Fenomena bayi raksasa Gunung Kelud

By thephenomena

Hari-hari bulan Oktober 2007 yang lalu, kita di kejutkan dengan meningkatnya aktivitas beberapa gunung di Indonesia, salah satunya adalah G. Kelud, ditingkatkan statusnya menjadi Awas :

Status Gunung Kelud, Awas
BANDUNG, KOMPAS – Status Gunung Kelud dinaikkan dari siaga menjadi awas. Status awas adalah yang tertinggi dan paling berbahaya. Meningkatnya gempa vulkanik dalam di Gunung Kelud menjadi salah satu penyebabnya.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Mitigasi dan Bencana Geologi Departemen Sumber Daya Energi dan Mineral, Surono di Bandung, Selasa (16/10) sore.

Menurut Surono, hal ini dilakukan sehubungan meningkatnya aktivitas vulkanik yang tercatat pukul 11.00 – 17.00 pada tanggal 16 Oktober 2007. Berdasarkan pengamatan, terjadi 67 gempa vulkanik dangkal. Hal ini menujukan keadaan di Kelud semakin kritis dan selanjutnya berpotensi disusul letusan.

Oleh karena itu, ia mengatakan sejak pukul 17.24 WIB, pihaknya menaikan status Kelud dari siaga menjadi awas. Dengan status ini, pihaknya lantas merekomendasikan agar masyarakat yang berada dalam radius 10 Kilometer mengungsi. Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas di dalam atau sekitar bantaran sungai yang berhulu di atau dari puncak Kelud. (CHE)

Sampai berhari-har, waktu demi waktu, Selasa, 30 Oktober 2007 21:16 WIB STATUS AWAS KELUD TETAP DIPERTAHANKAN kemudian Puncak Krisis Kelud Diperkirakan Terjadi 3 November lalu Gunung Kelud Masih Menghembuskan Asap Putih dan akhirnya statusnya menjadi siaga

Gunung Kelud masih mengeluarkan asap putih.<!–
()–>

Metrotvnews.com, Kediri: Status Gunung Kelud mulai Kamis (8/11) pukul 04.05 WIB diturunkan dari Awas level 4 ke Siaga level 3. Keputusan tersebut diambil Tim Pantau Gunung Kelud setelah melihat perubahan karakter erupsi Kelud dari erupsi eksplosif menjadi efusif. Selain itu, tidak terekamnya gempa vulkanik dalam dan dangkal menunjukkan tidak adanya potensi magma ke kubah lava.

Saat ini, air danau kawah Gunung Kelud telah berubah warna menjadi hijau keruh. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, kendati pertumbuhan lava terus terjadi, kecil kemungkinan sisa energi dalam tubuh Kelud dapat memicu letusan yang dapat mendobrak kubah lava. Namun, walau status Gunung Kelud turun, Tim Pantau Gunung Kelud berjanji akan terus memantau aktivitas gunung berapi tersebut seperti pada saat status Awas.

Seiring diturunkannya status Gunung Kelud, puluhan warga Desa Kampung Tengah, Nglegok, Blitar dipulangkan ke rumah mereka masing-masing. Diangkut dengan truk terbuka, warga tiba di desa mereka. Senyum merekah di wajah-wajah mereka. Wajar saja, sudah dua minggu mereka tinggal di pengungsian.(NTF)

Pelan tapi pasti, kelud dan juga anak krakatau ‘menyembunyikan’ kekuatan yang sebenarnya (baca ‘Anak Raksasa’ yang siap menjadi bencana).

Fenomena kawah G. Kelud yan tampak nyata menjadi ‘anak baru’ , sedangkan anak krakatau yang merupakan anak yang sudah lama akhirnya tumbuh terus dan berkembang.

Kamis, 29 Nov 2007, ”Hamil” Kian Besar, Kubah Kelud Lelehkan Lava
Kondisi kubah lava Gunung Kelud yang terus mengeluarkan lelehan lava merah membara kemarin. Semburan lava itu mencapai 700 ribu meter kubik per hari.KEDIRI – Kawah Kelud yang kini berubah jadi kubah lava terus menunjukkan pertumbuhan. Rata-rata laju aliran lava yang keluar dari perut bumi mencapai 700 ribu meter kubik per hari. Berbeda dengan sebelumnya, semburan lava tidak lagi membentuk gundukan ke atas, tapi jatuh lereng kubah.

“Sekarang tingginya sudah maksimal, sehingga leleran lava yang keluar menumpuk terus dan jatuh lagi ke bawah,” kata Kepala Seksi Pengamatan Gempa Bumi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Swandika.

Menurut Gede, ketinggian kubah lava saat ini diperkirakan mencapai 190 meter. Diameternya lebih dari 250 meter, sehingga hampir seluruh danau kawah tertutup. “Mungkin air yang tersisa tinggal lima persen,” ungkap I Gede.

Sedikitnya air itu menyebabkan asap yang keluar dari dalam kawah terus berkurang. “Cuma sesekali saja munculnya,” terang Gede.

Semburan lava yang melorot turun menjadi pemandangan menarik di sekitar Kelud. “Bubur” pijar warna merah tampak mengalir dari puncak kubah.

Meski status Kelud sudah turun dari awas ke siaga, sampai saat ini jumlah kegempaan yang muncul masih sangat tinggi. Jumlahnya lebih dari 300 kali per enam jam. Terakhir, pada rekaman data pukul 12.00 hingga 18.00, kegempaan yang muncul 334 kali gempa embusan.

Menurut Gede, semburan kubah lava diperkirakan terus berlangsung dalam kurun waktu dua minggu. “Kita akan evaluasi dalam dua minggu itu,” terangnya.

Jika seluruh kawah Kelud telah tertutup, tidak tertutup kemungkinan kubah lava kembali tumbuh. Tetapi, itu pun tidak melebihi lereng Kelud yang sudah ada sebelumnya.

Karena kondisi tidak menentu itulah, Gede kembali mengingatkan bahwa masyarakat dilarang mendekati kawah hingga jarak tiga kilometer. “Status sekarang masih siaga. Rentan terjadi letusan freatik,” tegas Gede.

Larangan yang sama berlaku bagi petugas pemantau. Gede mengaku tidak memperbolehkan petugas turun ke inti kawah. Selama ini petugas cukup mengandalkan closed circuit television (CCTV) milik Pemkab Kediri. “Cukup dari situ, tidak usah ke kawah,” katanya. (dea/jpnn)

Dan sekali lagi, Allah Maha Penyayang terhadap umatnya mengirimkan fenomena ini dengan peristiwa lain yang tampak dan nyata yaitu “fenomena ini di-iringi oleh munculnya kelahiran bayi raksasa” di Aceh

Erna Lahirkan Bayi Enam Kilogram

Banda Aceh, 18 Oktober 2007 12:16
Tim dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Kodam Iskandar Muda (IM), Banda Aceh, berhasil menolong persalinan bayi seberat 6 kg, dari kandungan Ny. Ernawati, 35 tahun.

“Kami tidak menyangka kalau berat badan bayi tersebut lebih dua kali lipat dari bayi lainnya yang lahir secara normal dan ini merupakan pengalaman pertama bagi saya selama hampir 20 tahun menjadi dokter,” kata Dr. H. Mohd. Andalas SpOg, di Banda Aceh, Kamis.

Bayi “raksasa” yang lahir melalui operasi caesar Rabu (10/10) itu merupakan kelahiran kedua bagi pasangan suami-isteri Firdaus (42) dan Ernawati, warga asal Desa Cot Mon Raya, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar…..

(baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004)

Sebenarnya bayi raksasa tersebut adalah lumrah (bayi raksasa bali 11/April/2007, bayi raksasa sleman 7/8/2007, bayi raksasa pinrang 10/09/2007, bayi raksasa sukabumi 16/10/2007) berita di bawah ini

Namun ketika bayi raksasa aceh beriringan dengan fenomena lain yakni fenomena kelahiran tgl kembar 10/10/2007 , maka boleh jadi itulah gagak si qobil

Bayi “Raksasa” Lahir di Denpasar Bali

DENPASAR – Bayi berukuran raksasa lahir di RS Wongaya, Denpasar, Bali, dengan bobot 5,6 kg dan panjang 60 cm. Bayi yang belum diberi nama itu anak dari pasangan Made Sriwini (31) dan putu Satra (42). Dilahirkan melalui operasi caesar, Jumat lalu pada usia kandungan 39 minggu. “Bayi ini sama dengan ukuran bayi usia 3 hingga 4 bulan. Fenomena ini biasa disebut dengan istilah macrosomia,” kata dr. I Wayan Retayasa di RS Wongaya, Jln. Kartini, Denpasar, Bali, Senin (9/4). (dtc)**

Warga Sleman Lahirkan Bayi “Raksasa”
SLEMAN, KOMPAS – Ny Wahyu Dewi (36), warga Dusun Mudal, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Selasa (7/8) melahirkan bayi seberat 6,34 kilogram dan panjang 55 centimeter, secara caesar di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Kini, bayi itu sudah berada di rumah, dan dalam kondisi sehat.

Peristiwa kelahiran bayi “raksasa” ini tak urung mengagetkan pihak rumah sakit dan keluarga. Sudihartono (37), ayah bayi laki-laki bernama Refandika Denanda Maheswara itu, menyatakan tidak menyangka kalau anaknya akan lahir dalam ukuran di atas rata-rata bayi normal.

“Kami justru baru tahu kalau ukuran tubuh bayi cukup besar setelah operasi caesar selesai dilakukan. Sebelumnya, hasil pemeriksaan USG selalu menyatakan bayi kami berada dalam kondisi normal,” kata pria yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Butuh, Cangkringan, ini, Senin.

Operasi caesar sendiri ditempuh bukan karena besarnya ukuran bayi, namun lebih disebabkan posisi bayi yang miring dalam kandungan. Ny Wahyu justru bersyukur tidak melahirkan secara normal, karena tentunya akan sangat beresiko.

Sementara itu, pihak RS Panti Rapih yang diwakili Kepala Bagian Keperawatan Sujarwa menambahkan, operasi caesar juga ditempuh karena tekanan dara Ny Wahyu sempat naik sebelum proses persalinan. Dikhawatirkan, hipertensi ini akan memicu keracunan kehamilan, atau pre-eklamsia, yang amat berbahaya bagi kelangsungan hidup bayi dan ibunya.

Mengenai besarnya ukuran bayi, pihak rumah sakit sempat menduga adanya faktor tingginya kadar gula darah sebagai pemicu, namun setelah diperiksa, kadar gula darah bayi normal.

Pihak keluarga menduga bahwa besarnya ukuran Refandika lebih dikarenakan faktor keturunan. Ny Wahyu memang memiliki berat tubuh lebih dari 100 kilogram, dan beberapa anggota keluarganya juga berpostur tubuh besar.

Menurut Ny Wahyu, ia tidak mengalami keanehan selama menjalani proses kehamilan. Memang, ia selalu meminum vitamin, susu, dan mencukupi kebutuhan gizi tubuh dengan mengonsumsi kacang hijau, namun tidak secara berlebihan.

Lebih lanjut, pasangan orangtua ini menyatakan tidak terlalu mengkhawatirkan ukuran tubuh Refandika. Mereka hanya bersyukur bahwa anak kedua mereka ini bisa terlahir selamat dan sehat. Hingga saat ini, Refandika masih mengonsumsi air susu ibu dalam porsi yang normal. (YOP)

Senin, 10-09-2007
Bayi “Raksasa” Lahir di Pinrang
Pinrang, Tribun – Seorang warga Kabupaten Pinrang, Nurcahaya, melahirkan bayi berukuran “raksasa”, dibandingkan ukuran bayi pada umumnya.
Bayi yang diberi nama Syahril Amurun itu lahir, Selasa (4/9), di Rumah Sakit (RS), Lasinrang, Pinrang, buah hati pasangan Nurcahaya-Amiruddin.
Ketika lahir dengan cara sesar, bayi itu beratnya lima kilogram dengan panjang 56 centimeter. Sedangkan umumnya, berat maksimal bayi lazimnya empat kilogram.
Nurcahaya yang warga Jl Cara, Kecamatan Mattirobulu, Pinrang, mengatakan, ketika mengandung anak pertamanya itu, ia tidak merasakan sesuatu yang lain. (rip)

Bayi Raksasa 8 Kg Lahir di Sukabumi
SUKABUMI (SINDO) – Bayi bernama Ilki Al Harosi baru berusia tujuh hari. Dia lahir pada Selasa (16/10) lalu. Namun, berat anak ketiga pasutri Apay dan Yayan ini sudah mencapai 8 kg atau dua kali lipat dari berat badan bayi normal.

Saat dilahirkan, beratnya 6,2 kg dengan tinggi 78 cm. Ketika kemarin SINDO berkunjung ke rumah Apay dan Yayan di Kampung Gobang RT 04/04 Desa/Kec Ciambar, Kab Sukabumi, Ilki sedang berada dalam pangkuan neneknya, Ny Na’idah. Badannya yang bongsor dibungkus busana untuk balita usia 1,5 tahun. Bayi laki-laki itu tampak sehat. Sementara itu,Yayan, ibundanya, hingga kemarin masih dirawat di RSUD Sekarwangi Sukabumi, selepas menjalani operasi persalinan.

Apay kemarin tidak berada di rumah karena harus menemani istrinya di rumah sakit. Menurut Ny Na’idah, karena ukuran bayi yang terlampau besar, bidan desa maupun tim medis rumah sakit tidak mampu melakukan proses persalinan secara normal. Karena itu, tim medis memutuskan melakukan operasi caesar. ”Untunglah operasi berjalan lancar. Namun, ibu bayi ini masih lemah setelah menjalani operasi. Luka bekas operasi masih perlu dipulihkan,” tutur Ny Na’idah.

Dalam sepekan, pertumbuhan Ilki sungguh luar biasa. Kini beratnya sudah melebihi 8 kg dan tinggi badannya juga semakin bertambah. ”Kami sempat kebingungan memberinya pakaian. Sebab pakaian bayi seperti popok atau lainnya yang biasa digunakan bayi merah ternyata tidak ada yang cukup. Akhirnya kami belikan pakaian balita berusia 1 hingga 2 tahun,” ujar Ny Na’idah. Yeni, adik ipar Yayan, menambahkan, kelahiran Ilki sangat berbeda dengan dua kakak kandungnya, yakni Ridwan dan Riswanti.

Saat dilahirkan, berat badan Ridwan yang kini berusia 10 tahun itu hanya 4,2 kg. Begitu juga dengan Riswanti yang kini berumur 5 tahun, ketika lahir beratnya hanya 4 kg. ”Anak yang ketiga ini benarbenar raksasa. Minum susunya sangat lahap,” kata Yeni. Sejauh ini, lanjut dia, tidak ada keluhan kesehatan pada diri Ilki. (toni kamajaya)

Bayi-bayi raksasa diatas tidak menunjukkan sebagai gagak si qobil karena tidak ada dukungan fenomena lain. Berbeda dengan fenomena bayi kembari di Aceh di bawah ini yang di dukung fenomena lain seperti akan dijelaskan di bawah ini

 
Selasa, 23/10/2007
  Kembar tiga 'menggantikan' tiga putri Darmi Ali
Kembar tiga ‘menggantikan’ tiga putri Darmi Ali

Sumber : BBC-Indonesia, Bayi-Kembar Tiga

Seorang pria yang kehilangan tiga putrinya saat tsunami menerjang kembali menjadi bapak lagi — dengan dikaruniai kembar tiga dan semuanya perempuan.

Darmi Ali, yang menikah kembali setelah kehilangan istrinya saat gelombang raksasa menerjang Aceh tahun 2004, mengatakan, dia “sangat bahagia”.

“Saya kehilangan tiga putri saya, dan kini mereka digantikan oleh tiga bocah perempuan,”kata Darmi, 43 tahun.

Aceh merupakan kawasan berpenghuni terdekat dengan pusat gempa Desember tahun 2004 dan kehilangan sekitar 130 ribu warganya.

Ali berdinas sebagai polisi di Banda Aceh. Sedangkan, istri pertama yang kehilangan di tengah tsunami, seorang guru. Istri saat ini Mariati, 29 tahun, juga berprofesi guru.

Kekhawatiran berlalu

Ketiga bayi mereka akan tetap berada di rumah sakit sampai mereka dinyatakan cukup kuat.

“Mereka boleh pulang setelah bobot mereka 2kg, sebab dengan berat badan seperti itu, mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan luar,” kata Bidan Asma Sulaiman.

Ibu kembar tiga itu, juga dalam kondisi sehat.

“Setelah tiga bayi perempuan kembar saya lahir, semua kekhawatiran berlalu dan berubah menjadi kebahagiaan,” kata“Darmi yakin, pernikahan kedua itu “direstui” oleh almarhumah istri dan ketiga putrinya. Buktinya, tak berapa lama kemudian Mariati hamil. Bahkan, pada 21 Februari lalu, dia dikaruniai tiga bayi perempuan kembar.”

Perhatikan tgl 21-Februari-2007 lalu adalah hari kelahiran bayi kembar 3 tsb. Dimana dengan jelas itulah fenomena Adam Air Tergelincir -pun juga tgl 21-Februari-2007 lalu, dari situ menjadi titik awal dari rangkaian fenomena 22 (baca Fenomena ‘Petir’ Allah)

Sebuah perjalanan panjang dari 21.02.2007 Pesawat Adam Air Tergelincir, 22.02.2007 Kapal Levina I Terbakar , 23/02/2007 18:43 WIB Ledakan Hebat Terdengar di Langit Flores, Tanah Terasa Bergetar , 27.02.2007 Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar, Istana Pagaruyung Terbakar oleh petir, yang telah di baca dengan jelas namun diabakain oleh kebanyakan manusia, mirip cerita Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004

Sebenarnya bayi kembar adalah hal yang lumrah dan banyak terjadi, namun karena beriringan dengan fenomena lain seperti yang dijelaskan sebelumnya (adam air tergelincir), maka itulah gagak si qobil untuk menunjukkan 3 hari yang terjawab dan tertulis dalam artikel Sekedar Mengingatkan ….

Waspada Terhadap yang kembar

Ketika kami baca headline JP edisi Kamis, 01 Mar 2007, Mukjizat Korban Tsunami yang bercerita ttg kehilangan anak tiga dan dapat 3 kembar, maka terbersit dalam hati ‘kebanyakan manusia akan memikirkan dan seide dengan artikel koran itu, namun bagi kami itu adalah peringatan sebagaimana kami pernah sampaikan tahun 2006 lalu” (baca Refrehsement Longsor dan Gempa )

“Terdapat 3 kejadian ‘kematian’ dan terdapat 3 kehidupan, setelah itulah terjadi dengan Aceh” itulah yang dapat kami baca, sehingga di artikel Fenomena 22 yang mencengankan tertulis 3 kejadian kematian dan kesemuanya telah tertulis secara urut kejadian itu yakni

Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2 tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat” (sumber artikel Bilakah 22-2-2007 ? posted Feb 19, 2007 10:10 am )

Semuanya tertulis sebelum tiga bencana besar terjadi yakni longsor NTT 3-3-2007, Gempa Sumbar 6-3-2007 dan pesawat Garuda jatuh 7-3-2007 di artikel Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana, posting Thu Mar 1, 2007 6:49 am

Fenomena 22 Petir …. [01-03-2007 : Gempa di Aceh]

Menarik melihat rentetan fenomena 22 okeh pak Fuad, dan saat ini semua lagi gajian krn pas tgl muda, maka setelah istirahat beberapa hari, maka Gempa menguncang Aceh.

Kamis, 01 Maret 2007 10:06:00 Gempa 5,8 SR Kembali Guncang Pantai Barat Aceh Banda Aceh–RoL– Masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir pantai Barat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis (1/3) kembali dikejutkan guncangan gempa bumi berkekuatan 5,8 pada skala richter (SR).

Kalau memang artikel pak Fuad bahwa Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana K Sehingga merupakan pertanda dariNya. Apalagi dari artikel balasan Ade menyatakan bahwa tgl 01-03-2005 (2 tahun lalu), merupakan rentetan yang tidak berhenti

Apakah harus mengaca 3 tahun lalu (2004), masalah Tsunami Aceh ? Mohon pengelola milis ini memberi jawaban, agar kalau memang terjadi khan sangat dahsyat tiga tahun lalu itu ? …. terima kasih

Kamis, 01 Mar 2007, Mukjizat Korban Tsunami

KEHILANGAN TIGA PUTRI, DIGANTI TIGA kembar: Mariati sedang mengawasi tiga bayi kembarnya di Rumah Sakit Permata Hati, Banda Aceh, kemarin. BANDA ACEH – Bagi Darma Ali, hidup ini seperti mukjizat. Akhir 2004, bencana tsunami membuat kehidupan pegawai negeri sipil (PNS) di Mapolda Nangroe Aceh Darussalam (NAD) itu harus kembali mulai dari nol. Selain seluruh harta bendanya ludes, tiga anak perempuan dan istrinya hilang terbawa banjir banding dari laut itu.

Namun, Sabtu (24/02), semua yang direngut oleh tsunami itu sepertinya dikembalikan Tuhan ke pria berumur 44 tahun itu. Setelah tiga tahun bencana yang membuatnya sebatang kara, Darma Ali yang menikah lagi dan “menemukan” keluarganya kembali. Keluarga baru Darma Ali. dikarunai tiga anak sekaligus alias kembar. Ajaibnya, seluruh anak kembar Ali seluruhnya berjenis kelamin perempuan, sama persis dengan ketiga anaknya yang hilang terbawa arus tsunami.

“Allahuakbar, saya sangat bersyukur dengan mukjizat ini,” ujar Ali saat memboyong keluarganya pulang dari Rumah Sakit Permata Hati, Banda Aceh, tempat istrinya melahirkan. “Saya tiba-tiba kehilangan tiga anak saya sekaligus, tiga tahun kemudian semuanya dikembalikan juga tiga anak sekaligus,” lanjut Ali sambil tak henti-hentinya memanjatkan syukur.

Ali menceritakan, saat tsunami datang tiba-tiba, dirinya berusaha menyelematkan anggota keluarganya dengan segala cara, “Saya menarik salah satu tangan anak saya yang terbawa air. Namun derasnya air membuat pegangannya terlepas,” kenang Ali sambil berkaca-kaca. Sejak hari itu, Ali mengaku hidupnya selalu dibayang-bayangi penyesalan karena merasa tidak mampu menyelamatkan keluarganya.

Setahun lalu, Ali menyadari bahwa penyesalannya tak akan merubah keadaan. Dia memutuskan untuk membentuk keluarga baru dengan menikah lagi dengan Mariati.”Mukjizat ini saya harap menjadi peringatan bagi korban tsunami lain, bahwa jangan pernah berhenti berharap dengan keajaiban Tuhan,” katanya.

Saaat dibawa pulang, seluruh anak kembar Ali dan Mariati dalam kondisi sehat. Bayi terkecil dari kembar tiga itu beratnya 2,43 kilogram. Sebagai bentuk rasa syukur, Ali memberi nama anaknya Nafara Ulfa, Khairun Nisa, dan Asmaul Husna,

“Saya harap semuanya bisa tumbuh sehat,” kata Ali sambil menunggui istrinya yang sedang menyusui. (afp)

Memang tidak semua kembar memberi sinyal sebagai gagak si qobil, seperti salah satu contoh kembar tiga yang umum adalah berita di bawah ini

05/10/07 00:44
Dua Ibu Muda Hampir Bersamaan Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Cianjur (ANTARA News) – Linlin (21) dan Yuliani (39), dua ibu warga Cianjur, jawa Barat, kini tengah berbahagia setelah hampir bersamaan masing-masing melahirkan tiga anak kembar atau Triplet secara normal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur.

Keterangan yang diperoleh ANTARA News di RSUD Cianjur, Kamis, menyebutkan Yuliani melahirkan ketiga bayinya Rabu (3/10) sekitar pukul 11.10 WIB, sedangkan Lin lin melahirkan ketiga bayinya sekitar pukul 21.00 WIB pada hari yang sama.

Hanya saja, bayi ketiga Yuliani meninggal beberapa jam kemudian, sedangkan bayi lainnya masih dalam perawatan intensif dari tim medis. Saat dilahirkan bayi ketiga Yuliani berbobot sekitar 900 gram.

“Setelah mendapat perawatan, satu bayi Yuliani meninggal sekitar pukul sepuluh malam. Bayi yang lainnya, alhamdulillah sampai saat ini masih sehat dan dalam perawatan. Kesemua bayi tersebut ditempatkan di dalam inkubator karena kondisi yang kurang stabil,” kata Kepala Ruangan Perinatologi RSUD Cianjur, Bidan Nani Rohayati didampingi Bidan Samsiah, kepada Wartawan, Kamis.

Sementara Linlin yang melahirkan bayi secara prematur di usia tujuh bulan, cukup mendapat perhatian pengunjung. Bayi pertama berjenis kelamin perempuan memiliki berat 1450 gram, lahir pada pukul 21.00. Bayi kedua dan ketiga berjenis kelamin laki-laki dengan berat 1.200 gram dan 1.100 gram serta lahir pada pukul 21.10 dan 21.30.

“Ini bayi yang pertama kali saya lahirkan . Alhamdulillah, langsung tiga dan saat ini belum diberi nama, ” kata Linlin .

Istri dari seniman musik Awam Sulansah (35) ini mengaku tidak memiliki firasat apa-apa hingga dirinya dikaruniai tiga anak sekaligus. Namun ketika memasuki usia kehamilan satu bulan, selama sekitar dua bulan hari-harinya selalu dihiasi dengan mimpi mendapatkan tiga anak macan.

“Pokoknya, hampir selama dua bulanan saya mimpi kedatangan tiga anak macan. Ya mungkin itu yang disebut firasat saat kehamilan. Setelah usia kehamilan agak besar saat di USG ternyata benar, saya hamil tiga anak sekaligus. Saya senang sekali, enggak kebayang bisa melahirkan tiga anak,” tutur wanita yang tinggal di Kampung Baru RT 01/20 Kel Pamoyanan Cianjur ini.

Sementara itu, Yuliani (39), warga Kp Nagasari RT 04/2 Ds Leles Kecamatan Agrabinta Cianjur Selatan tampak masih tergolek lemah dan masih membutuhkan istirahat. Bayi pertama berjenis kelamin perempuan dengan berat 1400 gram lahir Rabu (3/10) pada pukul 11.10, bayi kedua perempuan dengan berat 1000 gram lahir pada pukul 11.15, dan bayi ketiga berjenis kelamin laki-laki dengan berat 900 gram lahir pada pukul 11.25.

Bayi terakhir meskipun telah mendapat perawatan intensif jiwanya tak tertolong dan meninggal pada pukul 22.00. “Untuk kasus triplet, dengan berat 900 gram dan bisa hidup cukup lama beberapa jam sebenarnya menjadi sesuatu yang luar biasa. Biasanya bayi dengan kondisi bobot seperti ini begitu lahir langsung meninggal,” ungkap Bidan Samsiah.(*)

Artinya di perlukan dukungan fenomena lain agar semua fenomena saling berkaitan dan akhirnya dapat di simpulkan sebagai gagak si Qobil dan “Waspada yang Kembar” telah berganti menjadi “Waspada bayi Raksasa” ….. Kapankah ?

Hal yang mengagumkan adalah Bayi kembar 3 aceh lahir 21-Februari-2007 lalu berbarengan dengan Adam Air Tergelincir dan tertanggal 21-Februari-2007 lalu. Dan hal ini berulang ketika bayi raksasa lahir 10-10-2007 lalu, maka di barengi pula setelah itu banyak yang jatuh dari ketinggian ( Rabu, 10/10/2007 14:26 WIB Helm Lepas, Ujang Tewas Jatuh dari Gondola di Mal Ciputra)

Pesawat dan jatuh dari ketinggian banyak dibahas pada artikel :

Jakarta dikirimi Nomor Cantik dari Allah
… Perulangan Jakarta Setelah bengkulu (12-09-2007) lalu terbukti, maka kisah unik ini berlanjut dengan bulan oktober atau 10-10-2007 tepatnya. Sekali lagi bukan berarti meramal, namun sekedar menuliskan perulangan dan bisa jadi hal ini TIDAK terjadi ..

Gunung kelud dan pelajaranNya
… namun gagak itu di ‘usir’. Siapakah yang zalim dengan ‘mengusir’ gagak itu ? Dari rentang waktu tsb 5-oktober sampai 10-10-2007 tidak ada pesawat jatuh lagi sehingga tidak-lah (1) terjadi (bencana dahsyat mirip tsunami tidak terjadi), kemudian yang …

Menangkap kebenaran keruntuhan Jakarta
… keniscayaan Kemudian telah dinantikan urutan kejadian sampai menunggu 10-10-2007 lalu dimana tahun 2005 lalu “Jakarta dikirimi Nomor Cantik dari Allah

Rudal bawa korban
… Menangkap kebenaran keruntuhan Jakarta yang menyatakan titik mula dari kejadian itu adalah dari tinggi yang berbahaya berpatok dari 10-10-2007 Tewas Jatuh dari Gondola di Mal Ciputra Setalah itu akhirnya rudal TNI-AU membawa korban Rabu, 24 Oktober 2007 Seorang Warga Tewas …

Tidak Ada yang Kebetulan – studi kasus Kejatuhan-Kebakaran
…, bandingkan dengan yang kembar sebelum itu jatuh pula 10-10-2007 * Tewas Jatuh dari Gondola di Mal Ciputra

Setelah Rudal, kini Pesawat Jatuh
…Menangkap kebenaran keruntuhan Jakarta dimana KEBETULAN pesawat jatuh tidak dalam rentang 5-10-2007 s.d 10.10.2007 dimana kalau ada pesawat jatuh dalam rentang waktu itu, maka itulah petunjuk Allah bahwa bencana terjadi dari kelanjuta …

Kisah dibalik pesawat-pesawat bermasalah
… Ketika ditunggu tgl 5-10/10/2007, tidak terjadi pesawat atau tower jatuh, maka al-hasil tidak ada bencana yang signifikan pada tgl 10-10-2007, namun lewat …

Kisah yang mirip tsb bayi dari Aceh dan Pesawat februari-2007 lalu , koq bisa yaaa …. berulang lagi saat ini walau dengan bentuk yang berbeda, yakni bayi raksasa dari Aceh dan masalah pesawat serta jatuh dari ketinggian. Tidak-kah ini mirip kisah Fenomena Roy marten, badai dan Plane tower

Semua berulang-ulang bagai di qur’an

……. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami”. (al-an’aam:65)

++++++++————————–+++++++

Berita selengkapnya untuk bayi raksasa dari Aceh yang lahir 10/10/2007

Erna Lahirkan Bayi Enam Kilogram

Banda Aceh, 18 Oktober 2007 12:16
Tim dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Kodam Iskandar Muda (IM), Banda Aceh, berhasil menolong persalinan bayi seberat 6 kg, dari kandungan Ny. Ernawati, 35 tahun.

“Kami tidak menyangka kalau berat badan bayi tersebut lebih dua kali lipat dari bayi lainnya yang lahir secara normal dan ini merupakan pengalaman pertama bagi saya selama hampir 20 tahun menjadi dokter,” kata Dr. H. Mohd. Andalas SpOg, di Banda Aceh, Kamis.

Bayi “raksasa” yang lahir melalui operasi caesar Rabu (10/10) itu merupakan kelahiran kedua bagi pasangan suami-isteri Firdaus (42) dan Ernawati, warga asal Desa Cot Mon Raya, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Mohd. Andalas, Ketua tim operasi bayi tersebut mengatakan, bayi dan ibunya kini dalam keadaan sehat. Tapi untuk bayi tersebut harus mendapat pengawasan khusus dari dokter anak RS Kodam IM.

Dalam istilah medis, bayi yang lahir dengan berat badan diatas empat kilogram disebut makrosomia, sedangkan bayi normal lainnya lahir dengan berat badan antara 2,5 kilogram hingga empat kilogram, namun bayi dari kadangan warga desa pinggiran Aceh Besar itu mencapat enam kilogram.

“Bagi kalangan dokter kandungan di Aceh, bayi yang lahir dengan berat badan enam kilogram merupakan peristiwa langka,” katanya.

Khusus untuk bayi tersebut, sebelum melahirkan di RS Kodam IM, suami Ernawaty sempat membawa isterinya kepada bedan di desanya dan setelah ditangani beberapa saat, namun tidak kunjungan lahir.

Akhirnya dirujuk ke dokter spesialis sebelum akhirnya diputuskan untuk dioperasi caesar.

Menurut Andalas, Ny. Ernawaty mengaku selama masa kehamilannya tidak pernah memeriksa kandungannya kepada dokter spesialis, termasuk melihat pertumbuhan bayi melalui ultrasonografi (USG).

Selain itu, katanya, mengutip keterangan Ny. Ernawati, selama mengandung (hamil) dirinya mengalami kenaikan berat badan lebih dari 25 kilogram.

Namun tidak ada tanda-tanda keanehan, sehinga hari demi hari dijalani seperti biasa karena merasa tidak ada keluhan yang perlu dikhawatirkan. [TMA, Ant]