Minggu, 30 Sept 2007,
Kembar Siam Yesa-Yesi Akhirnya Meninggal
Setelah Operasi Pemisahan
PALEMBANG – Bayi kembar siam Yesa-Yesi yang tubuhnya sudah dipisah melalui operasi 21 Agustus lalu, akhirnya, meninggal dunia. Yang pertama menghadap Sang Khalik adalah Yesa. Selang 19 jam kemudian, pukul 02.30 WIB kemarin (29/9), Yesi menyusul saudaranya. Keduanya mengembuskan napas terakhir di ruang ICU Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Ketika Yesi meninggal, kedua orang tuanya, pasangan M. Yunus dan Herdiana, tak ada di samping bayi berumur setahun lebih itu. Sebab, mereka tengah menyiapkan jenazah Yesa untuk diberangkatkan ke Palembang. “Kabar itu mengejutkan. Yang kami sesali, saya dan istri tak ada di samping Yesi di saat detik-detik terakhir sebelum dia meninggal,” ujar pria 28 tahun itu.
Bayi Yesa-Yesi dirawat di RSCM sejak Agustus tahun lalu. Keduanya dioperasi pada 21 Agustus lalu. Sejak dioperasi, kondisinya turun-naik, labil, kemudian stabil. Menurut rencana, Yesa-Yesi masih harus menjalani serangkaian operasi lanjutan. Yakni, operasi jantung dan operasi pencangkokan tulang dada. Hal itu pernah diungkapkan dokter bedah jantung anak, dr Jusuf Rachmat, kepada Yunus sebelum operasi pertama berlangsung.
Agaknya, takdir berkata lain. Diduga, karena ada kelainan pada jantungnya itu, akhirnya bayi Yesa-Yesi pergi untuk selamanya. Kemarin sekitar pukul 06.00 WIB, Yesa-Yesi bersama kedua orang tuanya terbang ke kampung halaman di Palembang. Mereka pulang kampung dengan pesawat Garuda GA 112.
Setibanya di rumah, yakni di Jl Pangeran Subekti Lr Cempaka Luar, Kelurahan 16 Ilir, Palembang, jenazah Yesa-Yesi diletakkan di ruang tamu. Isak tangis keluarga terdengar memenuhi ruangan.
Bupati Musi Banyuasin Ir Alex Noerdin dan keluarga serta Kadinkes Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dr Syahrul Muhammad MARS terlihat melayat. Jenazah Yesa-Yesi langsung dimandikan, disalatkan dan dimakamkan.(14/mg15/jpnn)
|