Menyambung tulisan [F] “Fenomena Ledakan Pipa Gas Pertamina di Lumpur Lapindo Sidoarjo” dimana dengan jelas tertuang lafal Allah dan tgl 22/11/2006 kejadian Lapindo Meledak, maka untuk mengingatkan kembali peristiwa it, kembali tepat 22/12/2006, atau tepat sebulan setelah ledakan, maka giliran PDAM yang pecah.
Untuk pertama kalinya PDAM pecah, dan kemudian di lanjutkan dengan pecah berikutnya. Momen PDAM pecah tepat tgl 22/12/2006 lalu adalah momen penting untuk menjejaki kejadian besar selanjutnya yakni Jakarta banjir 2-2-2007 (PDAM=Peringatan Dini Air Meluap), secara indah rangakaian peristiwa itu terangkum dalam milis http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories
- Dec 22, 2006 10:51 am Selamat datang hari Ibu !
- Dec 23, 2006 6:35 am PDAM (Peringatan Dini Air Meluap) !
Mengapa hal itu terjadi menjadi Peringatan ? sebab sebelumnya malasia Lumpuh total dan akan terulang di Ibukota kita, benarkah ?
Singapura dan Malaysia Banjir, Warga Panik
Banjir karena hujan deras adalah persoalan biasa bagi Kota Medan. Tapi tidak bagi Singapura, negara modern yang memiliki sistem drainase sangat baik. Namun, hujan lebat hampir 24 jam sejak Senin tak urung membuat warga negeri itu panik. Hujan deras selama berhari-hari adalah tidak biasa di negeri pulau itu. Sementara itu, di Johor, Malaysia, banjir memaksa puluhan ribu orang mengungsi.
Banjir besar di sebagian Singapura itu mengakibatkan tanah longsor dan sejumlah persimpangan jalan tidak dapat dilalui, kata pejabat setempat, Rabu (20/12). Ramalan cuaca menyebutkan hujan masih akan terus turun, sehingga mengkhawatirkan para pebisnis menjelang liburan Natal. Tidak ada laporan resmi mengenai korban meninggal atau luka-luka serius.
Perkebunan bibit, gerai makanan di luar ruangan dan gerai barang-barang ritel merupakan tempat-tempat yang terkena dampak paling parah. Para pekerja terpaksa datang terlambat akibat kemacetan lalu lintas dan banjir. Namun, perusahaan taksi menangguk keuntungan tidak sedikit. Perusahaan taksi terbesar di Singapura, Comfort DelGro, menyebutkan, pemesanan taksi di perusahaannya meningkat 20 persen dalam dua hari terakhir.
Akibat hujan deras ini, Bendungan Penampungan Air MacRitchie melampaui ambang batas normal. Divisi Dinas Meteorologi meramalkan akan ada hujan deras lagi disertai angin kencang di Singapura. Ketinggian air juga akan mencapai 2,6 m pada Rabu malam dan banjir masih akan terjadi di sejumlah kawasan rendah seperti Kawasan Chinatown, kawasan Tanjong Katong, kawasan Geylang, kawasan Jalan Besar antara Jalan Weld dan Jalan Kitchener, Lorong Buangkok,
Rata-rata curah hujan Desember tercatat hanya 284 mm setiap tahunnya, namun curah hujan Selasa lalu dianggap sebagai curah hujan tertinggi di Singapura selang waktu 75 tahun. Pada 1978, curah hujan tertinggi tercatat 512 mm dalam waktu 24 jam, sementara yang tertinggi kedua terjadi pada 1969 dengan catatan curah hujan 467 mm.
Dari Malaysia bencana serupa juga terjadi di negara bagian paling selatan, Johor. Banjir mengakibatkan sejumlah tanah longsor dan memaksa sedikitnya 26.000 orang mengungsi ke tempat-tempat penampungan di seluruh Johor, Rabu.
Hujan deras yang terus menerus pada Selasa menyebabkan hampir seluruh distrik di negara bagian itu tergenang banjir, yang merupakan salah satu banjir terburuk dalam satu abad terakhir, kata Menteri Besar Negara Bagian itu Abdul Ghani Othman.
Tidak ada laporan mengenai korban meninggal atau luka-luka sejauh ini, kata Abdul Ghani. “Hujan diperkirakan akan terus berlanjut hingga Jumat, sementara angin timur-laut membawa hujan lebat ke Johor tengah. Ini adalah fenomena yang tidak lazim,” kata Ghanis kepada Kantor Berita Bernama.
Ketinggian air di lima sungai telah mencapai tingkat berbahaya dan hujan yang terus turun telah mengakibatkan sembilan bencana tanah longsor, sehingga tentara menyiapkan 20 perahu dan satu helikopter untuk upaya penyelamatan dan mengirimkan bahan makanan dan pakaian ke daerah yang dilanda banjir. Setiap tahun, puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka selama musim hujan dan pindah ke tempat penampungan sementara akibat banjir. CAN-AP | Global | Singapura
Foto:
Pemandangan dari udara terlihat rumah-rumah di Kampung Laut, Johor, Malaysia, terendam banjir sampai setinggi atap. Sebanyak 26.000 orang terpaksa mengungsi akibat banjir. Gambar kanan, suasana banjir di Singapura di mana jalanan tampak terendam air sampai sebatas pinggang, menyusul curah hujan yang sangat tinggi sejak Senin lalu. Foto: Repro | GlobalHanya tinggal bumbung yang belum disentuh air bah di Kampung Laut, Skudai.(sumber http://sirloinskipper.fotopages.com/?entry=1030068)
Cukupkah itu ?, lihat kejadian tgl 22-12-2006 lalu, secara pararel kejadian tsb memberikan arti tersendiri yaitu
Sabtu, 23 Des 2006, Aceh Dihantam Banjir Besar
Tiga Orang Hilang, Ribuan Warga Mengungsi
KUALASIMPANG – Dua tahun berselang setelah dilanda tsunami, giliran banjir besar yang melanda Tanah Rencong. Sejumlah daerah di Aceh, mulai Kabupaten Blangkejeren, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, hingga Aceh Tengah, dihantam banjir. Sedikitnya tiga orang dilaporkan hilang dan puluhan rumah hanyut terbawa air. Puluhan ribu warga juga dilaporkan mengungsi.Banjir kali ini disebabkan hujan lebat yang mengguyur sejumlah daerah itu sejak beberapa hari terakhir. Air sungai meluap hingga ke permukiman penduduk. Di Aceh Tamiang, dua warga Desa Tenggulun, Kecamatan Simpang Kiri, dilaporkan hanyut terbawa arus. Sedikitnya delapan rumah di Desa Rantau Bintang dan Pantai Cempa, Kecamatan Tamiang Hulu, hanyut terbawa arus sungai. Sebuah jembatan gantung di Desa Bandar Khalifah juga ambruk dihantam arus sungai. Ribuan warga setempat kini mengungsi ke tempat aman.
“Kini jalan darat ke Kecamatan Tamiang Hulu dan Simpang Kiri putus total. Masyarakat di wilayah Tamiang Hulu dan sekitarnya saat ini terisolasi. Tak ada kendaraan yang bisa melintas. Ketinggian air antara satu meter hingga dua meter lebih,” kata Sekcam Tamiang Hulu Abdul Manan melalui telepon selulernya.
Sejumlah sekolah di dua kecamatan itu juga terpaksa libur karena digenangi air. SMP Negeri Simpang Kiri dan puskesmas pembantu (Pustu) di Desa Simpang Kiri terendam air setinggi satu meter.
Abdul Manan mengatakan, hingga kemarin siang penyaluran bantuan dari Pemkab Aceh Tamiang belum tiba. Bantuan sembako, kabarnya, akan diantar dengan menggunakan boat. “Saat ini kami mengevakuasi warga yang rumahnya terendam ke tempat yang aman,” ujarnya.
Sejumlah kecamatan lain, seperti Kejuruan Muda, Bandar Pusaka, Karang Baru, Sekerak, Bendahara, Seruway, dan Kecamatan Kota Kualasimpang, juga dilaporkan terendam air. Bahkan, sebuah jembatan darurat di Titi Putih, Kualasimpang, ambruk dihantam arus sungai.
Akibat ambruknya jembatan itu, anak-anak sekolah, seperti SMA Negeri 1 Kualasimpang, terpaksa diliburkan. Sebagian warga Keluruhan Kota Kualasimpang juga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, termasuk ke Gedung Nasional.
“Kami harus cepat-cepat mengungsi dan menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih aman karena, tampaknya, air semakin tinggi. Kami takut akan terjadi lagi banjir besar seperti beberapa tahun lalu,” ujar salah seorang warga yang mengungsi ke Gedung Nasional Kota Kualasimpang.
Banjir juga melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Di antaranya, Kecamatan Terangun, Dabun, Gelang, Rikit Gaib, dan Pining. Daerah yang paling parah terkena banjir adalah Kecamatan Pining, sekitar 42 km dari Blangkejeren, ibu kota Gayo Lues.
Hingga kemarin, kawasan Pining terisolasi dan tidak bisa ditembus. Selain genangan air, putusnya transportasi itu akibat terjadinya beberapa longsor di sejumlah jalan yang menuju kawasan itu. Sebuah jembatan di Desa Perpeleh, Pining, yang menghubungkan daerah itu juga rusak akibat dihantam air bah.(urd/ung/jpnn)
Cukupkah itu terjadi ? …. tidak ada berita lagi sebagai penguatnya agar memperhatikan tlg 22-12-2006 itu, apakah itu ?
Sabtu, 23 Des 2006, Lumpur Panas Gegerkan Jambi
JAMBI – Semburan lumpur panas menghebohkan warga Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Jambi. Lumpur bercampur gas dan minyak bumi itu mulai muncul Kamis sekitar pukul 19.30 WIB di rumah Lusi, warga RT 02 RW 01 Kenali Asam Bawah.
Menurut Lusi, sumber luapan lumpur berasal dari bekas sumur bor yang digali pada kedalaman 30 meter. “Awalnya merupakan sumur bor untuk mencari air minum,” kata Lusi.
Penggalian tersebut sebenarnya dilakukan empat tahun lalu. Saat itu, air tidak keluar. Maka, sumur tersebut ditutup. Namun, dia sangat kaget ketika terjadi luapan lumpur dari lubang itu.
Camat Kota Baru Sunaryo membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, semburan lumpur itu berasal dari sumur bor. Dia menyatakan, Pertamina dan kepolisian telah mengetahui kejadian tersebut. Bahkan, Pertamina mengambil sampel lumpur itu.
Sunaryo menjelaskan, semburan lumpur panas tersebut diduga berasal dari injeksi salah satu pipa Pertamina. Sebab, setelah sumur injeksi tersebut dimatikan, semburan lumpur panas mulai mengecil.
Jika semburan lumpur panas tak kunjung mereda, dia akan berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah setempat. “Kita tunggu perkembangannya hingga besok pagi (hari ini, Red),” ujar Sunaryo.
Secara terpisah, Kapolsek Kota Baru Iptu Nanang mengatakan, “Kami bersama pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan langkah antisipasi,” tutur Nanang. Untuk antisipasi awal, luapan lumpur dialirkan ke parit-parit.
Meski demikian, luapan lumpur menggenangi pekarangan rumah warga sekitar. Diameter semburan lumpur sekitar 10 cm. (cr5/tya/jay/mg5)
Dari situlah akhirnya tersusun secara indah aluran satu persatu kejadian akan terjadinya banjir besar di ibukota Jakarta, tertulis di artikel Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004, Berikut ini cuplikan artikelnya
Pertanyaan kecil saja, bagi yang kurang percaya bahwa Allah mengajak umat indonesia ini kembali kepada al-qur’an adalah pertanyaan sepela : KAPANKAH JAKARTA LUMPUH ? JAKARTA LUMPUH 2-2-2007
Jumat, 02/02/2007
- [T] 11:27 Transportasi Jakarta Lumpuh Ojek Jadi Rebutan Penumpang
- [D] 11:56 DKI Banjir, SBY Retret di Cikeas
Bandingkan dengan PDAM pecah : Jumat, 22/12/2006 sebagai ‘gagak’ dari Jakarta banjir
- [J] 17:08 Jalan Raya Porong Menyembul 31 Cm, Air Deras Mengalir
______________
Dari milis http://groups.yahoo.com/group/the_untold_stories/ kita nantikan peristiwa itu dari waktu ke waktu dan perhatikanlah sampai ada artikel
Tue Jan 30, 2007
- [M] 7:45 am “Menyambut 2-2-2007 ” seakan ‘telah’ mengetahui apa yang terjadi, perhatikan tgl posting dimana tidak mungkin mengubahnya, pertanyaan yang terjawab di kemudian hari dan semua orang menyaksikan tanpa terbantah sedikit-pun yakni :
Artikel Adakah ada artinya ? dan Terkena siklus 11 ? terdapat teka-teki angka kembar 11 dan 22 yang memiliki makna luar biasa dan seolah bukan acak
Bahkan sekali lagi tertulis
Wed Jan , 31, 2007
- [B] 7:09 am “Benarkah akan terjadi 2-2-2007 ” , satu pertanyaan di artikel itu tertulis “Simbol 22 yang banyak terbukti dan akan kembali melihat hari 2-2-2007 akankah terbukti lagi ?”
PErhatikan hal yang sepele menurut kita tidak berarti, namun menyimpan makna yang luar biasa, apakah itu ? Kita tuliskan sebuah untaian indah
Feb 1, 2007
- [Waspada]12:34 pm “Garuda bermasalah lagi … “, tepat sehari sebelum Jakarta Lumpuh . Masalah sepele yakni
Jumat, 02/02/2007
- [K] 07:06 KNKT: Senggolan Pesawat Garuda Vs Saudia Seharusnya Tak Terjadi6
Tidak terjadi seharusnya senggolan itu ! ….. Tidak terjadi ….. begitulah kehendak manusia, namun sekali lagi Allah ingin menunjukkan kepada kita masalah Saudi vs Indonesia ini saat musim haji 2006 lalu, jamaah kita kepalaparan di saudi itulah hikmahnya.
Dec 30, 2006
Minggu, 31/12/2006
- [22] 08:56 WIB 22 Maktab di Mina Belum Dapat Jatah Makan
Lagi-lagi 22 apa sih itu, ya terbahas dalam artikel
Jan 13, 2007
- [Waspadalah] 2:03 am “Waspadalah angka 22 korban muncul lagi” posting atau jauh-jauh hari sebelum Jakarta Lumpuh, berikut cuplikannya :
Adakah hukum siklus di al-qur’an ?
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan dari permulaannya, kemudian mengulanginya . Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Katakanlah: “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(al:ankabuut:19-20)
Jika para pembaca masih ragu tentang hal ini, cobalah menjawab pertanyaan ini
- mengapa ledakan pertamina di lapindo 22/11/2006 lalu tertanggal 22 ?
- mengapa ‘ledakan’ PIPA PDAM di porong/SDA lapindo juga tertanggal 22/12/2006 ?
- carilah banyak pertanyaan 22 itu di milis ini
Ada banyak tanggal 22 yang dimunculkan, jika anda anggap itu suatu kebetulan dan acak, maka terlalu banyak variabel kompleks yang memunculkan ini, selain krn memang di kehendaki ?
Ingat pula internet mati (kenikmatan yang tercabut) pun juga di dahului tewasnya 22 orang di taiwan ? Lihat pula jamaah haji yang kelaparan jumlah 22 maktab ?
Kembali pada bahasan detik-detik menjelang Jakarta Lumpuh, berikut cuplikannya artikel tepat sehari menjelang Jakarta Lumpuh
Feb 1, 2007
[Waspada] 12:34 pm [Waspada] Garuda bermasalah lagi … :
Menindak-lanjuti artikel Garuda sudah bermasalah , dan artikel maka hari ini Garuda juga bermasalah !, dengan demikian sudah dua kejadian berurutan terjadi, sehinga menjadikan ” Pola Yang Amat Sangat Berbahaya“.
Terlebih ada berita Jakarta Gempa !
Atau kkamis, 01/02/2007 15:26 WIB Sejutaan Ikan Mati di Pantai Tabanan Bali Berikut ini berita garuda bermasalah
Kamis, 01 Februari 2007
Ahhh itu kebetulan … ya kebetulan dua kali berarti ada yang membetulkan …., malah hari ini-pun pesawat luar negeri-pun bermasalah, seakan memberikan ’sesuatu’ …. bukan sekedar umur saja pesawat Adam air, namun memang kehendakNya-lah untuk memberi pertandaNya
Kamis, 01/02/2007
[Mesin] 16:34 WIB Mesin Terbakar, Pesawat Kembali ke Bandara
Apalagi Garuda itu yang senggolan dengan Arab Saudi (tempat haji) tujuannya adalah semarang … bukankah itu merupakan bahasan di Terkena siklus 11 ? berikut ini kutipannya
> maka sebelas hari lagi tgl 02-02-2007 ada apa, siklus ini akan bekerja dengan pertanda khusus yakni Semarang yang tidak pernah gempa, saat ini sudah gempa terjadi tgl 22.01.2007 pkl 20 Senin, 22/01/2007 22:30 WIB Gempa 4,2 SR Mengguncang, BMG Semarang Dihujani Telepon dan kita masih menunggu ada apa dg Haji kita ?
Jadi terjawab sudah pertanyaan yang ditunggu di artikel Terkena siklus 11 ? bahwa Garuda-Semarang-Arab Saudi (Haji).
Memimjam istilah pak Dwi di artikel Tiang Pintu Fahd 22 .:
Lalu bagaimana lagi untuk menyadarkan bangsa ini agar mau berubah ? …. kebetulan manalagi yang harus dibuktikan wahai teman
Ya … sudah ter-’bacakan’ PDAM lapindo dengan peringatan Jakarta Banjir Besar tepat 2-2-2007, mengapa harus 2-2-2007 ? koq tidak hari lain saja, paling tidak hari ini menjawab teka-teki Fenomena Bayi Berkepala Dua
Sumber Wikipedia
Pengguna Kendaraan menggunakan jasa gerobak untuk menyeberangkan mereka
Sebuah taksi yang terbalik dan terendam banjir di Jakarta Selatan pada banjir Jakarta 2007.
Jalan Pos Pengumben, Jakarta Barat yang putus total akibat banjir
Akhirnya benar terbukti Jakarta Lumpuh 2-2-2007, sesuai Peringatan Dini Air Meluap diatas dan mirip dengan kejadian Malasia.
Berkaca pada n. Musa dan Firaun, dimana menyebutkan kebanyakan manusia lengah terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Yunus:92)
Dari Jakarta Lumpuh 2-2-2007 lalu, yang ditandai dengan sehari sebelumnya Garuda tabrakan dengan pesawat Arab ([S] 18:53 “Senggolan di Bandara, Ekor Garuda dan Elevator Sayap Saudia Rusak”) maka Garuda menjadi kunci kecelakaan berikutnya, lihat tgl 1-1-2007 Adam Air Hilang dan tgl 1-2-2007 barulah Garuda senggolan. Sekali lagi Garuda yang akhirnya terbakar 07-6-2007 , dari mana tgl 7 maret itu ? (baca Fenomena ‘Kapal’ Tuhan)
__________________
Kliping berita PDAM pecah untuk pertama kalinya tepat tgl 22-desember-2006
Jumat, 22/12/2006
- [J] 17:08 Jalan Raya Porong Menyembul 31 Cm, Air Deras Mengalir
- [A] 17:30 Air Menyembur Dekat Rel Porong, PT KA Masih Anggap Aman
- [T] 17:31 Takut Meletus, Rekahan Jalan Porong Dilokalisir
- [P] 18:45 PDAM Akan Cek Semburan Air di Dekat Rel Porong
- [S] 19:09 Semburkan Air, Rekahan Jalan Porong Di-police Line
- Jumat, 22 Desember 2006 21:21:00
Warga Panik Air Menyembur di Jalan Raya PorongSidoarjo-RoL- Jalan Raya Porong, Sidoarjo –sekitar satu km– dari pusat luapan lumpur, Jumat petang, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, tiba-tiba berubah seperti sungai setelah air meluberi jalan kelas satu yang menghubungkan Sidoarjo-Pasuruan tersebut.Kejadian ini sempat membuat panik warga sekitar dan pengendara lalu lintas yang sedang melintas di jalan raya yang selalu padat merambat sejak terjadinya luapan lumpur Lapindo. Warga dan aparat keamanan di areal bencana lumpur Lapindo Brantas, berlarian menyelamatkan diri, karena trauma dengan ledakan pipa gas Pertamina di tol Surabaya-Gempol Km 38, beberapa waktu lalu yang memakan banyak korban.
Jalan setempat yang semula macet pun langsung lengang, karena pengendara tidak berani melintas di jalan raya itu, khawatir menjadi korban. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena dikhawatirkan air itu berasal dari luberan lumpur Lapindo Brantas, Inc, warga dan aparat kepolisian dari Polres Sidoarjo menutup total jalan raya tersebut.
Warga yang penasaran pun ramai-ramai keluar rumah dan memenuhi aspal jalan yang berair tersebut untuk memastikan air apa yang meluber ke jalanan itu. Setelah diusut, air yang meluber di Raya Porong itu berasal dari pipa PDAM yang diduga pecah, karena tak tahan dengan hawa panas yang muncul dari luapan lumpur panas Lapindo Brantas, sehingga air dari pipa PDAM di dalam aspal jalan itu akhirnya menyembur ke aspal jalan dan memenuhi Jalan Raya Porong.
Lalin Diubah
Sehubungan dengan kejadian ini, sejumlah aparat dari Satlantas Polres Sidoarjo dikerahkan ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengatur perubahan jalur dan mengamankan sekitar lokasi kejadian. Kasat Lantas AKP Andi Yudianto, SH dan Kanit Laka Iptu Anwar Sudjito, SH tampak memimpin anggotanya berjaga-jaga di TKP dan mengatur perubahan arus sebagai dampak penutupan Raya Porong.Menurut Andi Yudianto, Jalan Raya Porong dari dua arah terpaksa ditutup total mulai sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi hingga malam belum berani membuka ruas Raya Porong, setelah air muncrat dari tengah jalan. “Sumber air di tengah jalan. Kami khawatir kalau dilewati kendaraan, kondisi jalan malah ambles dan memakan korban jiwa,” kata Andi Yudianto yang hingga Jumat malam masih berada di TKP.
Ia menyatakan, untuk mengatur perubahan arus lalulintas menyusul penutupan Raya Porong, pihaknya mengerahkan 90 personel Satlantas Polres Sidoarjo. Jumlah personel dari kepolisian ini belum ditambah personel Brimob, Samapta, polsek jajaran dan TNI.
“Kami belum punya rencana membuka jalur Porong lagi. Konsentrasi kami saat ini bagaimana mengevakuasi warga yang terancam dan menutup pusat semburan air di tengah jalan,” kata Andi Yudianto. Ia juga memperkirakan sumber air dari pipa PDAM yang bocor atau pecah karena tak kuat menahan panasnya luberan lumpur Lapindo Brantas, Inc.
“Kami kini masih koordinasi dengan instansi terkait untuk menutup pusat semburan air di tengah jalan ini,” katanya. Lokasi pusat semburan air di Jalan Raya Porong itu awalnya di median jalan. Tak lama kemudian, merambat ke kiri (arah Sidoarjo-Pasuruan) tepatnya di tengah jalan sebelah utara jembatan tol Porong. Aspal tengah jalan itu kemudian retak-retak dan memuncratkan air dingin diduga air PDAM. Setelah itu air meluberi jalan raya hingga rel KA di dekatnya.
Pipa PDAM
Petugas PDAM berdatangan ke TKP untuk mengetahui asal usul air yang menyembur dari dalam aspal di Jalan Raya Porong arah Gempol, Pasuruan itu.Kepala Instalasi PDAM Gempol wilayah luar kota yang membawahi pipa PDAM di lokasi kejadian, Hariyadi, mengatakan, air yang muncrat di jalan itu memang air PDAM. Menurut dia, begitu mendapatkan laporan kejadian ini dan memastikan sumber air yang menyembur dari pipa PDAM, pihaknya langsung menutup kran di rumah PDAM Gempol. Dengan penutupan kran ini, air yang menyembur di jalan setempat semakin berkurang.
Kendati begitu, Kasat Lantas Polres Sidoarjo menyatakan belum berani membuka jalan raya Porong. Polisi melarang kendaraan melintas di Jalan Raya Porong untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti jalan ambles. “Satu-satunya yang kami perbolehkan lewat adalah kendaraan roda dua,” kata Andi Yudianto.
Lokasi pusat semburan air di tengah jalan itu juga dipasangi “garis pilisi” dan dijaga ketat sejumlah aparat. Menyinggung sampai kapan Raya Porong ditutup total, Andi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan, karena saat ini masih berkonsentrasi untuk menutup semburan air dari dalam aspal tersebut. antara/mim
![]()
-
Jum’at, 22 Desember 2006 20:05 WIB
JALAN RAYA PORONG LUMPUH TOTAL






Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan menggunakan jalan raya Porong-Surabaya.
Metrotvnews.com, Surabaya: Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur lumpuh total setelah ditutup dua jalur akibat air yang tiba-tiba menyembur di tengah badan jalan. Semburan air tersebut berasal dari pipa PDAM yang diperkirakan patah karena penurunan struktur tanah akibat musibah lumpur panas.
Semburan yang keluar dari lima titik tersebut pertama kali terlihat pukul 16.30 WIB, Jumat (22/12). Semburan air tersebut sampai merusak aspal dan beton pemisah jalan. Semula, warga sempat mengira yang keluar adalah semburan lumpur mengingat lokasi yang hanya berjarak satu kilometer dari genangan lumpur. Namun ternyata, yang keluar adalah air yang diperkirakan pasokan air bersih untuk Surabaya dan sekitarnya.
Karena keluar di badan jalan, Kepolisian Resor Sidoarjo menutup jalan arah Surabaya menuju Porong. Sementara arah sebaliknya dimanfaatkan untuk dua jalur, namun hanya untuk kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan lainnya terpaksa menggunakan jalur alternatif untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Jalan Raya Porong adalah jalur utama dari Surabaya menuju kota-kota lain di Jawa Timur. Kini, jalan tersebut sudah mulai terganggu kenyamanannya setelah ditutupnya jalan tol Porong-Gempol akibat rendaman lumpur panas. Jembatan yang berada di atas jalan raya tersebut juga telah dihentikan pengoperasiannya mengingat kondisinya sudah sangat memprihantinkan dan berpotensi tinggi untuk ambruk.(NTF)
Akibat hujan deras ini, Bendungan Penampungan Air MacRitchie melampaui ambang batas normal. Divisi Dinas Meteorologi meramalkan akan ada hujan deras lagi disertai angin kencang di Singapura. Ketinggian air juga akan mencapai 2,6 m pada Rabu malam dan 