Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Chapter 11 dan Jatuhnya Adam Air

Kronologi jatuhnya Adam air telah terungkap, dimana salah satunya terungkap adanya prosedur Chapter 11 “Keduanya sempat membuka quick reference hand book yang tersedia pada chapter 11. Sayangnya mereka hanya membaca judul tanpa melakukan prosedur yang tertera dalam buku tersebut.”

adam_air_jatuh_peta

(Selasa, 25/03/2008 15:08 WIB Kronologi Jatuhnya Pesawat AdamAir di Majene)

Nurvita Indarini – detikcom, Jakarta – Tragedi jatuhnya pesawat AdamAir di perairan Majene, Sulawesi Barat, terjadi lebih dari setahun lalu. Meski demikian kemirisannya masih terasa hingga sekarang. Pesawat Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan DHI 574 yang melayani rute penerbangan Surabaya-Manado telah siap di Bandara Juanda Surabaya pada Senin 1 Januari 2007. Pukul 05.59 UTC atau 12.55 WIB pesawat tersebut lepas landas dengan mengangkut 102 orang.

Diperkirakan pesawat tersebut mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado pukul 08.14 UTC atau 16.14 Wita. Namun tiba-tiba pesawat tersebut hilang kontak. Komunikasi terakhir adalah pada pukul 15.07 WITA atau 07.07 UTC. Saat itu, diduga pesawat naas ini berada di sekitar Rantepao, Tator. “Pesawat PK-KKW ini hilang dari pantauan radar pada ketinggian 35 ribu kaki,” ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam keterangan pers di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (25/3/2008).

warning_ruang_pilot(ilustrasi ruang warning pilot)

Rekaman flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) baru diketemukan dan diangkat pada 27 dan 28 Agustus 2007. Hasil analisa CVR menunjukkan, pilot mengalami masalah navigasi, sehingga perhatiannya terfokus pada permasalahan inertial reference system (IRS) setidaknya selama 13 menit terakhir penerbangan. Akibatnya, pilot Kapten Revi Agustian Widodo dan kopilot Yoga hanya memberi perhatian minimal pada flight requirement lainnya, termasuk identifikasi dan usaha melakukan koreksi. Saat terbang di ketinggian 35 ribu kaki, posisi autopilot adalah on. Untuk mempertahankan sayap pesawat tidak miring, autopilot menahan posisi stir kemudi aileron 5 derajat ke kiri.

Namun pilot melihat posisi IRS di kiri dan kanan tidak sama, alias menyimpang. Lalu kru memutuskan memindahkan IRS kanan dari posisi NAV (navigation) ke posisi ATT (attitude). Hal semacam ini biasa dilakukan saat di darat. Tetapi autopilot malah jadi off atau disengaged. Pesawat pun perlahan miring ke kanan. Tet… Tet… Tet… Terdengar alarm peringatan autopilot mati di ruang kokpit. Tapi tak lama bunyi itu menghilang, diduga tidak sengaja dimatikan oleh pilot dan kopilotnya. Perhatian mereka berdua terfokus untuk mengoreksi IRS.

“Karena autopilot mati, seharusnya dikemudikan secara manual oleh pilot. Namun mereka tidak sadar kalau autopilot mati. Jadi pesawat terbang tanpa kendali,” kata investigator KNKT Mardjono. “Bila IRS bermasalah, pesawat masih bisa terbang. Apabila alat ini bermasalah, maka sebaiknya tidak usah diotak-atik dan menghubungi tower bandara,” imbuh Mardjono. Tiba-tiba terdengar “bank angle” sebanyak 3 kali, yang merupakan peringatan bahwa pesawat telah miring ke kanan melewati 35 derajat. Ketika bank angle 100 derajat dengan pitch attitude mendekati 60 derajat nose down, pilot tidak berusaha memiringkan pesawat ke sisi sebaliknya untuk menyeimbangkan.

Tidak terdapat tanda-tanda kedua pilot dapat mengendalikan pesawat secara tepat dan seksama sesudah peringatan bank angle berbunyi. KNKT menyebut, kecelakaan terjadi sebagai kombinasi beberapa faktor termasuk kegagalan kedua pilot dalam intensitas memonitor instrumen penerbangan, khususnya dalam 2 menit terakhir penerbangan.

Burung besi itu pun meluncur ke bawah dengan kecepatan 330 meter per detik atau sekitar 1.050 km per jam. Saat itu, pilot baru berusaha memegang kendali pesawat secara manual. Mereka belum menyadari kemiringan pesawat lantaran kemiringan terjadi sangat perlahan, yakni 1 derajat per detik. Kepanikan pun menyergap kedua pilot itu ketika menyadari pesawat miring. “Jangan dimiringin, jangan dimiringan,” teriakan terdengar dari ruang kokpit.

Keduanya sempat membuka quick reference hand book yang tersedia pada chapter 11. Sayangnya mereka hanya membaca judul tanpa melakukan prosedur yang tertera dalam buku tersebut. Upaya mengendalikan pesawat terlambat dilakukan. Bahkan salah satu bagian pesawat patah. Burung besi itu pun menghunjam ke perairan Majene dengan kecepatan sangat tinggi. Di dalam air, pesawat itu pecah. Karena berat jenisnya lebih besar daripada berat jenis air, serpihan pesawat banyak yang tidak mengambang. Saat itulah nyawa 85 orang dewasa, 7 anak-anak, 5 balita, 4 awak kabin serta pilot dan kopilotnya melayang. Jasad mereka terkubur dalam laut.

Ada apa dengan angka 11 dan Adam Air ?


Hal tsb telah setahun lalu di bahas di milis antara lain  Angka 11 dan Kembar Dibalik Penemuan Adam Air posting Jan 11, 2007 9:05 am yang memuat angka 11 sebagai warning akan adanya bencana

>Allah memberitahu kita lewat angka 11 ini bahwa sebentar lagi musibah terjadi lagi, jika kita tidak dapat mengambil pelajaranNya, kebetulankah ? atau Allah tidak tahu internet ? (baca Allah tidak tahu internet ? ) Atau sengajakah Allah berteka teki dengan bilangan sebagaimana artikel Allah berteka-teki

Episode Bencana Setelah Adam Air Jatuh


Adam Air Jatuh 1/1/2007, warning akan bencana besar setelah Adam Air Jatuh ini di-ringkas pada gambar dibawah ini (baca Terungkap, Hikmah Jakarta Banjir Besar Mengapa Tepat 2-2-2007 ?):

sebelum_jakarta_banjir_2_2_2007_ringkasan_

EPISODE  WASPADA DENGAN YANG KEMBAR


Bayi berkepala dua, ledakan lumpur lapindo, maka sebuah keniscayaan terjadi sebagai “WASPADA DENGAN YANG KEMBAR”, sebagai gambaran akan kehancuran jika satu tubuh tetapi kepalanya dua, satu tubuh, maunya banyak, bertuhan Allah swt tetapi juga melakukan ritual tertentu (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal)

Setelah ledakan lapindo yang tertanggal 22 bulan 11 tahun 2006, maka sebuah inspirasi muncul akan bahaya kedepan terhadap sesuatu yang kembar, karena bayi berkepala dua yang meninggal pula tgl 22 agustus 2006 dan ledakan lapindo tertanggal 22 november 2006. Sebuah inspirasi muncul yang disebabkan keprihatinan masalah ini, berikut doa tersebut, perhatikan posting yang tidak dapat diubah (http://groups.yahoo.com/neo/groups/the_untold_stories/files)

doa_22Isi dari doa itulah sebuah pengharapan untuk orang orang yang terpinggirkan agar diberi kemudahan didalam mengambil hikmah pelajaran, daripada orang orang yang banyak akal. Sebelumnya jauh hari dari doa 22 itu, peringatan akan bencana demi bencana terjadi didalam sebuah ingatakan akan kewaspdaan terhadap tanggal tanggal yang kembar, lihat email yang mencatat tanggal penyimpanan cek disini, :

waspada_terhadap_kembar

RINGKASAN KEPEDIHAN DARI WASPADA DENGAN YANG KEMBAR


Setelah menuliskan akan waspada dengan yang kembar, terdapat 3 bencana beruntun yang terjadi sebagai manifestasi waspada dengan yang kembar:

  1. Adam air Jatuh ditanggal kembar 1-1-2007
  2. Jakarta Banjir Besar di tanggal kembar 2-2-2007
  3. NTT longsor di tanggal kembar 3-3-2007

waspada_terhadap_kembar_terbukti_2007

TANDA TANDA ANEH  SEBELUM ADAM AIR JATUH


Sebagaimana peristiwa besar (baca Kejadian Aneh-Aneh Jelang Pesawat Adam Air Jatuh) , diberikan gambaran sebelum terjadinya, semua membentuk simbol asmaul husna,

  1. Gempa dan Tsunami Aceh 26 desember 2006, (baca  Terungkap, Hikmah Gempa & Tsunami Aceh Mengapa Terjadi 26 Des 2004 ?_)
  2.  Gempa Yogya 27 mei 2006 (baca Terungkap, Hikmah Gempa Yogya Mengapa terjadi 27 mei 2006 ?)
  3. Tsunami Pangandaran 17 juli 2006 (baca Terungkap, Hikmah Tsunami Pangandaran Mengapa Tepat 17 Juli 2006 ?)
  4. Ledakan Lapindo terjadi 22 nov 2006,  (baca Terungkap, Hikmah Ledakan Lapindo Mengapa Tepat 22 Nov 2006 ?)

Pada kisah ini adalah Adam air Jatuh 1-1-2007, Kisah gagak qobil yang diberikan petunjuk olehNya sebagai bentuk komunikasi universal, maka sebelum Jatuhnya Adam air juga diberikan bentuk komunikasi universal, yaitu:

ringkasan_kejadian_demi_kejadian_sebelum_adam_air_jatuh_1_1_2007

TANDA MEYAKINKAN SEBELUM ADAM AIR JATUH


Situs ini dan milis telah memberikan warning akan bencan besar di tanggal kembar, maka sebelum kejadian akan bencana dengan korban masal, maka diberikan sebuah gambaran seperti kisah terdahulu yakni gagak qobil, Pesawat Adam Air Pecah Ban di Polonia Medantanda_meyakinkan_4_hari_sebelum_adam_air_jatuh_1_1_2007

Jatuhnya Adam Air dengan no penerbangan KI 574 dengan sebelumnya telah tergelincir Adam Air dengan kode KI 220. Kode KI 220 merupakan sebuah warning tentang KI -Kisah Ini sebagai 22 yang berarti tgl 22 sebagai kematian dengan kode bencana 0. Empat hari setelah KI 220 ban pecah di medan,28,29,30,31=4 hari , maka jatuhlah Adam Air dengan kode penerbangan KI 574 yang berarti : “Kisah Inilah, 5=mei=bencana gempa yogya, 7=juli= bencana tsunami pangandaran dan 4=empat hari telah diperingatkan dengan kode penerbangan KI 220.”

INDONESIA MENANGIS DAN BERTOBAT


Ledakan lumpur lapindo tepat tgl 22/11/2006, 1/1/2007 Adam Air Jatuh, 2/2/2007 Jakarta Banjir Besar, memunculkan waspada dengan yang kembar, sebuah keniscayaan diungkapkan bahwa Allah swt Maha Pengampun, agar senantiasa intropeksi untuk berbenah sehingga terhindarkan dari bencana, berikut ringkasan, cek posting yang tidak dapat diubah tglnya, menyatakan indonesia akan menangis sebagai bentuk intropeksi agar terhindar dari malapetaka. Sebuah tulisan yang berharap mencegah bencana besar, salah satunya,cek posting yang tidak dapat diubah, Bilakah 22-2-2007 ? posting Feb 19, 2007 10:10 am, terbukti dengan:

  1. Longsor NTT 3-3-2007
  2. Gempa Sumbar 6-3-2007
  3. Garuda Jatuh di Yogya 7-3-2007

Sesuai dengan warning “BACALAH 22″, dibawah ini dan melakukan pertaubatan nasional akan bencana demi bencana yang berurutan terjadi.

sebuah_tulisan_longsor_ntt_gempa_sumbar_pesawat_garuda_jatuh_2007

EPISODE  WASPADA DENGAN YANG KEMBAR KELAS DUNIA


Pada bahasan diatas tahun 2006, 2007, pokok persoalan terpaku pada masalah regional, maka sebuah waspada kelas Dunia terjadi dalam rentang waktu yaitu tahun 2008 dan seterusnya (baca Inilah Bukti Kiamat Sudah Dekat) yang memuat sebuah keniscayaan dengan chapter sebelas Adam Air

Tahun 2008: Terungkap, Hikmah Banjir Jakarta Mengapa Tepat 2-2-2008 ?

Misi Penyelamatan Manusia Dari Bencana di Bumi, Salah satu yang telah terbukti adalah pada kisah gempa yogya 27 mei 2006 lalu (bagi yang belum pernah membaca,silahkan dicek Inilah Kisah Nyata Pembawa Peringatan Sebelum Gempa Yogya 27-mei-2006) , rahasia itu dapat terkuak, tentunya dengan berdoa iklash kepada Allah swt semata, rahasia itu diberika kepada siapa yang dikehendakiNya. Sebuah bukti lain (baca Terungkap, Hikmah Banjir Jakarta Mengapa Tepat 2-2-2008 ?) secara ringkas gambar dibawah ini, terhadap tandaNya

hari_penentuan_11_mei_2008hari_penentuan_11_mei_2008_jawaban_sebagai_tandaNyaTahun 2011:

Kejadian Aneh pada Gempa dan Tsunami Jepang atau Tanda Tanda Sebelum Gempa dan Tsunami Jepang

Tsunami_Jepang_Cilacap_IndonesiaSebuah gambar lain menyebutkan tentang episode yang kembar seperti chapter 11 Adam Air,

tsunami_aceh_dan_tsunami_jepang

Information

This entry was posted on Maret 25, 2008 by in Berita, Fenomena, Islam and tagged , .
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 56 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: