Siapakah pengatur kebetulan yang banyak terjadi sesuai artikel Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat
Entahlah semua berulan, dan lagi ketika almarhumah wafat, saat itu beliau habis saja berhaji, berikut ini cuplikan 22/01/2008 10:03 WIB Diimami Hidayat, SBY Salatkan Jenazah Ny Kastian
Sebelum salat jenazah, Hidayat sempat menceritakan kronologi sakit yang diderita istrinya hingga ajal menjemput. Hidayat menuturkan, sepulang menjalankan ibadah haji awal Januari lalu, istrinya menjalani kegiatan yang tidak henti-hentinya. Mulai menerima kunjungan tamu hingga menyiapkan rencana kunjungan mereka ke Ponpes Gontor.
Di ponpes ini, anak sulung dan anak ketiga Hidayat, Inayahzzilati dan Allakhoiri, menuntut ilmu. Saat banjir besar melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur, pondokan kedua putranya itu ikut kebanjiran.
Lalu apakah surat al-quran ke 22 itu, tidak lain adalah surat al-hajj, berikut ini ayatnya “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar” .
Hal ini pernah pula termuat dalam artikel Paranormal VS Hamba Allah , berikut ini cuplikannya
Ana baru tanya pada ustad Jupri mengenai beberapa hal berkaitan dengan hot issue yang di bahas pada milis ini. Sebelumnya ana perkenalkan ustad jupri adalah alumnus IAIN sunan Ampel Surabaya dan menjadi salah ustad rujukan juma’atan di sidoarjo-surabaya
(1) Pertanyaan pertama ustad, “Bagaimana pendapat ustda ttg angka 22 yang banyak muncul dalam fenomena alam ini ?”
(J) Ya … fenomena 22 yang banyak terdapat pada beberapa kejadian misalnya ledakan lapindo 22/11/2006 lalu di mana lafal Allah muncul, tgl 22/12/04 lalu di mana heli TNI-AL jatuh sebelum Tsunami Aceh, tgl 2-2-2007 dimana jakarta banjir besar dan tgl 22-2-2007 dimana KMP Levina Terbakar, semua kejadian itu pada hakikatnya kembali pada Allah yakni “Ajakan Takwa kepada Allah, beserta peringatan akan hari akhir” Demikian di terangkan pada surat 22:1Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar .
Serunya adalah semua manusia, tidak memandang Islam, Kristen, semua saja, untuk bertakwa kepada Allah saja. Takwa di sini adalah peringatan akan kejadian yang sangat luar biasa. Seperti kasus Tsunami Aceh, Lapindo, banjir besar dan kapal Levina
Dengan demikian tidak keliru antara ayat qauniyah dengan ayat qauliyah yang pada akhirnya menuju pada satu titik, apakah itu “ajakan takwa dan memperhatikan kejadian kegoncangan hari kiamat”
Walau kiamat kubro(besar) untuk seluruh alam bisa diawali dengan kiamat sugro (kecil), yang jelas fenomena 22 ini cukup meyakinkan, secara detil terungkap lagi pukul berapa almarhumah wafat ?
Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Meninggal Dunia
Ken Yunita – detikcomJakarta – Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ny Kastian Indriawati meninggal dunia. Menurut tim dokter yang menangani, Kastina meninggal pada Selasa (22/1/2008) dini hari pukul 01.00 WIB di RS Jogya International Hospital (JIH).
Dan hal ini mengingatkan lagi kejadian-kejadian sebelum peristiwa besar terjadi, ingat kasus kegoncangan bengkulu yang di dahului sehari sebelumnya kami tuliskan artikel Telah dekat saatnya … posting Sep 10, 20076:38 am yang memuat
Pola-pola yang sama berulang dimana dekat dengan 11-9-2007 atau 22-9-2007 ….
Jepang sudah datang
Mulai kemarin profesor-2x Jepang sudah tiba di ITS untuk sebuah seminar yang ana baca sebagai ICTS. PAda msalah jepang ini, ada satu bentuk teguran bahwa jepang patut di contoh dalam kasus penyadaran budaya mundur saat etika tidak betul. Namun hal ini tidak tampak di negeri kita sebagaimana sama halnya :
Lagi, Korupsi Lengserkan Mentan Jepang
Monday, 03 September 2007 TOKYO – SURYA
Kursi panas Departemen Pertanian Jepang kembali memakan korban. Menteri Pertanian (Mentan) Jepang, Takehikondo, yang diduga korupsi setelah menerima uang dari perusahaan rekanannya beberapa waktu lalu, memutuskan meletakkan jabatannya, Minggu (2/9), atau kurang dari sepekan setelah ditunjuk PM Jepang Shinzo Abe.Pelajaran ini tampak pada era saat ini dimana korupsi DKP yang melebar kemana-mana kurang tuntas di usut (baca Mengapa harus jepang ? ) Apakah kita menunggu pengusutan yang tidak tuntas menjadi malapeta ?
Dan benarlah dekat dengan tgl 11-09-07 yakni tgl 12/09/07 Kegoncangan Bengkulu terjadi Di balik Gempa Bengkulu)
Lalu apakah yang terjadi dengan tgl 22-01-08 saat ini selain kasus meninggalnya istri pak Nur Wahid ?, Lihatlah kebetulan ini :
Selasa, 22/01/2008 14:10 WIB, Heryawan Antar Bos WN Jepang Meeting di Menara Jamsostek
Heryawan mengantar bosnya, Takayuchi Shimomura, untuk meeting di Menara Jamsostek. Setelah mendrop sang bos, Heryawan lalu parkir dan akhirnya jatuh dari lantai 8.
Bukankah itu jawaban yang di tunggu dari artikel sehari sebelumnya Hal yang mengingatkan: Aceh Diguncang Gempa 4,4 SR yakni :
Ya … kita nantikan saja saat saat yang berulang kembali terjadi sebagai iktibar peringatan bagi masyarakat agar terhindar dari bahaya
Apakah jawaban itu ? tidak lain adalah perulangan JATUH DARI KETINGGIAN, maha suci Allah yang membenarkan hambaNya dalam menulis artikel, semoga mereka tidak menuduh sebagai paranormal. Lalu apalagi yang berulang ? ya … selain tgl terjadinya tgl 22 sebagai fenomena 22, maka lantai 8 ini menunjukkan artikel Jakarta, Bab Bencana yang Hilang ….
Maha suci Allah, saat ketika yogya 27-mei-2006 lalu, kita berusaha menyelamatkan masyarakat dari yogya dari kegoncangan gempa dengan datang dan memberi brosur 3 hari sebelum gempa itu terjadi (baca [Peringatan] Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya), dan mengirimkan email ke orang-orang terkenal termasuk pak Nur Wahid, namun …… justru saat ini kebalikan, malah mbah marijan yang terkenal, padahal dari artikel itulah mbah marijan di lawan, perhatikan posting email yang tidak dapat di ubah yakni tgl 22 , berikut cuplikan artikel
Senin, 22/05/2006
Lima hari menjelang gempa yogya, mulai team menyebarkan email ke seluruh media dan orang penting di negeri ini, serta pesan brosur untuk di sebarkan di yogya
[L] 05.41 ** Lawan mbah Marijan
Jelas dari penyebaran brosur ke yogya secara langsung dan bahkan mengirimkan ke media massa di Indonesia untuk mengingatkan GEMPA BUMI yang akan terjadi, dan bahkan memuat dalam gambar peta yang jelas serta ulasan-ulasan ttg GEMPA BUMI secara ilmiah dengan kata-kata WASPADA.
Berikut ini adalah Salah satu Press Release yang di edarkan ke media massa tgl sebelum gempa yogya May 22, 2006 5:41 am,
MASYARAKAT PEDULI TAUHID
Sekretariat : Jln. Marinas Barat IV/0 Surabaya
Assalamu’alaikum wr. Wb
Dengan hormat redaksi media JawaPos
Pada hari sabtu 20-mei-2006, halaman 3, kolom berita utama dengan Judul “Tapa Bisu Keliling Kampung”, disebutkan adanya ritual yang bertujuan untuk meminta keselamatan warga yang terus menerus di hantui aliran lava dan awan panas yang dimuntahkan merapi. Prosesi itu seakan tidak aneh dan menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia khususnya adat jawa.
Berita tersebut bersejajar dengan satu muatan tentang menurunnya aktifitas merapi, sehingga untuk masyarakat awam hal ini bisa dijadikan mitos atau simbol kesaktian yang melakukan ritual tersebut. Seakan bertentangan dengan ilmu pengetahuan dimana mbah marijan (sang guru kunci) di minta mengungsi tidak mau karena memiliki keyakinan bahwa merapi tidak meletus. Pembenaran ini seakan terus bergulir di bumbui dengan keselamatan presiden Yudoyono saat berkunjung ke merapi yang tertuang dalan alinea 1, berita tersebut berbunyi :
“Sleman-Mbah Marijan terus menjadi bintang Merapi. Setelah naik ke Gapura Srimanganti tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhowono berkunjung ke lereng gunung yang tengah batuk itu, kemarin dia melakukan ritual tapa bisu keliling desa. Prosesi itu dimulai pukul 21.00 dari halaman rumahnya di Dusun Kinahrejo, Desa UmbulHarjo, Cangkringan, Sleman.”
Pertautan berita itu mengandung makna yang sangat berbahaya karena unsur klenik dimasukkan ke dalam fakta sehingga kalau dipahami oleh orang awam menjadi berita yang sangat menyesatkan walaupun kami memahami itulah fakta yang terjadi. Tetapi kalau kita jeli tentang perilaku Mbah Marijan adalah : “Mengapa dia melakukan itu saat merapi aktifitasnya cenderung turun dan secara ilmu pengetahuan juga menyatakan begitu, terbukti pihak yang berwenang dalam hal ini BPPTK Jogyakarta, memutuskan untuk menerima kunjungan presiden Yudoyono. Pertanyaan besar mengapa mbah marijan tidak melakukan saat tanggal 13 atau 14 mei di mana itulah letusan atau guguran lava atau awan panas paling besar terjadi ? “
Tentunya pertautan berita diatas jika dipahami oleh orang Islam dengan kadar iman tinggi tidak menjadi masalah, tetapi jika dipahami oleh masyarakat awam, tentu akan sangat membahayakan sifat ketauhidan. Pendidikan masyarakat khususnya pembaca harus di-imbangi dengan berita yang memuat pendapat orang yang berilmu agama dalam hal ini adalah agama Islam, sehingga pembaca dapat membandingkan berita tersebut dan mendapat berita berimbang. Dengan pemberitaan berimbang maka masyarakat tidak membaca berita itu mentah-mentah dan menjadi opini yang benar.
Untuk itulah kami mohon agar redaksi dalam menyajikan berita dapat lebih selektif memilih antara fakta dan opini dengan berita berimbang. Kami masyarakat peduli tauhid sangat berterima kasih jika redaksi memahami kerisauan kami tentang ‘kesaktian mbah marijan’, sebab banyaknya bencana dan musibah yang terjadi di Indonesia adalah pelajaran besar bagi umat Islam dan alhamdulilah banyak masyarakat yang sekarang lebih paham tentang ketauhidan dengan adanya pelajaran itu. Jangan sampai pelajaran besar yang merupakan ‘grand design’ dari Allah, bisa kacau ke arah klaim sempit perseorang seperti mbah marijan atau klaim kelompok seperti komunitas Eden. Sifat pelajaran yang universal atas bencana dan musibah di Indonesia harus di tonjolkan untuk menuju masyarakat yang bertakwa.
Sebagai informasi dalam melawan opini mbah marijan, kami, Masyarakat Peduli Tauhid InsyaAllah akan ke yoyga hari kamis tgl 26-mei-2006 untuk membagikan brosur melawan opini mbah marijan yang terbangun dari media-media di Indonesia
Sekian, terima kasih
Wassalam u’alaikum wr wb.
Dengan biaya sendiri, para relawan berangkat naik bus , selengkapnya kisah selengkapnya [detail ]
Ya ….. tercatat tgl 22-mei-2006 lalu press release di edarkan ke media massa dan hampir seluruh orang terkenal di negeri ini, bandingkan meomen tgl 22 ini dengan ‘gagak’ Allah yang lain :
- Rabu, 22/12/2004 17:01 WIB Heli TNI AL yang Jatuh di Nabire, Bagian dari Pengawalan SBY [Sebelum Tsunami Aceh]
- Kamis, 22/02/2007 10:58 WIB Kapal Levina I Terbakar 80 Km dari Priok, 350 Orang Terjebak [Sebelum bencana berurutan Longsor-Gempa-Pesawat Garuda]
Sungguh indah kemiripan tgl 22 itu seakan mengatakan sesuatu betapa pentingnya tgl itu, dan saat dicari-cari ternyata angka 22 itu bukanlah ajaib melainkan sebuah perumpamaan berupa “ajakan kembali kepada quran” Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari
PErhatikan brosur itu “ Jangan sampai pelajaran besar yang merupakan ‘grand design’ dari Allah, bisa kacau ke arah klaim sempit perseorang seperti mbah marijan atau klaim kelompok seperti komunitas Eden. Sifat pelajaran yang universal atas bencana dan musibah di Indonesia harus di tonjolkan untuk menuju masyarakat yang bertakwa.”
Apakah grand design Allah sudah terungkap ? walau di tentang banyak orang dan bahkan di tuduh paranormal, di boikot media dsb, maka tetap saja grand design dari Allah tetap universal namun mereka melupakan, bahkan dalam artikel Jangan Lupakan Fenomena 22 : Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid Wafat jelas memuat beberapa tokoh telah di ‘tegur’ lewat fenomena 22 itu
Haruskah mendatangkan malaikat atau keajaiban batu menjadi emas, barulah mereka percaya ?. Beranikah mereka menyatakan kami sebagai paranormal ? biarlah Allah yang akan mencatat atas semua tindakan mereka itu dan semoga mereka sadar bahwa Allah memberikan grand design di balik semua kebetulan ini

