Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran, sebelum terjadinya

Kasih sayang Allah terhadap umatnya tanpa batas waktu dan ruang, setiap ada bencana besar maka Allah ‘mengirimkan’ petunjukNya, sayang petujuk itu kadang diabaikan.

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. (Yunus:44)

Berkaca pada kasus ‘ilmu yang hilang’ dari n. Khidir, tersebutlah suatu kisah tiga penyelamatan yang dilakukan oleh n. Khidir, berikut petikan artikel Mengais Kasih Sayang Allah posting May 4, 2007 12:21 pm

Mengais Kasih Sayang Allah

Informasi atau kejadian yang lalu lalang di depan kita merupakan tumpukan tumpukan informasi yang dapat dibaca, didengar dan di analisa. Sebagian kita sering mengabaikan informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan kita, bahkan sebagian orang menyaring informasinya berdasarkan ukuran keuntungan materi

Bagai tumpukan sampah yang jutaan kubik, kejadian hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun akhirnya berupa onggokan sampah yang tidak menguntungkan jika kita mengingatnya.

Tidak semua tumpukan sampah itu tidak berguna, bahkan diantara peristiwa yang menurut rasional kita tidak berguna, justru itulah yang berguna. Kata mengais adalah tepat ketika informasi yang kita buang itu ternyata adalah bentuk Kasih Sayang Allah (baca artikel Kasih sayang-Nya Allah)

Tiga kejadian adalah untuk meyakinkan

Sebagaimana artikel Fenomena 3 hari yang menentukan , maka tidak serta merta manusia meyakini tumpukan informasi sampah itu adalah salah satu bentuk Kasih sayang-Nya Allah.

Perhatikan cerita ahli syariat yakni n. Musa dengan ahli ilmu Allah lain yakni n. Khidir. Musa sebagai pencetus aturan tertulis di muka bumi lewat Ten Commander’ justru mengakui ‘kekalahan’ ilmu n. Khidir

QS 18:65-66 Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”.

Dengan rangkaian indah cerita melobangi perahu, membunuh anak dan membangun tembok runtuh tanpa minta upah menunjukkan bahwa untuk meyakinkan n. Musa di perlukan tiga kejadian peristiwa bahwa dibalik kejadian yang menurut kacamata ahli syariat seperti n. Musa, maka pelajaran Allah atau ilmu Allah sangatlah luas

Bahkan tercermin dari cerita itu adalah adanya Kasih Sayang Allah lewat cerita menyedihkan itu terutama pembunuhan anak (baca Filosofi tangan kosong)

Terakhir perpisahan musa dengan khidir tercermin adanya perbedaan ilmu-ilmu Allah
QS 18:77 Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.

Lautan ilmu Allah

Dari kejadian tersebut, maka kita perlu membuka cakrawala berpikir baik yang rasional sebagaimana kisah fir’aun dengan ilmunya mampu membuat piramid, patung, tulisan dan istana megah

Kebudayaan yang dihasilkan oleh firaun merupakan peradaban yang sangat maju dan itupula ilmu Allah. Diantara ilmu Allah lain adalah kisah n. Musa mengenai mukjizat dan di tutup dengan ilmu n. Khdiri

Secara bertingkat adanya perbedaan ilmu sebagaimana firaun lewat ilmu pengetahuan yang terlihat secara fisik dari bangunan yang indah, tulisan yang tertata, teknik pembalseman, kemudian ke mukjizat dan hukum Allah dan terakhir adalah ilmu hikmah dari n. Khidir

Arti itu semua adalah apapun yang terjadi di alam ini adalah ilmu Allah. Tak terbatas oleh pikiran rasio manusia :

QS 18:109: Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu “.
Salah satu ciri dari tumpukan informasi sampah yang dapat berarti bagi kita adalah adanya tiga kejadian sebagaimana kisah N. Khidir

Ya filosofi ‘ilmu yang hilang’ adalah pengorbanan yang kecil untuk menyelamatkan yang besar (baca Mengapa Korban Bencana selalu orang Kecil ?)

Filosofi yang lain adalah berulang-ulang kejadian itu adalah untuk meyakinkan, sama dengan filosofi ilmu gagak qobil (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004)

Dua filosofi itu sangat universal dan banyak di temukan pada kehidupan, maka dengan dua filosofi ini-lah kita dapat mengaruingi lautan ‘sampah’ berita yang terus menerus terdengar, terbaca oleh kita

Bagaimana kasih sayang Allah sebelum gempa bumi dan Tsunami Pangandaran ?

Permulaan kisah ini adalah gempa yogya 27-mei-2006 lalu dimana di dahului oleh satu peristiwa langka yakni orang Gila menjadi masinis KA BBM yang pada akhirnya berjalan mundur (baca “‘Gagak’ Allah sebelum Gempa Yogya“) Kisah pemberi peringatan gempa yogya ini dapat dibaca pada artikel “Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya“.

Keterlanjutan dari fenomena orang Gila inilah yang terus diulang sebagai filosofi berulang-ulang, Adakah yang gila sebelum Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ?

Sumber Tabloid Nova

Tragedi Ibu Habisi Tiga Buah Hati
“SAYA GAGAL SEBAGAI IBU”

Sarjana Planologi ini membunuh tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Akumulasi masalah tak terpecahkan ditambah kekhawatiran yang berlebihan, diduga sebagai pemicu perbuatan itu.

Masyarakat Bandung geger ketika terdengar kabar seorang ibu membunuh tiga buah hatinya yang masih kecil. Anik Khoriah Sriwijaya (31), nama ibu itu, kini menjadi tersangka tunggal dan ditahan di Polresta Bandung Timur. Ia didakwa mengakhiri hidup Abdullah Faras Elmaki (5,5), Nazhif Aulia Rahmatullah (3), dan Umar Nasrullah (9 bulan).

KLIK - Detail Kenapa peristiwa tragis ini mesti terjadi? Iwan Hilmansyah, SH,MH kuasa hukum Anik mengungkapkan, Jumat (9/6), Iman Abdullah (31), pulang ke rumah mengendarai mobil kantor, disertai rekannya bernama Mislam. Ketika masuk rumahnya di kawasan perumahan Margahayu Raya Barat Blok U II, Kelurahan Margacinta, Bandung, ia mendapati tiga anaknya sudah tidak bernyawa.

Ayah muda ini pun panik. Apalagi, sang istri, Anik Khoriah, tak menjawab pertanyaan Imam. “Dibantu temannya, Pak Iman lalu membawa anak-anaknya ke RS. Al-Islam. Warga dan teman-teman kantor menduga, ketiga anak itu meninggal akibat flu burung atau keracunan,” terang Iwan.

Untuk memastikan penyebab kematian tiga anak itu, RS.Al-Islam meminta izin Iman agar jenazah ketiganya diotopsi. Tapi, Iman menolak. Khawatir ada wabah flu burung, warga melalui Ketua RT melaporkan kejadian itu ke Polsek Margacinta. Sementara Anik yang terlihat shock, diungsikan ke rumah teman di Lembang. “Maksudnya agar bisa menenangkan diri,” ujar Iwan.

Esok harinya, Sabtu (10/6) ayah Anik tiba dari Boyolali. Ia langsung bergabung dengan orang tua Iman yang menyusul Anik ke Lembang. Keluarga besar ini menanyai Anik, kenapa anak-anaknya meninggal. “Saat itulah Bu Anik baru bisa menangis keras-keras. Ia mengaku telah membunuh ketiga darah dagingnya sendiri.”

Karuan saja keluarga jadi tercengang seakan tak percaya dengan pengakuan sarjana Planologi ITB itu. Terlebih alasannya, “Karena mencemaskan masa depan ana-anaknya. Takut anak-anak kelak tidak bisa jadi anak yang soleh. Bu Anik merasa sebagai ibu yang gagal,” tutur Iwan.

TERUS DILANDA KECEMASAN
Iwan bersama timnya, Adardam Ahyar, S.H., M.H., M. Irwan Nasution, S.H., dan T. Raihansyah,S.H. yang ditunjuk Iman sebagai penasihat hukum istrinya menyarankan segera menyerahkan diri ke polisi. Menurut pengakuan Anik, seperti dituturkan Iwan, peristiwa tragis itu berawal Kamis (8/6) pagi di rumahnya.

KLIK - Detail Pagi itu, Anik menyuruh suaminya lekas berangkat kerja. Kala itu, si sulung Faras sudah berangkat sekolah di TK Zakaria. Entah kenapa, ia cemas masa depan anak-anaknya suram. Bayangan buruk itu terus menggelayuti benaknya. Sampai akhirnya sekitar pukul 10.00, Anik membekap wajah Umar yang masih bayi dengan bantal di kamar depan.

Setelah anaknya meninggal, Anik semakin cemas. Sepanjang siang itu ia gelisah karena takut perbuatannya diketahui Nazhif. Anak keduanya yang tengah nonton teve ini dibunuh dengan cara yang sama dengan Umar. Kedua anaknya ini disatukan di kamar belakang.
Rupanya kecemasan Anik bertambah besar. Dia terus berpikir, bagaimana bila Faras sepulang sekolah nanti tidak mendapati kedua adiknya? Bagaimana kalau Faras tahu adik-adiknya sudah dibunuh ibunya? Kecemasan makin membayang ketika Faras tiba di rumah pukul 17.00.

Tak tahan lagi membayangkan pertanyaan Faras, Sabtu (9/6) pukul 05.00, nyawa Faras dihabisi Ani dengan cara membekap dengan bantal. Faras sempat meronta, namun ia kalah tenaga. Bocah malang ini pun terkulai tak bernyawa. Ketika mobil jemputan anaknya datang pukul 07.00, Anik menjawab Faras tak bisa masuk sekolah karena sakit. Rupanya hari itu suami Anik tak pulang ke rumah.

Pagi itu, Anik dilanda kegelisahan, sampai akhirnya mendapat telepon dari sahabatnya bernama Yayuk (baca Boks). Dalam percakapan lewat telepon, Yayuk menanyakan keadaan anak-anak Anik. Anik menjawab, anaknya sakit. Dari sinilah Yayuk berinisiatif menghubungi suami Anik di kantor dan mengabarkan anaknya sakit. Selanjutnya, Iman pulang seperti cerita di awal tulisan.

SUAMI KURANG PERHATIAN
Dugaan Iwan, Anik melakukan perbuatan itu karena adanya gangguan kejiwaan. Anik memiliki obsesi atau kekecewaan yang bertumpuk-tumpuk sehingga Anik khawatir terhadap masa depan anak-anaknya. “Saya gagal sebagai ibu,” begitu kata Iwan menirukan Anik.
Anik juga mengeluhkan, kenapa ketiga anaknya tak bisa ceria setiap kali bersama dirinya. Sebaliknya ketika mertuanya berkunjung, anak-anak terlihat bahagia. “Ketika anaknya sakit, kecemasan Bu Anik semakin menjadi. Dia takut anaknya tidak bisa menjadi anak yang soleh.”

Ada lagi kekecewaan Anik yang begitu besar. Sebagai sarjana Planologi lulusan ITB dengan IPK 3,24, kenapa ia hanya menjadi ibu rumah tangga. “Kasihan anak-anak punya Ibu seperti saya,” tutur Anik seperti ditirukan Iwan.

Akumulasi masalah yang diam-diam dipendam Anik, bisa jadi tak akan menimbulkan masalah bila komunikasi antara suami-istri lancar. “Ada tengara komunikasi itu macet dan suaminya kurang care terhadap keluhan istrinya selama ini,” tutur Iwan.

Bagi orang lain, lanjut Iwan, hal-hal seperti yang diinginkan Anik mungkin sesuatu yang biasa dan kecil. “Tapi bagi Anik menjadi seuatu yang besar. Karena hal-hal seperti ini lama dipendam, akhirnya terakumulasi seperti itu.”

Sayang, Iman Abdullah tak bersedia diwawancarai NOVA seputar masalah ini. Ia selalu saja menjawab belum siap. Anik pun tidak bisa ditemui wartawan karena tidak diperbolehkan petugas. Bahkan untuk mengambil gambar Anik wartawan perlu menunggu seharian.
Iman yang tengah mengenyam pendidikan S2 mengaku masih bingung. Itu sebabnya, ia mendatangi Aa Gym ke pesantrennya di Gegerkalong minta doa dan nasihat. Tak hanya nasihat, Aa Gym dan istrinya Hj. Ninih Muthmainah serta putri bungsunya Gheriya, malah mengunjungi Anik yang kini mendekam di tahanan Polres Bandung Tengah.

Pada Aa Gym dan istrinya yang menemui Anik di ruang kerja Kapolres Bandung Timur, AKBP. Edison Sitorus, Anik menyatakan penyesalan yang amat dalam telah membunuh ketiga darah daging sendiri. Ekspresi penyesalan Anik, diungkapkan oleh dai kondang itu. ” Ia menangis terus. Wajar seorang ibu yang kehilangan anak.”

Hj. Ninih juga memberi nasihat pada Anik, “Jangan terus bersedih. Yang penting benar-benar bertobat untuk memperbaiki diri. Meski nanti berada di tahanan, harus berbuat yang terbaik. “

Usai bertemu Aa Gym, Iman Abdullah sempat ditanya wartawan, “Apakah ia tetap mencintai istrinya?” Iman hanya menjawab singkat, “Insya Allah.”

KLIK - Detail CEMASKAN ANAK
Terketuk rasa persahabatan yang mendalam, Jumat (9/6) pagi kurang lebih pukul 09.30, Ny.Yayuk (38) menelepon Anik. Yayuk menanyakan kabar ketiga anak Anik. Dari seberang telepon, Anik menjawab, ketiga anaknya masih sakit. “Saya agak curiga karena suaranya kecil. Dia juga bilang, suaminya tak ada di rumah,” ujar Yayuk.

Sebagai sahabat lama sejak sama-sama kuliah di ITB (Anik di Planologi, sedangkan Yayuk di Fakultas MIPA jurusan Matematika), Yayuk merasakan kegelisahan Anik. Terdorong naluri keibuannya, “Saya menelepon suami Anik. Saya sampaikan ketiga anaknya sakit,” kata Yayuk.

Setelah itu, Yayuk mengaku tak tahu bagaimana kondisi sahabatnya. Tahu-tahu ia mendengar kabar, tiga anak Anik meninggal. Semula Yayuk juga beranggapan tiga anak sahabatnya itu meninggal karena sakit. “Setelah mendengar kabar duka itu, saya langsung menemui Anik di rumah sakit. Saya tidak menyangka waktu menelepon Anik, sebenarnya anak-anaknya sudah meninggal.”

Ketika mendengar kabar, ternyata ketiga anak itu dibunuh Anik Yayuk merasa kaget. “Saya seperti bermimpi. Tidak percaya sampai sekarang.”

Yayuk menceritakan persahabatan mereka yang terus dijalin meski mereka sama-sama sudah berumah tangga. “Kami saling mengunjungi bersama anak-anak dan suami. Pembicaraan tak lepas dari masalah anak-anak,” ucap Yayuk yang memiliki enam buah hati.
Setiap kali bertemu Anik, diam-diam Yayuk memperhatikan ketelitian Anik mengasuh buah hatinya. “Dia selalu memperhatikan tumbuh-kembang anak hingga sekecil-kecilnya. Bila anaknya sakit, Anik kerap minta pendapat saya. Saya selalu anjurkan agar dia membawa anaknya ke dokter.”

Suatu kali, ujar Yayuk, Anik memang pernah mengeluhkan masa depan anak-anaknya. “Saya bilang, sebagai ibu, kita hanya bisa mendidik disertai doa. Saya sendiri pun tak pernah tahu bagaimana nanti masa depan anak-anak saya. Sampai di sini saya tidak tahu sebesar apa kecemasannya.”

Meski tidak saban hari bergaul dengan Anik, Yayuk bisa menilai sahabatnya itu adalah tipe perempuan yang introvert. Anik tidak mudah curhat pada orang yang tak dikenalnya. “Saya pun tidak tahu apa yang dia inginkan . Dia tidak pernah mengungkapkan isi hatinya soal keinginannya yang tinggi, sehingga dia merasa gagal sebagai ibu.”

Kini, Yayuk hanya berpesan agar sahabatnya bertobat dan tidak putus asa. “Allah Maha Pemaaf, Penyayang dan Pemurah. Taubat nasuha, istilahnya.”

Ya … sebuah tragedi yang amat sangat memilukan, namun jika kita melihat kisah N. Khidir yang membunuh anak agar orang tuanya selamat, maka ibu anik ini-lah ‘penyelamatnya’ dalam arti luas fenomena ibu anik ini sangat menarik perhatian kita, dimana kejadian tgl 9-juni-2006 lalu di bandung

….. BANDUNG – Entah setan apa yang merasuki pikiran Anik Koriah (31). Ibu muda ini diduga kuat menghabisi nyawa 3 anaknya sekaligus. Ketiga anak itu, Faras (6), Najib (4) dan Umar (9 bulan), ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jalan Galaksi I No 124, Kompleks Margahayu Raya, Bandung, pada Jumat 9 Juni pukul 11.00 WIB. ……

Rangkaian yang kalau boleh di bilang ke’Gilaan’ ini di buktikan adanya gangguan jiwa yang terbukti dibebaskannya ibu anik

Kamis, 04 Januari 2007 12:45 WIB

ANIK KOMARIAH DIPASTIKAN BEBAS

Anik Komariah dalam persidangan.

Metrotvnews.com, Bandung: Kepastian Anik Komariah, terdakwa pembunuh tiga orang anaknya, divonis bebas semakin kuat. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis(4/1), kuasa hukum Anik Komariah menegaskan perbuatan kliennya membunuh ketiga anaknya hingga tewas akibat gangguan jiwa berat.

Kuasa hukum terdakwa sepakat dengan jaksa penuntut umum agar terdakwa dibebaskan. Namun kuasa hukum terdakwa tetap menolak tuduhan jaksa bahwa pembunuhan tersebut direncanakan. Kuasa hukum pun meminta terdakwa dirawat di rumah sakit jiwa untuk memulihkan kondisi kejiwaan terdakwa. Majelis hakim akan membacakan vonis bagi terdakwa pada sidang Senin 15 Januari mendatang.(YUL)

Sekali lagi ke’gila’an (bandingkan dengan gagak yogya) yang bertempat di bandung itu itu merupakan satu jejak pengenal terjadinya musibah besar di kemudian hari. Dari kasus itulah tertulis dalam milis http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories yakni ,

Jul 5, 2006

  • [S] 7:50 pm “Sebuah pertanda yang terlupakan” tertulis “Pelajaran Besar”, berikut petikan

…… Sidoarjo, 3-juli-2006, 01.00 dini hari, menunggu piala dunia jerman dan italia. Pertanda-pertanda yang semakin banyak dan pertanda yang menunjukkan semakin dekatnya ‘Pelajaran Besar’ dari Allah sebagai konsekwensi teori Siklus Bencana di Indonesiayang belum dapat dipatahkan siklusnya karena belum bisa mengambil inti yang terdapat pada pelajaran bencana itu.

Pelajaran Allah dilupakan manusia dan Allah senantiasa mengulangi PelajaranNya sehingga lahirlah suatu Siklus. “Pelajaran Besar” dari Allah tidak harus berupa bencana, namun juga bisa jadi bencana, yang penting kita harus selalu siap dalam ketakwaan. Dalam rangkaian peristiwa ini terlalu banyak peristiwa kebetulan yang terkait dalam susunan cerita sebagai wujud dari makna dalam teori “orang Gila” untuk kejelasannya dari teori ini dapat anda lihat pada‘’.

…. seorang ibu di bandung tega membunuh tiga anaknya. Peristiwa ini cukup langka di dunia bahkan di dunia hewanpun tidak pernah di jumpai induk memakan anankya sendiri…..”

Terakhir pertanda di tutup dengan lagi-lagi orang Gila (Surabaya) tampil di menara reklame dan terjun. Jelas pertanda ini digerakkan oleh orang yang tidak waras untuk menarik perhatian bagi yang waras, ada sesuatu kekuatan yang mendorong orang Gila (Surabaya) untuk naik reklame dan terjun bebas. Pertanda lain yang cukup langka lagi adalah pesawat yang beurutan

Terusan tulisan sambungan itu menjadi tulisan artikel di empat hari kemudian

Jul 9, 2006

  • [S] 3:12 pm “Siklus – siklus yang aneh” , tulisan itu di buat 4 hari setelah itu. Di situ tertuang penantian dari tulisan itu ttg akan terjadinya bencana yang cukup mengagumkan

Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya.

Uraian artikel “Siklus – siklus yang aneh

11-juni-2006 01.00 saat menanti piala dunia jerman-portugal untuk
perebutan juara tiga. Kejadian beruntunnya jatuhnya helikopter

*[Siklus Helikopter ] sebagai salah pertanda Tsunani dan juga kejadian beruntunnya kecelakaan kereta api
*[siklus kereta api: ] sebagai salah satu pertanda gempa jogya, kemudian saat ini beruntunnya terjadi masalah pada pesawat terbang. Sampai saat ini sudah 4 pesawat yang mengalami ‘masalah’ dan yang cukup mengejutkan adalah sebab pertama pesawat keprisedenan, pesawat lapindo, pesawat Adam air dan terakhir sabtu 11-juni-06 adalah pesawat merpati.
*[Siklus pesawat ? ]

Boleh jadi ‘masalah’ pesawat saat ini yang terjadi hanyalah kecelakaan biasa, namun dari permutasi yang kompleks dengan rentang waktu yang dekat, maka dibutuhkan ‘kekuatan’ yang luar biasa untuk memunculkan permutasi
itu. Hal ini sangat berbeda jika terjadi beruntunnya orang meninggal karena terlalu banyaknya manusia dan kejadiannya, tentu hal ini tidak menarik untuk di ‘amati’, atau jika yang kecelakaan adalah sepeda motor, tentu adalah mengada-ada jika hal itu dipakai sebagai siklus umum.

Kita lihatpun sebab yang terjadi juga cukup aneh dari masing-masing pesawat

INSIDEN PENERBANGAN
Kaca Kokpit Pesawat Rombongan
Wapres Pecah di Udara

Jumat, 30 Juni 2006
JAKARTA (Suara Karya): Pesawat Kepresidenan perlu diganti dengan yang baru. Itu karena pesawat yang sekarang digunakan tidak cukup aman. Buktinya, kemarin, pesawat jenis Fokker-28 milik TNI-AU yang mengangkut rombongan Wapres Jusuf Kalla dari Jakarta menuju Medan mengalami pecah kaca depan kokpit.

 

 

Insiden itu terjadi menjelang pesawat yang mengangkut rombongan Wapres mendarat di Bandara Polonia Medan, Kamis siang, persisnya saat memasuki wilayah udara Medan.
Kejadian itu membuat Wapres, didampingi Menneg BUMN Sugiharto dan Menhub Hatta Rajasa bersama ajudan dan pengawal Wapres plus seorang anggota DPR, terpaksa ganti pesawat ketika kembali ke Jakarta, Kamis sore. Mereka menggunakan pesawat komersial Batavia Air bersama penumpang umum. Sementara anggota rombongan lain, termasuk wartawan yang biasa meliput kegiatan Wapres, tetap menggunakan pesawat semula setelah lebih dulu menunggu perbaikan kaca selesai dilakukan.
“Karena ada lubang kecil (di kaca pesawat), jadi saya harus ganti pesawat,” ujar Kalla di Bandara Polonia Medan, sesaat sebelum bertolak ke Jakarta.
Dengan kedua tangannya, Kalla lantas menggambarkan kondisi retak kaca pesawat itu dengan membuat gerakan yang memperlihatkan sebuah garis panjang. Namun berapa panjang retak kaca kokpit pesawat itu, belum diketahui.
Wapres sendiri terbang ke Medan dalam rangka melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan Bandara Kuala Namu, Deli Serdang.
Menanggapi insiden pecah kaca kokpit pesawat Fokker-28 milik TNI-AU ini, pengamat penerbangan Jusman SD mengatakan, langkah Wapres ganti ketika kembali ke Jakarta pesawat sudah tepat. Meski demikian, Jusman meragukan pecahnya kaca di kokpit pesawat. Menurut dia, kalau benar pecah atau berlubang, pilot maupun co-pilot bisa tersedot keluar pesawat.
“Mungkin yang tejadi, kaca pesawat mengalami retak-retak. Itu bisa saja terjadi karena terkena benturan di udara,” kata Jusman yang mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia itu.
Dia sependapat bahwa rombongan Presiden ataupun Wapres perlu pesawat baru — bukan pesawat Fokker-28 yang berisiko. “Sudah saatnya pesawat kepresidenan kita diganti dengan yang lebih baru. Bisa Boeing 737/300 atau jenis RG,” kata Jusman. (Indra/Sadono)

Rabu, 05 Juli 2006 21:05 WIB

PESAWAT JATUH DI SEKITAR LUMPUR PANAS

Badan pesawat latih jenis Ultralight milik ITS yang jatuh di kawasan Gedung Cangkring, Sidoarjo, Jawa Timur.

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pesawat latih jenis Ultralight milik Institut Teknologi 10 November (ITS) jatuh di areal persawahan di kawasan Gedung Cangkring, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (5/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Pesawat jatuh ketika sedang melakukan pemotretan lokasi semburan lumpur panas dari sumur eksplorasi milik PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, Ristianto, pilot pesawat tersebut mengalami luka berat. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Porong. Sementara pesawat yang dalam kondisi rusak berat telah dievakuasi dari areal persawahan. Sejumlah saksi mata menyatakan pesawat yang saat itu sedang berputar-putar di sekitar luapan lumpur tiba-tiba terjatuh. Hingga kini, penyebab pesawat jatuh masih dalam penyelidikan. Namun, diduga pesawat naas itu mengalami gangguan mesin.(BEY)

Sabtu, 08 Juli 2006 18:05 WIB

PESAWAT TANPA AWAK JATUH KE LUMPUR

Pesawat tanpa awak pemantau lumpur rusak akibat terjatuh setelah terbang selama satu menit.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesawat tanpa awak jenis Uaf milik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, jatuh di sekitar jalan tol Gempol-Surabaya di kilometer 38, Sabtu (8/7). Pesawat seberat 3,5 kilogram dan dikendalikan dengan remote kontrol itu sesuai rencana dimanfaatkan untuk memotret kondisi lumpur di sekitar jalan tol. Pesawat dilengkapi kamera digital dan handycam.

Pesawat tidak terlihat keanehan ketika tinggal landas di Jalan Tol Gempol-Surabaya, kilometer 38. Pesawat terbang dengan lancar tanpa ada kendala. Namun, setelah terbang selama satu menit, angin kencang datang secara tiba-tiba. Pesawat seharga Rp 15 juta itu tidak terkendali dan jatuh di lumpur dekat Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Porong. Pesawat mengalami kerusakan di bagian sayap dan ekor. Sedangkan badan dan mesin pesawat masih utuh.

Sebelumnya pada penerbangan pertama, pesawat sukses mengambil beberapa gambar dari atas udara. Gambar tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan langkah ITS dalam mengatasi semburan lumpur.

Bukan kali pesawat jatuh di sekitar lokasi semburan lumpur panas. Sebelumnya pesawat pemantau dengan satu awak juga terjatuh di Desa Cangkring, Kecamatan Jambon, Sidoarjo. Tak ada korban dalam kecelakaan ini. Hanya pilot pesawat mengalami luka-luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Sidoarjo.(BEY)

Sumber Kompas

 

Kompas/Bahana Patria Gupta

Pesawat terbang milik Adam Air jurusan Jakarta-Solo parkir setelah pecah roda depan saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (6/7) pagi.
 

 


Adam Air Pecah Ban Saat Mendarat di Bandara Adisumarmo

Laporan Wartawan Kompas Sri Rejeki

BOYOLALI, KOMPAS – Pesawat Adam Air tujuan Jakarta-Solo mengalami pecah ban saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Boyolali, Kamis (6/7). Pesawat dengan nomor penerbangan KIO160 yang berangkat dari Jakarta pukul 08.00 membawa 129 penumpang ini, dirasakan penumpang tidak ada masalah ketika lepas landas dari Cengkareng.

Namun saat hendak mendarat dan menyentuh landasan Bandara Adisumarmo, penumpang merasakan bau asap yang menyengat. Pesawat terasa direm mendadak dan tubuh pesawat berguncang-guncang keras. “Semua penumpang panik saat itu, apalagi tidak ada pemberitahuan apapun sampai kami turun dari pesawat,” tutur salah satu penumpang, Henis.

Penumpang sempat dibiarkan setengah jam di dalam pesawat sebelum akhirnya turun lewat pintu darurat di sebelah kanan depan. Pada saat itulah, penumpang tahu bahwa ban depan bagian kanan pecah.

Merpati baling-baling rusak

Pesawat Merpati Gagal Terbang di Bandara Ngurah Rai, Denpasar: Kecelakaan pesawat kembali terjadi di Bandar Udara Ngurah Rai,
Denpasar, Bali. Insiden kali ini menimpa pesawat Merpati jenis Foker 27
akibat gagal terbang. Pesawat itu membawa 38 penumpang dan hendak menuju Labuan Bajo, Nusatenggara Timur. Namun setelah lepas landas penumpang merasakan goncangan keras dan lampu tanda bahaya menyala. Untuk mencegah hal yang lebih buruk, sang pilot lantas kembali mendaratkan pesawat ke bandara. Gangguan mesin pada pesawat menjadi penyebab pesawat penumpang ini kembali mendarat.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

_____________________________ Comment of Article
Kita mengakui bahwa perawatan pesawat adalah hal yang rumit, dan teliti sebab resiko penerbangan cukup besar. Dari perawatan yang teliti tersebut diharapkan tidak ada lagi ‘error mechanical’ kecuali faktor alam dan nasib. Dari hal ini silahkan diambil garis apakah pesawat itu ‘sengaja’ di munculkan untuk menarik perhatian manusia terhadap ‘sesuatu’ atau memang sekedar kecelakaan biasa.

Memang semua ‘masalah’ pesawat itu tidak ada korban jiwa, dan tidak ada bedanya adalah hal ‘sepele’ yang terjadi, seperti diakui oleh pihak merpati bahwa tidak terjadi kerusakan, sehingga pihak KNKT tidak perlu turun tangan.

Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya.

Ya … sebuah pertanyaan atas beruntunnya kecelakaan itu, apakah memang biasa saja atau memang petnujuk Allah untuk umatnya sebagai Kasih SayangNya Allah

Apakah yang terjadi setelah pertanyaan itu ? Tidak menunggu terlalu lama, maka pertanyaan itu menemukan jawabanNya

Jul 10, 2006

  • [s] 1:48 pm “siklus yang aneh [Aneh 2 pesawat ” Aneh bin ajaib, sengaja yang kebetulan atau sengaja dibetulakan

 

  • (1) Pesawat Rusia Jatuh 09/07/2006 12:03 – Internasional/Headline News
  • (2) PESAWAT PAKISTAN AIRLINES PESAWAT JATUH, 45 TEWAS 10/07/2006 19:11 – Internasional/Headline News

[P] Minggu, 09 Juli 2006 12:03 WIB,PESAWAT AIRBUS JATUH, 150 ORANG TEWAS

Bangkai pesawat Airbus.

Metrotvnews.com, Irkutsk: Pesawat Airbus jenis A-310 milik maskapai penerbangan komersial Rusia tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Irkutsk, Siberia. Pesawat berpenumpang 200 orang itu kemudian menabrak tembok beton sebelum akhirnya terbakar. Kabin pesawat hancur.

Juru Bicara Kementerian Keadaan Darurat Rusia, Irina Andrianova mengatakan, 10 penumpang berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan, 43 lainnya telah berhasil dievakuasi ke rumah sakit. Sisanya dikhawatirkan tewas terbakar bersama pesawat. Petugas kebakaran bekerja keras selama dua jam untuk memadamkan api yang membakar pesawat.(AMR)

Senin, 10 Juli 2006 19:11 WIB

Bangkai pesawat Fokker-27 milik Pakistan International Airlines yang jatuh di kawasan Multang, Senin (10/7)

Metrotvnews.com, Multang: Sebuah pesawat penumpang milik Paskitan International Airlines jatuh setelah beberapa saat lepas landas dari Bandar Udara Lahor, Senin (10/7). Seluruh penumpang yang berjumlah 45 orang dilaporkan tewas. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Pesawat Fokker F-27 bermesin ganda itu jatuh di ladang gandum di pinggiran Kota Multang, Pakistan, tiga menit setelah lepas landas. Sejumlah saksi mata menyebutkan, sebelum jatuh, pesawat nahas itu beberapa kali berputar. Otoritas setempat menyebutkan, seluruh penumpang berjumlah 45 orang yang meninggal berasal dari Pakistan, terdiri dari 33 orang laki-laki dan delapan perempuan. Dua pilot dan dua kru pesawat juga ikut tewas. Sebelumnya, pada Desember 2004, sejumlah pesawat milik Pakistan International Arilines juga sempat mengalami gangguan dan mendarat darurat.(DEN)

Sebuah kebetulan yang luar biasa mengagumkan atas pertanyaan itu, yakni tentang penantian pesawat :

Perlu kita tunggu ke depan, jika terdapat pesawat lagi yang bermasalah, maka siklus pertanda yang terjadi (bisa yogya atau aceh atau lainnya karena heli->Tsunami, kereta->gempa, pesawat ?), jika tidak ada, boleh jadi hanyalah ‘kembang’ tidur siang atau memang itulah cukup tandanya.

Hingga akhirnya tulisan penuh dengan keyakinan

 

Jul 13, 2006

 

  • [I] 10:18 am “Inikah yang di tunggu ? “. Perhatikan tulisan itu, 4 hari menjelang gempa dan tsunami pangandaran

Ketika keyakinan akan munculnya bencana besar, maka tertulis agar diberi petunjuk oleh Allah lewat doa, yakni

 

Jul 14, 2006

 

  • [D] 2:11 am Doa Pertanda (dipanjatkan tgl 12-07-06, pkl 03.00 dinihari dan berulang-ulang)

Detik-detik menjelang gempa bumi dan Tsunami Pangandaran, tertulis artikel-artikel yang sarat ajakan kebaikan

 

Jul 17, 2006

 

  • [T] 6:31 am, “Tidak Sama” , dimana sekali lagi melihat dengan trenyuh bahwa kekalahan kebenaran itu ( Senin, 17/07/2006 12:28 WIB Pakai Bikini, Nadine Dinilai Tak Peka Pornografi ) Tak sampai berselang jam, artikel kedua terpostingkan lagi satu artikel yang cukup heboh masa itu
  • [A] 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “, dimana berkaitan dengan doa pertanda, inilah artikelnya dimana tertulis dengan jelas siklus Pesawat sebelumnya sudah terjawab, maka untuk menyakinkan lagi, di-ingatkan ttg berita komet sbg Tsunami Aceh dari artikel yang oleh BMG bukan pertanda bencana (“sebatas diamati”)

Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004

 

Sumber kompas

 

istimewa

Awan vertikal di atas langit Yogyakarta (kiri) yang sempat menggemparkan masayarakat karena mirip dengan awan serupa yang muncul sebelum terjadi gempa besar di Kobe (kanan).
 


Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi

YOGYAKARTA, SENIN – Awan berwarna putih yang memanjang vertikal di langit Kota Yogyakarta bukan pertanda akan datangnya gempa Bumi berkekuatan besar. Fenomena alam seperti ini sempat terlihat hari Minggu (16/7) petang di langit selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lintasan awan yang tinggi dan melengkung juga terlihat di langit bagian timur Kota Yogyakarta pada Rabu (12/7) malam sekitar pukul 19.30 hingga 21.30 WIB. Fenomena seperti ini dilaporkan seperti yang terlihat tiga hari sebelum gempa berkekuatan 5,9 skala richter (SR) 27 Mei lalu.

Namun, hal tersebut sempat disangkal Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Yogyakarta, Tyar Prasetyo. Ia menjelaskan lintasan awan ini sangat berbeda dengan foto dokumentasi fenomena alam yang dimiliki Stasiun Geofisika tiga hari menjelang gempa bumi besar.

Awan vertikal yang terlihat memanjang dari ujung horison ke langit juga kebetulan terlihat menjelang gempa besar di Kobe Jepang tahun 1995. Namun, sampai sekarang tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa hal tersebut dipicu pergerakan gempa.

Sebatas diamati

“Awan putih ini bukan merupakan ciri khusus atau pertanda akan terjadi gempa bumi. Selama ini tidak ada seorang ahli termasuk dari negara maju yang dapat memastikan apa yang menjadi pertanda gempa bumi itu,” kata pengamat geofisika Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta, Tony Agus Wijaya S.Si. di Yogyakarta, Senin (17/7).

Tanda-tanda lain yang selama ini dipercaya masyarakat, seperti kepercayaan masyarakat China tentang ikan lele yang meloncat-loncat, juga tidak bisa dipastikan sebagai tanda akan datangnya gempa. Menurut Tony, ikan yang meloncat-loncat itu disebabkan oleh banyak faktor.

Para ahli di dunia masih terus meneliti dan yang dapat dilakukan sejauh ini hanyalah mengamati apa yang terjadi. “Ahli tidak bisa menyimpulkan, yang ada hanyalah mengamati sisa energi yang terlepas dari lempeng batuan pusat gempa,” kata dia.

Banyak syarat yang harus dipenuhi jika ingin melihat fenomena alam sebagai pertanda awal bakal terjadi gempa. Salah satunya adalah kejadian gempa meningkat namun secara mendadak ’kosong’ atau tidak ada gempa sama sekali.

Melepaskan energi

“Wilayah Yogyakarta yang baru saja dihantam gempa dahsyat tidak mungkin akan kembali merasakan getaran hebat sampai merusak, setidaknya dalam kurun waktu sekitar enam tahun ke depan,” ujarnya.

Hal tersebut terjadi karena Sesar Opak sudah kehabisan energi setelah melepaskan energi sangat besar pada gempa lalu. Untuk kembali membuat gerakan yang menyebabkan gempa bumi sebesar itu, daerah sekitar sesar harus kembali mengumpulkan energi yang cukup dalam waktu relatif lama.

Ini bisa dibuktikan dengan penurunan frekuensi gempa setelah gempa utama terjadi. Secara bertahap dalam dua bulan terakhir, semakin lama makin sedikit gempa yang dirasakan oleh masyarakat.

“Bahkan sekarang masyarakat sudah tidak merasakan gempa susulan lagi. Hal itu menunjukkan kecilnya energi yang tersisa di dua lempeng batuan itu,” tegasnya. Ia mengatakan, saat ini DIY dalam keadaan aman dari kemungkinan gempa bumi yang bersifat merusak sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan lagi.

__________________________________ Comment of article

Ya awan yang langka itu tidaklah harus berujung pada gempa, karena ilmu pengetahuan untuk kesekian kalinya ‘menyerah’ pada fenomena alam. Kita sebagai mahluk ciptaan Allah harus yakin itulah pertanda dari Allah untuk orang-orang yang yakin. Mari kita ikuti sedikit perintah untuk mengamati langit dan bumi sebagai pertanda kekuasaan Allah

Himbauan dari BMG untuk sebatas di-amati, di jelaskan di artikel tsb bahwa justru itulah dengan pertanda dari Allah sebagai untaian artikel tsb, “Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004” dan dijelaskan di bawahnya tulisan awan vertikal.

 

Terpakai bahasa yang halus itu (pertanda dari Allah), sebab saat itu lagi gencarnya isu gempa bumi dan pihak yang berwajib akan menangkap penebar isu. Inilah beritanya

 

Selasa, 11 Juli 2006, Isu Gempa 6,5 SR Resahkan Warga

 

 

sumber suara merdeka

SEMARANG – Pemprov Jateng, khususnya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), kemarin resah. Sebuah edaran yang disebar dalam pengajian di Klaten, memastikan empat hari lagi atau 15 Juli mendatang di daerah itu akan kembali diguncang gempa susulan 6,5 skala Richter (SR).

Data itu cukup terinci, lantaran mencantumkan catatan gempa dan paparan ilmiah dari Distamben yang dimuat di salah satu media massa. Dalam kliping koran nasional tersebut, Kepala Distamben Jateng, Eddy Haryono mengatakan, muncul patahan baru di arah timur, dari Wedi hingga Bayat, Klaten. Kendati kecil, patahan tersebut merupakan zona lemah gempa.

”Patahan itu memang ada, tapi prediksi gempa tidak ada. Gempa kemarin saja 5,9 SR sudah membuat hancur, apalagi kekuatannya lebih besar. Data yang dipaparkan di lembaran itu sama sekali tidak ilmiah, dan tidak diketahui asal sumbernya. Kalaupun ada gempa susulan, skalanya pastinya lebih kecil. Data Distamben tidak menemukan tanda gempa yang disebutkan di edaran tersebut,” ujar dia kepada wartawan, kemarin.

Beredarnya lembaran itu dikhawatirkan meresahkan masyarakat setempat, terutama korban di lokasi gempa. Apalagi, menurut Eddy, edaran tersebut disebarkan pada saat pengajian di Masjid Raya Klaten, Minggu (9/7) pagi, yang dihadiri ratusan orang.

Tidak hanya disebarkan, menurut staf Distamben, Joko Wiyanto, yang saat itu mengikuti pengajian, ramalan itu juga disampaikan secara terbuka dalam acara tersebut. Akibatnya, sejumlah warga yang hadir ingin mengungsi.

Belum Mengetahui

Pihak dinas sendiri, hingga saat ini belum mengetahui pihak yang membuat selebaran tersebut. Namun, diperkirakan ”edaran Distamben” itu telah menyebar di beberapa daerah. Karena itu, dia meminta agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu tersebut. Saat ini, pihaknya juga telah mengkoordinasikan hal itu dengan bupati Klaten.

”Isu di daerah bencana, sedikit saja sudah bisa bikin panik. Saat ada desas-desus tsunami kemarin, misalnya, masyarakat yang jadi korban gempa langsung meninggalkan rumah. Akibatnya, barang-barang berharga yang mereka tinggal tidak bisa diselamatkan. Kenyataannya, kan tidak ada tsunami,” ujar dia.

Dia menambahkan, kepastian gempa yang menyebut hari dan tanggal tersebut, sama sekali tidak masuk akal. Sebab, lanjut dia, kajian ilmiah saja hanya bisa mendeteksi getaran. Untuk memperkirakan lokasi dan waktu terjadinya gempa secara tepat, tidak bisa dilakukan oleh alat.

Lembar kedua edaran tersebut berisikan tentang catatan gempa dan prediksi. Di dalamnya disebutkan, akibat gempa pertama 27 Mei 2006, akan membuat lapisan di sepanjang Sungai Progo semakin aktif (terdorong dan mendorong). Karena rekahannya lebih panjang, kemungkinan kekuatan gempa tektonik yang akan terjadi lebih besar.(H12, G17-41a)

Ya …. bandung tenpat ibu anik, dan waktu-demi waktu telah tertuliskan akhirnya, yang dinantikan tiba sore hari, sayang …. peringatan diatas sebelumnya tiada yang peduli

 

Ya…. mirip dengan Tsunami Aceh dari tulisan pagi hari di artikel pagi hari yakni pkl 7:48 am, “Awan Vertikal di Yogyakarta Bukan Pertanda Gempa Bumi, Tapi Pertanda “( “Masih ingat dengan berita komet ???, sebagai pertanda “Tsunami Aceh des-2004) yang terjadi di dekat Bandung

Sekali lagi kegilaan adalah korban sedikit yang bisa dapat mencegah korban yang lebih besar, namun sayang walau sudah dituliskan langlah demi langkah sampai berdoa (baca ….. sebagaimana yogya (baca Peringatan Waspada Gempa Yogya Sebelum Terjadinya ….. tanda-tanda dariNya-pun lewat

Ref bacaan : [Kisah di balik Gempa Bumi & Tsunami Pangandaran ]

Kliping berita metronews.tv

 

 

Senin, 17 Juli 2006 18:09 WIB

Perincian informasi gempa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga kali gempa bumi, Senin (17/7) sore tadi, mengguncang ibukota Jakarta dan sebagian kota di wilayah selatan Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa berada di Samudera Hindia, sekitar 620 kilometer selatan Kota Bandung di kedalaman 33 kilometer dari permukaan laut. Kekuatan gempa mencapai 5,5 hingga 6,8 pada skala Richter.

Gempa pertama berkekuatan 6,8 pada skala Richter terjadi sekitar pukul 15:19 WIB. Guncangan gempa sekitar 30 detik membuat panik warga ibukota Jakarta, terutama mereka yang berkantor di gedung bertingkat tiga ke atas. Gempa juga membuat panik warga di Kota Bandung, Sukabumi dan Ciamis.

Beberapa menit setelah gempa pertama terjadi gempa kedua berkekuatan 5,5 pada skala Richter. Gempa susulan ini kembali membuat warga panik. Apalagi, sekitar pukul 16:13 WIB gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter kembali mengguncang. Menyusul terjadinya gempa di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dilaporkan terjadi air pasang setinggi satu meter yang masuk ke darat hingga sejauh satu kilometer. Sementara saksi mata menyatakan, sebuah hotel di Pantai Pangandaran mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Seorang saksi mata bernama Yanto, warga Cilacap, sempat melihat gelombang pasang. Saat itu ia berada di pinggiran pantai Teluk Benyu. Ia melihat air bergetar. Kafe-kafe lesehan di pinggir laut terkena ai dengan ketinggian sekitar setengah meter. Ia belum melihat ada korban. Bangunan kafe hanya terendam air. Namun, warga sempat panik.

Hardi, seorang saksi lain di Pangandaran, menceritakan gelombang pasang diawali gempa. Tak lama kemudian datang air setinggi lima meter masuk ke daratan sekitar lima puluh meter. Setelah air surut, ada beberapa orang tersangkut di pohon. Ada beberapa yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan rumah atau hotel. “Saya melihat tiga korban,” kata Hardi. Ketiganya meninggal tersangkut di pohon. Hardi tinggal sekitar 50 meter dri pantai. Namun, rumah dia tidak terkena air.

Menurut penglihatan Hardi, mobil-mobil hancur, rumah hancur. Warga panik dan mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Tiang-tiang listrik roboh, makanya listrik dimatikan. Setidaknya ada tiga hotel yang rusak, yakni Hotel Surya, Hotel Uni dan Hotel Balabar.

Agus, Kapolsek Pangandaran, menceritakan bahwa sekarang situasi masih kacau balau. Ia telah mengecek ke lapangan, sepanjang bibir pantai selatan bangunan yang tidak permanen rata dengan tanah. Yang meninggal banyak. Namun, karena situasi kacau balau, ia belum bisa memastikan jumlahnya. Yang ia tahu, enam orang meninggal. Sekarang ini, warga dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi. Mereka dievakuasi dengan jalan kaki karena jalan raya tertutup oleh sampah dan reruntuhan bangunan yang terbawa air.(***)

Senin, 17 Juli 2006 21:09 WIB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbicara dengan bupati Ciamis.

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta bupati Ciamis memprioritaskan keselamatan warga, menyusul terjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami di Pangandaran, Ciamis. Presiden menginstruksikan hal tersebut melalui pembicaraan telepon dengan bupati Ciamis, Senin (17/7) petang.

Gempa tektonik berkekuatan 6,8 pada skala Richter di pantai selatan Jawa Barat ini menyebabkan dua kampung di sekitar Pantai Pangandaran terkena gelombang pasang tsunami. Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Suharjono mengatakan, gempa terjadi karena patahan di sebelah selatan Pulau Jawa, yakni di pertemuan lempeng Indo Australia dengan Eurasia. Hingga menjelang maghrib hari ini telah terjadi tujuh kali gempa susulan dengan skala bervariasi, antara 4,8 hingga 6,1 pada skala Richter. BMG memperkirakan, masih akan terjadi gempa susulan.(***)

Selasa, 18 Juli 2006 16:03 WIB

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Aburizal Bakrie, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Selasa (18/7) siang, berangkat menuju Pangandaran, Jawa Barat. Rombongan menteri ini berangkat dari base ops lapangan udara Halim Perdana Kusumah untuk meninjau langsung ke lokasi bencana gempa dan tsunami. Sebelum bertolak ke lokasi bencana, Menko Kesra selaku Ketua Pelaksana Harian Bakornas mengatakan, akan mendata kebutuhan pengungsi di lokasi bencana. Namun, Menko Kesra belum mengetahui jumlah dana yang akan dikeluarkan pemerintah untuk menanggulangi bencana tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan Pusat sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, yakni untuk melakukan upaya evakuasi dan penyelamatan korban gempa. Dinas kesehatan juga akan segera mengirim tenaga medis dan sukarelawan untuk membantu penanggulangan korban bencana gempa di Pangandaran, Ciamis.(***)

Selasa, 18 Juli 2006 17:05 WIB

Seorang warga mencari keluarganya yang tewas.

Metrotvnews.com, Ciamis: Sedikitnya 337 orang tewas dan 510 lainnya terluka akibat gempa dan Tsunami yang mengguncang garis Pantai Selatan, Pulau Jawa, Senin (17/7) sore. Sebagian besar korban tewas berasal dari kawasan Wisata Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Sedangkan korban yang dilaporkan hilang sebanyak 150 orang. Menurut Kepala Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan, Rustam Pakaya, dua warga asing tewas dalam bencana tersebut. Namun, ia belum dapat menjelaskan identitas kedua warga asing tersebut.

Bencana tersebut juga mengakibatkan 52.700 warga kehilangan tempat tinggal. Sedikitnya 23 ribu warga mengungsi. Kebanyakan dari mereka yang rumahnya hancur. Selain itu, mereka juga khawatir akan terjadinya Tsunami susulan.

Gelombang pasang Tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 6,8 skala Richter menerjang kawasan wisata pantai sepanjang 177 kilometer dari bibir pantai. Kepala Penanggulangan Korban Gempa, Agus Sutrisno menyebutkan lebih dari 1.500 pekerja telah dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Namun, mereka kekurangan peralatan, sehingga evakuasi korban tidak dapat berlangsung cepat.(BEY)

Selasa, 18 Juli 2006 05:01 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga kali gempa bumi, Senin (17/7) sore, mengguncang Jakarta dan sebagian kota di wilayah selatan Jawa Barat. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa berada di Samudra Hindia, sekitar 620 kilometer selatan Kota Bandung di kedalaman 33 kilometer dari permukaan laut.

Gempa pertama berkekuatan 6,8 pada Skala Richter terjadi sekitar pukul 15.19 WIB. Guncangan gempa sekitar 30 detik membuat panik warga Ibukota Jakarta, terutama yang berkantor di gedung bertingkat tiga ke atas. Gempa juga membuat panik warga di Kota Bandung, Sukabumi dan Ciamis.

Beberapa menit setelah gempa pertama, terjadi gempa kedua berkekuatan 5,5 pada Skala Richter. Gempa susulan ini kembali membuat warga panik. Apalagi, sekitar pukul 16.13 WIB, gempa berkekuatan 6,1 pada Skala Richter kembali mengguncang.

Menyusul terjadinya gempa di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dilaporkan terjadi air pasang setinggi satu meter yang masuk ke darat hingga sejauh satu kilometer. Sementara, saksi mata menyatakan sebuah hotel di Pantai Pangandaran mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.(AMR)

 

Berikut kliping berita dari detik.com

 

Senin, 17/07/2006

  • [G] 15:34 Gempa Goyang Jakarta & Bandung.
  • [G] 15:39 Gempa Panikkan Pekerja Kantoran
  • [G] 15:54 Gempa Jakarta 5,5 SR
  • [G] 16:14 Gempa Tak Dirasakan di Pantai Pangandaran
  • [G] 16:27 Gempa Susulan Mengguncang
  • [B] 16:30 BMG Jepang: Gempa Jakarta Bisa Picu Tsunami
  • [G] 16:47 Gempa Susulan 6,1 SR
  • [U] 17:01 USGS Catat Gempa Jakarta 7,2 SR
  • [P] 17:06 Pangandaran Dilanda Tsunami
  • [A] 17:11 Air Laut Surut Setelah Gempa, Warga Cilacap Panik Mengungsi]
  • [A] 17:22 Air Laut Mulai Naik di Desa Bunton Cilacap
  • [W] 17:31 Warga Gombong Ikut Panik
  • [W] 17:35 Warga Cilacap Luber di Terminal
  • [W] 17:36 Warga Pangandaran Panik, Berlarian ke Gunung
  • [K] 17:38 Khawatir Tsunami, Warga Cilacap Tumpah Ruah ke Jalan
  • [S] 17:41 Sepanjang Bibir Pantai Pangandaran Terendam Air Laut
  • [G] 17:43 Gelombang Laut Hingga 5 M, RS Cilacap Diminta Waspada
  • [O] 17:44 Ombak Dahsyat Bikin Takut Warga Teluk Penyu Cilacap
  • [P] 17:57 Polisi Sibuk Tenangkan Warga Desa Buton Cilacap
  • [T] 17:59 Tsunami Pangandaran, SBY Langsung Telepon Bupati Ciamis
  • [T] 18:02 Tsunami di Pangandaran SBY: Korban Tewas 5 Orang
  • [C] 18:03 Cipatujah, Tasikmalaya, Gelombang Pasang 3 Meter
  • [J] 18:15 Jalan Cilacap ke Tritih Macet Total
  • [T] 18:17 Tsunami Juga Melanda Kebumen
  • [C] 18:18 Cipatujah, Lokasi Gempa Terparah di Tasikmalaya
  • [A] 18:23 Atasi Tsunami Pangandaran, Ical-Gubernur Jabar Koordinasi
  • [S] 18:26 Suara Mirip Meriam Bikin Panik Warga Pantai Petanahan
  • [G] 18:39 Gerbang Pangandaran Terendam Sepinggang Orang Dewasa
  • [P] 18:46 Pantai Ayah Diterjang Tsunami, Warga Naik ke Gunung
  • [T] 18:56 Tsunami, RS Kebumen Kirim Tim Medis ke Pantai Suwuk
  • [D] 19:12 Diterjang Tsunami, 2 Napi LP Permisan Nusakambangan
  • [A] 19:20 Akibat Gempa, PLTU Cilacap Alami Gangguan
  • [T] 19:35 Tsunami di Cilacap, LP Permisan Dilanda Kepanikan
  • [T] 20:31 Tsunami di Bantul Terjang Restoran, Parkiran, Batas Sawah
  • [U] 21:00 USGS Catat Gempa Kelima 5,9 SR
  • [D] 21:42 Dua Hotel Pangandaran Hancur
  • [T] 21:58 Tsunami, Ratusan Warga Cibalong Garut Lari ke Hutan Karet
  • [R] 21:59 Ratusan Warga Suwuk Mengungsi

Selasa, 18/07/2006

  • [P] 05:39 Pangandaran Porak-poranda
  • [J] 09:14 Jerit Tangis Warnai Evakuasi Korban Tsunami di Cilacap
  • [G] 09:58 Gubernur Jabar: Tsunami Pangandaran Bukan Bencana Nasional
  • [99] 10:43 99% Hotel di Pangandaran Rusak
  • [P] 11:57 Puluhan Warga Kecamatan Ayah Hilang Disapu Tsunami
  • [T] 19:54 Tsunami di Laut Selatan Kesra: 341 Orang Tewas,229 Hilang

Rabu, 19/07/2006

  • [T] 10:56 Tsunami Laut Selatan, Kawasan Elit Cikembulan Hancur
  • [U] 17:52 UpdatedKorban Tewas 471 Orang
  • [G] 18:03 Gempa Gede Goncang Jakarta
  • [D] 18:06 DPR Akan Minta BMG Klarifikasi Soal Informasi Tsunami
  • [G] 18:14 Gempa 6,2 SR Berpusat di Selat Sunda
  • [W] 18:19 Waspadalah! Gempa Jakarta Berpotensi Tsunami
  • [G] 18:20 Gempa 6,2 SR Guncang Jabotabek, Warga Keluar dari Rumah
  • [G] 18:28 Gempa Goyang Jakarta, Penghuni Apartemen Menteng Berhamburan
  • [G] 18:28 Gempa Berpotensi Tsunami, BMG Sibuk Kirim SMS & Faks
  • [G] 18:29 Gempa Panikkan Pegawai di Gedung BEJ
  • [G] 18:31 Gempa Mengguncang, Anggota DPR Berhamburan Keluar
  • [G] 19:02 Gempa Jakarta, Banyak Pegawai Terjebak di Lift
  • [P] 19:42 Polisi Jakarta Sempat Tunggang-langgang karena Gempa
  • [B] 20:34 BMG Batalkan Potensi Tsunami Pascagempa Jabotabek

Kamis, 20/07/2006

  • [G] 10:42 Gempa Susulan Lingkari Jakarta
  • [M] 12:32 Menkominfo ke BMG, Gempa Susulan pun Datang
  • [S]14:13 SBY: Giatkan Sosialisasi Cara Selamatkan Diri dari Gempa
  • [S] 16:10 SBY Ceramah Gempa 2 Jam

Jumat, 21/07/2006

  • [P] 08:20 Presiden Kunjungi Pangandaran
  • [T] 10:30 Tsunami Laut SelatanDepkes: Korban Tewas 565 Orang
  • [T] 10:26 Tsunami Laut SelatanDepsos: 557 Korban Tewas
  • [S] 13:09 SBY Ikuti Salat Gaib untuk Korban Tsunami

Sabtu, 22/07/2006

  • [S] 11:14 SBY: Gempa Bumi Karya Agung Tuhan

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Information

This entry was posted on Desember 4, 2007 by in Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: