Fenomena ‘kapal’ tuhan adalah perumpamaan, dimana pada artikel celaka, sudah sampai ….., kami akan mengupas satu persatu masalah celaka-nya itu dimana, pesawat, Kapal, Bus dan Terminal, KA anjlok, Truk kontainer mundur dan jemaah haji.
Ada apakah itu ?
Satu persatu kita bahas, kali ini adalah Bus terbakar 24/11/2007 Korban Tewas Terbakarnya Bus Yessoe Menjadi 13 Orang di tempat kejadian di Kalimantan. Masalah terbakar adalah biasa , namun menjadi tidak biasa saat kejadian tsb beruntun seperti dijelaskan di artikel celaka, sudah sampai ….., (baca Tidak Ada yang Kebetulan )
Fenomena ‘Kapal’ Tuhan
Kebakaran bus diatas akan padam jika di beri air kejadian ini mengingatkan kejadian aneh ketika terbakar namun berada di sumber air yakni laut, sedikit aneh adalah sebuah kejadian kebakaran kapal di tengah laut, tentu masih ingat kejadian Kamis, 22/02/2007 10:58 WIB Kapal Levina I Terbakar 80 Km dari Priok, 350 Orang Terjebak
Ya …. sekali lagi tepat tgl 22-02-2007, dan itulah fenomena 22 dan akhirnya dengan terbakarnya levina itu, maka kita tuliskan kejadian perulangan tahun 2005 lalu yakni Bacalah Fenomena 22 terposting Feb 26, 2007 4:18 pm dimana terbukti apa yang di tulis tsb menjadi kenyataan.
![]()
![]()

![]()
Metrotvnews.com, Jakarta: Jumlah korban penumpang Kapal Motor (KM) Levina I yang tewas terus bertambah. Hingga Kamis (22/2) sore ini, korban tewas dilaporkan berjumlah delapan orang. Siang tadi, semua korban sudah dievakuasi ke Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara.
Seperti diberitakan, KM Levina I tersebut terbakar sesaat setelah berlayar dari Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Kapal yang diperkirakan mengangkut 350 orang dengan rute Jakarta-Pangkalan Balam, Bangka, terbakar pada posisi 05-19 selatan 107-00 timur 50 mil dari Tanjungpriok, persisnya di wilayah Kepulauan Seribu. Kebakaran dilaporkan terjadi antara pukul 5.20 WIB hingga 06.WIB. Armada Kawasan Barat (Armabar) TNI Angkatan Laut telah mengerahkan lima kapal perang RI (KRI) dan dua pesawat udara TNI AL untuk membantu evakusai penumpang kapal tersebut.
Dari 350 penumpang, sebanyak 214 penumpang ditemukan dalam keadaaan selamat. Korban selamat dievakuasi dengan KM Ganesha yang juga mengakut enam korban tewas. Di antara korban tewas, dua di antaranya anak-anak. Sedangkan 15 anak buah kapal Levina I semua berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh KM Levina II. Untuk menangani korban, Armabar telah menyiapkan Posko Kesehatan yang dilengkapi lima dokter, 10 ambulans dan 25 velbed di Pondok Dayung, Tanjungpriok. Seluruh korban akan dirujuk ke Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Subroto dan RS TNI AL Mintoharjo.
Seperti dilaporkan langsung oleh reporter Metro TV Elvita langsung dari Tanjungpriok, sekitar pukul 14.00 KM Princess Vanesssa yang membawa ratusan korban yang berhasil ditolong telah merapat di Pelabuhan Tanjungpriok. Kapal ini mengangkut lebih dari 100 penumpang, delapan di antaranya tewas. Mereka merupakan korban KM Levina I yang ditemukan oleh Kapal Vanessa dan kapal lainnya.
Suasana haru terasa saat Kapal Vanessa merapat. Beberapa orang keluarga nampak meneteskan air mata karena belum melihat keluarga mereka. Sebagian besar penumpang adalah sopir-sopir truk. Dari pantauan Metro TV, ada delapan kantung mayat yang dievakuasi dan dibawa turun dari kapal Vanessa. Korban ini terdiri dari dua anak, satu bayi, lainnya korban dewasa.
KM Levina I merupakan milik PT Praga Jaya Sentosa. Cuma, sampai sekarang belum bisa diperoleh konfirmasi dari pemilik apa penyebab sebenarnya kapal terbakar. Salah satu korban yang berhasil selamat adalah Rosiah. Ia sempat mengapung selama satu jam di laut dengan berpegangan tali. Namun, nasib dua orang keluarganya belum diketahui. Ia berangkat menuju Bangka bersama keluarganya. Sampai saat ini proses evakuasi masih berlanjut.(DOR)
![]()
![]()

![]()
Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah berjuang keras, Kapal Motor (KM) Levina I yang terbakar, Kamis (22/2) dini hari tadi, akhirnya berhasil dipadamkan oleh beberapa kapal tunda di wilayah sekitar 50 nautical mile dari Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi oleh beberapa kapal yang kebetulan berada dekat lokasi kebakaran.
Penumpang yang berhasil dievakuasi tersebar di sejumlah kapal yang kebetulan tengah melntas, di antaranya kapal nelayan, kapal Pelni, KRI milik Marinir dan kapal Polisi Air 511. Sebagian penumpang yang selamat tersebut dikumpulkan di Pulau Harapan oleh kapal penyelamat. Kemudian mereka dijemput oleh kapal milik Pilisi Air dan Udara (Polairud). Menurut Komandan Kapal Polairud 619 Iptu Lilik Suryanto, untuk mencapai lokasi terbakarnya KM Levina I harus ditempuh sekitar empat jam perjalanan menggunakan kapal dari Pelabuhan Tanjungpriok.(DOR
Mengapa dinamakan fenomena kapal tuhan, karena dengan kapal itulah Allah memberikan petunjukNya sebagaimana qobil (baca Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004 )
Baca perlahan-lahan artikel Bacalah Fenomena 22 dibawah ini
Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2 tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat
Perhatikan urutan artikel itu longsor, gempa meningkat dan hebatnya lagi adalah sehari sebelum kejadian memang Adam air patah !
- Rabu, 21/02/2007 16:02 WIB AdamAir Tergelincir di Juanda, Sayap Patah
Pesawat Adam Air yang tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya, Jatim.
Metrotvnews.com, Surabaya: Pesawat Adam Air Tergelincir,Pesawat Adam Air nomor penerbangan KI 172 jurusan Jakarta-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Runway 10, Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi pesawat sendiri dikabarkan cukup parah, yaitu retak pada bagian tengah dengan lengkungan sekitar 40 derajat.
Semula cuaca diduga menjadi penyebab tergelincirnya pesawat, karena saat perisitiwa itu terjadi cuaca dalam keadaan hujan lebat dan angin kencang. Namun, Humas Bandara Juanda Priyono membantah hal tersebut. Ia mengatakan, kendati cuaca dalam keadaan buruk, namun jarak pandang masih berada dalam batas normal untuk melalukan pendaratan.
Penumpang pesawat Adam Air sempat dibuat panik akibat peristiwa ini. Mereka berhamburan keluar lewat pintu darurat. Saat dikonfirmasi lewat telepon, salah seorang penumpang menyatakan, sebelum mendarat pesawat sempat oleng seperti tidak siap mendarat. Penumpang juga menyatakan, staf di pesawat terlambat bereaksi sehingga pintu darurat terlambat dibuka. Untungnya, tidak ada korban jiwa dari insiden ini.
Pesawat Adam Air yang tergelicir tersebut kini telah dievakuasi ke hanggar Merpati Bandara Juanda. Pihak Bandara sendiri juga kini menutup total pintu masuk ke bandara dan ke Hanggar Merpati.(NTF)
Pesawat Adam Air yang sudah dicat putih.
Metrotvnews.com, Surabaya: Posisi pesawat Adam Air pascatergelincir di Bandar Udara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, kini berada di hanggar Merpati Airlines. Rabu kemarin malam, pesawat dicat putih oleh pihak Adam Air, sehingga terlihat putih polos. Selain dicat putih, di bagian tengah pesawat yang terlihat retak juga ditutup dengan terpal.
Hingga Kamis (22/2) siang, belum tampak adanya aktivitas pemeriksaan dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) maupun tim dari Departemen Perhubungan (Dephub). Belum diketahui pasti kapan tim KNKT dan Dephub melakukan pemeriksaan. Sehari ini, pesawat distrerilkan dari semua jenis kegiatan.
Pihak Bandara Juanda meminta tidak perlu dipersoalkan pengecatan pesawat nahas tersebut. Sebab, pengecatan hanya di bagian luar dan tidak merubah posisi pesawat serta keadaaan di dalam pesawat. Hari ini, Adam Air mengajukan jadwal penerbangan baru di Bandara Juanda, terutama dari Surabaya menuju Jakarta.(BEY)
Benarkah hari berkabung ? , SBY dan JK sudah pula berduka cita :
……. selengkapnya klik di sini
Apakah yang terbukti dari tulisan itu yakni tahun 22.2.2005 lalu
- longsor Selasa, 22/02/2005 08:08 WIB Evakuasi Longsor Dilanjutkan
- Selasa, 22/02/2005 09:18 WIB Pesawat Milik Polri Jatuh di Papua, 11 Orang Tewas
- Selasa, 22/02/2005 12:15 WIB Gempa 6,4 Skala Richter Guncang Iran
Dan seakan ‘terbimbing’ kita tuliskan kesimpulan yang akan terjadi setelah adanya fenomena ‘kapal’ Tuhan tsb yakni
Bacalah 22/2/2005, jangan lupakan, Secara tegas dapat diambil kesimpulan 22.02.2005 atau 2 tahun lalu merupakan hari berkabung, dengan didahului, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat
Apakah yang terjadi ?
- Longsor-longsor Korban Longsor di Manggarai 61 Orang ,

![]()
Metrotvnews.com, Manggarai: Jumlah korban tewas akibat longsor di Kabupaten Manggarai, Nusatenggara Timur, berdasarkan data dari kepolisian bertambah menjadi 61 orang. Saat ini juga puluhan korban longsor belum berhasil dievakuasi. Menurut Bupati Manggarai, Kristian Rotok, para korban adalah korban longsor di Kecamatan Lambaleda dan Cibal.
Di Kecamatan Lambaleda, longsor menimbun 11 rumah. Sementara di Kecamatan Cibal, 30 orang yang tertimbun longsor hingga kini belum berhasil dievakuasi. Evakuasi hanya bisa dilakukan oleh warga setempat. Pasalnya, bantuan peralatan dan tim penolong yang datang terhalang longsoran. Pihak Pemerintah Daerah setempat mengaku kesulitan membersihkan jalan dari longsorang tanah akibat terbatasnya alat berat.
Menurut Kristian Rotok, selain Lambaleda dan Cibal, longsor juga melanda 10 kecamatan lainnya, sehingga jalan utam menuju ibu kota Kabupaten Manggarai, Ruteng, terputus total. Longsor terjadi pada dini hari tadi akibat hujan deras selama tiga hari berturut-turut.
Kepala Kepolisian Resor Manggarai Ajun Komisaris Besar Polisi Santoso Ginting mengakui jalan ke lokasi terputus, sehingga sulit untuk mengirimkan bantuan. Padahal, bantuan alat berat ke Pemerintah Provinsi NTT telah dipesan. Untuk sementara diharapkan polisi dan anggota musyawarah pimpinan serta tokoh masyarajat di ketiga kecamatan tersebut yang bergerak untuk mengevakuasi korban. Menurut data yang diperoleh Santoso, jumlah korban tercatat sebanyak 73 orang. Sebanyak 40 orang telah meninggal dunia, 29 hilang, dan empat orang selamat.(BEY)
![]()
![]()

![]()
Metrotvnews.com, Padang: Guncangan gempa 5,8 skala Richter yang terjadi pukul 10.49 WIB di kedalaman 33 kilometer di bagian barat daya Batusangkar, Sumatra Barat, hampir merata dirasakan di berbagai kota dan kabupaten di wilayah itu. Lokasi terparah adalah Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Padang Panjang dan Padang Pariaman.
Data di posko bencana alam gempa bumi Sumatera Barat di Kantor Gubenur Sumatra Barat hingga pukul 16.00 WIB korban tewas mencapai 70 orang. Ratusan korban juga dilaporkan menderita luka-luka berat dan ringan akibat tertimpa bangunan. Saat ini mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di daerah tersebut. Diperkirakan jumlah korban masih terus bertambah. Upaya evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan.
Akibat gempa tersebut, dua unit trip pembangkit listrik tenaga air di daerah Singkarak berkekuatan 4,75 mega watt rusak. Sementara pembangkit listrik tenaga uap berkekuatan 80 mega watt di Sawahlunto ikut terganggu dan sebuah menara ujicoba di wilayah pertengahan Singkarak dan Batusangkar rubuh. Akibatnya, jumlah pelanggan di wilayah Sumatra Barat yang kehilangan pasokan listrik mencapai 735 pelanggan dari 811 total pelanggan.
Pihak PLN saat ini masih terus mencari kemungkinan adanya korban yang tertimpa menara yang jatuh di sekitar lokasi gempa. Instalasi listrik yang putus akibat gempa di Padang akan dipulihkan dalam waktu kurang dari 10 jam dari waktu terjadinya gempa. Direktur Utama PLN Eddie Widiono mengatakan, pihaknya sedang mengusahakan aliran listrik kembali masuk ke area sekitar lokasi gempa sebelum masuk waktu beban puncak pukul 18.00 WIB.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (6/3) siang menyampaikan bela sungkawa atas terjadinya bencana gempa bumi di Sumatra Barat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Presiden, menurut Sudi, memerintahkan evakuasi korban segera dilakukan berkoordinasi dengan Bakornas sebagai pelaksana tanggap darurat bencana.(DOR)
- Pesawat Terbakar, Korban Tewas Pesawat Garuda Dipastikan 22 Orang dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Penumpang Garuda Meledak
![]()
![]()

![]()
![]()

![]()
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pesawat Garuda Tergelincir dan Meledak di Yogyakarta
Pesawat jenis Boeing 737-400 milik Garuda terbakar dan meledak di Bandar Udara Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/3) sekitar pukul 07.14 WIB. Badan pesawat terbelah memanjang dari bagian kabin pilot hingga ke ekor pesawat. Sementara salah satu sayap pesawat pecah dan terbelah dengan posisi turbo pesawat terlepas.Pesawat dengan nomor penerbangan GA-200 ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, pukul 06.00 WIB. Menurut informasi sementara yang diperoleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada Metro TV dari 133 penumpang, 76 sudah berhasil dievakuasi.(BEY)
Terbukti sudah tulisan itu Bacalah Fenomena 22 dengan pesan :
Benarkah untuk mengingatkan kita pada ajaran Islam ?
Sebagaimana artikel Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari posted satu sehari sebelum kapal tenggelam, Feb 21, 2007 9:50 am atau untuk yang lain seperti : Pelajaran yang Terabaikan posted Feb 17, 2007 7:21 am
Atau pesan yang tampak bahwa kita semua agar memperhatikan dan bersungguh-sungguh dalam Islam sebagaimana simbol 22 itu.
- Bagaimana orang menonjolkan diri , padahal nabinya sendiri-pun sampai saat ini tidak punya foto diri ?
- Bagaimana orang meniru poligami, padahal nabinya sendiri-pun tidak mewariskan (kekayaan) apa-apa ?
- Bagaimana … bagaimana lagi keadilan berpijak, saat pembunuh hakim Agung sudah bebas (mas Tom) lewat jalan Tol padahal pembunuh kelas teri harus berurusan ?
Apa keterkaitan dengan fenomena ‘Kapal’ Tuhan ? tertuang dalam artikel Sekedar Mengingatkan …. Mar 9, 200710:56 am, dimana upaya anak manusia yang terabaikan oleh masyarakat, walau benar namun tidak ada yang percaya ? Kisah Perjalanan 2 hari sebelum gempa Jogj
Berikut petikan artikel Sekedar Mengingatkan …. Mar 9, 200710:56 am
Tgl 22-02-2007 inilah yang kami tunggu sebagai ‘penentuan’. Kami-pun hari-hari itu berdoa berilah pertanda sebagai ‘penetuan’ dengan pesawat yang roda dan sayapnya bermalasah di juanda. Ketika berangkat kerja kami-pun ketika ada pesawat mendarat di juanda, maka dalam hati kami berharap cemas agar pertanda dapat terjadi.
Akhirnya pertanda itu muncul Rabu, 21/02/2007 16:02 WIB AdamAir Tergelincir di Juanda, Sayap Patah Dari situlah akhrinya kami simpulkan ada apa-apa dengan sidoarjo (ingat sidoarjo ada lumpur lapindo), sehingga kami harus mengungsi ke luar kota. Malam hari pukul 22.00 kami pergi ke surabaya dan sehabis subuh kami lanjutkan ke madiun
Dalam pada itu terdapatlah berita 22-2-2007 : Sidoarjo LumpuH dan berita sebagai awal muasalah rentetan bencana yang menjadi “Republik Berduka” yakni Levina I terbakar (baca Bacalah Fenomena 22)
Urutan artikel itu akhirnya membentuk rangkaian indah dari apa yang dipertanyakan
- Bacalah Fenomena 22
- Lagi Fenomena 22 : Petir Membakar Istana
- Mile Stone 3:3:2007 telah terbukti
- Gempa Sumbar !
- Fenomena 22 di Garuda
Perjalanan yang cukup panjang …. dari madiun tgl 22.02.2007 malam akhirnya kami kembali ke sidoarjo lagi. Sampai di pintu masuk sda, kami tertahan demo perum TAS kira-kira pkl 02.00 dinihari, dan kami-pun harus melewati jalanan kampung yang tidak biasa untuk sampai ke sda
Sebelum rentetan kejadian bulan maret 2007 ini, sempat kami berpikir “Mengapa sidoarjo tidak terkena penentuan saat 22.02.2007 ?”. Akhirnya kami sadar selayaknya inspirasi n. Ibrahim yang menyembelih anaknya, batal karena ada domba, maka kami akhirnya paham setelah kejadian “Republik Berduka” terlebih lagi pd tgl 21.02.2007 lahirnya 3 bayi kembar di aceh itu. Memang dibutuhkan kesabaran untuk memahami ayat qauniyah
Kami sudah tuliskan tiga kejadian urut, longsor, gempa meningkat, masalah pesawat, sebagai 3 kejadian ‘kematian’ maka terdapat 3 lagi kehidupan, apakah Sesuatu yang besar sedang berlangsung benar akan terjadi ?
Tergantung pemimpin negeri ini, mau berubah atau tidak ? setitik harapan perubahan itu yakni Doa bersama di Masjid Istiqlal Presiden dan Wakil Presiden Menitikkan Air Mata
Semoga kita semua di rahmati Allah dan terlebih lagi adalah kita semua jangan meniru Iblis dimana bertuhan satu namun sombong karena memiliki pengetahuan. Apa guna ibadah jika setitik kesombongan masih terbersit ? (baca Ujian Kesabaran Mengikis Kesombongan )
Ya dari kisah perjalanan menunggu 22-02-2007 lalu, dimana perjalanan jauh ditempuh untuk memenuhi ‘janji’ dalam hati saat ada ‘gagak’ jatuh (hard landing) untuk meninggalkan sidoarjo, namun Allah berkehendak lain, bahwa sidoarjo ternyata aman dan pada saat itulah kapal Levina I terbakar dan kembali tenggelam saat di naiki lagi, baca Sebanyak 22 Jenazah Korban Levina 1 Tiba di Tanjungpriok Setelah itu ditarik Bangkai KMP Levina I Masih Ditarik Dan akhrinya Tragedi KMP Levina 1 Berlanjut Tidak tampak lagi tenggelam (Detik-Detik Levina 1 Tenggelam Terekam Kamera)
![]()
Fenomena ‘Kapal’ Tuhan yang terbakar tepat tgl 22-02-2007 dan akhirnya tenggelam-ny pun membawa korban untuk mengingatkan bencana yang lebih dahsyat
![]()
![]()

![]()
Metrotvnews.com, Bekasi: Bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Levina I yang terbakar Kamis (22/2) lalu, kini masih berada di sekitar perairan Muara Bendera, Bekasi. Kapal saat ini sedang ditarik kapal lain untuk selanjutnya dibawa ke Pantai Muara Gembong. Posisi kapal sendiri masih sekitar tujuh mil dari Muara Gembong.
Meski asap yang keluar akibat terbakarnya kapal sudah jauh berkurang, namun pihak Kepolisian Sektor Muara Gembong melaporkan masih ada sedikit percikapn api di beberapa bagian bawah kapal. Karena lambatnya proses penarikan, kapal diperkirakan akan tiba di tepi pantai Muara Gembong lepas tengah hari nanti.(NTF)
Bangkai KM Levina I beberapa saat sebelum terbalik dan tenggelam.
Metrotvnews.com, Jakarta: Bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Levina I yang sedang sandar sekitar tujuh mil dari Muara Gembong, Cilincing, Jakarta Utara, terbalik. Akibatnya satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya belum diketahui nasibnya.
Korban meninggal diketahui sebagai juru kamera stasiun televisi Lativi bernama Suherman. Sedangkan tiga orang yang hilang, yaitu satu juru kamera SCTV Muhammad Guntur dan dua anggota Laboratorium Forensik Mabes Polri, Lugeng Widodo dan Widiantoro. Reporter RCTI Bima Marzuki sempat tenggelam dan hilang, namun berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Bima saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit.
Peristiwa tenggelamnya bangkai KMP Levina I tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika puluhan orang dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Mabes Polri dan sejumlah wartawan sedang berada di atas kapal. Karena ombak yang semakin besar dan banyaknya gerakan di atas kapal, lima menit setelah dinaiki, kapal mulai miring. Orang-orangpun panik dan berloncatan ke laut untuk menyelamatkan diri. Tidak lama kemudian kapal benar-benar tenggelam ke dasar laut.(NTF)
![]() |
![]()
Metrotvnews.com, Bekasi: http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=34090 Levina 1 yang sedang sandar sekitar tujuh mil dari Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, terbalik, Ahad (25/2) sekitar pukul 12.30. Seorang tewas dan tiga orang belum diketahui nasibnya akibat peristiwa ini. Korban tewas adalah Juru Kamera Lativi, Suherman yang meliput kondisi Levina 1 saat itu. Herman meninggal dunia beberapa saat setelah ditemukan. Jenasahnya, kini masih berada di Port Medical Center Tanjungpriok.
Sementara korban hilang antara lain adalah Juru Kamera SCTV, Mohammad Guntur dan dua orang anggota Laboratorium Forensik Mabes Polri, Lugeng Widodo dan Widiantoro. Seorang reporter RCTI, Bima Marzuki sempat tenggelam dan hilang. Namun, ia ditemukan selamat. Kini, ia dalam perawatan di rumah sakit.
Peristiwa terjadi ketika sekitar 20 orang dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Markas Besar Polri dan sejumlah wartawan tengah berada di atas kapal. Salah seorang reporter Metro TV, Eko Widodo, termasuk wartawan yang ikut naik ke bangkai KM Levina 1. Eko mengungkapkan awalnya, mereka berangkat dari Polisi Air dan Udara pada pulul 11.00 WIB. Para wartawan sempat dikumpulkan untuk mendapat penjelasan soal keselamatan dalam peliputan.
Sampai di Levina, rombongan sempat keliling hingga empat lima kali. “Saya wartawan pertama yang naik ke kapal,” ungkap Eko. Ia mengaku sempat mengambil gambar dari bagian atas kapal. Ia juga sempat ke bagian bawah untuk melihat bangkai mobil yang diangkut Levina 1. Termasuk di antaranya mengambil gambar tempat yang diduga api berasal. Saat kapal mulai miring, orang-orang di atas kapal mulai panik dan berloncatan ke laut. Kapal benar-benar terbalik. Kini, KM Levina 1 telah tenggelam ke dasar laut.(BEY)
Dua petugas Puslabfor Mabes Polri saat berusaha menyelamatkan diri saat bangkai KMP Levina 1 akan terbalik dan tenggelam. Hingga kini, kedua petugas ini belum ditemukan
Metrotvnews.com, Jakarta: Kontributor Metro TV, Eko Widodo yang ikut meliput bangkai Kapal Motor Levina 1 di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, berhasil mengabadikan detik-detik terakhir kapal tersebut tenggalam. Eko yang lebih dulu naik ke KM Levina sempat mengambil gambar rekan-rekan wartawan dan juru kamera lain yang masih mengambil gambar dari kapal kecil yang membawa mereka.
Dari rekaman Eko, tampak juru kamera dari SCTV, Mohammad Guntur yang hingga kini belum ditemukan, tengah mengambil gambar. Terlihat pula juru kamera RCTI dan reporternya Bima marzuki. Begitu pula juru kamera Indosiar. Sedangkan juru kamera Lativi, Suherman tak terlihat karena tertutup atap kapal.
Eko juga sempat merekam ketika semua orang yang berada di atas bangkai KM Levina 1, panik. Saat itu, kapal telah miring. Beberapa wartawan dan sejumlah petugas yang terkait dengan penyilidikan berusaha menyelamatkan diri. Mereka berupaya menggapai bagian atas kapal. “Tak ada satu menit, kapal dalam kemiringan vertikal,” kata Eko Widodo.(BEY)
Metrotvnews.com, Jakarta: Tragedi Kapal Motor Levina I masih berlanjut. Meski sudah menjadi bangkai, KMP Levina I ini masih juga menelan korban jiwa. Seorang juru kamera stasiun televisi Lativi, Suherman, meninggal setelah terjun untuk menyelamatkan diri karena bangkai kapal terbalik dan akan tenggelam, Ahad (25/2). Bangkai KMP Levina I tenggelam saat sandar pada tujuh mil dari Muara Gembong, Cilincing, Jakarta Utara.
Herman–demikian kameraman itu biasa disapa–berada di atas kapal dalam rangka meliput bersama wartawan lainnya dan sejumlah petugas dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi serta tim Laboratorium Forensik Mabes Polri. Selain Herman, wartawan dan petugas Labfor Mabes Polri serta anggota KNKT juga sama-sama melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Saat itu memang terjadi kepanikan luar biasa saat bangkai kapal tiba-tiba terbalik dan akan tenggelam. Sementara reporter Metro TV Eko Widodo yang sama-sama ikut meliput di atas bangkai kapal tersebut, ditemukan selamat.
Reporter Metro TV Mahendro Wisnu dari Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, Ahad sore, melaporkan bahwa tiga orang yang terjun saat kapal tenggelam, sudah ditemukan. Selain Herman, dua lainnya adalah Bima Marzuki, reporter RCTI serta Hana dari KNKT. Herman akhirnya meninggal beberapa saat setelah ditemukan. Sedangkan Bima dan Hana, kini, masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Medical Center Pelabuhan Tanjungpriok. Bima dilaporkan dalam kondisi kritis. Sementara tiga orang lainnya hingga kini masih dalam status pencarian. Ketiga orang tersebut antara lain kameraman SCTV Muhammad Guntur dan dua lainnya dari Labfor Mabes Polri, Lugeng Widodo dan Widiantoro.
Sementara diperoleh kabar bahwa total korban meninggal akibat terbakarnya KMP Levina I sudah mencapai 42 orang. Sebanyak 22 jenazah tadi siang tiba diangkut Kapal Perang RI (KRI) Kalagian dan KRI Kobra. Sebanyak tujuh jenazah yang ditemukan KRI Kalagian, tiga di antaranya sudah bisa dikenali oleh pihak keluarga. Ketiganya masing-masing bernama Hanafi, Dahlan dan Suwandi. Sedangkan 15 jenazah yang ditemukan KRI Kobra, 13 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi. Sedangkan sisanya dalam status mayat tak dikenal.(DEN)
Fenomena ‘Kapal’ tuhan yang ingin memberitahukan kepada kita semua, tentang fenomena 22 dan memberi peringatan kepada kita bahwa bencana beruntun akan terjadi, mirip dengan sudah terbakar, tenggelamnya-pun membawa korban.Tgl3-3-2007 NTT longsor, 6.3.2007 Gempa Sumbar, 7/3/2007 Garuda Terbakar
Tentu masih ingat kisah Gagak qobil & Tsunami Aceh 26-des-2004 dimana tepat pula tgl 22-12-2004 lalu peringatan itu nyata yakni Rabu, 22/12/2004 17:01 WIB Heli TNI AL yang Jatuh di Nabire, Bagian dari Pengawalan SBY
Bukankah semua tgl 22 untuk mengingatkan untuk kembali ?, sebagaimana artikel itu
Diulang-nya terus fenomena 22 ini terus menerus sampai manusia indonesia ini sadar bahwa Allah mengajak umat indonesia ini agar sesuai dengan ajaran al-qur’an ( Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari )
Pertanyaan kecil saja, bagi yang kurang percaya bahwa Allah mengajak umat indonesia ini kembali kepada al-qur’an adalah pertanyaan sepela : KAPANKAH JAKARTA LUMPUH ? JAKARTA LUMPUH 2-2-2007




