Beranda > Fenomena, Islam > [Air Mata Soeharto] Mengapa Soeharto menangis ?

[Air Mata Soeharto] Mengapa Soeharto menangis ?

Januari 15, 2008 thephenomena

Kemarin setelah di tuliskan tentang artikel‘Air Mata’ Tuhan posted Jan 12, 2008 5:37 pm , maka tidak terlalu lama, benar-benar ada zuper tokoh yang menangis. Kejadian langka ini-pula merupakan perjalanan kehidupan yang luar biasa, jika ‘ Air Mata’ Tuhan berupa hujan sebagai rahmat atapun kalau melebihi kapasitas bisa banjir sepert 2-2-2007 Jakarta, atau 26-12-2007 p. Jawa Banjir besar, maka tetesan itu bisa pula hikmah atas banyaknya pertikaian umat islam yang seharusnya bersaudara

‘Air Mata’ Tuhan memuat pertikaian sesama muslim “Bom Bunuh Diri di Pakistan, 22 Tewas “, maka kembali fenomena 22 ini muncul kembali. Berbeda dengan Air Mata manusia yang biasanya menangis saat saat yang sedih, sedangkan kala dia bahagia lupa akan air mata itu. Pada air mata tuhan muncul korban 22, maka pada air mata soeharto muncul pula kekuasaan mahatir selama 22 tahun … kebetulankah ?

Mahathir diterima tiga anak Soeharto, di antaranya Siti Hariyanti Rukmana. Mahathir tidak memberikan keterangan pers apa pun. Kedatangan pemimpin Malaysia yang berkuasa selama 22 tahun itu tidak mendapatkan pengawalan khusus. Ia hanya dikawal polisi. Mahathir langsung bertemu Soeharto. Bahkan, Mahathir sempat membisikkan doa di telinga Soeharto.

Saat di kunjungi orang lain selain mahathir, maka soeharto tidak mengeluarkan air mata, namun ketika bertemu dengan mahathir yang berkuasa selama 22 tahun, maka dia, soeharto menitik-kan air mata, bagai bertemu seorang ‘malaikat’ atau perjumpaan qurani, mengapa 22 ini ? Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari

Entahlah kebetulan atau tidak, yang jelas hal itu Jelas terjadi dan tidak bisa di bantah, betapa penting 22 itu dan bahkan itu terjadi saat beliau di rawat selama 11 hari.

Namun, tambahnya, dari Tutut, sahabat Soeharto itu telah mendapat penjelasan singkat soal kondisi kesehatan dan perawatan selama 11 hari di RSPP. “Mbak Tutut berbisik kepada Pak Harto, mengatakan kalau sultan Brunei mengunjungi beliau,” ungkapnya.

Ada apa dengan 11 ? terbaca di artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan yakni yaitu satu tempat saat penantian banjir besar JAKARTA 2-2-2007 lalu, berikut ini cuplikan

Bentukan sebuah siklus

Panjang lebar membentuk penjelasan dan setelah diselidiki maka semua berulang dan berpola sehingga menjadi kisah Matematika Buah Kebetulan dan Siklus Adam Air . Ternyata pula siklus 22 ini adalah terkisah pada Tiang Pintu Fahd 22 dan Yusuf dan Siklus Sebelas , kemudian Sebelas negara terkena Tsunami Aceh 2004


Menanti Kejadian besar 2-2-2007

Pada artikel sebelumnya telah di tuliskan tentang si ibu dan Peringatan Dini Air Meluap, secara indah pula penantian 2-2-2007 tersusun yakni : Terkena siklus 11 ? kemudian citra mimpi langit hitam , Menyambut 2-2-2007 , News of the News dan akhrinya Benarkah akan terjadi 2-2-2007 pertama adalah Jakarta Gempa ! Feb 1, 2007 7:41 am dan Garuda sudah bermasalah Feb 1, 2007 8:50 am

Secara jelas artikel ini [Waspada] Garuda bermasalah lagi … Feb 1, 2007 12:34 pm DAN BENARLAH YANG DINANTIKAN JAKARTA LUMPUH 2-2-2007 Tentu kita semua ingat di bulan desember 2006 tentang peringatan Waspadai gempa + hujan Dec 28, 2006 4:34 pm. Dan adalah benar bahwa sebelum banjir besar JKT di dahului oleh gempa. Pesan moral adalah Jangan Tinggalkan DIA ditengah Banjir

Setelah penjelasan diatas tentang simbol 22 dan 11, Lalu apa hubungannya Air Mata Soeharto dengan ‘Air Mata’ Tuhan ?

Ya … selain membentuk irama kebetulan antara tulisan ‘Air Mata’ Tuhan kemudian di ikuti oleh Air Mata Soeharto, maka kapankah ‘Air Mata’ Tuhan itu muncul ? Pasti dan pasti anda terkejut, bahwa air mata tuhan itu terjadi tepat tgl 11/1/08

Genangan Semata Kaki di Masjidilharam
MADINAH – Hari terakhir keberadaan jamaah haji Indonesia di Makkah kemarin (11/1) diwarnai hujan deras. Ini hujan pertama sejak jamaah haji tiba di Arab Saudi. Hujan cukup deras sehingga genangan terjadi di beberapa daerah.

Sama persis ketika air mata soeharto terlihat saat 11 hari di rawat, kebetulankah ? HARUS ada yang mengatur kebetulan ini dan itu di luar wewenang manusia bahkan soeharto sekalipun juga tidak tahu bahwa air mata belaiu ternyata merupakan rentetan hikmah yang menunjukkan ‘keberadaan’ pelajaran Allah, sama halnya lumpur lapindo, Sidoarjo-pun banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa di situlah ‘keberadaan’ pelajaran Allah muncul (baca Sidoarjo, Tempat Seribu Hikmah) ,

Kalau di Makah ada air zamzam yang tak lekam di rundung masa, maka di Sidoarjo ada lumpur lapindo sebagai pelajaran Allah yang tak-kan lekan dalam waktu dekat

________________________

Apapun yang terjadi di sisi Allah-lah yang terbaik

Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . (ali-imran:14)

Mengingatkan apakah air mata soeharto itu ?

  1. Hikmah di Sidoarjo, yang memakai Alat lengah hingga tewas (baca Tragis yang Kedua di Tempat Seribu Hikmah )
  2. Hikmah di Karang Anyar, kabupaten astana Giri Bangun, rumah masa depan trah soeharto

Astana Giri Bangun adalah sebuah pemakaman yang terletak di sebelah timur kota Surakarta, Indonesia, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, sekitar 35 km dari Surakarta.Istri presiden Indonesia, Soeharto, Ibu Tien, dimakamkan di sini.

Situs pemakaman ini dirancang untuk dipakai oleh seluruh keluarga Pak Harto. Pada saat pembangunannya dimulai, jauh sebelum Ibu Tien Suharto wafat, telah menuai badai kritik dari berbagai kalangan masyarakat. sehingga diisyukan bahwa liang-liang lahat yang dipersiapkan untuk peristirahatan terakhir itu dilapisi dengan emas maupun perak. pada hal pada saat yang sama (saat itu) keadaan ekonomi rakyat sedang tidak membaik. (zumber wikipedia)

Ada apa dengan Karang Anyar ? atau sudah lupa dengan Karang Anyar
Tepat tgl 26-12-2007 lalu di tempat itulah longsor terjadi, hingga korban orang soleh-pun bermunculan dan membuat rekaman indah rangkaian kebetulan dari Tsunami Aceh sesuai kejadian 3 tahun lalu dimana Tsunami Aceh terjadi 26/12/04

Hal itu terekam dalam urutan artikel-artikel yang di urutkan “Dari Karang Anyar kembali ke Karang Anyar, …. tinggal menanti saat saatNya”

Rangkaian rekaman artikel yang panjang dan melelahkan dan di butuhkan KESABARAN untuk dapat memahami pelajaran Allah sebagai ayat qauniyahnya. Pelajaran itu bukan sebagai bubuk instan, langsung di buka, di seduh dan di minum terasa kasiatnya. Bukan begitu cara memahami pelajaran Allah

Dan banyak orang yang tidak sabar dengan out dari keanggotaan milis, akibat tidak sabar, padahal hal itu tidak berguna atau menghapus pelajaran Allah yang universal. Semua bisa membaca, namun harus meninggalkan atribut manusianya (cinta dunia) sesuai ayat di atas. Dengan hal itulah menjadi jernih dan dapat merasakan nikmatnya pelajaran Allah dalam kesabaran.

Berkaca n. Musa dengan kesabaran beliau

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (al-a’raaf:128)

Cukupkah terhubung antara Air Mata Soeharto dengan ‘Air Mata’ Tuhan ? Sebagai tangisan mantan orang orang kuat SOEHARTO DAN MAHATHIR MENANGIS

Perhatikan hubungan malasia dengan Indonesia yang sama sama ibukotanya terkena ’stroke’ ringan melalui banjir besar

KUALA LUMPUR 11 Jun – 2007 Banjir “Kilat” terburuk yang melanda Kotaraya Metropolitan Kuala Lumpur semalam sesungguhnya satu sejarah terburuk yang menghantui kepala pemimpin politik di negara ini. Bagai cacing kepanasan, Perdana Menteri Dato’ Seri Abdullah Badawi bergegas mengadakan lawatan mengejut ke Dewan Bandaraya Kuala Lumpur.

Dalam sidang medianya, jelas sekali Pak Lah terlalu kecewa dengan apa yang berlaku. Bagi beliau, apalah guna kecanggihan sistem seperti yang dijanjikan oleh pihak DBKL sekiranya banjir kilat seperti itu terusan berlaku.

….

Banjir Kilat melanda Kuala Lumpur sehingga sedalam 1.8 meter pada hari Ahad, 10 Jun 2007 , jam 6.00 petang hingga 8.00 malam , selama 4 jam akibat hujan lebat.

Kawasan utama yang tenggelam ialah Dataran Merdeka, Jalan Tun Perak, Jalan Raja, Kelab Diraja Selangor, Jalan Ipoh, Jalan Masjid India , Masjid Jamek , Stesen LRT Masjid Jamek , Kampung Baru, Kampung Chubadak dan Sentul. Jalan Tun Razak, Jalan Ampang, Jalan Dang Wangi, Jalan Kampung Pandan dan Jalan P Ramlee turut dilanda banjir.

Bangunan mahkamah iaitu bangunan Sultan Abdul Samad termasuk Dataran Merdeka sedalam paras pinggang. Air memenuhi bawah Dataran Merdeka dan terpaksa disedut keluar. Tahun 2003 , banyak kereta yang ditempatkan di bawah Dataran Merdeka tengelam selama seminggu kerana air tidak dapat keluar. Air melimpah hingga ke dewan sembahyang Masjid Jamek.

Dan banjir malasia itu merupakan perulangan tahun 2006 lalu yang terekam pula sebagai warning untuk Ibukota Jakarta lewat artikel [Peringatan] Jakarta Banjir Besar Sebelum Terjadinya.

Banjir pula telah terjadi di kota makah al-mukaromah sesuai artikel ‘Air Mata’ Tuhan Indonesia, malasia negeri negeri muslim yang seharusnya bersaudara sebenarnya – benarnya, namun saling slintat-slintut …. seperti punya kepentingan sendiri-sendiri, ibarat manusia, namun maunya banyak atau terangkum dalam Fenomena Bayi Berkepala Dua

SBY Minta Malaysia Transparan

Bertemu Nirmala Bonat, Presiden Janjikan Kerja
KUALA LUMPUR – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin memulai lawatan tiga hari ke negeri tetangga, Malaysia. Kunjungan kali ini menjadi sangat penting karena belakangan hubungan bilateral negeri rumpun Melayu itu berkali-kali panas.

Persoalan hubungan kedua negara tersebut memang seperti api dalam sekam. Tak hanya TKI (tenaga kerja Indonesia) yang sering diperlakukan tak adil, tapi juga muncul kasus yang membuat hubungan panas. Misalnya, pengeroyokan wasit karate Indonesia Donald Kolopita oleh polisi Malaysia.

Saat tiba di Kuala Lumpur kemarin siang, SBY langsung mengeluarkan pernyataan yang meminta Malaysia bersikap transparan dan mempercepat seluruh proses kasus hukum yang menimpa para TKI. Presiden juga memerintahkan pihak Kedubes RI di Malaysia terus memantau dan mengikuti kasus tersebut sampai selesai.

Longsor karang-anyar kemudian penantian pak Harto yang akan berhenti di karang anyar (astana giri bangun) itupula suatu kebetulan ? Kebetulan ini secara apik di lukiskan oleh media

LEBIH dari dua minggu ini Kabupaten Karanganyar menjadi sorotan publik nasional maupun internasional. Itu dimulai pada 26 Desember lalu. Saat itu, di Dukuh Mogol, Kelurahan Tawangmangu, musibah tanah longsor menelan hidup-hidup 37 nyawa warga sekampung.

Karena evakuasi membutuhkan waktu berhari-hari, hampir semua stasiun televisi serta jurnalis media elektronik dan cetak beramai-ramai mendirikan studio mini di sekitar Mogol. Hanya seminggu setelah evakuasi berakhir, 11 Januari lalu, Soeharto dikabarkan kritis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Perhatian pun kemudian tertuju ke Astana Giribangun. Kompleks pemakaman keluarga Soeharto di Kecamatan Matesih itu hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Tawangmangu.

…..

Beruntung, berbeda dari saat mereka meliput di Mogol, cuaca di Giribangun lebih bersahabat. Sejak Jumat (11/1), hanya sekali terjadi hujan pada Minggu (13/1). Itu pun tidak sederas seperti saat meliput longsor di Mogol. ….

Sayang …. tidak ada yang menganggap bahwa dua kejadian yang kebetulan itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah sebagai kecuali hanya sekedar berita (baca Bahaya Bencana yang Lebih Besar Mengancam)

Bahkan saat pesawat TNI-AL jatuh, Heli AU Jatuh-pun demikian akhrinya terwujud lewat acara persiapan ke pemakaman jendral soeharto

….Persiapan Mabes AD tersebut terkait dengan kapasitas Soeharto sebagai jenderal berbintang lima. Otomatis acara kenegaraan yang mengiringi nanti diikuti para petinggi Mabes TNI dan TNI-AD. “Sesuai prosedur, tiga staf KSAD akan mendampingi jenazah mantan Presiden Soeharto,” ujarnya.

Sebagai catatan, saat jenazah Ibu Tien Soeharto dimakamkan, peti jenazah digotong KSAD, KSAU, KSAL, dan Kapolri. …

Lalu apakah kasus pak Harto di dunia in, sehingga sakaratul mautnya berlangsung lama ?, Nah jawaban pak Amin berikut ini cukup lugu

“Lagi pula, pemberian maaf ini penting untuk mempermudah Pak Harto. Beberapa kali saya menemui orang sakaratul maut begitu lama karena dia masih mempunyai beban di dunia ini,” katanya…

Dan akhrinya pak Amin memberikan satu ingatan ttg 1-muharram dimana kemarin terjadi hal itu sebagai ‘Air Mata’ Tuhan

“Saya meneladani apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Saat kembali ke Makkah dengan kemenangan besar selepas hijrah selama tujuh tahun, semua musuh dimaafkan dan diberi kebebasan. Memberi maaf adalah ciri khas keutamaan dan keunggulan para nabi,” ujar Amien kepada wartawan di rumahnya, Pandeansari, Caturtunggal, Depok, Sleman, kemarin. Ikut mendampingi Amien, Wakil Ketua DPP PAN Drajat Wibowo dan Bendahara Tjatur Sapto Edi.

Bagaimana pak Amin tentang dana DKP ? semua tokoh banyak yang tergoda, sesuai hukum al-qur;an, bahkan nabi/rasulpun demikian, mengutip artikel Setahun sudah ….. dari gempa yogya sebagai berikut

Indah pula Allah memberikan hikmahnya lewat bayi berkepala dua yang cukup langka masing-masing lahir banyak pada tahun 2006 lalu. Bentuk kepala bayi itu  sebagaimana  O|O, dimana cerminan sebagai ibarat muslim satu tubuh dua kepala maka binasalah dia. Dalam suatu hadist di nyatakan bahwa “muslim ibarat satu tubuh sehingga ketika salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota lain juga merasakan”. Tentu pelajaran bayi  berkepala dua itu tidaklah sia-sia, dalam quran disebutkan bahwa sehelai daun yang jatuh-pun, Allah mengetahui

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya , dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata ” (al-an’aam:59)

Tentu ciptaan Allah tidaklah sia-sia sebagaimana quran dan tentunya bagi kita adalah mengambil hikmahNya

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya  malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi : “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (ali-imran:190-191)

Bagi beberapa orang mungkin mengatakan bahwa hal itu terlalu mengada-ada, baiklah pada tgl 22-08-2006 dimana bayi berkepala ua itu muncul, lalu kami sebutkan bahwa “Hati-hati terhadap hal yang kembar”. Nyatanya lapindo meledak tgl 22-November-2006, kemudian PDAM SDA meledak lagi tgl 22-desember-2006, ada apa dengan tgl 22 ?

Nyata pula kemudian 1-1-2007 : Adam air jatuh, dan kemudian 2-2-2007 Jakarta Lumpuh, dan setelah itu 3-3-2007 NTT longsor. Tentu tidak semua kejadian dapat tertulis, kami hanya menuliskan yang cukup hebat korbannya.

Setelah semua kejadian itu barulah 6-3-2007 :Gempa Sumbar dan 7-3-2007: Garuda terbakar. Rangkaian indah dari kejadian itu semua mengacu pada fenomena 22 ternyata (secara tidak sadar kami tuliskan fenomena 22 !, Bacalah Fenomena 22  ):

Apakah hikmah dari itu ? Tidak lain ajakan untuk kembali pada qur’an dan sunnah rasul untuk menyelesaikan semua persoalan. Lihat saja orang yang ber-ilmu dan terpandang tergelincir

Sehingga sekali lagi Allah memberikan pelajaran bahwa sekaliber apapun orangnya, maka godaan semakin kuat, DPR, Kyai, ustads, dosen …. siapapun lapisan masyarakat telah ditunjukkan bahwa Godaan syetan sangat kuat. Budaya sangunisasi/Amplop tidak bisa hilang begitu saja, budaya pangkat, penghormatan atas orang kaya masih berlangsung. Ujung itu semua adalah akibat pola masyarakat yang hedonisme, rasa kesenangan menjadi panglima dibalik perjuangan. Berkaca dari para nabi yang di goda oleh syetan, namun di hilangkan oleh Allah, bagaimana dengan kita yang bukan nabi ? tentu di goda pula ….

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak  seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (al-hajj:52)

Lalu TAP MPR apakah dari pak Harto ? tentu anda terkejut, 11/1 terlihat sebagai ‘Air Mata’ Tuhan dan 11 hari di rawat di RSPP barulah pak Harto menitikkan air mata, makaTAP yang dilanggar adalah TAP 11/98

Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia.

Kliping berita

Senin, 14 Januari 2008 14:02 WIB

<!–
()–>

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad, Senin (14/1) hari ini datang menjenguk mantan Presiden Soeharto yang masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan. Bersama sang istri Dokter Siti Hasmah, Mahathir tiba di RSPP pukul 12.40 WIB. Mahathir menjenguk selama 20 menit. Ia ditemani Dua Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zaenal Abidin Mohammad Zain.Mahathir diterima tiga anak Soeharto, di antaranya Siti Hariyanti Rukmana. Mahathir tidak memberikan keterangan pers apa pun. Kedatangan pemimpin Malaysia yang berkuasa selama 22 tahun itu tidak mendapatkan pengawalan khusus. Ia hanya dikawal polisi. Mahathir langsung bertemu Soeharto. Bahkan, Mahathir sempat membisikkan doa di telinga Soeharto.Menurut Ketua Tim Dokter Kepresidenen Dokter Mardjo Soebinadono yang mendampingi Mahathir selama bertemu Soeharto, baik Soeharto maupun Mahathir, sama-sama menangis. “Itu artinya, Pak Harto tahu dan bisa merespons terhadap pengobatan yang selama ini dilakukan tim dokter,” kata mardjo. Selain Mahathir, di RSPP juga beredar isu bahwa Perdana Menteroi Timor Leste Xanana Gusmao juga akan menjenguk Soeharto. Cuma kebenaran kabar tersebut belum bisa dipastikan.(DOR)

Kliping berita JP, Selasa, 15 Jan 2008, Dijenguk Mahathir, Pak Harto Menangis

Dites Kesadaran, Masih Bisa Merespons
JAKARTA – Ketika kondisi sedang kritis, mantan Presiden Soeharto kemarin dijenguk dua tokoh dari negeri jiran. Mereka adalah mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad dan Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah. Soeharto sempat menitikkan air mata saat dibesuk Mahathir.

Mahathir yang akrab disapa Dr M bertolak langsung dari Kuala Lumpur dan tiba di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina) pukul 12.40 WIB. Wajahnya terlihat tegang ketika memasuki gedung A, tempat Soeharto dirawat. Pertemuan antara dua sahabat lama itu berlangsung sekitar 20 menit. Lebih lama daripada kunjungan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kwan Yew sehari sebelumnya (Minggu, 13/11).

Wajah Dr M terlihat lebih santai usai menjenguk Soeharto, sebelum masuk mobil Kedutaan Malaysia nopol CD 47 01. Sesekali dia menyunggingkan senyum ketika berbicara dengan Moerdiono, mantan Mensesneg di era Orde Baru, yang hari itu mendampinginya. Begitu sampai di depan pintu mobil, Dr M yang datang dengan istri dan wakil Dubes Malaysia untuk Indonesia itu hanya melambaikan tangan ke arah kerumunan wartawan yang ingin mewawancarainya.

Usai mengantar kepulangan mantan perdana menteri Malaysia yang berkuasa 22 tahun itu, Moerdiono memberikan penjelasan kepada wartawan. Kata dia, Dr M bisa bertemu langsung dengan Soeharto. “Dokter mengizinkan Pak Mahathir, ibu dan wakil duta besar Malaysia untuk masuk ke ruangan Pak Harto,” kata Moerdiono.

Menurut dia, Mahathir beberapa kali berbisik kepada sahabatnya itu bahwa dia datang bersama istrinya. Tak hanya itu, lanjut Moer, senior PM Abdullah Badawi itu juga sempat menyalami tangan kiri Soeharto.

Bagaimana respons Soeharto? Kata Moer, meski tidak bisa berbicara karena ada ventilator di mulutnya, wajah Soeharto tampak semringah. Setelah berbicara, tambah Moer, Mahathir dan istri lantas berdoa di samping tempat tidur Soeharto. Mereka didampingi tiga putri Soeharto: Siti Hardiyanti (Tutut), Siti Hediyati Hariyadi (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek).

Suasana pertemuan antara Dr M dan Soeharto juga digambarkan Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono. Dia mengungkapkan, Soeharto sempat menitikkan air mata saat bertemu Mahathir. “Tapi, itu cerita Mbak Titiek, ya,” ujarnya ketika dicegat usai mengontrol keadaan Soeharto.

Setelah dikunjungi Mahathir, kata Mardjo, Soeharto diberi obat penenang kembali agar bisa tidur. “Supaya kami bisa memeriksa paru-paru beliau lagi,” jelasnya.

Berselang lima jam, Sultan Hasanal Bolkiah tiba di RSPP. Dia langsung terbang dari ibu kota Brunei Bandar Seri Begawan. Dengan mobil khusus tamu negara, sultan yang kemarin memakai setelan jas gelap dengan dasi biru muda itu datang dengan mufti (ulama) besar Brunei Darussalam.

Kunjungannya hanya berlangsung sekitar 15 menit. Seperti halnya Mahathir, Sultan Hasanal juga tak mau menjawab pertanyaan wartawan. Akhirnya, lagi-lagi Moerdionolah yang menjawab pertanyaan wartawan.

“Beliau dapat mendekati tempat tidur Pak Harto dan langsung berdoa di sampingnya,” kata Moer. Karena Soeharto sedang ditidurkan, sultan Brunei itu tidak bisa berkomunikasi.

Namun, tambahnya, dari Tutut, sahabat Soeharto itu telah mendapat penjelasan singkat soal kondisi kesehatan dan perawatan selama 11 hari di RSPP. “Mbak Tutut berbisik kepada Pak Harto, mengatakan kalau sultan Brunei mengunjungi beliau,” ungkapnya.

Membaik, Bisa Genggam Tangan

Bagaimana kondisi Soeharto kemarin? Meski belum keluar dari fase kritis, kondisi Soeharto menunjukkan tanda-tanda membaik ketimbang hari sebelumnya.

Mardjo Soebiandono dalam jumpa pers di lantai III RSPP mengatakan, kondisi Soeharto secara umum membaik. “Fungsi jantung sudah membaik, tetapi masih terjadi gangguan fungsi paru-paru,” paparnya, didampingi beberapa anggota tim dokter lain.

Mardjo menambahkan, tekanan darah Soeharto naik berkisar antara 90 sampai 110 per 40 sampai 50 mm Hg. “Tapi, pernapasan beliau masih dibantu mesin pernapasan,” katanya. Yang masih mengalami gangguan adalah paru-paru. “Masih terjadi gangguan fungsi paru karena ada penimbunan cairan,” imbuhnya.

Melengkapi pernyataan ketua tim dokter itu, dr Hadiarto Mangkunegoro menjelaskan, ada dua masalah di organ pernapasan Soeharto. Pertama, ada penumpukan cairan yang lebih banyak daripada Minggu lalu (13/1). “Dari gambar rontgen radiologi pagi ini (kemarin) ada penambahan bayangan yang kalau diterjemahkan berarti ada penambahan cairan di paru-paru,” lanjutnya.

Penambahan cairan tersebut, kata dia, disebabkan ginjal belum berfungsi. Akhirnya cairan itu memenuhi saluran pernapasan yang kemudian mengental dan menyumbatnya. Seperti sehari sebelumnya, dokter akan mengeluarkan sumbatan itu dengan alat bronchoscopy. “Kurang dari 10 menit lendir sudah bisa kita keluarkan,” ujarnya dengan nada lega.

Masalah kedua, lanjutnya, ada infeksi di paru-paru kiri dan kemungkinan menjalar ke paru-paru kanan. Infeksi itu bisa disebabkan pemasukan sebuah alat (ventilator) ke paru-paru melalui mulut. “Bisa saja kuman yang biasa di mulut dan bernama komensar menjadi patogen atau menyebabkan penyakit di paru-paru,” ungkap dokter spesialis paru itu.

Untuk mengobatinya, tim dokter spesialis paru-paru telah memberinya antibiotik. Selain kuman, lanjut Hadiarto, infeksi di paru-paru Soeharto juga disebabkan jamur. Yang sudah diidentifikasi adalah jamur candida. “Kita juga sudah obati jamur ini,” katanya.

Selain kerja jantung yang mulai membaik, Mardjo mengatakan, fungsi otak Soeharto tidak terganggu. “Pagi ini (kemarin) telah dilakukan tes kesadaran dengan cara penghentian obat sedasi (penenang) dan hasilnya menggembirakan,” tegasnya. Menurut dia, selama satu jam tidak diberi obat itu, Soeharto bisa merespons kondisi sekitar.

“Tadi kita panggil, Pak, ini Yusuf (dokter spesialis anestesi). Beliau (Soeharto) lantas mengedipkan mata,” cerita Mardjo. Dia juga menyuruh Soeharto memegang tangannya. “Ketika saya suruh memegang tangan saya, beliau langsung pegang,” tambahnya. Respons ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa fungsi otak Soeharto masih berjalan.

Pada kesempatan yang sama, Prof DrYusuf Misbah, anggota tim dokter Soeharto, membenarkan bahwa kesadaran pasiennya itu menurun tapi tidak koma. Tes kesadaran yang dilakukan dokter menunjukkan bahwa dugaan kerusakan batang otak tidak terjadi. “Karena masih ada respons, berarti fungsi korteks beliau masih baik. Reaksi pupil dan kornea masih baik meski tidak sempurna. Kenapa tidak bisa bereaksi normal karena tubuh beliau masih dipasangi alat,” tegasnya.

Sebelas hari dirawat di RSPP kondisi kesehatan mantan penguasa Orde Baru itu naik turun. Semua peralatan sudah memadai, tapi kondisi Soeharto masih rapuh. Ketika ditanya soal ini, Mardjo menjawab singkat. “Ini semua karena usia,” ungkapnya. Menurut dia, wajar jika seseorang telah mencapai usia 86 tahun organ-organ tubuhnya makin rapuh.

“Organ-organnya sudah uzur. Jadi, sulit untuk recovered (pulih) walaupun semangatnya tinggi,” ujar Mardjo. Segera setelah kondisi organ paru-parunya pulih, tim dokter melepas alat bantu pernapasan (ventilator). Kabar yang beredar, ada pihak keluarga yang minta alat itu dicabut. Tapi, tidak semua anggota keluarga sepakat. Kabar itu buru-buru dibantah Mardjo.

“Kita tidak ke sanalah larinya. Kita akan berusaha, bukan mencabut, tapi resusitasi,” sergahnya. Menurut dia, justru keluarga Cendana memasrahkan semuanya kepada tim dokter. “Pasrah 100 persen, kalau mau diresusitasi silakan, kalau tidak ya silakan,” tegasnya.

Namun, hari ini tim dokter mulai melepas alat respirasinya pelan-pelan. “Saat ini memang masih pakai alat, tapi nanti kita sapih pelan-pelan,” ujarnya lantas berlalu meninggalkan wartawan.

Tadi malam pukul 23.15, Mardjo kembali memberikan penjelasan kepada wartawan. Dia mengatakan, tekanan darah Soeharto berangsur membaik. “Terakhir, tekanan darah beliau 120 per 50-60 mmHg,” katanya.

Dia menambahkan, kira-kira dua hari lagi, ada rencana melepas ventilator dari mulut Soeharto. Terkait dengan rencana itu, hari ini (15/1) tim dokter akan membuat lubang di saluran pernapasan (trakea), tepatnya di daerah di bawah jakun. “Namanya tracheostomi. Ini sebagai pengganti ventilator,” ujarnya.(nue/fal/kum)

Kliping JawaPos, Selasa, 15 Jan 2008, Soeharto Kritis, Kampung Sekitar Giribangun Laris Dikavling Pekerja Media

Tidur di Makam, Mandi di Rumah Warga
Mantan Presiden Soeharto memang tidak memberi tahu kapan persisnya akan “beristirahat” di Astana Giribangun. Namun, justru media, khususnya tim liputan televisi, yang paling sibuk. Mereka berebut menyewa rumah warga di sekitar lokasi untuk base camp terbaik.

ENDRO S.- H. SETIAWAN, Karanganyar

LEBIH dari dua minggu ini Kabupaten Karanganyar menjadi sorotan publik nasional maupun internasional. Itu dimulai pada 26 Desember lalu. Saat itu, di Dukuh Mogol, Kelurahan Tawangmangu, musibah tanah longsor menelan hidup-hidup 37 nyawa warga sekampung.

Karena evakuasi membutuhkan waktu berhari-hari, hampir semua stasiun televisi serta jurnalis media elektronik dan cetak beramai-ramai mendirikan studio mini di sekitar Mogol. Hanya seminggu setelah evakuasi berakhir, 11 Januari lalu, Soeharto dikabarkan kritis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Perhatian pun kemudian tertuju ke Astana Giribangun. Kompleks pemakaman keluarga Soeharto di Kecamatan Matesih itu hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Tawangmangu.

Sejumlah media elektronik pun kembali menata tim live report-nya. Sebab, ada sebagian yang bahkan belum sempat pulang ke kantor. Rute pulang pun dialihkan ke Astana Giribangun, untuk berjaga-jaga seiring kritisnya kondisi mantan orang kuat pada masa Orde Baru tersebut. Yang telanjur pulang juga balik kucing ke rute semula.

Tim dari Metro TV, misalnya. Menurut Kepala Biro Jawa Tengah Aswandi, 10 anggota tim live report Mogol belum sempat pulang ke Jogjakarta. Usai dari Mogol, mereka meluncur ke Kudus, Jawa Tengah, untuk meliput banjir di sana. Beruntung, berbeda dari saat mereka meliput di Mogol, cuaca di Giribangun lebih bersahabat. Sejak Jumat (11/1), hanya sekali terjadi hujan pada Minggu (13/1). Itu pun tidak sederas seperti saat meliput longsor di Mogol.

Karena itu, para pekerja media di Giribangun cukup terbantu saat malam datang. Selain belasan mobil liputan atau outdoor broadcasting van (OB van), puluhan pekerja media elektronik maupun cetak berseliweran di Giribangun. Namun, hari yang ditunggu itu memang tak kunjung datang. Sampai empat hari setelah kritis, alhamdulillah Pak Harto tetap baik-baik saja.

Yang repot memang pekerja media. Karena harus “menunggu”, mereka pun saling berebut tempat tidur. Di tempat yang terletak di lereng Gunung Lawu itu, mereka harus tidur di atas kursi-kursi panjang di mulut sejumlah pintu masuk di Astana Giribangun yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari tiga hektare itu. Sebagian lainnya bahkan tidur di atas koran maupun dalam mobil operasional mereka.

“Kami menyewa rumah penduduk untuk tim teknis. Presenter dan lainnya kami inapkan di hotel di Tawangmangu,” jelas Aswandi, koordinator liputan di Giribangun. Di Tawangmangu, tempat wisata yang cukup terkenal di Jateng itu, ada fasilitas hotel yang cukup layak.

Berdasar pantauan Radar Solo (Grup Jawa Pos), rumah dan lahan kosong di perkampungan warga di sekitar Giribangun kini “laris” disewa. Belasan OB van stasiun televisi tampak diparkir menempati lahan-lahan kosong milik warga.

Misalnya, tim dari Trans TV dan antv menempatkan OB van mereka di tepi jalan. Sementara itu, Metro TV dan Indosiar memilih menyewa rumah untuk tempat peristirahatan.

Sebuah TV swasta lain juga memilih menyewa rumah warga sebagai tempat istirahat dan menyimpan barang-barang mereka. Lalu, berapa harga sewanya?

“Saya sungkan ditanya harga. Karena kasihan, saya kasihkan (rumah untuk disewa). Saya diberi Rp 50 ribu sehari,” jelas Loso, warga Dusun Ngadirjo, Desa Girilayu, Matesih.

Rumah tembok sederhana yang disewa itu berukuran 10 x 3 meter. Yang dipakai hanya satu ruang. Satu ruang yang tersisa tetap dimanfaatkan untuk berjualan. Selain untuk menyimpan barang-barang, para kru juga numpang mandi di rumah itu. Di halaman tampak sebuah OB Van siap beroperasi.

Rumah Arif Kusnandar, yang berjarak 30 meter dari rumah Loso, juga disewa stasiun televisi swasta lain. Rumah kayu gaya limasan dengan tiga kamar itu disewa ruang tengahnya untuk perlengkapan milik kru televisi swasta itu.

Dari pengakuan warga, masih ada belasan pekarangan rumah warga yang sudah “ditelan” kendaraan operasional siaran televisi. Untuk beristirahat, kebanyakan kru memilih tidur di lokasi pemakaman Astana Gribangun. “Mereka ke sini untuk mandi dan ganti pakaian. Kadang mereka nunut men-charge ponsel, laptop, ataupun baterai alat-alat elektroniknya,” kata seorang warga.

Salah satu koresponden TV swasta asal Jogjakarta, Krisna, mengaku sudah lebih sepekan di Giribangun. Untuk aktivitas sehari-hari, dia harus bolak-balik lokasi penginapan dan Giribangun.

Krisna kos di rumah warga di depan Kantor Yayasan Mangadeg, sekitar 100 meter dari Giribangun. Krisna harus merogoh kocek Rp 75 ribu sehari. “Memang agak jauh sedikit, tapi nyaman,” ujarnya.

Selain Krisna, 20 kru televisinya melakukan hal yang sama. Mereka kos di satu rumah berbentuk joglo tanpa kamar. Masing-masing juga dikenai tarif yang sama oleh pemilik rumah (Rp 75 ribu per hari). Mereka pun harus istirahat mereka tanpa kasur dan tempat tidur. “Hanya beralas tikar, Mas. Sebenarnya, yang punya rumah tidak pasang harga. Tapi, kami sepakat kasih harga segitu,” ujarnya.

Namun, tidak semua pekerja pers memilih kos di sekitar lokasi. Banyak yang memilih penginapan di atas (Tawangmangu). “Kalau di sana (Tawangmangu), kami lebih nyaman. Bisa buka internet dan penginapannya juga lumayan bagus,” tutur Titis, kru dari media cetak nasional.

Menurut salah satu kru televisi, kebanyakan yang memanfaatkan rumah dan lahan warga adalah kru teknik. Kru jurnalis dan presenter lebih memilih menginap di hotel-hotel di Tawangmangu.

Sebagian kru stasiun televisi juga memilih memasang tenda dan memasak dengan peralatan seadanya di sekitar lokasi. Untuk mengatasi rasa dingin malam hari, mereka membuat api unggun. Suasana mirip camping pun terasa hampir setiap malam di sekitar kompleks makam.

Hal serupa dilakukan para personel keamanan yang berjaga-jaga di Astana Giribangun. Meski bertugas secara bergilir, sekali berjaga mereka mendapat jatah 24 jam penuh. Setiap malam 10 personel disiagakan di pintu masuk dan posko keamanan di lokasi. Untuk jatah makan, mereka mendapat kiriman ransum dari divisi logistik.

Banyaknya jurnalis dan aparat memberi rezeki bagi warga sekitar. Mereka mendirikan sejumlah tenda untuk berjualan. Sebab, di sekitar lokasi pemakaman hanya ada beberapa warung makanan. Itu pun kecil-kecil. “Setiap hari mereka (pekerja pers dan aparat keamanan) pesan makan di sini. Sehari kami bisa dapat untung Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,” kata Loso, yang memang memiliki warung makan.(el)

Kliping Selasa, 15 Jan 2008, Amien Rais: Maafkan Soeharto

JOGJA – Kritisnya kesehatan mantan Presiden Soeharto mendapat simpati dari berbagai kalangan. Bukan hanya dari para koleganya, simpati itu juga berasal dari lawan politiknya. Amien Rais, salah satu tokoh yang berperan dalam pelengseran Soeharto, menyatakan secara ikhlas memaafkan semua kesalahan penguasa Orde Baru tersebut. Amien bahkan mengajak seluruh bangsa Indonesia melakukan hal yang sama.

“Saya meneladani apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Saat kembali ke Makkah dengan kemenangan besar selepas hijrah selama tujuh tahun, semua musuh dimaafkan dan diberi kebebasan. Memberi maaf adalah ciri khas keutamaan dan keunggulan para nabi,” ujar Amien kepada wartawan di rumahnya, Pandeansari, Caturtunggal, Depok, Sleman, kemarin. Ikut mendampingi Amien, Wakil Ketua DPP PAN Drajat Wibowo dan Bendahara Tjatur Sapto Edi.

Menurut Amien, kondisi Pak Harto secara lahiriah tidak akan lama. Pendekatan hukum yang saat ini dilakukan pemerintah tidak mungkin dilaksanakan. Karena itu, pendekatan moral kemanusiaan dan keagamaan lebih luhur dilakukan. “Beliau mungkin sudah tidak akan bersama kita lagi dalam waktu dekat. Sebagai orang beriman, kita wajib memberikan maaf,” tuturnya.

Mantan ketua MPR tersebut juga mendesak pemerintah secepatnya mengeluarkan pernyataan resmi pemberian maaf kepada mantan presiden itu. Bukan hanya kasus pidana, tapi juga kasus perdata yang diarahkan kepada Soeharto. “Saya harap para ahli hukum saat ini tidak usah berbicara lantang soal penegakan hukum dan sok menjadi pahlawan. Ke mana saja mereka saat Soeharto masih gagah dan sehat. Kenapa hanya diam dan bungkam,” tegasnya.

Ketika didesak apakah pemberian maaf masih diperlukan ketika Soeharto lebih dulu meninggal sebelum pernyataan resmi itu dikeluarkan, Amien tidak menjawab secara tegas. Menurut dia, pemberian maaf setelah yang bersangkutan meninggal nilainya sudah berkurang jika dibandingkan dengan ketika masih hidup.

“Lagi pula, pemberian maaf ini penting untuk mempermudah Pak Harto. Beberapa kali saya menemui orang sakaratul maut begitu lama karena dia masih mempunyai beban di dunia ini,” katanya.

Hanya, ketika proses hukum tetap akan dilakukan, Amien berharap pemerintah mencari terobosan istimewa. Sebab, persoalan hukum merupakan kewenangan pemerintah, Mahkamah Agung (MA), dan DPR. Silakan presiden, ketua MA, serta ketua DPR bertemu untuk mencari terobosan istimewa. Sebab, pasal 14 UUD 1945 mengatur pemberian grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi,” jelasnya.

Menurut Amien, tidak semua kesalahan yang terjadi pada masa Orde Baru dilakukan Soeharto. Kondisi waktu itu merupakan kesalahan yang dibuat secara kolektif. “Seribu anggota MPR juga memikul dosa kolektif itu. Sebab, mereka selalu membenarkan dan mengiyakan kemauan Soeharto,” tandasnya.

Mantan ketua PP Muhammadiyah itu berharap ke depan tidak ada lagi pemimpin yang antikritik. Fenomena status quo disebabkan minimnya kritik terhadap penguasa. “Jangan sampai muncul lagi fenomena pemimpin yang tidak pernah dikritik seperti zaman Soekarno yang diangkat menjadi presiden seumur hidup. Itu sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi,” tegasnya. (jpnn/tof)

Kliping Selasa, 15 Jan 2008, Seluruh Kepala Staf TNI Akan Dampingi

SEMARANG – TNI-AD telah melakukan antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk atas kondisi mantan Presiden Soeharto. KSAD Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lima pesawat Hercules untuk mengangkut rombongan ke Solo, bila mantan presiden itu wafat.

Persiapan Mabes AD tersebut terkait dengan kapasitas Soeharto sebagai jenderal berbintang lima. Otomatis acara kenegaraan yang mengiringi nanti diikuti para petinggi Mabes TNI dan TNI-AD. “Sesuai prosedur, tiga staf KSAD akan mendampingi jenazah mantan Presiden Soeharto,” ujarnya.

Sebagai catatan, saat jenazah Ibu Tien Soeharto dimakamkan, peti jenazah digotong KSAD, KSAU, KSAL, dan Kapolri.

KSAD juga mengaku terus memantau kondisi kesehatan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Kodam IV Diponegoro, kata dia, akan diinstruksikan mempersiapkan langkah-langkah pengamanan yang diperlukan. Bantuan personel serta dukungan alat transportasi seperti helikopter dari Kodam IV, jelas dia, akan disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bukan hanya TNI-AD yang melakukan persiapan. Mabes TNI-AU juga sudah menyiapkan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdana Kusumah. TNI menyiapkan Hercules, Fokker 28, dan Boeing 737-200, masing-masing satu pesawat. Pesawat itu sedang stand-by menunggu perintah Mabes TNI.(jpnn/tof)

Kliping TAP MPR/11/98

Garuda.jpg (15597 bytes)

KETETAPAN
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
NOMOR XI/MPR/1998
TENTANG
PENYELENGGARA NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MAJELIS PERMUSYARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

  1. bahwa berdasarkan Undang Undang Dasar 1945, pelaksanaan penyelenggaraan negara dilakukan oleh lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif;

  2. bahwa dalam penyelenggaran negara telah terjadi pemusatan kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab pada Presiden/Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang berakibat tidak berfungsinya dengan baik Lembaga Tertinggi Negara dan Lembaga-lembaga Tinggi Negara lainnya, serta tidak berkembangnya partisipasi masyarakat dalam memberikan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;

  3. bahwa tuntutan hati nurani rakyat menghendaki adanya penyelenggara yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab agar reformasi pembangunan dapat berdayaguna dan berhasilguna;

  4. bahwa dalam penyelenggaraan negara telah terjadi praktek-praktek usaha yang lebih menguntungkan sekelompok tertentu yang menyuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme, yang melibatkan para pejabat negara dengan para pengusaha sehingga merusak sendi-sendi penyelenggaraan negara dalam berbagai aspek kehidupan nasional;

  5. bahwa dalam rangka rehabilitasi seluruh aspek kehidupan nasional yang berkeadilan, dibutuhkan penyelenggara negara yang dapat dipercaya melalui usaha pemeriksaan harta kekayaan para pejabat negara dan mantan pejabat negara serta keluarganya yang diduga berasal dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan mampu membebaskan diri dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme;

  6. bahwa berhubung dengan itu perlu Ketetapan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia yang mengatur tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Mengingat :

  1. Pasal 1 ayat (2), Pasal 2 ayat (2), Pasal 4, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 19, Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945;

  2. Ketetapan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor I/MPR/1983 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dan ditambah terakhir dengan Ketetapan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor I/MPR/1998;

  3. Ketetapan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IX/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1998 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara..

Memperhatikan :

  1. Keputusan Pimpinan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor 10/PIMP./1998 tentang Penyelenggaraan Sidang Istimewa Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia;
  2. Permusyawaratan dalam Sidang Istimewa Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia tanggal 10 sampai dengan 13 November 1998 yang membahas Rancangan Ketetapan Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang dipersiapkan oleh Badan Pekerja Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia;
  3. Putusan Rapat Paripurna ke-4 tanggal 13 November 1998 Sidang Istimewa Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia tanggal 10 sampai dengan 13 November 1998.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYELENGGARA NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

Pasal 1.

Majelis Permusayawaratan Rakyat Republik Indonesia berketetapan untuk memfungsikan secara proporsional dan benar Lembaga Tertinggi Negara, Lembaga Kepresidenan, dan Lembaga-lembaga Tinggi Negara lainnya, sehingga penyeleggaraan negara berlangsung sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945.

Pasal 2.

  1. Penyelenggara negara pada lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara

  2. Untuk menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut, penyelenggara negara harus jujur, adil, terbuka, dan terpercaya serta mampu membebaskan diri dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

Pasal 3.

  1. Untuk menghindarkan praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme, seseorang yang dipercaya menjabat suatu jabatan dalam penyelenggaraan negara harus bersumpah sesuai dengan agamanya, harus mengumumkan dan bersedia diperiksa kekayaannya sebelum dan setelah menjabat.
  2. Pemeriksaan atas kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas dilakukan oleh suatu lembaga yang dibentuk oleh Kepala Negara yang keanggotaannya terdiri dari pemerintah dan masyarakat.
  3. Upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dilakukan secara tegas dengan melaksanakan secara konsisten undang-undang tindak pidana korupsi.

Pasal 4.

Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia.

Pasal 5.

Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Ketetapan ini diatur lebih lanjut dengan Undang-undang.

Pasal 6.

Ketetapan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 13 November 1998

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

KETUA,H. Harmoko
WAKIL KETUA,Hari Sabarno, S.IP., MBA, MM WAKIL KETUA,dr. Abdul Gafur
WAKIL KETUA,H. Ismail Hasan Metareum, SH WAKIL KETUA,Hj. Fatimah Achmad, SH
WAKIL KETUA,Poedjono Pranyoto
Categories: Fenomena, Islam