya juga tidak jelas, apakah diserahkan ke Pemkot Surabaya atau Pemkab Sidoarjo. “Yang jelas, dalam waktu dekat akan kami perbaiki. Kami juga akan wadul ke Gubernur terkait kondisi trotoar jembatan lama ini,” katanya.

Bukankah jembatan itu sudah tidak difungsikan? “Kami akan evaluasi bersama pemprov, kami usul jembatan itu tetap difungsikan untuk kendaraan kecil,” katanya. Sebab, lanjut Win, jika hanya ada satu jembatan, kemacetan di situ sangat tinggi. “Itu bisa mengganggu sirkulasi ekonomi,” katanya. (cfu)