Sekaligus menjawab pertanyaan mbak Diah Adakah arti Batavia ? kemudian bung anjak SBY-JK, antara Air dan Api dan sekaligus artikel di celaka, sudah sampai ….. “
yang memuat beruntunnya Batavia dan Adam ini Nyaris Celaka :berita di bawah
Setalah Batavia (baca Nyaris Celaka Batavia dan Aceh ) maka giliran Adam air
Pesawat AdamAir Pecah Ban di Bandara Soekarno Hatta JAKARTA, KOMPAS – Pesawat maskapai penerbangan AdamAir dengan nomor penerbangan KI 226 rute Jakarta-Medan mengalami pecah ban sebelah kanan saat bergerak di jalur taxi way terminal 1C Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Sabtu (24/11). Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, semua penumpang yang berjumlah 172 orang berhasil dievakuasi dari pesawat dan diterbangkan dengan pesawat pengganti.
Maka hal ini mengingatkan fenomena Nyaris tabrakan di bulan agustus-2007 lalu antara keduanya di SBY, berikut ini beritanya
19/08/2007 17:13 WIB
Insiden Batavia-Adam, Menara ATC, dan Lampu Ekor Pesawat
Nograhany Widhi K – detikcomJakarta – Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya insiden Batavia Air dan AdamAir di landasan pacu 10 Bandara Juanda, Kamis 9 Agustus 2007 lalu. Dari tiang penyangga menara Air Traffic Control (ATC) hingga lampu ekor pesawat AdamAir yang tidak menyala.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Indonesia ATC Association (IATCA) Adri Gunawan Wibisono kepada detikcom, Minggu (19/8/2007). aktu itu, cerita Adri, Batavia Air sudah rolling di landasan pacu 10, bersiap untuk take off. Pilot Batavia Air pun segera menyadari adanya pesawat lain dalam landasan pacunya dan mengadakan kontak dengan ATC.
“Batavia pun langsung melakukan pengereman mendadak,” lanjut Adri. TC pun sudah berusaha memanggil-manggil AdamAir yang nyelonong masuk ke landasan pacu. Komunikasi yang dilakukan ATC terhadap AdamAir sudah dialihkan dari ground control ke tower control. “Namun Adam belum mengadakan kontak kepada ATC tower control,” jelas dia.
Begitu dapat dikontak, ATC pun langsung menyuruh AdamAir masuk ke taxy way, untuk menunggu giliran take off. Kemungkinannya ada 2, pilot AdamAir tidak familiar dengan taxy way di Surabaya yang paralel dengan landasan pacu. Atau, tidak aware kalau sudah memasuki landasan pacu, karena waktu itu malam hari,” ujar Adri.
Faktor lainnya, pada waktu itu, lampu dekat ekor pesawat AdamAir tidak menyala. Padahal lampu tersebut seharusnya menyala, apalagi pada waktu malam hari. Sehingga, hal tersebut menyulitkan ATC yang melihat dari menara. Kenapa kok bisa sampai diizinkan terbang, padahal lampu belakangnya tidak menyala? Kemana inspekturnya?,” kata Adri.
Masalah lain, konstruksi bangunan menara ATC di Bandara Juanda yang masih baru. Tiang-tiang penyangga menara ATC menghalangi pandangan ATC pada titik pesawat akan mendarat (final aproach). Sehingga, ATC kesulitan untuk melihat saat-saat rawan pesawat akan mendarat.
“Saya waktu itu sudah memprotes konstruksi bangunan yang menghalangi pandangan ATC, pada Dephub maupun Angkasa Pura, namun tidak dihiraukan,” imbuh Adri. Ketika disinggung mengenai adanya human error pada insiden ini, “Biar KNKT yang menyelidikinya. Menurut saya, dari ATC-nya sudah tidak bermasalah,” tegas Adri yang juga melakukan investigasi terhadap insiden ini. (nwk/asy)
Apa yang dapat di baca di situ ….. tgl 9-agustus-2007 terjadinya, lalu dan apa yang terjadi saat itu tanggal 09-08-2007 lalu ?
- [G] Kamis, 09/08/2007 00:12 WIB Gempa 7 SR Guncang Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa
- [G] Kamis, 09/08/2007 00:28 WIB Gempa Sangat Terasa di Jakarta Hingga Yogya, Warga Panik
Atau yang tertuang dalam artikel [G]empa Indramayu sebuah keniscayaan,
Dengan demikian runtutan rangkaian pelajaran ini sudah terungkap dan terangkai lagi secara indah, lagi-lagi batavia bermasalah di Surabaya setelah sebelumnya di JKT
29/11/2007 15:16 WIB Insiden di Surabaya Batavia: Pesawat Tidak Berasap
Nograhany Widhi K – detikcomJakarta – Pesawat Batavia Air yang mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, diduga mengalami masalah. Namun, pesawat itu sama sekali tidak mengeluarkan asap.
“Saat penerbangan dari Jakarta ke Surabaya pilot menemukan indikasi trouble. Tapi tidak ada asap,” ujar Wakil Direktur Keselamatan Batavia Air, M Yamin, kepada detikcom, Kamis (29/11/2007).
Yamin enggan menjelaskan masalah apa yang sedang terjadi pada pesawat dengan nomor registrasi PK-YTZ itu. Namun, lanjutnya, pendaratan pesawat berjalan normal.
“Dalam dunia penerbangan pesawat trouble itu pasti ada. Pilot sudah konfirmasi dengan Air Traffic Control (ATC) Bandara Juanda dan ATC sudah declare tidak ada masalah,” ujarnya. Menurut Yamin, pesawat dengan rute Jakarta-Ambon itu berangkat dari bandara Cengkareng sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di Bandara Juanda antara pukul 08.40 WIB hingga 09.00 WIB.
Karena pesawat jenis Boeing 373-400 tersebut diduga ada masalah, penerbangan ke Ambon diganti dengan pesawat Batavia yang lain. Karena itu menyangkut keselamatan, tidak bisa ditoleransi. Penumpang sudah di-cover,” pungkasnya.
Seperti diberitakan detiksurabaya, warga Desa Sawo Tratap, Sedati, Sidoarjo yang tinggal sekitar 750 meter dari Bandara Juanda sekitar pukul 07.40 WIB dikejutkan suara ledakan disertai asap yang berasal dari pesawat yang akan landing. Sejumlah saksi menyatakan sumber ledakan berasal dari pesawat Batavia Air.
(irw/nrl)
Paling tidak kejadian Batavia di surabaya yang terbaru ini mengingatkan Adam-Batavia nyaris celaka,
20/08/2007 20:23 WIB
Buntut Insiden Adam-Batavia, Pilot AdamAir Di-grounded
Nograhany Widhi K – detikcomJakarta – Insiden AdamAir dan Batavia Air di Bandara Juanda berdampak pada penon-aktifan sementara pilot AdamAir. Manajemen AdamAir mengakui telah mengambil kebijakan dengan meng-grounded pilotnya tersebut hingga penyelidikan terhadap insiden itu selesai.
“ya, untuk sementara tidak kita terbangkan. Sampai investigasi selesai. Kalau pilot terbukti tidak bersalah, ya kita terbangkan lagi,” ujar Presiden Direktur AdamAir, Adam Aditya Suherman.
Hal itu dikatakannya usai Seminar Sehari bertema “The Revival Path of Indonesia’s Airline Industry” di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Senin (20/8/2007).
Adam mengatakan, kebijakan meng-grounded pilotnya merupakan kebijakan manajeman AdamAir, bukan kebijakan pemerintah. Keputusan itu diambil, lanjut Adam, karena hingga kini penyelidikan terhadap insiden penyerobotan runway tersebut masih berlangsung.
“Itu memang kebijakan dari manajemen, bukan pemerintah. Kalau terlibat dalam iniden seperti itu, otomatis ya dalam prosedur kita sementara tidak kita terbangkan dulu,” kata Adam.
Adam mengatakan, dirinya tidak ingin tergesa-gesa memutuskan insiden tersebut terjadi disebabkan faktor human error.
“Kalau menurut saya, lebih baik kita menunggu hasil investigasi dulu. Karena ini melibatkan banyak pihak. Dan kita belum tahu hasil investigasinya. Jadi, saya tidak mau menyalahkan siapa atau membenarkan diri saya sendiri. Kalau ternyata terbukti siapa yang bersalah, ya harus terima konsekuensinya,” pungkasnya.
Pesawat AdamAir diberitakan menyerobot pesawat Batavia Air di runway 10 Bandara Juanda, Surabaya, pada 9 Agustus 2007 lalu. Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Tranportasi (KNKT) masih menyelidiki insiden kedua pesawat yang hampir bertabrakan tersebut. (rmd/asy)
JAdi yang siap-siap saja untuk di ingatkan kembali, begitulah …. fenomena itu terjadi