Fenomena Bayi Berkepala Dua

By thephenomena

Tulisan fenomena ini adalah rangkaian dari dua tulisan yaitu

Dua bencana diatas diberi simbol O dan satu hari yang tercepit yang tidak bencana di beri simbol |, maka jadikah O|O atau akan lahir bayi berkepala dua yang cukup banyak di Indoensia, benarkah ? Atau hanyakah di tahun ini saja bayi berkepala dua lahir cukup banyak ?

Sekali lagi bayi lahir berkepala dua ini pernah terjadi, namun khusus tahun 2006 memberi arti tersendiri.

Tahun 2004

  Rebeca Martinez, BAYI Berkepala DUA
 

Tim dokter internasional berharap operasi yang dilakukan 6-7 Februari 2004 ini berjalan sukses.

Operasinya cukup riskan, mengangkat “kepala ekstra” yang menempel di tengkorak kepala bayi perempuan asal Republik Dominika, Rebeca Martinez. Kepala ekstra tersebut seharusnya milik saudara kembar Martinez, tetapi gagal berkembang alias tumbuh tidak sempurna dalam rahim ibunya.

Martinez lahir pertengahan Desember 2003 di rumah sakit Santo Domingo, Republik Dominika. Kondisi kesehatannya sangat baik. Hanya saja, otaknya tidak dapat berkembang selama kepala saudara kembarnya itu masih menempel di kepalanya.

Kondisi yang dialami Martinez, dalam bahasa kedokteran disebut cranio pagus parasiticus. Sangat jarang terjadi. Berdasarkan data, hanya 8 kasus di seluruh dunia. Dan tak satu pun dari kasus-kasus tersebut yang menjalani operasi perbaikan.

Kembar Siam terjadi ketika embrio membelah menjadi kembar identik tetapi perkembangannya kemudian berhenti. Akibatnya, organ-organ bayi-bayi itu menyatu.

Bayi kembar dempet kepala hanya terjadi 1 diantara 2,5 juta kelahiran atau 2 persen dari seluruh kelahiran bayi kembar dempet.

Kembar parasitic terjadi ketika salah satu kembarannya berhenti berkembang dalam janin ibunya. Bentuknya pun bermacam-macam bisa berupa kepala, lengan atau tungkai ekstra yang menempel pada kembarannya. Bisa juga tubuhnya berkembang komplit tetapi organ-organ vitalnya tidak ada.

Dalam kasus Martinez, kepala kedua bayi tersebut menyatu, dan pembuluh darahnya jalin menjalin. Kepala ekstra yang memiliki otak, mata, hidung, bibir dan telinga itu semakin membesar dan ditumbuhi rambut hitam seperti milik Martinez.

Ketika lahir, bobot Martinez 7 pon. Sekarang, beratnya naik menjadi 10 pon. Sayangnya, kepala ekstra itu mengambil nutrisi milik Martinez dan menekan otaknya.

“Setelah kelahirannya, dia sempat dirawat selama beberapa hari di rumah sakit, selanjutnya diperbolehkan pulang. Dia menangis, dan bangun di pagi hari, sama seperti bayi normal lainnya,” kata Dr. Santiago Hazim, yang selama ini menanganinya.

Dr Jorge Lazareff dari UCLA’s Mattel Children Hospital, Los Angeles, yang akan memimpin operasi ini, akhir Januari lalu, terbang ke Santo Domingo untuk memeriksa kondisi Martinez dan bertemu kedua orangtuanya.

“Kami ingin sekali melakukan operasi pemisahan kepala itu, dan saya yakin semuanya akan berjalan lancar,“ kata Lazareff yang pernah sukses memisahkan bayi dempet kepala asal Guatemala pada 2002 lalu.

Tim dokter dibagi dua, masing-masing terdiri dari 9 dokter sukarelawan dibantu sejumlah perawat. Mereka akan bekerja bergantian selama 13 jam.

Orangtua bayi itu, Maria Gisela Hiciano (26) dan Franklyn Martinez (28), penghasilannya hanya 200 dolar AS sebulan, tentu saja tidak cukup untuk membiayai operasi pemisahan kepala ini.

Seluruh biaya ditanggung oleh CURE International, lembaga non profit yang berkantor di Pennsylvania, AS. Mereka membantu perawatan medis dan spiritual anak-anak cacat di negara-negara berkembang.

“Kami menyadari operasi ini sangat sulit dan riskan,” kata Franklyn Martinez. “Tetapi, kami tetap berpikir positif dan optimis.” (zrp/AP/Reuters)

Tahun 2005 :

02 March, 2005, Bayi berkepala dua gemparkan Agam

Lubukbasung, Padek-”Dunia semakin tua”, demikian pernyataan spontan masyarakat saat menyaksikan kejadian aneh dan menggemparkan di RSUD Lubukbasung Kamis, (23/2) pagi. Bayi lahir berkepala dua dari rahim Nursina (28), yang direkomendasi dari RS Islam Yarsi Simpang Ampek, Pasaman Barat.

Dokter spesialis kandungan RSUD Lubukbasung dr H Aladin Spog, berhasil membantu proses persalinan bayi aneh berkepala dua tersebut, pukul 06.30 WIB, dengan berat 2,9 kg dan panjang 48 cm, tetapi sudah tak bernyawa lagi.

Bayi berkepala dua utuh itu, membuat tim dokter di RSUD Lubukbasung termasuk dokter ahli kandungan seperti H Aladin paniang mencari istilah medis kasus kelahiran langka itu. Bahkan sepanjang pengalaman bidang medis yang dijalaninya, dr Aladin mengaku baru pertama kali menemukannya.

Upaya pertolongan medis yang dilakukan dr H Aladin kemarin, terpaksa dilakukan diverporasi kranium dengan menyedot otak salah satu dari dua kepala jabang bayi, sehingga batok kepala bayi kempes. Dijelaskan dr H Aladin Spog yang juga Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Agam itu, kasus kelahiran itu sesuai informasi yang diperoleh personilnya dari ayah sang jabang bayi Khaidir Dt Sutan Kabasaran, bermula saat Nursina sudah memasuki masa persalinan, sehingga keluarganya membawa ke bidan di Simpang Ampek, Pasaman Barat-Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Pukul 03.00 WIB Kamis dini hari, baru terlihat tanda-tanda kelahiran, namun muncul masalah karena sang bayi lahir sunsang karena kakinya duluan keluar. Sang bidan, sebut dr Aladin kesulitan memberikan pertolongan sehingga pukul 04.30 WIB dilarikan ke RS Islam Yarsi Simpang Ampek, namun masih kesulitan, bahkan sebatas pinggang jabang bayi, namun sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Tim dokter di RS.Yarsi Simpang Ampek sendiri kesulitan memberikan pertolongan terutama mengeluarkan bayi yang sudah tidak bernyawa itu, sehingga dilarikan ke RSUD Lubukbasung. Di sinilah dilakukan tindakan pertolongan Aladin yang merupakan dokter spesialis kandungan. Ia mengaku kaget setengah mati, pasalnya upaya awal yang dilakukannya cukup sulit.

Namun pihaknya, langsung mengambil tindakan penyelamatan terhadap Nursina, dengan memperkecil trauma yang kemungkinan terjadi pada sang ibu. Dengan diverporasi kranium yakni pengurangan cairan otak bayi sekitar 10-20 cc-sehingga kepala sang bayi bisa dikeluarkan dengan aman. Namun, Ketua IDI Agam itu mengaku kaget, pasalnya ada dua kepala yang menyangkut di rahim Nursina, itupun dalam keadaan utuh. Ini kasus pertama yang saya temukan,” ungkapnya dengan mimik serius.

Satu Dari 70.000 Persalinan

Dokter Aladin sendiri yang mengaku penasaran langsung menghubungi para ahli untuk mendapatkan gambaran pasti secara medis tentang kasus yang baru pertama kali ditemukan sejak dia menjadi dokter kandungan.

“Kasus seperti ini berpotensi terjadi 1 : 70. -000 persalinan,” ungkap Aladin. Pihaknya membuka dokumen dan buku-buku tentang kandungan-namun tidak ditemukan istilah medis yang pasti menyangkut kasus kelahiran baru berkepala dua tersebut. Dikaitkan kembar siap, tapi tidak terjadi pendempetan, seluruh organ luar normal dan lengkap, kaki dua, tangan dua, sementara di kedua kepala dengan satu leher itu juga lengkap masing-masing dua mata, dua telinga, hidung dan mulut.

Untuk sementara pihaknya menyimpulkan, kasus pertama yang ditemukan di Sumatera Barat itu, masih dalam kategori kembar siam atau congjoinnet twin, namun pihaknya pun sudah menghimpun data lengkap termasuk dokumentasi bayi yang lahir berkepala dua itu. Selanjutnya akan dibahas bersama para ahli.

Estimasi awal penyebab kasus tersebut, terutama akibat terjadinya kesalahan dalam pembelahan awal saat proses pembuahan saat pertama terbentuknya janin di rahim sang ibu, setelah proses pembuahan terjadi. Kondisi ini kemungkinan terjadi sekitar 6-12 hari setelah pembuahan berlangsung.

“Kami akan pelajari kasus seperti ini,pasalnya berbagai ahli bahkan para pakar yang saya hubungi justru ikut kaget dengan kasus tersebut, namun disimpulkan untuk sementara waktu seperti itu masih kembar siam,” ulas ketua IDI Agam itu lagi.

Sementara informasi yang diperoleh di RSUD Lubukbasung, kondisi ibu bayi cukup normal dan masih menjalani perawatan medis oleh tim medis yang diinstruksikan khusus. Sedang bayi malang itu langsung dibawa keluarganya ke Simpang Ampek, Pasaman Barat untuk disemayankan dan dikuburkan, walau sebelumnya ada permintaan dari dokter bayi itu diserahkan pada pihak rumah sakit.

Kasus aneh yang menggemparkan itu,hingga sore kemarin masih menyedot perhatian masyarakat Lubukbasung, bangsal kebidanan diserbu pengunjung, sehingga petugas langsung menutup rapat pintu masuk agar tidak mengganggu pasien. (men)

Perhatikan kemungkinan kelahiran yakni “Satu Dari 70.000 Persalinan”, dan perhatikan yang terjadi pada tahun 2006 lalu

Tahun 2006

  • Bayi Berkepala Dua

    Jakarta (Bali Post) -
    Dokter
    asal Bali bersama timnya berhasil menyelamatkan kelahiran bayi kembar kepala dua. Kembar siam seperti ini baru kali pertama di Indonesia dan kedua di dunia. Bayi itu benar-benarmemiliki dua kepala dan hanya satu tubuh. Secara fisik, kondisi bayi sangat sehat. Persalinannya dilakukan di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat.

    Bali Post/ade
    TAKKAN DIPISAH – Bayi berkepala dua kini masih dirawat di rumah sakit. Dokter yang merawatnya menyatakan takkan ada operasi pemisahan bayi itu

    Bayi ini lahir Senin dini hari, 7 Agustus lalu. Tim dokter yang menanganinya yakni dr. Adi Sukrisna, Sp.Og., dr. Irwan Amin dan dr. Ketut Lila Murti, Sp.A. Bayi ini merupakan anak ketiga pasangan Mulyadi (32) dan Nuryati (30). Keduanya tinggal di Slipi, Jakarta Pusat.Baru kami ekspos setelah mendapatkan persetujuan orangtua hari ini (kemarin-red),tegas dr. Ketut Lila Murti, Sp.A. di Jakarta, Kamis (10/8) kemarin.

    Jenis kelamin bayi yaitu perempuan dengan berat badan 3.950 gram, tinggi 45 cm, lingkar kepala kanan 32 cm, lingkar kepala kiri 34 cm, dua kaki, dua tangan yang kondisinya normal, dan dua kaki lagi tidak normal berada di belakang. Sekarang, bayi dirawat di dalam inkubator di Ruang Kenari RS Pelni.

    Kondisi bayi sehat, bisa menangis keras, bisa kencing, buang air besar, berkaki dua normal, dan dua kaki tidak normal sehingga mirip seperti ekor berjumlah dua, besarnya sebesar kacang tanah dan satunya sebesar ibu jari orang dewasa,” tegas Kepala UPS RS Pelni ini.

    Kondisi organ tubuh lainnya tampak normal seperti mata bisa melihat normal, hidung bisa bernapas, mulut, telinga, dua tangan yang normal, dan sekujur tubuhnya tampak bersih dan tidak ada yang cacat. Organ dalam seperti pau-paru juga normal dengan jumlah sepasang, hati dan limpa satu. Tulang belakang berjumlah dua. Masing-masing kepala disanggah oleh tulang belakang. Yang tampak tidak normal yaitu ginjalnya cuma satu dan jantungnya terdapat kelainan yang cukup kompleks.

    Dokter asal Desa Gunaksa, Klungkung ini menyatakan jantung normal seharusnya memiliki dua ventrikal dan dua atrium. Pada bayi ini terdapat satu ventrikal dan dua atrium. Akibatnya, darah bersih dan kotor bercampur,” tegasnya.Inilah tantangan RS Pelni ke depan,” akunya. Dengan bantuan oksigen, beberapa hari ke depan sang bayi masih bisa tertolong.

    Menurut dr. Ketut Lila, jenis bayi ini sulit disebut bayi kembar siam. ”Ini varian kembar siam karena tubuhnya hanya satu, hanya kepalanya yang berjumlah dua, bercabang di pundak,” katanya.

    Ke depan, RS Pelni tidak akan melakukan operasi untuk memisahkan kepala sang bayi. Bayi akan dibiarkan seperti itu. RS hanya melakukan tindakan mengatasi kelainan jantung dan ginjalnya.Sekarang RS Pelni bekerja sama dengan RS Harapan Kita (pusat jantung nasional),” akunya.

    Tidak Mampu

    Awal ditemukannya pasien ini ketika dr. Ketut Lila sedang piket jaga di RS Pelni. Tanggal 6 Agustus, pasien dirujuk oleh seorang bidan yang tidak mampu melakukan proses kelahiran secara normal. Pasien berasal dari keluarga tidak mampu sehingga hanya memeriksakan kandungannya ke bidan dan tidak pernah di-USG,” katanya.

    Selanjutnya, pada hari itu juga pemeriksaan medis dilakukan secara lengkap. Benar, kondisi bayi sungsang, karena seharusnya kepalanya sudah turun ternyata tidak turun. Lalu diketahui, kepala berjumlah dua. Saat itulah diputuskan oleh dokter untuk melakukan operasi caesar. Dini hari tanggal 7 Agustus, bayi berhasil dikeluarkan. Dia dibantu dua dokter lainnya, yakni dr. Adi Sukrisna, Sp.Og. dan dr. Irwan Amin. Satu kepala bayi sempat nyangkut, tetapi tidak lama kemudian bisa dikeluarkan semua. Waktunya sekitar 15 menit. Sebab, kalau lama, bayi akan biru.” (kmb7)

Ya …. sebuah kepedihan, namun menjadi bermakna sebagai tanda kebesaran Allah tungkap lewat statemen artikel tsb (Kembar siam seperti ini baru kali pertama di Indonesia dan kedua di dunia. Bayi itu benar-benarmemiliki dua kepala dan hanya satu tubuh, baca Nasib Bayi Berkepala Dua Pertama di Dunia)

…… Dilahirkan pada 7 Agustus pukul 23.00, Syafitri adalah bayi berkepala dua pertama yang ditemukan di Indonesia dan kasus kedua di dunia. Sebelumnya, di Iran, bayi serupa dapat tumbuh sehat hingga dewasa sebelum akhirnya meninggal ketika akhirnya mereka memutuskan untuk memisahkan diri.Syafitri, anak keempat pasangan Mulyadi, 32, dan Nuryati, 30, lahir lewat operasi sesar. Baik Mulyadi yang bekerja sebagai petugas keamanan serta Nuryati tak pernah menyangka Syafitri terlahir sebagai kembar siam langka. …

…..

Syafitri, Kasus Pertama di Dunia
Senin, 14 Agustus 2006 | 08:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Syafitri, bayi perempuan berkepala dua yang dilahirkan di Rumah Sakit Pelni Petamburan merupakan kasus pertama di dunia.

Menurut ketua tim dokter kelahiran Syafitri, Ketut Lila Murti, belum pernah ditemukan kasus bayi berkepala dua seperti yang terjadi pada Syafitri. “Ini adalah kasus satu-satunya yang pernah terjadi di dunia,” ujarnya, minggu malam.

Sebelumnya, menurut Ketut, pernah ada kasus serupa tapi tak sama dengan kasus Syafitiri. Berdasarkan riset yang telah dilakukan tim dokter RS Pelni, pada 2001 di London, Inggris, pernah lahir seorang bayi yang memiliki kekhasan berkepala dua, berdada dua, bertangan dua pasang.

Namun, hanya memiliki kaki sepasang, sehingga tubuh bagian bawahnya menyatu. “Bayi tersebut meninggal tidak lama setelah dilahirkan,” katanya

Dan tepat meninggal semua pada tanggal 22-Agustus-2006, Tgl 22 inilah yang menjadi istimewa, mengapa ? …. (lihat artikel ledakan lapindo, tgl 22-November-2006)

Bayi Berkepala Dua Akhirnya Meninggal

Jakarta, 22 Agustus 2006 16:18
Syafitri, bayi perempuan kembar siam variant atau “Dicephalus parapagus twins”, Selasa sekitar pukul 13.00 WIB meninggal dunia di ICU RS Pelni Petamburan, Jakarta, setelah menjalani perawatan khusus sejak Kamis (17/8).

Kepala RS Pelni Petamburan Jakarta dr Sri Rachmani MKs, Selasa, membenarkan perihal meninggalnya bayi berkepala dua, anak pasangan suami isteri Mulyadi dan Nuryati tersebut.

“Tadi sekitar pukul 13.00 WIB disaksikan tim dokter, ibu-bapaknya serta kakeknya, bayi Syafitri meninggal dunia, setelah beberapa saat sebelumnya kondisinya terus memburuk,” katanya.

Menurut Sri Rachmani, kedua orangtua bayi Syafitri menerima kenyataan itu dengan ikhlas.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pihak rumah sakit telah menyerahkan jenazah bayi Syafitri kepada pihak keluarga yang langsung membawanya ke kediaman mereka.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan melakukan pertolongan sebaik-baiknya, tetapi nasib berkata lain dan pihak rumah sakit turut berduka atas meninggalnya bayi Syafitri,” katanya.

Sri Rachmani mengatakan, penyebab meninggalnya bayi Syafitri karena memang kelainan yang dialaminya sangat kompleks.

Dikatakannya, pada Senin (21/8) sebenarnya kondisinya cukup baik tetapi Selasa (22/8) pukul 08.00 WIB pagi sempat mengalami kesulitan bernafas sehingga tim dokter memasangkan alat bantu nafas.

“Kemudian keadaan sempat lebih baik setelah tim dokter juga memberikan obat untuk membantu agar organ vitalnya berjalan normal. Tetapi setelah tim dokter melakukan rapat gabungan pada pukul 11.00 WIB yang memutuskan bayi Syafitri harus terus dirawat di ICU, kondisinya justru terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia,” paparnya.

Bayi berkepala dua Syafitri lahir di RS Pelni Petamburan pada 7 Agustus 2006 pukul 23.00 WIB melalui operasi sectio caesaria.

Bayi tersebut kemudian ditangani oleh tim dokter yang beranggotakan 13 orang dokter ahli dari RS Pelni, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Harapan Kita, yang diketuai dr Ketut Lila Murti SpA.

Tim dokter sendiri sebelumnya telah menyatakan bahwa bayi kembar dua kepala tersebut tidak mungkin dapat dipisahkan.

Operasi hanya dapat dilakukan untuk merapihkan organ bagian dalam tubuh agar bayi kembar itu dapat mengkonsumsi makanan dengan baik tanpa bantuan infus dan menghirup udara tanpa bantuan tabung oksigen lagi. [TMA, Ant]

Bayi berkepala dua tsb cukup langka dan menarik perhatian kalangan atas (baca “Protokoler Istana Tanya Alamat Bayi Berkepala Dua“)

Cukupkah satu saja yang lahir ?, perhatikan kelahiran ini lagi

Jumat, 6 Oktober 2006, Lahir Bayi Berkepala Dua
Satu Badan, Tiga Kaki dan Tangan
TABANAN – Bayi kembar siam kembali gegerkan dunia kesehatan. Siang kemarin, sekitar pukul 12.10 di BRSUD Tabanan lahir bayi berkepala dua dengan satu badan.

Berat bayi saat lahir 3,7 kilogram.

Celakanya, bayi pasangan Malvin Adulanu, 26, dan Marce Louk Panggi, 23, asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini hanya memiliki tiga tangan dan tiga kaki. Bila bayi itu benar-benar kembar siam (kembar dua), tentu organ tubuhnya lengkap. Kaki dan tangan sama-sama empat, dan dua kepala.

Lahirnya bayi kembar siam yang merupakan anak pertama dari Malvin dan Marce itu jelas mengagetkan pihak rumah sakit di Tabanan. Akhirnya pihak rumah sakit di Tabanan mengirim bayi kembar siam tersebut ke rumah sakit yang peralatannya lengkap. Maka dikirimlah bayi itu ke RS Sanglah.

Tiba di rumah sakit terbesar dan terlengkap di Bali itu sekitar pukul 14.25 Wita. Dan langsung dirawat di ruang Neonatus. Dokter dan perawat RS Sanglah yang menerima rujukan bayi itu langsung geleng-geleng kepala menyaksikan bayi ‘’aneh’’ tersebut.

Memang, selama ini RS Sanglah belum pernah menangani kasus bayi kembar macam ini. Tapi penanganan bayi kembar siam, memang sering dilakukan. Semisal bayi kembar siam Dwipayani dan Dwipayanti asal Mengwi, Badung, yang toh penanganan dilakukan di Surabaya.

Khusus bayi kembar siam yang lahir aneh di Tabanan dan akhirnya dirujuk ke RS Sanglah itu, dinamakan thoraco abdominal (memiliki badan menyatu). Selain itu, kaki dan lengan hanya tiga dan telapak tangan ada empat.

Direktur Pelayanan Medik RS Sanglah dr Wayan Sutarga kepada wartawan koran ini kemarin mengatakan, bayi kembar berjenis kelamin perempuan itu juga hanya memiliki satu jantung, dua vulva, satu saluran khusus, satu jantung, dan sepasang paru-paru.

Lahirnya bayi kembar siam berkepala dua itu, bukan hanya bikin geleng-geleng kepala pihak rumah sakit. Orang yang paling terpukul adalah kedua orang tua korban. Ibu bayi kembar Marce, hingga kondisi bayinya dirujuk ke RS Sanglah kemarin masih dalam kondisi lemas dan shock setelah menjalani proses caesar.

Meski bayi sudah dikirim ke RS Sanglah, tapi Marce masih dirawat di ruang Kemuning 001 BRSUD Tabanan ditunggui ibunya, Lena yang juga nenek dari bayi malang itu.

Bahkan menurut Reni, 27, salah satu kerabat keluarga yang mengantar bayi kembar ke RS Sanglah kemarin, ibu bayi ini langsung pingsan begitu mendengar buah hatinya lahir kembar siam yang lain dari kembar siam biasanya.

Suaminya Malvin juga merasakan hal yang sama. Malvin yang tiba di RS Sanglah bersamaan dengan bayi kembar, itu sempat kejang-kejang. Suasana haru, pilu pun mengiringi kedatangan bayi yang belum tahu kelanjutan nasibnya itu.

Sementara pantauan koran ini kemarin, Malvin sedang dirawat di ruang Triage RS Sanglah setelah mengalami kejang-kejang akibat shock melihat kelahiran bayinya. Pria yang bekerja di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Tabanan, ini mengaku tak mengira kehadiran buah hatinya dalam kondisi dempet (kembar).

Bagaimana hingga bayi berumur 39 minggu itu bisa terjadi? Reni yang ditemui di RS Sanglah kemarin mengatakan, terjadinya kasus bayi kembar ini sama sekali tak diduga pihak keluarga. Pasalnya sebelum lahir siang kemarin, Marce rutin memeriksakan kandungannya.

Hanya saja, dari hasil USG (rontgen/foto) yang dilakukan sebelumnya, pihak dokter hanya mengatakan bahwa kondisi bayi Marce adalah kembar. Dan tidak menyebutkan cacat. Terang saja orang tua manapun tak akan rela bayi yang dikandungnya lahir dengan kondisi cacat.

Pun demikian, dengan tetap menunggu proses penanganan tim medis, orang tua bayi kembar siam berkepala dua ini masih mengaku pasrah.

Selama proses persalinan di BRSUD Tabanan ditangani dr Agung Adnyana, Sp.OG. Ia pun kaget alang kepala begitu menyaksikan bayi lahir dempet dengan organ tubuh yang tidak normal.

Menurut dr Agung, dari hasil USG memang diketahui kalau bayi itu kembar. Namun kelainnya yakni kembar siam tidak diketahui sebelumnya. “Awalnya kami kira kembar biasa seperti hasil USG. Namun saat hendak diangkat kepalanya nyangkut, sehingga kita perlebar lukanya. Setelah kita angkat ternyata kembar siam. Saya sangat kaget dan tegang,” akunya.

Meski demikian dr Agung bersyukur karena telah berhasil menolong persalinan tersebut dengan lancar. “Untuk selanjutnya saya tidak tahu. Jujur saja saya tegang, jadi saya tidak sempat memperhatikan ciri-ciri fisik secara detail,” ucapnya.

Terkait umur kehamilan, diketahui usia kandungan sekitar 39 sampai 40 minggu. Lalu bagaimana dengan ibu si bayi? Dari pantauan koran ini sore kemarin di Tabanan, Marce masih tergolek lemas di ruang Kemuning 001 BRSUD Tabanan. Sementara ayah bayi, Melvin yang juga seorang satpam ikut bersama buah hatinya ke RS Sanglah. “Dia (ibu bayi) belum bisa diajak berkomunikasi, masih lemas,” ucap Lena.

Dia mengaku sudah tiga bulan berada di Bali menemani anaknya sambil menunggu kelahiran cucunya. “Saya tinggal di Kupang, kemudian tiga bulan lalu ditelepon, dan saya menemani sampai sekarang,” ucapnya.

Terkait kondisi cucunya, Lena mengaku tidak menyangka sama sekali. Dia pun sangat terenyuh melihat cucunya seperti itu. Terlebih jika anaknya (ibu bayi) belum tahu kondisi anaknya sampai dibawa ke Sanglah. “Saya tidak tega saat anak saya menanyakan keadaan bayinya. Tidak ada pilihan lain, kami jawab sehat dan lucu-lucu. Keadaan bayinya sengaja dirahasiakan agar dia tidak shock karena kondisinya masih labil,” ucapnya.(pra/gin/jpnn)

Kondisi Bayi Kembar Siam

Lahir RSUD Tabanan, Kamis (5/10) pukul 12.10 Wita

Berat Badan 3,7 kilogram

Kondisi Dua kepala, tiga kaki, tiga lengan, empat telapak tangan, satu jantung, dua vulva, satu saluran khusus, dan sepasang paru-paru

Orangtua Malvin Adulanu, 26, dan Marce Leok Panggi, 23 (ibu) asal Kupang, NT

Belum cukup berita-berita tsb, maka lagi muncul bayi berkepala dua

  Bayi Berkepala Dua lahid di Malang
Sabtu, 28 Oktober 2006 | 20:32 WIBTEMPO Interaktif, Malang:Bayi kembar siam dengan satu tubuh, dua kepala, empat tangan dan sepasang kaki atau dalam istilah kedokteran disebut phoracopagus (bayi dempet dada) dilahirkan dari pasangan suami istri, Supriyono (37) dan Lasemi (30) , warga RT 02/RW 03 Dusun Gangsiran, Kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (21/10) malam lalu.

Bayi yang diberi nama Naila Asmaul Husna dan Laila Asmaul Husna ini memiliki dua tulang belakang, satu tubuh sebelah kiri dengan panjang 39 centimeter dan satu tubuh sebelah kanan 37 centimeter. Sedangkan jumlah jantungnya tidak diketahui secara pasti.

Proses persalinan bayi memprihatinkan ini dilakukan dokter RS. Baptis Batu mulai pukul 20.37 WIB – 22.30 WIB setelah mendapat rujukan dari bidan yang menangani persalinan Lasemi. “Akhirnya kedua bayi dapat diselamatkan,” katadokter RS. Baptis Batu, Jeremy Oktavianus, Jumat (28/10).

Jeremy mengatakan, saat persalinan tim dokter mengambil kepalanya terlebih dahulu, kemudian organ badan lainnya yaitu kaki dan tangannya. “Kedua bayi ini dapat dikeluarkan dengan normal,” ujarnya.

Menurut Jeremy, tim dokter menyadari jika peralatan di Rumah Sakit Baptis tidak memadai untuk merawat bayi yang mempunyau berat 3,5 kilogram ini.

Oleh sebab itu, bayi dengan kondisi memprihatinkan ini, sejak Selasa (24/10) lalu telah dirujuk Rumah Sakit Baptis Kota Batu ke Rumah Sakit Umum (RSU) Saiful Anwar, Kota Malang. Mereka berada di ruang inkubator di ruang 11, khusus anak RSU Saiful Anwar.

Sedangkan dokter yang merawat bayi kembar siam tersebut masih belum bisa dimintai keterangan mengenai kondisi bayi tersebut.

Ibu bayi, saat ini masih tergolek lemas diruang kamar inap RS. Baptis Batu. Sementara itu, ayah bayi malang ini, Supriyono, mengaku pasrah atas musibah ini. Ia mengatakan sejak mengandung istrinya selalu memeriksakan kandungannya ke bidan setempat. “Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” jelasnya.

Supriyono berharap mendapatkan bantuan atas anak keduanya ini. Ia tidak sanggup memikirkan kelanjutan nasib anaknya. “Saya hanya pengangguran setelah di-PHK,” terangnya.

Berbagai upaya untuk mendapat bantuan bagi anak kembarnya, menurut Supriyono tengah dilakukan. “Surat keterangan tidak mampu sudah saya ajukan ke perangkat desa setempat” tambahnya.

Paling tidak ada tiga bayi ‘aneh’ yang lahir dan terutama saat bulan agustus-2006 lalu, maka tertulis di milis Ada apa dengan bayi lahir aneh ? dimana sebelumnya ada seorang ibu ‘GILA’ tega membunuh anaknya . Kegilaan inilah sambungan dari mila ROSA yang menghebohkan Indonesia dengam mengemudikan KA BBM mundur sebagai cerminan ‘Gagak’ Allah sebelum Gempa Yogya

Kasus Ibu bunuh 3 anak menggegerkan Indonesia, dan dari sinilah kita melihat lahirnya keterkaitan anak dengan bayi-bayi aneh yang lahir setelah itu

Kasus Ibu Bunuh 3 Anak Kandung
Psikolog: Pelaku Menderita Schizophrenia Berat

BANDUNG – Anik Koriah (31), pelaku pembunuhan terhadap tiga anaknya, kemungkinan mengalami schizophrenia, suatu kondisi depresi yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan halusinasi.

Schizophrenia adalah suatu keadaan ketika seseorang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan konsep dirinya. Dengan kata lain, dalam kondisi tersebut seseorang bisa mengalami gangguan halusinasi yang cukup parah.

”Jika dikaitkan dengan kasus Anik, kemungkinan dia mengalami schizophrenia berat. Dia melihat anak-anak sebagai tokoh yang mengancam,” kata psikolog Tika Bisono, Rabu (14/6).

Dalam ilmu psikologi, lanjutnya, secara garis besar depresi dibagi dalam beberapa tingkatan, yakni stres, erotik, hingga paling parah psikosis. ”Seseorang yang menderita psikosis, bisa mengalami schizophrenia,” terangnya.

Hingga kemarin Anik masih ditahan di Polres Bandung Timur. Kondisinya masih labil. “Dia masih sering menangis dan shock,” kata pengacara Anik, Adardam Achyar. Tersangka telah diperiksa tim psikolog Polres. “Dia belum bisa mengingat kronologi dan detail peristiwa yang telah terjadi,” ujarnya.

Anik yang alumnus Jurusan Planologi ITB itu dikenai Pasal 338 dan 340 KUHP dengan hukuman seumur hidup. Kondisi kesehatan putri seorang dokter di Boyolali itu juga terus menurun karena jarang makan.

Seperti diberitakan, ketiga anaknya -yakni Abdullah Faras (6), Nazhif Aulia Rahmatullah (4), dan Muhammad Umar Nasrullah (9 bulan)- meninggal pada Kamis (8/6) malam.

Iman Abdullah, suami Anik yang lulusan Jurusan Fisika ITB, baru mengetahui kejadian itu esok harinya. Ketiga anak itu ditemukan dalam kondisi telah menjadi mayat dan berjajar rapi. Anik diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Adardam mengungkapkan, ketiga anak itu tampak riang gembira beberapa saat sebelum tewas. Si bungsu Umar pada hari itu mendadak sembuh dari sakitnya. Anak kedua, Nazhif, siang harinya sering menyanyi dan sempat tidur siang; sedangkan putra yang pertama, Faras sempat meminta diajari mengaji Alquran dan makan dengan lahap.

Faktor Ekonomi

Faras sekolah di TK Islam Zakaria, yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke atas. Di sekolah, Faras dikenal sebagai anak yang baik, ceria, periang, dan tergolong cerdas.

Sementara itu Abu Syauqi, teman dekat Iman Abdullah yang juga masih ada hubungan saudara dengan keluarga Anik di Boyolali, mengungkapkan, kehidupan yang kurang makmur membuat Anik depresi. Kondisi itu memicunya untuk berbuat nekat.

Abu Syauqi menuturkan, keluarga Iman-Anik tengah dililit masalah ekonomi yang cukup berat. “Beli makanan juga susah,” kata Abu. Dikatakan, Iman ke kantor Abu Syauqi pada Kamis pagi. Tujuannya meminjam uang untuk membeli obat salah satu anaknya.

Keluarga Iman-Anik mengontrak rumah tipe 45 di Jalan Margahayu Barat U-2 No 124 Margacinta Kota, Bandung. Menurut para tetangga, harga kontrak rumah di kawasan itu adalah Rp 4-5 juta/tahun.(dtc-60a)

Kesimpulan kita dalam milis telah dituliskan Waspadai petunjuk bayi lahir aneh ! , Aug 22, 20062:39 pm, dimana tertulis dengan jelas

Ini semua terjadi pada tanggal 22-agustus-2006, artinya perlu campur tangan Allah dengan variabel yang kompleks untuk memunculkan pertanda bayi ini

Saat itu (22-agusttus-2006 lalu) kita tidak tahu apa artinya kembar itu atau lebih spesifik apa artinya 22, dan maha suci Allah ternyata setelah melakukan penelusuran beberapa bulan kemudian barulah terbukti.

Kami mencoba mengingatkan dan entah kebetulan atau tidak kami ternyata artikel Lawan mbah Marijan posting juga tgl 22-mei-2006 tepatnya May 22, 2006 5:41 am, entahlah ada ’sesuatu’ yang mengatur agar kami postingkan tgl tsb dimana akhirnya kami dapatkan jawabannya setelah 3 bulan kemudian bahwa ternyata terus menerus kejadian yang menguatkan kembali berulang terangkum pada artikel ” Sebuah asa yang terbukti benar ” yang berbicara ttg Ledakan Lumpur Lapindo tepat 22-11-2006

Dan beberapa bulan kemudian pula terbukti lagi bahwa betapa simbol 22 ini sangat berarti pada dunia Islam yakni ( Tiang Pintu Fahd 22 , Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari )

Dan hal itu berlanjut saat musibah besar mulai tampak, 1-1-2007 Adam air hilang, 2-2-2007 Jakarta Lumpuh dan 3-3-2007 NTT longsor, dan barulah muncul kembali fenomena 22 (baca Fenomena ‘Kapal’ Tuhan)

Dipertegas lagi petunjuk itu lewat Fenomena ‘Petir’ Allah, dan sekali lagi, begitu banyak Allah memberikan iktibarNya, namun dianggap biasa saja oleh kita semua.

Sekiranya N. Yusuf hidup pada jaman saat ini, maka semua orang akan menertawakan n. Yusuf akan tafsir mimpinya, sebab hal tsb tidak masuk akal (baca Yusuf dan Siklus Sebelas)

Atau kejadian N. Nuh yang hidup di era modern, ’semua’ bisa di prediksikan, maka visi n. Nuh tentang banjir itu sangat tidak masuk akal menurut prediksi para ahli.

Berkata Nuh: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?” (Huud:28)

Mari kita intropeksi, hanya Allah saja yang mampu menyelamatkan nyawa manusia jika Allah menghendaki

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. (Huud:116)