Arsip untuk Maret, 2008

Ganasnya alam dan manusia, saat Ayat Ayat Cinta menjadi tren …

Maret 31, 2008

Setelah ibu bunuh anak, Gila Setelah Guru kencing, Kini Ibu Bunuh Anaknya …) , dan di tandai dengan dengan terbakarnya kantor komnas HAM perlindungan Anak Senin, 31/03/2008 15:29 WIB Kantor Komnas Anak Terbakar Bukan Karena Arus Pendek

Episoside kelam tentang anak-anak terus terjadi, yang merupakan gambaran korban adalah anak-anak tergambar dalam Chapter 11 dan SD Ambruk , dan seterusnya terjadi berkali-kali,

Senin, 31 Mar 2008,
Kakak-Adik Tenggelam, Satu Hilang

Saat Mancing di Kali Jagir
SURABAYA – Kali di Surabaya kembali memakan korban. Setelah Nilam Sari, 9, tenggelam di sungai kawasan Karang Pilang pada Senin (24/3), kemarin (30/3) giliran Kali Jagir menelan korban.

Tidak hanya di surabaya, maka di tempat lain-pun bocah-bocah menjadi korban, seakan menambah pilu hati orang tua.

Senin, 31 Maret 2008 05:17 WIB

Orang tua korban<!–
()–>

Metrotvnews.com, Polewalimandar: Dua orang tewas terseret arus di Pantai Palippis, Kabupaten Polewalimandar, Sulawei Barat. Dua jenazah korban Ali, 18 tahun dan Wadi, 17 tahun berhasil ditemukan sudah tidak bernyawa. Kini mereka disemayamkan di rumah duka di Polewalimadar, Sulawesi Barat. Keluarga korban yang mengetahui kejadian ini sempat histeris apalagi saat jenazah tiba di rumah duka.Menurut saksi mata, kedua korban tenggelam saat mancing bersama teman-temannya. Ketika berjalan menyusuri pantai mereka terperosok lubang di daerah pantai. Ali dan Wadi yang tidak bisa berenang akhirnya terseret arus. mereka ditemukan oleh nelayan setempat. Kondisi keduanya sudah tak bernyawa. Kedua korban masih berkerabat dekat. Mereka berasal dari Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewalimandar, Sulawesi Barat.(FAH)

Selain karena keganasan alam, maka keganasan lain-pun terjadi yakni dari pembunuhan pembunuhan yang terjadi :

Senin, 31 Mar 2008,
Ibu dan Anak Dibunuh

Mayatnya Tergeletak di Ruang Tamu, Penuh Tusukan
SURABAYA – Kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Surabaya Selatan. Ibu dan anak, Veronica Madia Indria Tjahjati, 57, dan Devi Puspita Sutedia, 24, tewas mengenaskan di rumahnya, Babatan Pratama Blok N-7, kemarin (30/3).

Seakan memberitahukan rentan-nya perlindungan anak-anak, dibunuh oleh ibunya sendiri, karena keganasan alam dan bahkan di bunuh oleh para perampok. Gambaran perlindungan akan yang lemah diperkuat lagi dengan gambaran orang yang tidak berdaya menghadapi keganasan alam

Senin, 31 Maret 2008 16:02 WIB

Jenazah korban kebakaran dievakuasi<!–
()–>

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang wanita lumpuh tewas dalam kebakaran di rumahnya di Jalan Tanahabang RT 05/01 Nomor 424, Jakarta Pusat, Senin (31/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Jenazah Devi Jaya tergolek di tempat tidur. Diduga, insiden ini terjadi akibat lilin yang jatuh ke kasur. Api lalu membesar dan menyebar ke bagian lain.Adik korban, Eem mengatakan saat kejadian dirinya sedang berada di luar rumah. Dia tidak tahu bahwa api telah menghanguskan bagian rumahnya dan menewaskan sang kakak. Api baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Sementara jenazah wanita berusia 76 tahun ini dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum.(**)

Kejadian keganasan alam dan manusia tersebut jauh lebih penting di selesaikan daripada film AAC dan film-film lainnya (Film Ayat Ayat Cinta (AAC) dan Chapter Sebelas yang Mengingatkan Mar 29, 2008 3:12 am

Mari kita lihat kebetulan yang terjadi, dimanakah latar belakang Film Ayat-ayat Cinta ? Di Universita Al-Azhar Cairo Mesir. Perhatikan saat pagi artikel diatas dengan Chapter sebelas yang mengingatkan diatas , maka kembali kejadian tsb sangat menguatkan, apakah itu ? Sabtu, 29/03/2008 19:33 WIB Sekeluarga Berisi 11 Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalin

Sekali lagi lihat kebetulan artikel tsb dengan kejadian malamnya, tepat di CAIRO Mesir

29/03/2008 19:33 WIB
Sekeluarga Berisi 11 Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalin
Nurvita Indarini – detikcom

Kairo – Sudah banyak nyawa melayang dalam kecelakaan lalulintas (lalin). Peristiwa tragis di jalanan bertambah dengan tewasnya 11 orang dalam satu keluarga karena kecelakaan lalin.

Kantor berita Mesir MENA seperti dikutip AFP, Sabtu (29/3/2008) melaporkan, selain menewaskan 11 orang, kecelakaan itu juga mengakibatkan 16 anggota keluarga lainnya mengalami luka serius.

Kendaraan yang membawa mereka memang dikemudikan dengan kecepatan sangat tinggi saat melintasi jalan raya yang menghubungkan Kairo, Mesir, dengan kota pelabuhan Alexandria. Kendaraan naas itu bertabrakkan dengan 2 truk.
Korban yang mengalami luka-luka pun segera dilarikan ke RS terdekat.

Kecelakaan lalin dengan korban cukup banyak dalam sekali kejadian belakangan ini sedang kerap terjadi di Mesir. Pada 16 Maret lalu, 23 orang, yang mana 21 di antaranya adalah polisi, tewas dalam tabrakan yang melibatkan truk polisi dan lori.

Sedangkan pada bulan Februari tahun ini, 29 orang meregang nyawa saat terjadi tabrakan di daerah selatan Kairo. Kabut ditengarai sebagai penyebab kecelakaan.

Jalanan di Mesir ditengarai sebagai yang paling berbahaya di dunia. Setiap tahun, sekitar 6.000 orang tewas dan 30.000 orang luka-luka dalam kecelakaan di jalan.

Peraturan lalulintas di negara itu dinilai banyak pihak masih buruk dalam melakukan penegakkan hukum. Sementara itu masih banyak kendaraan yang tidak dirawat dengan baik. Banyak jalan di Mesir yang boleh dilewati dengan kecepatan tinggi. Padahal sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kendaraan yang susul menyusul dengan sembrono. ( nvt / nvt )

Masih ingat dengan Chapter 11 dan SD Ambruk , dimana SD ambruk di bandung, maka kini kota bandungi dapat kiriman hujan es … entah apa artinya

Minggu, 30 Maret 2008 17:09 WIB

Kerikil es menghujani Kota Kembang<!–
()–>

Metrotvnews.com, Bandung: Sebagian wilayah di Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (30/3) siang tadi kembali diguyur hujan lebat dan angin kencang. Namun, tidak seperti biasanya, hujan kali ini juga disertai butiran-butiran es berukuran kecil yang jatuh dari langit. Butiran-butiran es sebesar kelereng berjatuhan bersamaan dengan turunnya hujan.Butiran es ini menyebabkan sejumlah atap kendaraan yang diparkir di luar halaman mengalami kerusakan. Hujan es yang disertai angin kencang terjadi di wilayah Buah Batu dan sekitar Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.Ahli astronomi dari Institut Teknologi Bandung Haryawan mengatakan, munculnya hujan es termasuk fenomena yang jarang terjadi. Hujan es disebabkan adanya fase penggumpalan dan pendinginan di atas awan yang menyebabkan terjadinya pembekuan.(DOR)

Setelah Hujan Es, Angin Kencang Hantam Bandung

31/03/2008 | 15:26:12
Suryalive | Bandung – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Bandung, akibatnya sejumlah pohon tumbang dan beberapa kawasan dilanda banjir dadakan.

Sebelumnya, pada Minggu (30/3) kemarin, Bandung diguyur hujan deras yang disertai butiran-butiran es.

Saat ini, petugas dari Polwiltabes Bandung dan dinas Pertamanan serta Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Bandung masih mengevakuasi batang pohon angsana yang tumbang akibat angin kencang, Senin (31/3).

Hujan deras juga sempat menganggu arus listrik di kawasan Coblong Bandung, karena salah satu kabel listrik yang melintang di depan Salon Roger putus tertimpa pohon tumbang.

Kapolresta Bandung Tengah, AKBP Arief Ramdhani, membenarkan adanya sejumlah pohon tumbang yang salah satu diantaranya menimpa sebuah mobil Avanza di Jalan Ir Djuanda.

“Kami masih melakukan upaya evakuasi batang pohon yang tumbang dibantu oleh petugas dari instansi terkait,” katanya. ant

Cerita keganasan lain yang dapat terekam antara lain

Kliping berita

Senin, 31 Mar 2008,
Ibu dan Anak Dibunuh


Mayatnya Tergeletak di Ruang Tamu, Penuh Tusukan
SURABAYA – Kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Surabaya Selatan. Ibu dan anak, Veronica Madia Indria Tjahjati, 57, dan Devi Puspita Sutedia, 24, tewas mengenaskan di rumahnya, Babatan Pratama Blok N-7, kemarin (30/3).

Tubuh keduanya ditemukan tergeletak bersimbah darah di lantai ruang tamu di depan kamar tidur Devi. Bekas bacokan dan tusukan senjata tajam terlihat di beberapa bagian tubuh kedua korban.

Siku kiri Veronica nyaris putus dan di dadanya terdapat satu tusukan. Di sebelah jasad Veronica yang telentang di lantai, tergolek jasad Devi dengan tujuh luka tusukan di dada serta perut.

Veronica merupakan mantan karyawan sebuah pabrik farmasi yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga. Devi, anaknya, bekerja sebagai operator telepon di Hotel Shangri-La.

Tidak ada tanda-tanda perampokan dalam kejadian tersebut. Dua kamar di rumah itu memang acak-acakan, namun tidak ada barang yang hilang dari rumah tersebut, selain ponsel milik Devi dan Veronica. Pintu serta jendela rumah juga tidak rusak. Karena itu, diduga pelaku masuk rumah dengan cara baik-baik.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, jasad Veronica dan Devi kali pertama ditemukan pukul 05.30 oleh Denok, wanita 45 tahun yang merupakan tukang antar-jemput Devi. Kepada petugas, Denok mengaku sehari sebelumnya sudah dipesan Devi untuk menjemput pada Minggu pagi.

“Waktu saya antar pulang Sabtu (30/3) siang, Devi minta dijemput karena keesokannya (kemarin, Red) harus kerja,” katanya kepada petugas.

Karena sudah berjanjian, Denok datang sesuai permintaan Devi. “Awalnya, saya curiga karena melihat pagar rumah sudah tak terkunci,” ungkapnya.

Selain itu, Denok melihat jendela rumah dalam keadaan terbuka. Kecurigaan dia bertambah ketika ponsel Devi mailbox. “Tak seperti biasanya,” katanya.

Khawatir terjadi apa-apa, Denok menghubungi Budi, satpam perumahan setempat. Kecurigaan tersebut terbukti. Denok dan Budi melihat ibu serta anak itu tergeletak dengan kondisi mengenaskan. Budi lalu melapor ke polisi.

Polisi langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Tak lama kemudian, mereka menemukan sebilah pisau dapur sepanjang setengah meter penuh darah yang dibungkus kain. Pisau itu ditemukan di belakang rumah yang sehari-hari berfungsi sebagai tempat jemuran.

Awalnya, polisi menyangka bahwa yang dibunuh kali pertama adalah Devi. “Dalam pembunuhan, kami selalu mencari motif,” ujar seorang penyidik.

Sekilas, Devi jelas punya alasan lebih banyak untuk dibunuh daripada Veronica. “Logikanya, siapa sih yang mau membunuh nenek-nenek yang sudah tak berdaya,” ungkap seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut setengah bercanda.

Namun, hasil otopsi tim dokter RSU dr Soetomo menunjukkan hal lain. Ternyata yang dibunuh lebih dulu adalah Veronica. “Tim dokter menemukan, yang mati lebih dulu Veronica. Berarti, sasaran utamanya adalah Veronica,” tegasnya.

Hasil otopsi itu juga menunjukkan senjata yang digunakan untuk membunuh. “Tampaknya, ada dua senjata. Yang pertama adalah pisau dapur yang ditemukan di tempat jemuran. Satunya lagi adalah parang yang hingga kini belum ditemukan,” jelasnya.

Hal itu diketahui setelah tim dokter menyimpulkan bahwa nyaris putusnya siku kiri Veronica tak mungkin disebabkan oleh pisau dapur. “Luka itu terjadi dalam satu sabetan. Dan hanya paranglah yang bisa membuat luka seperti itu dalam satu sabetan,” katanya.

Kasatreskrim Polres Surabaya Selatan AKP Yimmi Kurniawan menuturkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan kasus pembunuhan tersebut. “Kami masih meraba-raba. Yang jelas, kami telah memeriksa sejumlah teman dekat kedua korban itu,” ungkapnya. Di antaranya, Jefri, seorang pria yang disebut-sebut sebagai pacar Devi. (ano/nw)

Senin, 31 Mar 2008,
Kakak-Adik Tenggelam, Satu Hilang


Saat Mncing di Kali Jagir
SURABAYA – Kali di Surabaya kembali memakan korban. Setelah Nilam Sari, 9, tenggelam di sungai kawasan Karang Pilang pada Senin (24/3), kemarin (30/3) giliran Kali Jagir menelan korban.

Korbannya adalah Didik Suherman, 7, warga Wonokromo Tengah X. Saat itu, Didik hendak mancing bersama Amrin Hakiki, kakaknya, beserta empat temannya.

Amrin yang menyaksikan langsung adiknya tenggelam kemarin sempat shock. Dia sama sekali tak bisa diajak berkomunikasi. Ketika ditanya, dia selalu menangis. Tampaknya, peristiwa yang baru dialami kemarin pagi tersebut meninggalkan trauma psikologis yang dalam bagi dirinya. Kiki -panggilan Amrin Hakiki- tampaknya merasa bersalah karena mengajak Didik ke Kali Jagir.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00. Sebelumnya, Kiki mengajak Didik mencari cacing di Kali Jagir untuk pakan ikan. Bersama kakak beradik itu, ikut pula empat bocah lainnya. Yakni, Firman, Fitra, Mamat, dan Ridho.

Keenam bocah tersebut lantas mencari cacing di bantaran Kali Jagir sisi selatan, tepatnya di bawah pipa PDAM. Sebenarnya, sejumlah pemancing di tempat itu sudah mengingatkan bocah-bocah tersebut agar tidak nekat pergi ke sungai.

Namanya anak kecil, peringatan itu tak begitu dihiraukan. Buktinya, Didik nekat ke pinggir sungai. Tiba-tiba, dia terpeleset dan jatuh ke sungai. Kiki sempat berusaha meraih tubuh adiknya, namun gagal. Terdorong khawatir nasib adiknya yang tampak timbul tenggelam, Kiki sempat mencebur ke sungai untuk menyelamatkan jiwa sang adik. Namun, dia juga tak mamupu melawan derasnya arus kali tersebut. Dia ikut tenggelam.

Untung, ada seorang pemancing yang langsung meraih tangan Kiki. “Saya yakin, Kiki pasti akan terseret arus juga. Makanya, saya langsung memegangi, lalu mengantarkan dia ke rumah,” jelas Slamet, nama pemancing itu.

Begitu diberi tahu soal kabar buruk tersebut, Jumiati, ibu Kiki dan Didik, langsung shock. Wanita 30 tahun yang sehari-hari berjualan baju di sekitar Masjid Al-Akbar tersebut menangis geru-geru.

Kapolsek Wonokromo AKP Nuryadi langsung berkoordinasi dengan Marinir dan Basarnas untuk mengevakuasi Didik. Petugas langsung menyisir sepanjang Kali Jagir. Sayang, hingga berita ini diturunkan, tubuh Didik belum berhasil ditemukan. “Kami masih akan terus mencari,” tegas Nuryadi. (ano/ded/bak/nw)
Senin, 31 Mar 2008
Guru SD Gantung Diri

PERISTIWA gantung diri kembali terjadi di Grobogan. Pagi kemarin, sekitar pukul 06.00, peristiwa gantung diri terjadi di Dusun Bungas, Desa Sulursari, Kecamatan Gabus. Adapun pelakunya adalah Priyo Santoso, 39, guru SDN Bendoharjo, Gabus. Informasi yang dihimpun Radar Kudus (Grup Jawa Pos) menyebutkan, gantung diri itu dilakukan di rumah korban. Kejadian tragis tersebut kali pertama diketahui Dwi Rahayu, istri korban.

Ceritanya, saat keluar dari kamar tidur, dia mendapati suaminya sudah terbujur kaku dengan kondisi tergantung di bawah blandar rumah. Melihat itu, dia langsung berteriak minta tolong warga. Sayang, korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, peristiwa tersebut dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian.

Tewasnya korban dengan cara gantung diri itu dirasa cukupmengejutkan keluarga maupun warga sekitarnya. Masalahnya, selama ini korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak pernah bermasalah dengan keluarga dan tetangga sekitar. Pihak keluarga maupun warga sekitar belum bisa menyimpulkan penyebab korban nekat melakukan itu. (dha/jpnn/ib)
Senin, 31 Mar 2008
Mahasiswa Tewas Tersetrum

SIDOARJO – Bermaksud membetulkan antena TV, M. Syaifuddin, 21, tewas tersengat listrik kemarin (30/3). Mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya yang tinggal di Jl Mangundiprojo, Desa Buduran, itu ditemukan telentang di atap rumah.

Menurut Nasir, 50, ayah korban, awalnya Syaifuddin yang dikenal pendiam itu sedang menyaksikan acara olahraga di TV. Namun, gambarnya tidak jelas. Syaifuddin naik ke atap melalui daun jendela kamarnya. Setelah di atas, dia mulai membetulkan antena.

Hampir dua jam berlalu, Udin tidak turun juga. Meski demikian, keluarga tidak curiga karena membenahi antena sudah jadi kebiasaan dia. Namun, suasana jadi ribut setelah Domi, 15, sepupu korban, melihat Syaifuddin telentang di atap rumah. Domi lantas memberi tahu keluarga dan tetangga.

Dengan bantuan mereka, tubuh Syaifuddin dievakuasi dari atap rumah. Ternyata dia sudah tewas dalam kondisi kaku dan sedikit gosong. Evakuasi korban dilakukan keluarga bersama warga sekitar.

Kedua orang tua korban pun masih kaget bukan main. Mereka tidak percaya Syaifuddin sudah meninggal. Mereka juga menolak ketika Kepolisian Sektor (Polsek) Buduran menganjurkan dilakukan otopsi. (riq/roz)