Fenomena Alam Semesta

Kumpulan Fenomena Alam Sebagai Bahasa Universal Untuk Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran

Lumpur Lapindo ‘berhenti’ dan KA BBM terguling

Dua kejadian pas tgl 20/11/2007 yakni 

    Rabu, 21 Nov 2007  KA BBM Terguling, Warga Berebut Bensin

MALANG – Kereta bermuatan BBM terguling di Dusun Morotanjek, Desa Puro Asri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kemarin (20/11) sekitar pukul 00.45 .

 

 

 

Rabu, 21 Nov 2007
Sempat Berhenti 10 Menit, Semburan Mulai Mengecil

SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) kemarin (20/11) dikejutkan dengan menghilangnya asap dan letupan gelembung lumpur di pusat semburan .

 

 

Adalah saling berkaitan, mengapa ?  baca Hayo KA BBM Pertamina Anjlok lagi ya …. Hal yang terpenting yang dapat di baca adalah “Walau rakyat yang menjadi korban (KA BBM) dan Lumpr Lapindo, namun terlihat adanya ganti untung, di lapindo dapat ganti untung, sedangkan KA BBM, rakyat berebut premium gratis

Dari sini dapat kita ambil sedikit kesimpulan bahwa lumpur lapindo sebenarnya adalah ‘penyelamat bagi negeri ini ” :

  1. Mengingatkan kekayaan  tambang di negeri ini agar lebih merata sehingga rakyat lebih makmur
  2. Mencegah bencana lebih dahsyat dari sejarah gempa Aceh, Yogya

…………..Tidak banyak yang berpikir bahwa ‘kecelakaan’ PT Lapindo, sebagian adalah anugrah alam (pencipta) kepada masyarakat Surabaya, Gresik, Madura, Mojokerto terlebih lagi adalah sidoarjo. Mengapa kecelakaan itu sebagai bagian dari anugerah ? . Kita tengok sejarah bencana di Indonesia yang cukup parah yakni Aceh dan Yogya sebagai pengalaman pembelajaran mencari hikmah ….. ………..read more Lumpur Lapindo sebagian adalah ‘anugerah’

Kemanakah bencana bergerak ? ‘Anak Raksasa’ yang siap menjadi bencana

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (al-baqoroh-155)

Rabu, 21 Nov 2007,
Sempat Berhenti 10 Menit, Semburan Mulai Mengecil

SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) kemarin (20/11) dikejutkan dengan menghilangnya asap dan letupan gelembung lumpur di pusat semburan. Sebab, hilangnya asap merupakan salah satu pertanda semburan lumpur berhenti. Peristiwa itu terjadi pukul 11.30 dan berlangsung sekitar 10 menit. Setelah itu, asap muncul kembali, namun permukaan lumpur masih tenang dan tidak berombak.

Petugas yang berada di lapangan gembira begitu melihat asap berhenti. Hal itu ditindaklanjuti dengan pengamatan ke pusat semburan. Deputi Operasional BPLS Mochammad Soffian Hadi yang kebetulan berada di lokasi mengajak pekerja untuk mengecek langsung.

Dalam perjalanan yang berjarak 200 meter itu, asap mulai mengepul kembali. Namun, permukaan tetap tenang. Selang beberapa lama, gelembung kecil mulai bermunculan, namun lumpur tetap tenang.

Menurut Soffian, beberapa hari terakhir semburan memang terus mengecil. “Ada beberapa indikasi yang membuktikan semburan itu berkurang,” ujarnya. Di antaranya, gelombang di permukaan yang mengecil dan volume lumpur yang mengalir ke pond-pond berkurang. Selain itu, peristiwa overtopping (lumpur meluap di atas tanggul) tidak terjadi lagi. “Mungkin itu dampak dari kecilnya semburan, ” jelasnya.

Soffian yang mengutip hasil pemantauan tim geologi menjelaskan, mengecilnya semburan disebabkan adanya persinggungan air di dalam tanah dengan magma sehingga semburan yang keluar hanya berupa air panas. Akibatnya, di permukaan lebih didominasi uap air dan gas. “Karena itu, wajar gas yang disemburkan tetap tinggi, ” ujarnya.

Berdasar informasi dari tim Fergaco, perusahaan yang disewa Lapindo untuk memantau gas, tekanan gas hydrogen sulfide (H2S) masih mencapai 20 ppm. Padahal, batas normal hanya 15 ppm.

Kecilnya semburan juga bisa dilihat dari debit lumpur yang dialirkan melalui pompa dan overflow. Saat ini debit lumpur yang dikeluarkan melalui pompa hanya 0,6 meter kubik per detik. Biasanya, debit yang dikeluarkan dua kali lipat dari angka tersebut. Di overflow, yakni sebelah barat pusat semburan, lumpur yang mengalir tidak sebesar biasanya.

Soffian menambahkan, dampak mengecilnya semburan adalah menurunnya debit lumpur di pusat semburan. Jika biasanya berkisar antara 80 ribu sampai 100 ribu meter kubik per hari, sekarang semburan menurun hingga separonya menjadi 40 ribu-50 ribu meter kubik per hari. “Dampak positifnya, tidak lagi terjadi overtopping di beberapa tanggul yang dianggap rawan,” jelasnya.

Sebulan lalu, tepatnya 11 Oktober 2007, semburan berhenti dalam waktu lama. Hal itu terjadi berulang-ulang. Belum diketahui penyebab berhentinya semburan. Namun, peristiwa itu diikuti penurunan intensitas di 71 bubble (semburan baru) di sekitar pusat semburan.

Sementara itu, sedikitnya enam wakil korban luberan lumpur Lapindo, Sidoarjo, mendatangi gedung Kejagung kemarin (20/11). Mereka minta penjelasan soal pernyataan jaksa agung bahwa kasus lumpur Lapindo yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dapat dikategorikan sebagai kejahatan yang dilakukan perseroan terbatas (PT).

Massa yang dikoordinasi Fanny Trijambore itu juga mempermasalahkan pernyataan tanggapan Aburizal Bakrie yang dianggap mengintervensi jaksa agung terkait pernyataan tersebut. Ical -sapaan Aburizal Bakrie- sebelumnya menyatakan bahwa dirinya telah mengklarifikasi jaksa agung sekaligus memastikan bahwa jaksa agung tidak pernah membuat pernyataan tersebut. Sebaliknya, Ical menuduh media massa memelintir pernyataan jaksa agung.

Fanny dkk sedianya ingin menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji di ruang kerjanya. Namun, karena Hendarman disebut sibuk, mereka hanya ditemui Kabag Tata Usaha (TU) Puspenkum Kejagung Budi Handaka.

Menurut Fanny, pernyataan Ical dapat dikategorikan penyalahgunaan jabatan karena menggunakan statusnya sebagai Menko Kesra untuk membantah pernyataan jaksa agung. “Dia membantah pernyataan itu sebagai Menko Kesra, bukan pelaku ekonomi. Ini ada indikasi penyalahgunaan jabatan,” kata Fanny kemarin.

Fanny menegaskan, pernyataan Ical tidak dapat diterima. Dasarnya, Ical mencampur aduk urusan kedinasan dengan urusan pribadi selaku pemegang saham Grup Bakrie -induk Lapindo.

Menurut Fanny, pihaknya meminta pemerintah, khususnya kejaksaan, memeriksa Ical terkait dengan pernyataannya tersebut. Tujuannya, agar tidak terjadi konflik kepentingan berlanjut antara pejabat negara dan pemilik Lapindo.(riq/agm)

Rabu, 21 Nov 2007,
KA BBM Terguling, Warga Berebut Bensin

MALANG – Kereta bermuatan BBM terguling di Dusun Morotanjek, Desa Puro Asri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kemarin (20/11) sekitar pukul 00.45. Tiga gerbong terbelakang dari sepuluh rangkaian lepas dan terguling dan mengakibatkan muatan BBM jenis bensin 35.000 liter tumpah dan menjadi rebutan warga.

Suriono, 44, petugas pengereman, menuturkan, saat kejadian, dirinya berada di gerbong paling belakang di antara sepuluh rangkaian gerbong kereta itu. Sejak berangkat dari Surabaya pukul 21.00, KA dengan nomor lokomotif CC 20109 dan CC 20118 dengan masinis Suyanto itu melaju cukup kencang. Saat masuk Kecamatan Lawang, Suriono mulai khawatir dan mengencangkan rem di gerbong paling belakang. “Kereta memang sepertinya terlalu kencang. Tetapi, saya tidak tahu berapa kecepatannya,” ujarnya kepda Radar Malang (Gup Jawa Pos) kemarin.

Kekhawatiran Suriono akhirnya terbukti. Sebelum melewati jembatan di atas Sungai Morotanjek, gerbong ketiga dari belakang anjlok. Roda kereta yang anjlok tersebut menghancurkan bantalan rel yang terbuat dari kayu. Rusaknya bantalan yang ada di atas jembatan itu membuat rel KA putus. Karena tidak lagi bertumpu pada rel, gerbong paling belakang pun ikut anjlok. Gerbong tersebut lalu membentur dinding jembatan dan putus dari rangkaian.

Meskipun tiga gerbong paling belakang putus, KA terus melaju ke arah Kota Malang. Masinis baru sadar bahwaa gerbong di belakangnya putus setelah berjarak 1 kilometer dari TKP. “Masinis menghentikan KA, lalu kembali untuk melihat kondisi gerbong yang putus. Lalu melanjutkan perjalanan,” tandasnya.

Mengetahui ada gerbong yang anjlok, warga sekitar lokasi langsung berdatangan. Awalnya, mereka tidak berani mendekat. Selain takut akibat suara gemuruh yang menyerupai gempa, mereka juga mencium bau bensin yang menyengat hidung. “Kami takut kalau meledak. Bau bensinnya sangat kuat. Roda kereta juga masih terlihat memerah,” terang Parjo, warga setempat yang rumahnya hanya berjarak satu meter dengan tangki yang terguling.

Setelah menolong Suriono, beberapa warga mengambil premium yang keluar dari tangki gerbong yang pecah. Secara bergantian, mereka menampung bensin dan membawanya pulang. Aktivitas warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut dilakukan hingga pagi hari.

Tergulingnya gerbong kereta api (KA) pengangkut BBM di Singosari membuat seluruh perjalanan KA dari Stasiun Kota Baru ke Surabaya dan Banyuwangi dibatalkan. Pembatalan itu terjadi pada KA Malang Ekspres pukul 05.15 dan pukul 13.00 jurusan Surabaya, empat perjalanan KA Penataran.(bb/jpnn)

   
About these ads

Information

This entry was posted on November 21, 2007 by in Berita, Fenomena, Islam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: